Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 47

Thread: Konsep Agama.

  1. #1
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301

    Konsep Agama.

    Halo..

    Kepingin tanya aja..

    Saya ini muslim. Tapi saya memilih untuk mengikuti Islam sesuai pemahaman saya sendiri saja. Buat saya, agama dan keTuhanan itu ketika menyangkut aplikasi terhadap diri itu personal. Tetapi kemudian saya melihat diskusi disini dan tertarik untuk bertanya pendapat aja tentang agama dan keTuhanan.

    Sebelumnya mohon maaf, saya nggak ada maksud atau tujuan untuk menyerang, menghina, atau merendahkan, atau mengadu domba. Bener2 cuman pengen tau pendapat aja..

    Ada beberapa pemikiran.. dan semuanya saya ngasih contoh agama random ya, cuman saya mungkin lebih sering pake contoh Islam dan Kristen, karena itu yang deket sama kehidupan sekitar saya.

    Ini buat yang beragama Islam:
    - Kalo cuman dikasih 2 pilihan, mendingan jadi Islam yang nggak taat, jahat atau jadi Kristen yang baik dan taat deket sama Tuhan?

    Ini pemikiran aja, silakan semua menanggapi:
    - Salah nggak ya kalo mikir bahwa Islam dan Kristen itu nyembah Tuhan yang sama? hanya berbeda ritual aja? saya ngerti ada konsep triTunggal itu, tetapi gimana kalo misalnya itu hanya berbeda pemahaman aja? di Kristen, Tuhan itu disebut anak Allah kan.. nah di Islam sendiri, sebenernya nabi Isa itu lahir tanpa ayah manusia. Jadi memang dikirimkan dari Tuhan langsung. Sebenernya nabi Isa bisa disebut anak Allah kan ya?

    Saya dulu pernah mikir ya, yang lebih penting itu kan deket sama Tuhan ya. Kalo emang Tuhan yang kita sembah itu semuanya sama.. salah nggak kalo kita cari ritual mana yang paling bisa mendekatkan kita sama Dia? Kalo agama kita dari awal warisan orang tua, Islam misalnya, tapi sholat nggak bisa bikin kita ngerasa deket sama Tuhan, apa salah kalo kita nyoba agama lain kalo itu bisa bikin kita ngerasa lebih deket sama Tuhan?

    Karena saya pikir.. apapun agamanya, kalo dia deket sama Tuhan, pasti dia jadi orang baik ya.. karena dia akan selalu merasa diawasi, dekat, dan dibimbing. Dia akan takut berbuat jahat. (ya saya tau juga ada orang yang ngerasa deket sama Tuhan tapi pemahaman agamanya salah, akhirnya nubrukin pesawat ke gedung.. tapi ngerti lah ya maksud saya apa..)


    Terus saya juga mikir, posisi nabi Muhammad di Islam itu mirip2 sama posisi nabi Isa (Yesus) di Kristen ya. Maksudnya ya yang paling sering disebut namanya, yang paling menonjol deh. Mungkin nggak itu karena Yesus itu yang bawa injil buat Kristen, dan nabi Muhammad itu yang bawa Al-Quran buat Islam, jadi posisinya begitu.. Kalo dituker, nabi Isa yang bawa Al-Quran buat Islam, dan jadi nabi terakhir, apakah posisinya akan menempati posisi nabi Muhammad sekarang?

    Saya mikir lagi juga, kenapa nabi Isa di Al-Quran juga menempati posisi yang berbeda. Dia nggak meninggal.. dia naik ke Surga terus dia nanti turun lagi sebagai penyelamat ketika ada Dajjal. Kenapa dipilih nabi Isa untuk itu? kenapa Yesus.. kenapa nggak nabi Muhammad aja yang diangkat, terus nanti turun lagi?

    Pasti ada maksudnya kan.. pasti ada alesannya..

    Maaf ya, seperti tadi saya sebut diatas, nggak ada maksud ngejelekin agama apapun. Saya cinta Islam sebagai agama saya, dan saya sangat menghormati Kristen juga. Saya cuman yakin, Tuhan nggak nyiptain agama yang beda beda buat misahin manusia, buat bikin perang, atau mengkotak2an dan menggolong2kan.

    Semua agama yang sekarang itu sudah berhasil melewati ujian rentang waktu berabad abad. Dan nggak ada yang berubah. Artinya, nggak ada yang salah di agama apapun. Pemahaman kita yang harus lebih dalam aja, mungkin..

    Ya semoga temen2 disini mau berbagi.. Peace to all.

  2. #2
    Saya punya pikiran baru soal tritunggal itu yang menyangkut Islam dan Kristen.

    Dulu saya mikirnya sama seperti lo bahwa itu hanya kesalah pahaman.
    Tapi belakangan gue tiba2 dapat ilham kalo itu bukan kesalah pahaman.
    Mungkin dulu pas jaman Nabi Muhammad di Arab sono orang kristennya
    benar2 menganggap dan berkelakuan bahwa Yesus itu adalah anak Allah
    secara literal. Seperti halnya manusia mempunya anak. Soalna gue ada
    sempat kenal beberapa orang kristen yang pikirannya sama seperti yg
    gue sebutkan diatas.

    Nah, mungkin saja ini yang mau dikoreksi. Jadi nggak ada salah paham sih menurutku.
    Tapi ini sih sekedar pemikiranku saja.Soal benar tidaknya ya gue nggak bisa jamin.


    PS: Tapi tentu tidak semua kristiani berpikiran seperti itu.
    Banyak juga yang berpikiran kalo Anak Allah itu adalah berarti
    ada Dzat Allah dalam Yesus atau melihat pancaran Allah dalam Yesus.
    Sebab setahuku manusia2 biasa juga disebut anak Allah dalam kristen.

  3. #3
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    ^ I see..

    Jadi memang bisa saja ada yang menganggap dan berkelakuan seperti itu ya..
    Tapi kalo nabi Isa itu disebut anak Allah di Islam, karena memang dia dilahirkan tanpa ayah manusia, juga bener kan?
    maksudnya, dari semua nabi, hanya dia yang Allah jadiin langsung di rahim ibunya.. tanpa perantara manusia laki2..

  4. #4
    ^ Iya bisa juga ya, jadinya kan dianggap Djat Allah itu ayahnya alias Allah sendiri.
    Yah, logikanya ada juga sih pemikiran itu.

    Note: tapi ini logika jika kita memakai sudut pandang manusia ya.

  5. #5
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    ^ Iya..

    Intinya sih saya lagi berusaha nemuin persamaan daripada perbedaan.. nyoba memahami dan lebih mengerti aja..

  6. #6
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Jika Danalingga benar soal anggapan Yesus secara literal adalah anak Allah di masa itu, maka cukup masuk akal jika dikatakan bahwa ayat ini turun sebagai koreksi di zaman Nabi Muhammad.

    Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan
    .

    Di Islam sendiri istilahnya adalah kekasih, yaitu yang dikasihi.

  7. #7
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    ^ ayat itu sih saya pandang sebagai koreksi atas pemahaman manusiawi.. karena Dia hanya meniupkan ruh nabi Isa secara langsung tanpa perantara air mani, dan tidak melahirkan langsung (yang melahirkan Mariam).

    Kalimat tidak dilahirkan mungkin maksudnya Tuhan tidak diciptakan, tidak dilahirkan, maka yang dilahirkan adalah anakNya. Sebenarnya, bukankah setiap manusia hakikatnya adalah serpihan dari Tuhan, anak Allah, yang harus patuh dan akan kembali kepadaNya nanti..

  8. #8
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by lighterheaven View Post
    ^ I see..

    Jadi memang bisa saja ada yang menganggap dan berkelakuan seperti itu ya..
    Tapi kalo nabi Isa itu disebut anak Allah di Islam, karena memang dia dilahirkan tanpa ayah manusia, juga bener kan?
    maksudnya, dari semua nabi, hanya dia yang Allah jadiin langsung di rahim ibunya.. tanpa perantara manusia laki2..
    Nabi Adam ngga berayah ngga beribu... lebih murni
    "ke-ilahi-annya"

    ---------- Post Merged at 05:11 PM ----------

    Ini buat yang beragama Islam:
    - Kalo cuman dikasih 2 pilihan, mendingan jadi Islam yang nggak taat, jahat atau jadi Kristen yang baik dan taat deket sama Tuhan?
    bagi gw ini analoginya, bagi muslim mending mana:
    1. Jadi suami yang KDRT atau:
    2. Jadi domestic partner yang penyayang?

  9. #9
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    ^iya, bener ya..

    Tapi kalo nabi Adam, saya lebih ngeliat beliau sebagai makhluk yang diciptakan oleh sang kreatornya. Jadi lebih ke ciptaan Allah. Kalo nabi Isa, kan bener2 Allah yang jadi bapaknya, Siti Mariam yang jadi ibu yang mengandungnya, jadi kalo disebut anak Allah lebih masuk sepertinya..

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    bagi gw ini analoginya, bagi muslim mending mana:
    1. Jadi suami yang KDRT atau:
    2. Jadi domestic partner yang penyayang?
    Jadi ndak ada pilihan yang bagus dong ya?
    Ujung2nya pilih mana yang kita paling sreg aja gitu?
    Last edited by lighterheaven; 04-01-2013 at 06:14 PM.

  10. #10
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Numpang mampir dan ikutan ya... mumpung week-end dan sedang bisa tarik nafas sedikit... entah kalau sudah senin besok ... moga-moga TS berkenan.

    Saya sendiri seorang muslim, seperti juga Kop Heaven, tapi juga memilih untuk tidak tunduk pada suatu pemahaman tertentu. Saya menganggap diri saya dan semua individu berhak untuk berbeda pendapat dan tidak mengikuti seorang imam hanya karena dia seorang imam. Karenanya urun rembuk saya di bawah mungkin berbeda dengan pendapat mainstream yang populer.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    Saya ini muslim. Tapi saya memilih untuk mengikuti Islam sesuai pemahaman saya sendiri saja. Buat saya, agama dan keTuhanan itu ketika menyangkut aplikasi terhadap diri itu personal.
    Demikianlah pendapat yang sekarang makin banyak menyebar. Agama dibagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah personal dan wilayah kemasyarakatan. Saya sendiri setuju dengan pembagian ini, wilayah personal adalah urusan ybs dengan Tuhan-nya, tidak untuk didikte atau dicampuri oleh otoritas apapun. Adapun wilayah kemasyarakatan, karena berhubungan dengan kebaikan banyak orang, seyogyanya memang diatur agar satu pemahaman tidak menyebabkan masalah di masyarakat.

    Saya sendiri tergolong orang yang ikut pendapat ini. Kedekatan saya dengan Tuhan bukanlah untuk dinilai oleh orang lain, tapi untuk pengembangan kemanusiaan saya sendiri.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    Ini buat yang beragama Islam:
    - Kalo cuman dikasih 2 pilihan, mendingan jadi Islam yang nggak taat, jahat atau jadi Kristen yang baik dan taat deket sama Tuhan?
    Ini berarti perilaku yang tampak di masyarakat yah?
    Saya pilih jadi atheis yang baik, taat, dan deket sama Tuhan... eh, nggak ada ya?

    Saya pilih jadi manusia beragama yang menjadi dan menyebarkan kebaikan. Agamanya terserah, biasanya tergantung agama yang dianut orang tua dan masyarakat tempat saya dibesarkan. Tapi karena saya seorang muslim dan sudah merasakan manfaat dari pilihan ini, saya memilih jadi Islam yang baik, taat, dan deket sama Tuhan...

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    - Salah nggak ya kalo mikir bahwa Islam dan Kristen itu nyembah Tuhan yang sama? hanya berbeda ritual aja? saya ngerti ada konsep triTunggal itu, tetapi gimana kalo misalnya itu hanya berbeda pemahaman aja? di Kristen, Tuhan itu disebut anak Allah kan.. nah di Islam sendiri, sebenernya nabi Isa itu lahir tanpa ayah manusia. Jadi memang dikirimkan dari Tuhan langsung. Sebenernya nabi Isa bisa disebut anak Allah kan ya?
    Saya ikut pendapat (kalimat eufimisme dari "saya berpendapat") bahwa Islam dan Kristen menyembah Tuhan yang sama. Adapun mengenai konsep Tri Tunggal ada berbagai macam versi mengenainya. Ada juga kok aliran Kristen minoritas yang menganggap Yesus hanyalah manusia biasa dan menolak konsep Tritunggal. Islam sendiri tidak mengakui Yesus sebagai anak Allah karena memang Allah dalam Islam adalah "tidak beranak dan tidak diperanakkan", Yesus dalam Islam adalah seorang Rasul yang ditaati tapi tidak disebut sebagai anak Allah baik dalam arti literal maupun kiasan, meski beliau dilahirkan tanpa kehadiran seorang bapak. Ini memang perbedaan kepercayaan mendasar antara Islam dan mainstream Kristen.

    Tapi bagi saya perbedaan ini masuk ke ranah kepercayaan individu (karena ada pula aliran Kristen yang menolak konsep anak Allah), dan tidak untuk menjadi masalah dalam hubungan kemasyarakatan antara kaum muslim dan kristiani.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    Saya dulu pernah mikir ya, yang lebih penting itu kan deket sama Tuhan ya. Kalo emang Tuhan yang kita sembah itu semuanya sama.. salah nggak kalo kita cari ritual mana yang paling bisa mendekatkan kita sama Dia? Kalo agama kita dari awal warisan orang tua, Islam misalnya, tapi sholat nggak bisa bikin kita ngerasa deket sama Tuhan, apa salah kalo kita nyoba agama lain kalo itu bisa bikin kita ngerasa lebih deket sama Tuhan?
    Lagi-lagi ini cuma pendapat saya. Saya sendiri pernah melakukan no-religion-state, melepaskan diri dari ajaran yang selama ini saya pegang untuk mencoba melihat ajaran-ajaran yang ada dengan kacamata seorang yang belum pernah kenal agama. Hasilnya, semua bisa memberi kita rasa kedekatan pada Tuhan, tapi umumnya ritual yang sudah kita latih bertahun-tahun biasanya lebih efektif. Bagaimanapun juga sebagai muslim saya sudah belajar sholat dari kecil, sehingga lebih mudah melakukan dan merasakan manfaatnya ketimbang melantunkan do'a salam Maria yang baru saya pelajari belakangan.

    Dalam kasus-kasus pindah agama yang saya kenal, biasanya yang terjadi sesungguhnya adalah pindah ke lingkungan yang lebih nyaman dan reseptif. Seorang teman yang pindah dari agama Islam ke Kristen mengatakan bahwa di agamanya yang baru orang-orangnya lebih religius dan baik hati, ketimbang di agamanya sebelumnya yang orang-orangnya kasar dan dogmatik. Padahal kenalan saya yang lain yang pindah dari agama Kristen ke Islam, mengatakan hal yang sama. Jadi saya cenderung berpendapat bahwa kepindahan agama di jaman sekarang ini lebih banyak merupakan pelarian dari trauma yang dialami di lingkungan sebelumnya, bukan hasil dari kontemplasi dan penekunan yang mendalam atas agama-agama yang ada.

    Saya sendiri percaya bahwa ketekunan di dalam agama kita masing-masing akan lebih berhasil membawa kita pada kedekatan terhadap Tuhan ketimbang lompat-lompat agama. Ibaratnya, daripada sibuk memilih perahu yang paling baik, lebih baik mulailah mendayung dengan perahu yang ada, dengan begitu kita lebih cepat sampai ke seberang.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    ya saya tau juga ada orang yang ngerasa deket sama Tuhan tapi pemahaman agamanya salah, akhirnya nubrukin pesawat ke gedung.. tapi ngerti lah ya maksud saya apa..
    Dalam kasus ekstrimisme agama, ini biasanya didasari oleh kepentingan politik. Sejak jaman perang salib, Arab-Israel, sampai Osama vs Obama, semuanya politik semata. Agama dalam hal ini dijadikan sebagai alat untuk mencapai kepentingan politik.

    Lalu para pelaku kekerasan agama ini biasanya adalah orang-orang yang pada dasarnya sudah bermasalah, sehingga ekstrimisme menjadi jalan keluar bagi kegalauan hidup mereka. Ketika perang salib pertama, para kriminal berduyun-duyun turun berperang di Yerusalem karena Paus menjanjikan mereka penghapusan dosa. Demikian pula pembom bunuh diri yang diajari bahwa jihad mereka akan diganjar surga, banyak pembom seperti ini direkrut dari anak-anak pesantren yang pendiam dan punya masalah sosial.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    Terus saya juga mikir, posisi nabi Muhammad di Islam itu mirip2 sama posisi nabi Isa (Yesus) di Kristen ya. Maksudnya ya yang paling sering disebut namanya, yang paling menonjol deh. Mungkin nggak itu karena Yesus itu yang bawa injil buat Kristen, dan nabi Muhammad itu yang bawa Al-Quran buat Islam, jadi posisinya begitu.. Kalo dituker, nabi Isa yang bawa Al-Quran buat Islam, dan jadi nabi terakhir, apakah posisinya akan menempati posisi nabi Muhammad sekarang?
    Dalam tradisi muslim banyak yang menyebut bahwa Muhammad adalah sosok yang istimewa diantara para nabi dan rasul, bahkan sampai ada yang menyebut bahwa Adam sekalipun waktu mau menikahi Hawa diharuskan membaca shalawat dulu untuk Nabi Muhammad yang baru akan lahir entah berapa ratus ribu tahun kemudian.

    Banyak yang percaya pada tradisi seperti itu, tapi ada pula yang tidak. Saya termasuk dalam golongan yang terakhir.

    Tapi intinya, baik Islam maupun Kristen telah mengalami interpretasi dan re-interpretasi selama ribuan tahun, yang menghasilkan sekian banyak versi dari kepercayaan yang ada sekarang. Ada yang menyebut Muhammad sebagai penghulu para nabi, ada yang menyebut Yesus sebagai pembasmi Dajjal, ada yang menyebut bahwa Yesus dan Allah adalah satu, ada yang menyebut Yesus hanyalah seorang rasul, dan macam-macam versi lagi. Keluarkan semua chauvinisme itu, dan kita akan temukan bahwa kedua orang itu mengajak kita manusia untuk bertuhan dan menjadi manusia yang lebih baik di muka bumi.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    Saya mikir lagi juga, kenapa nabi Isa di Al-Quran juga menempati posisi yang berbeda. Dia nggak meninggal.. dia naik ke Surga terus dia nanti turun lagi sebagai penyelamat ketika ada Dajjal. Kenapa dipilih nabi Isa untuk itu? kenapa Yesus.. kenapa nggak nabi Muhammad aja yang diangkat, terus nanti turun lagi?
    Karena konsep Yesus naik ke langit dan kelak menjadi pembunuh Dajjal sendiri adalah salah satu hasil interpretasi yang ada, yang interpretasi lain adalah Yesus wafat sebagai manusia biasa dua ribu tahun lalu dan tidak akan kembali lagi, dus, Dajjal pun tidak ada.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    Pasti ada maksudnya kan.. pasti ada alesannya..?
    Sebelum sampai pada pertanyaan tentang suatu skenario, kita perlu selalu memahami bahwa ada pula skenario alternatifnya. Kalau tidak, kuatirnya kita menerima begitu saja sebuah skenario sebagai suatu kebenaran, bertanya-tanya 'kenapa begitu', dan akhirnya membuang waktu berteori tentang hal yang dari dasarnya sudah bermasalah dan mungkin cuma karangan manusia iseng. Saya sendiri lebih suka berpikir tentang konsep keagamaan yang punya nilai praktis dalam kehidupan sehari-hari.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    Saya cuman yakin, Tuhan nggak nyiptain agama yang beda beda buat misahin manusia, buat bikin perang, atau mengkotak2an dan menggolong2kan.
    Begitu pula yang saya yakini. Yang saya percaya Tuhan menciptakan manusia berbeda (bukan cuma Agama saja) supaya kita bisa bersinergi, saling mengenal dan saling belajar.

    Quote Originally Posted by Lighterheaven
    emua agama yang sekarang itu sudah berhasil melewati ujian rentang waktu berabad abad. Dan nggak ada yang berubah. Artinya, nggak ada yang salah di agama apapun. Pemahaman kita yang harus lebih dalam aja, mungkin..
    Sebenarnya sih agama sudah mengalami banyak perubahan sejak diturunkan pertama kali, seperti saya sebut di atas, mengalami interpretasi dan re-interpretasi, tapi saya melihatnya sebagai hal yang positif ketimbang negatif, karena itu berarti agama berevolusi bersama perkembangan manusia.

    Ini cuma pendapat saya sendiri loh ya... seperti saya sebut di atas, mungkin berbeda dengan pendapat kebanyakan.
    Salam buat semua...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  11. #11
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    Kop Alip, terimakasih banyak buat sharingnya.
    Membaca tulisan kop Alip saya jadi teduh.
    Indah dunia ini kalo kita semua bisa saling menerima.

    Sesungguhnya kebenaran mutlak hanya Tuhan yang tau. Ketika seorang muslim merasakan kehadiran Tuhan dalam sholatnya, dan seorang Kristiani merasakan kehadiran Tuhan dalam doanya, maka sesungguhnya Tuhan ada bersama seluruh manusia ciptaanNya.

  12. #12
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Saya pernah bertemu seorang Katolik dari etnis Tionghoa, yang jalan pikirannya tentang 'Tuhan' justru lebih mirip kepercayaan Islam. Dia sendiri mengatakan dia tidak bisa membayangkan tentang Yesus saat berdoa. Tapi toh, dia Katolik dan tetap memilih Katolik.

    Sebaliknya, saya juga pernah bertemu Islam yang pantheis. Yang ini malah banyak sebenarnya.
    Malah kalau mau bicara lebih detail lagi pemikiran2 dalam Islam, sebenarnya perbedaan konsep Tuhan dan kemahakuasaannya itu bisa melahirkan banyak 'sekte' atau aliran pemikiran.

    Ada seorang Kristen yang berpindah agama jadi pemeluk Buddha, menulis beberapa artikel tentang agama Buddha dan argumentasinya tentang 'Tuhan dalam Buddha' beberapa kali kulihat dikutip di tulisan lain. Toh, ternyata saya juga pernah melihat seorang pemeluk Buddha lain, yang dari kecil, yang mengritik tulisannya tetapi mengatakan memafhuminya sebagai bawaan dari agama asalnya. Toh tetap saja, si mantan Kristen ini memilih menjadi Buddha, bukan tetap di Kristen, bukan memilih agama lain (Islam misalnya).
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  13. #13
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    ^ Mungkin mereka adalah golongan yang benar2 mencari, makanya terus mengkritisi, meskipun merasa menemukan kedekatan yang lebih di tempat barunya.

  14. #14
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Alhamdulillah kalau bisa membantu

    Namun saya tetap wajib memberikan disclaimer, yaitu meski tulisan saya di atas memberikan keteduhan, tetaplah merdeka dalam berpikir dan menimbang berbagai kemungkinan yang ada, jangan lantas menerima pendapat saya sebagai kebenaran mutlak. Jangan sampai pencarian kita pada kebaikan hidup dinodai oleh sikap kita untuk hanya menerima pendapat yang kita rasa cocok. Inilah awal pengkotak-kotakan agama dan aliran yang mewarnai sejarah agama-agama dengan pertentangan dan perang.

    Saya sendiri mungkin suatu saat bisa berubah pendapat karena satu dan lain hal
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  15. #15
    ^ Jah, disclamiernya menyusul.

  16. #16
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    ^ Hehehe, iya.. tapi bisa dimengerti kog bro.. makanya saya juga nulis "kebenaran mutlak hanya Tuhan yang tau".
    Pendapat manusia sih nggak pernah ada yang mutlak bener, makanya saya bikin thread ini.. supaya tau opini orang..

    Temen saya yang juga sesama muslim, sependapat dengan mayoritas pemikiran saya, dia pernah nanya gini:

    "kalo seandainya ada orang Kristen yang dibesarkan di lingkungan Kristen yang taat dan tertutup banget, dan sampe akhir hayatnya dia nggak pernah kenal Islam, apa menurut lo dia bakalan masuk neraka? itu bakalan nggak fair.. dan sesungguhnya Tuhan itu maha Adil kog."

    Padahal dia itu muslim taat yang puasa senin kamis, di mejanya ada Alquran. Saya salut sama kelegaan berpikirnya.
    Saya sendiri di meja ada Alquran dan Alkitab. Karena merasa saya perlu tau.

  17. #17
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    Quote Originally Posted by lighterheaven View Post
    Ini buat yang beragama Islam:
    - Kalo cuman dikasih 2 pilihan, mendingan jadi Islam yang nggak taat, jahat atau jadi Kristen yang baik dan taat deket sama Tuhan?
    Kalo ada orang yang mengaku menganut agama tertentu tapi dia tidak taat (tidak
    melakukan perintahnya dan tidak meninggalkan larangannya) bukannya dia secara
    otomatis sudah keluar dari agamanya itu..? baik itu Islam, Kristen maupun agama2
    lainnya, meskipun di dalam KTP ataupun di dokumen2 lainnya masih tercantum dia
    menganut agama itu..

  18. #18
    Barista lighterheaven's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    B.P.R.D. Headquarters.
    Posts
    1,301
    Quote Originally Posted by Fere View Post
    Kalo ada orang yang mengaku menganut agama tertentu tapi dia tidak taat (tidak
    melakukan perintahnya dan tidak meninggalkan larangannya) bukannya dia secara
    otomatis sudah keluar dari agamanya itu..? baik itu Islam, Kristen maupun agama2
    lainnya, meskipun di dalam KTP ataupun di dokumen2 lainnya masih tercantum dia
    menganut agama itu..
    Oh.. tapi kalo dari ceramah Jumatan yang tadi saya denger, sejahat2nya orang Islam, tapi kalo dia sempet bertobat, dia masih akan diampuni Allah. Jadi mungkin nggak otomatis keluar dari agamanya kali ya..

  19. #19
    Padahal dia itu muslim taat yang puasa senin kamis, di mejanya ada Alquran.
    Nah, ini streotip, dan gue juga dulu kemakan streotip ini. Padahal kan tiap orang mikirnya
    bisa beda walau tampaknya melakukan kegiatan keberagamaan yang sama.

    Misalnya jidat hitam (Ini kayaknya legenda streotip untuk ekstrimis Islam yg tidak bisa menerima perbedaan).
    Padahal gue banyak tuh temen yang gue lihat jidatnya menghitam (dan beneran ini karena rajin sholat, gue lihat gitu sih),
    tapi fine2 saja sama yang berbeda.

  20. #20
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    @bro lighter: Itu kan kalo dia sudah bertobat bro,
    sudah kembali ke ajaran agamanya semula..

Page 1 of 3 123 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •