Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 49

Thread: - Kurikulum Sekolah Berat , Nilai Anak Turun -

  1. #1
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753

    - Kurikulum Sekolah Berat , Nilai Anak Turun -

    Cerita - cerita yuk...

    Sharing...

    Sebelumnya mohon maaf kalo saya salah tempat post thread.

    Saya kan punya anak , Owen , usia 4,5 taon.

    Dia skul di K1 (TK A). Dulu waktu belom ada pelajaran membaca , nilainya selalu Very Good...

    Sekarang... Nilainya Good ato di bawahnya Good (lupa apa).

    Dan setiap Jumat kan ada report book dibawa pulang...

    Di skul O pake 3 bahasa , Indonesia - English - Mandarin.

    Yang English ama Indonesia , itu kekurangannya pada membaca.

    Saya paham lah , pasti susah kan belajar bahasa English campur Indonesia. Spell huruf A - Z aja dalam English and Indonesian , udah beda...

    Di Mandarin , hasil report nya , kurang konsentrasi di kelas. Tapi overall , O pinter sih Mandarin , mungkin karena emang lebi mudah dan jelas beda ama English and Indonesian ya.

    Skul O itu mengambil kurikulum Singapore.

    Saya pribadi... Ga terlalu ngoyo O harus jadi the best student , buat saya , pendidikan itu emang penting , tapi ga perlu sampe O dapet Very Good. Yang penting , O skul dan mempunyai bekal untuk masa depan.

    Apa salah ya pemikiran saya ?

    Karena saya kasian aja , kalo anak seumur O , harus belajar dan belajar terus , karena ortu yang terobsesi nilai bagus.

    Di skul O , ada course untuk semua pelajaran. Masing - masing 750 rb - 2 kali seminggu. Saya ga ikutin O , karena saya kasian aja kalo anak seumur O , udah capek belajar di skul , harus ikut course belajar lagi hal yang sama kayak tadi di skul.

    Tiap Senin - Jumat , O skul jam 8 pagi sampe jam 11.30.

    Saya daripada ikutin O course pelajaran. Mestinya saya pengen ikutin O piano course , ato les olahraga yang emang O suka -> basket dan racing. Cuma saya ngobrol ama mantan saya , katanya O terlalu kecil untuk les piano , basket , dan racing.

    Any advice ? Atau mau sharing sebaiknya gimana , bersikap sebagai orang tua , dalam menghadapi kurikulum sekolah yang kayanya semakin berat buat anak ?

    Thanks

  2. #2
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    4,5 tahun belajar tiga bahasa sekaligus?
    Kurikulum spartan ya?

    berarti selain China dan Korea, Singapura juga men
    jalaninya...

    lagi mencari sekolah yang mengadopsi kurikulum
    Skandinavia

  3. #3
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Kurikulum spartan , apa ya ?

    Iya om , di skul O dan kayanya saya check di skul laen juga 3 bahasa om...

    Malah saya pernah ngajar English ke 1 murid saya , dia ga bisa speak bahasa Indo sama sekali... Karena di skul pake English , dan di rumah juga pake English.

    Jadi kayanya kurikulum pre - school sekarang emang 3 bahasa.

    Begitu masuk SD , udah under pressure...
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  4. #4
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Kurikulum spartan itu, kurikulum yang mengedepan
    kan capaian-capaian akademik tanpa mempertim
    bangkan aspek tumbuh kembang serta aspek psiko
    logis anak-anak, terutama anak-anak berusia dini
    hingga remaja.

  5. #5
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    kalo kurikulum nasional plus atau internasional plus yang make 3 bahasa sih standard tuh, ga berat.
    Kecuali kurikulum dalam negri yang standarnya belum pake 3 bahasa.

    kalo untuk kasus Lily sih, tindakan orangtua yang tepat (3 cheers for you)
    masalah pelajaran, yang penting anak enjoy belajar dan memahami pelajarannya. Jangan les terlalu banyak, kecuali anak mampu dan berminat.

    li, maksud kamu bagian membaca itu membaca 1 atau 2 suku kata?
    kalo membaca saya ada tips kok, kenalin dulu anak ke bunyi2 bahasanya. misal sering aja tanya2 sama dia seperti ini
    L: b-a......
    O: ba
    L: t-u....
    O: tu

    jadi, seiring anak familiar dengan bunyinya, akan membantu mereka dalam membaca. tentu saja pengenalan huruf juga penting ya...apakah sekarang O sudah mengenal a-z nya?

    kemudian, kalo ada kesulitan dalam membaca, pastikan dulu anak belajar huruf dalam bunyi bahasa indonesia (a, be, ce dan bukan ei bi si). karena namanya tinggal di indonesia so saya yakin kalo diurutkan secara prioritas, kuasailah dahulu bahasa kita sebelum ke bahasa lainnya.

    klo yang pelajaran mandarin membaca atau mengenal aksara?
    kan ada yang sistemnya anak mengenal saja aksara itu apakah itu maksudnya minum atau makan, supaya anak familiar dengan aksara mandarin (belum kenal cara tulis, dll)
    A kid at heart

  6. #6
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Kalo di skul anak om gimana ?

    Di skul O ada juga sih pelajaran menggambar dan dancing lesson...

    Tapi cuma hari Jumat aja...

    ---------- Post Merged at 03:55 PM ----------

    @Bi : nah Bi , makanya seingat saya juga di Singapore juga pake 3 bahasa di preschool nya. Bahasa apa aja ga tau saya

    Nah kalo O , dia susah baca itu misal...

    Ekor
    Burung
    Tebal

    Kalo kayak -> berani , babi , buku , madura gitu bisa...

    ---------- Post Merged at 03:57 PM ----------

    Kalo Mandarin itu lebi ke omongan...

    Misal zhao an , tapi ga pake nulis...

    Ntar kalo ada paper , biasanya pake gambar disambungin. Belom diajarin aksara kayanya.

    Saya aja nulis aksara Mandarin kagak bisa
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  7. #7
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kalo pake kurikulum standar nasional bahasa asing bukan prioritas untuk pendidikan dasar dan PAUD, sd naomi standar nas

  8. #8
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    konsep pelajaran mandarinnya sih sudah sama dengan yang di pikiran saya. tapi 4,5 tahun sudah belajar 2suku kata plus akhiran yah? berat juga......*garuk2 pala*
    take your time li, belajar itu butuh waktu ga banyak kok. sehari bisa 5-10menit saja asal frekuensinya terus menerus.
    klo bahasa indonesia bagi si kecil supaya lancar emang sering dilatih. semakin sering suatu kata dibaca ulang bersama (ekor, tebal, burung) semakin familiar dengan bunyi-bunyi nya.
    dulu waktu saya belajar baca sih gitu.
    malah dibikin lucu-lucuan, misal:
    membaca burung. bisanya cuma buru.....lalu ditimpali ng (buru......eng..) burung

    does that even make sense to you?

    btw, gw tertarik pengen tahu juga, apakah sekolah O hanya murni mengejar akademis apakah mereka juga mengambil nilai motorik dan nilai keagamaan, maksudku pengembangan moral en kesehatan raga juga?
    A kid at heart

  9. #9
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD

    JAKARTA, KOMPAS.com — Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan, penataan kurikulum pendidikan menjadi salah satu target yang harus diselesaikan. Rencananya pada Juni 2013 nanti, sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai menggunakan kurikulum baru yang kini masih dibahas. Draf perubahan kurikulum sudah dipaparkan di depan Wakil Presiden Boediono, Selasa (13/11/2012).

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini merata untuk setiap jenjang, baik dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

    "Ini dilakukan di tiap jenjang sekolah. Tujuannya tentu untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah agar anak-anak ini mampu bersaing di masa depan nanti," kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Selasa (13/11/2012).

    Untuk jenjang SD, anak-anak tidak lagi mempelajari masing-masing mata pelajaran secara terpisah pada kurikulum baru ini. Pembelajaran berbasis tematik integratif yang diterapkan pada tingkatan pendidikan dasar ini menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran yang ada.

    6 mata pelajaran berbasis tematik

    Seperti diketahui, mata pelajaran untuk anak SD yang semula berjumlah 10 mata pelajaran dipadatkan menjadi enam mata pelajaran, yaitu Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Seni Budaya dalam kurikulum baru ini. Sementara empat mata pelajaran yang dulu berdiri sendiri, yaitu IPA, IPS, muatan lokal, dan pengembangan diri, diintegrasikan dengan enam mata pelajaran lainnya.

    "Memang sewajarnya seperti itu. IPA dan IPS dijadikan penggerak dan masuk dalam materi bahasan semua mata pelajaran. Begitu pula dengan mulok dan pengembangan diri itu kaitannya nanti dengan seni budaya," ujar Nuh.

    Dengan pemadatan mata pelajaran dan pembelajaran berbasis tema ini, anak-anak juga tidak akan lagi kerepotan membawa buku yang banyak dalam tasnya. Nuh mengungkapkan dengan pendekatan tematik ini, anak-anak hanya perlu membawa paling tidak dua atau tiga buku sesuai dengan tema yang dipilih pada minggu tersebut.

    Belajar di sekolah lebih lama

    Namun, berkurangnya mata pelajaran dalam kurikulum ini justru membuat durasi belajar anak di sekolah bertambah. Nuh menjelaskan bahwa metode baru ini mengharuskan anak-anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan.

    "Pola ini tentu tidak bisa dilakukan dengan durasi belajar sebelumnya. Untuk itu ditambah sebanyak empat jam pelajaran per minggu," kata Nuh.

    Dengan demikian, untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sementara pada kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.

    "Penambahan jam belajar ini masih sesuai karena dibandingkan negara lain, Indonesia terbilang masih singkat durasinya untuk anak usia 7-9 tahun," ungkap Nuh.

    Pramuka jadi ekskul wajib

    Dari berbagai paparan di atas, Bahasa Inggris yang sebelumnya sempat disebut-sebut akan dihilangkan memang tidak tercantum dalam salah satu mata pelajaran yang ada. Ternyata untuk tingkat SD ini, Bahasa Inggris masuk dalam kegiatan ekstra kurikuler bersama dengan Palang Merah Remaja (PMR), UKS, dan Pramuka.

    "Pramuka ini akan jadi ekskul wajib untuk berbagai jenjang tidak hanya di SD. Nanti akan dibicarakan juga dengan Kemenpora," tuturnya.

    Demikian bentuk kurikulum baru yang akan diberlakukan pada anak-anak tingkat SD. Sistem pembelajaran berbasis tematik integratif ini telah dijalankan di banyak negara, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Finlandia, Skotlandia, Australia, Selandia Baru, sebagian Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Hongkong, dan Filipina.

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    setauku pas naomi PAUD, yg dikejar itu aspek moral, motorik, kognitif, bahasa, pengendalian emosi. bukan muatan spartan

    ---------- Post Merged at 04:20 PM ----------

    @ronggo: buset, yg 28 jam aja naomi pulang jam 12.35 tiap senin-kamis, kalo 36 jam jumat-sabtu pulang jam berape?

  11. #11
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    ^yes, that's rite. dan gw rasa ini concotion yang tepat yah (moral, motorik, kognitif, bahasa, pengendalian emosi), karena mendidik anak secara keseluruhan dan kesatuan (holistik)

    kemudian, pelajaran tematik gw rasa juga bagus. ada satu pengikat yang membuat anak belajar dalam satu arah yang sama. jadi mis: tema A diterapkan dalam berbagai bidang pelajaran imo lebih mudah untuk menangkap pelajarannya, ketimbang di berbagai bidang pelajaran di bahas tema A,B,C,D.
    A kid at heart

  12. #12
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    bukannya tematik itu PAUD jg melaksanakan? dlm 1 bln ada tema belajarnya. nanti trus puncak temanya outdoor learning

    ---------- Post Merged at 04:57 PM ----------

    1 tips aja kalo cari sekolah anak. cari yg sesuai kebutuhan anak, jgn terbuai program2 mentereng tp buat imajinasi mati

  13. #13
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Sama...om ronggo, aku juga naksir kurikulum skandinavia. Keknya mereka tuh cara evaluasinya menyeluruh banget dengan memperhatikan individu anak. Jadi prestasi nggak semata2 diliat dari nilai akhir kognitif doang. Dan kata adikku yang guru, menilai dari aspek bukan kognitif itu susah banget.

    Anak 4.5thn udah belajar macem2 ya. Apa nggak kebanyakan? Ini kata yang udah pengalaman loh ya, usia segitu buat main2 dulu. Waktu paling tepat masuk SD yaitu serius belajar itu sekitar 7 thn. Mentalnya udah siap dan secara jangka panjang lebih baik daripada yang belajar mudaan. Tentu saja ada exceptional case, karena menyangkut kematangan mental individu beda2.

  14. #14
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    bener bun, rutenya begitu. Di SD kira2 kelas 3 bukunya based on thematic learning, 8 tahun gw rasa bukan usia dini lagi.

    supaya bisa mengikut perubahan jaman mau ga mau yah, beda standar masa kita kecil dengan anak-anak sekarang (lah, dulu belajar abc saat kelas 1SD, sekarang masuk SD sudah bisa baca). berat tapi yah...begitulah kondisinya.

    ---------- Post Merged at 05:09 PM ----------

    li, sekolah O kayak gimana sih?
    A kid at heart

  15. #15
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by lily View Post
    Kurikulum spartan , apa ya ?
    kalau dibidang olah raga, bisa dilihat

    http://www.dailymail.co.uk/news/arti...hang-bars.html
    http://www.dailymail.co.uk/news/arti...Olympians.html

    foto-fotonya terlalu sadis untuk diperlihatkan

    ---------- Post Merged at 05:23 PM ----------

    kalau dibidang pendidikan, mungkin ini sebagai gam
    baran Spartan-Parenting

    http://amychua.com/
    http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,2043477,00.html

  16. #16
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    ^kayaknya foto ini pernah di thread apa yah? gw lupa.

    wait, bukannya tadi kurikulum spartan lebih menekankan ke pencapaian akademik yah? jadi olahraga termasuk pencapaian akademik? mohon petunjuknya karena gw masih suka rancu
    A kid at heart

  17. #17
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    - ngetik pake BB , di charge pisan -

    Jadi gini Bi...

    Dulu Mama saya bisnis pre school , ya tempat O skul ini.

    Jadi dari O umur 6 bulan , O udah skul , tapi isinya lebi ke arah gerak motorik dll...

    Akhirnya makin tambah usia , O pinter bersosialisasi dan lebi berani untuk praktek balance dll... Di pre school O kan ada balok keseimbangan dan perlengkapannya , manjat - manjat , didampingi guru dan baby sitter.

    Karena Mama saya bisnis pre school , O terus skul disana... Dari baby school - Playgroup - Nursery. Saya ga bayar uang skul sama sekali sampe O lulus Nursery.

    Waktu O naik K 1 , pre school itu dibeli sodara Mama saya. Saya sempat mau pindahin ke skul yang di area perumahan saya , cuma Mama saya bilang kalo kurikulum pre school ini cukup bagus , kurikulum Singapore. Dan saya tau pasti Mama saya ga bakal boong , karena Mama saya sendiri bisnis pre school udah puluhan taon.

    Makanya walopun akhirnya setelah O K1 , saya harus bayar uang skul dll mahal , saya sanggupin.

    Cuma belakangan nilai O kurang baik , tapi perkembangan dia yang laen bagus , maksudnya dia bisa bersosialisasi dengan baik dan bisa nyanyi Mandarin - English , bisa membaca tulisan yang 3 suku kata , bukan yang ada akhiran tertentu , bisa berhitung , dll... Intinya sih kalo ngomong soal pelajaran , dia jago. Tapi kalo berhadapan ama tulisan : ekor , burung , gitu agak susah...

    Kalo skul O sendiri , dia tiap 3 bulan ada tema tertentu , misal lingkungan , animal , dll...

    Dan tiap tahun ada 3 outing activities , yang sesuai dengan tema nya.

    Jadi pelajaran di skul O itu dibedakan ke beberapa sub. Languange - literacy - numeracy - theme talk.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  18. #18
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    aduh kasihan anak seumur itu pelajaran rumit banyak sekali.
    hegel mau 4 tahun blm aku paksa belajar baca. biarkan sampai dia mau sendiri. tapi pancing tiap kali baca buku, atau main ketik2an di komputer, mau ga mau dia harus bisa baca kalau mau nonton sesuatu di youtube, atau mau tahu bacaan tertentu di buku, dia tanya.
    huruf dia sudah bisa dari nonton video mimi, itu dari umur 2 tahun.

    kalau bahasa, sekolah nya dua bahasa. tapi sekedar nama2 hewan barang warna.
    dibantu menyanyi.
    kasihan ah anak kecil kalau sudah dijejali macam2
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  19. #19
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Nah kalo SD di Surabaya , yang area perumahan saya , rata - rata test masuknya berat.

    Dan saya pernah dengerin orang tua murid ngobrol...

    Kalo lulusan pre school O selalu lolos tes masuk SD.

    Emang pre school nya berat , tapi berguna pas tes masuk SD , katanya gitu sih.

    Tapi so far , saya ga ngoyo juga...

    Buat saya , nilai itu ga segitu pengaruh buat saya. Selama O happy @ school with his friends , itu udah cukup buat saya.

    Karena buat saya , pre school ini cuma pengalaman untuk lebi siap di SD , yang tentunya akan lebi berat dari masa pre school dia.

    Jujur sih dalam hati... Saya berpikir kenapa ya kurikulum pre school sekarang berat... Saya ga tau SD - SMP - SMA gimana , soalnya anak baru 1 , itupun masi K1
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  20. #20
    pelanggan setia Bi4rain's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Neverland
    Posts
    2,539
    sesuai kebutuhan aja bun. gw pribadi sih selalu menomorsatukan bahwa pendidikan anak mau banyak atau biasa aja, yang penting anak mampu dan mau alias berminat.

    lili: mamamu bener, sudah bagus tuh. maksudnya si O susah berhadapan dengan tulisan gimana?
    apakah dia kurang berminat jika disuruh untuk menulis/memegang pensil atau saat dikte dia mengalami kesulitan?
    A kid at heart

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •