Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 49

Thread: - Kurikulum Sekolah Berat , Nilai Anak Turun -

  1. #21
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Bukan bi , nulis dia jago...

    Yang susah membaca , misal nih ada tulisan...

    Ekor burung... Dia susah karena ada r di belakang , ama ng di belakang.

    Kalo tulisannya : saya berani maju disana. Dia bisa baca , karena tulisannya tanpa akhiran satu huruf mati , dan tanpa akhiran ng.

    Kayanya sih... Harus banyak latihan sih...
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  2. #22
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by lily View Post
    Nah kalo SD di Surabaya , yang area perumahan saya , rata - rata test masuknya berat.

    Dan saya pernah dengerin orang tua murid ngobrol...

    Kalo lulusan pre school O selalu lolos tes masuk SD.

    Emang pre school nya berat , tapi berguna pas tes masuk SD , katanya gitu sih.

    Tapi so far , saya ga ngoyo juga...

    Buat saya , nilai itu ga segitu pengaruh buat saya. Selama O happy @ school with his friends , itu udah cukup buat saya.

    Karena buat saya , pre school ini cuma pengalaman untuk lebi siap di SD , yang tentunya akan lebi berat dari masa pre school dia.

    Jujur sih dalam hati... Saya berpikir kenapa ya kurikulum pre school sekarang berat... Saya ga tau SD - SMP - SMA gimana , soalnya anak baru 1 , itupun masi K1
    perasaan waktu gw persiapan untuk UMPTN ngga
    segitu-gitunya

    tapi kalau untuk SD Negeri, bukannya ada peraturan,
    segoblok apapun, anak berusia 7 tahun harus diterima,
    yang penting si anak berasal dari RW atau Kelurahan,
    yang sama...

  3. #23
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    @Bi : kalo soal suka sekolah... O suka sih... Kalo suasana belajar dibuat fun , proses belajar - mengajar juga asik - asik aja sih kayanya.

    Saya juga pernah jadi guru dulu , sebelom saya nikah. Guru K 1 , dan jaman saya ngajar , belom ada pelajaran Mandarin.

    Hmmm... Saya jadi mikir , apa kurikulum ini disesuaikan dengan perkembangan jaman ya ?

    @om Ronggo : Kalo soal SDN , saya ga tau om...

    Kalo kayak Al - Azhar gitu , sama juga 3 bahasa dan sama kayak pre school O materi nya.

    Kan ada anak teman saya , anaknya skul disana.

    ---------- Post Merged at 05:56 PM ----------

    Oya yang di Al - Azhar diajari bahasa Arab juga.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  4. #24
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    mungkin berbeda kalo dengan sekolah swasta atau yang di luar kurikulum nasional, mengingat jika dia tidak mampu lulus tes masuk kemungkinan akan kesulitan beradaptasi dengan pelajaran sehari-harinya di sekolah itu. (hanya asumsi loh, karena setau saya, kalau anak sudah memenuhi standar umur dan tidak memerlukan pendidikan yang khusus mis: autis, dll tidak ada istilah tidak diterima. harus cari tahu lebih lanjut nih)
    A kid at heart

  5. #25
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    betewe, O ini nama panjangnya siapa? gw jadi ku
    rang mantep saja nyebut/nulisnya.... Oni ya?

  6. #26
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Ada mah di post 1...

    Owen.

    ---------- Post Merged at 06:10 PM ----------

    @Bi : kalo ga lulus tes masuk , berarti cari skul laen Bi... Ga bisa masuk di skul yang diinginkan.

    Dulu pas saya skul dari SMP mau pindah ke SMA , sama - sama Petra , itu susah banget bi masuknya , ada tingkatan... Nilai sekian sampe sekian , tingkat 1. Semakin ke bawah , makin mahal. Makanya kalo nilai tes akhir SMP nya rendah , ya makin mahal bayar uang gedung.

    Apalagi yang dari SMP lain , mau masuk SMA Petra , targetnya udah tinggi banget yang diminta.

    Serem lah...
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  7. #27
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    believe me, gw pernah dlm posisi lily jaman naomi tk B, calistung plus2 yg berat itu cuma nyampe di tes masuk sd

    ---------- Post Merged at 06:19 PM ----------

    begitu masuk sd pelajaran calistung dasar ada di kurikulum kelas 1. terlalu jauh pengulangannya m'buat naomi jenuh di sd

  8. #28
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Karena emang pas TK harusnya materi bukan calistung. Itu materi SD. Tapi TK sekarang banyak muatan, karena SDnya juga pake tes sih. Masa mau masuk SD aja tes, kan aneh. Siapa sih menterinya?

  9. #29
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    percaya deh, sekolah secanggih apapun tdk menjamin anak optimal menyerap semua materi dan justru jd boomerang buat anak

  10. #30
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Masa mau masuk SD aja tes, kan aneh. Siapa sih menterinya?
    tidak ada test masuk untuk SDN asal si anak dari
    RW/Kelurahan yang sama, dan berusia 7 tahun.

    masalahnya, ada SDN favorit yang ingin dimasuki,
    meski si anak berasal dari kelurahan berbeda, jadi
    nya si anak harus ditest, mengingat bukan jatah
    nya dia di bangku sekolah tersebut.

    begitu juga dengan SD Swasta Favorit, ada faktor
    ke-ngoyo-an orang tua agar si anak dapat SD ter
    baik...

    padahal, apa sih prestasi terbaik bagi seorang anak
    SD? Nilai UN rata-rata 10? trus mau ngapain? mau
    bikin pesawat terbang dengan UN rata-rata 10?

  11. #31
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    @tuscany: kalo mau konsisten, ada pp yg melarang adanya tes masuk sd, sayangnya dari kecil anak dididik utk melanggarnya

    ---------- Post Merged at 06:46 PM ----------

    @tuscany: kalo mau konsisten, ada pp yg melarang adanya tes masuk sd, sayangnya dari kecil anak dididik utk melanggarnya

  12. #32
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Itu karena gap kualitas antar sekolah terlalu jauh di Indonesia. PR buat pemerintah adalah gimana mengurangi atau menghilangkan gap ini supaya orang tua nggak ngoyo. Therefore, sekolah macam RSBI itu seharusnya ditiadakan saja. Bikin gap tambah lebar.

    Bund: yg ngelanggar bukan anaknya tapi ortunya

  13. #33
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    @ronggo: maksudnya ksh yg t'baik jadinya ngoyo. kmrn butuh penurunan ego luar biasa utk masukin naomi ke sd yg sekarang

    ---------- Post Merged at 06:58 PM ----------

    dan begitu naomi masuk sd, dia dpt wali kelas yg bs mengerti naomi tipe kinestetik n menerapkan metode yg sesuai

  14. #34
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    @ronggo: maksudnya ksh yg t'baik jadinya ngoyo. kmrn butuh penurunan ego luar biasa utk masukin naomi ke sd yg sekarang
    itulah... ego orang tua, ini yang gw sebut Spartan-
    Parenting, tiger-mom kalau nyebut si Amy Chua...

    cuma SD lho...
    kalau menurut gw sih, SD itu yang paling penting
    mengajarkan rasa senang bagi muridnya untuk da
    tang ke sekolah, belajar sembari bermain, materi
    nya ngga usah berat-berat, cukup membaca-menu
    lis, dasar berhitung, mengenal geometri, mengenal
    lingkungan.

    nanti SMP, tujuan yang paling penting adalah me
    nyadarkan si anak akan pentingnya belajar dan
    meraih ilmu, serta si murid sedikitnya menyadari
    dia mau kemana?

    nanti di SMA, si murid harus punya target, kemam
    puannya dimana, dia mau kemana, dan harus ber
    buat apa untuk merealisasikan cita-citanya.

    baru pas kuliah... survival for the fittest

  15. #35
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    @ronggo: krn mikirnya pd kejauhan. pdhl kelas 1 n 2 msh masa b'main. ada 8 teman sekelas naomi yg blum lancar calistung

    ---------- Post Merged at 07:25 PM ----------

    tp wali kelas naomi ga cemas n yakin mrk bisa lancar baca tulis bgt uts semester 2. emg di sd naomi ga ada tes masuk

  16. #36
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    itu dia... aku sama suami sekarang malah makin yakin masukin anak ke sd negeri aja nanti. ga usah ngoyo, yang penting anak senang belajar.
    sisanya tanggung jawab ortu di rumah buat ngajarin lagi, sekaligus mendidik.
    kalau emang sekolah negeri kurang ekskul, cari les aja

    sekolah bagus atau jelek sebenarnya tergantung persepsi ortunya masing2. sehebat apapun sekolah, harusnya peran ortu lebih besar (terutama buat anak sd)
    mudah2an kurikulum ke depan lebih baik. pak nuh tuh bagus... tapi ga tau ya kalau ganti presiden nanti...
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  17. #37
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    iya sd negeri aja chan (padahal naomi masuk sd muhammadiyah) kalo kerjasama guru n ortu bagus, hasilnya maksimal

  18. #38
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    ke-ngoyo-an orang tua ini yang menjadi sasaran
    tembak pelaku industri pendidikan... padahal pe
    merintah sudah menggelontorkan program seko
    lah gratis, tinggal bagaimana para orang tua dan
    guru untuk saling berkoordinasi guna membangun
    budaya belajar yang baik dan sehat bagi murid-mu
    rid dalam mendapatkan pengajaran dan pembela
    jaran.

    kalau kita merunut ke belakang, sekolah-sekolah ne
    geri yang sekarang menjadi favorit tentu memba
    ngun reputasi melalui kerja keras para gurunya di
    masa lalu (masa-masa 60an, 70an, 80an)... arti
    nya sekarang pun dengan sinergi orang tua dan gu
    ru secara tepat, kita bisa membangun sekolah-seko
    lah negeri favorit baru. Dan cepat atau lambat, kita
    akan mendapati kembali sekolah yang mengedepan
    kan idealisme pendidikan, bukan sekolah sebagai pe
    rahan industrialisasi pendidikan.

  19. #39
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    sebenernya ini udah melenceng dari postingan TS
    ok BTT, utk anak 4 thn kemampuan baca O udah bagus kog ly, ga usah panik

    ---------- Post Merged at 09:59 PM ----------

    O kan msh K1, yg dikembangin justru konsep diri, kemampuan dasar O sudah lolos utk sekedar tes calistung SD

  20. #40
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    tindakan lily tdk m'beri O les tambahan itu udah betul. ajak aja O fun m'baca buku cerita, lama2 kemampuan bacanya bagus

    ---------- Post Merged at 10:32 PM ----------

    trust me, masuk SD swasta bonafit tes calistung dasarnya tdk susah, O pasti bisa. aspeknya byk: calistung, psiko test

    ---------- Post Merged at 10:36 PM ----------

    lalu interview data diri n keluarga, mewarnai n menyanyi plus data kesanggupan ortu m'bayar uang gedung yg ditentukan

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •