Quote Originally Posted by ndableg View Post
Kalo chinese2 di asia tenggara mah ga heran kali ya.. di indo aja buanyak. Di amrik eropa jg yah ampir2 sama banyak lah..

Gw yg heran di israel yahudi keturunan china itu.. ato chinese di afrika gitu?
Sejak abad ke-2 Masehi, bangsa China menyebar ke Timur Tengah dan Asia Tengah melalui Jalur Sutera.

Banyak dari mereka yang kemudian menetap secara permanen di Jalur Sutera untuk menjadi pedagang dan meraih keuntungan yang besar, secara Jalur Sutera adalah jalur transit antara China dan Eropa. Kemudian, mereka bercampur baur dengan bangsa Scythia dan mendirikan negara-negara kecil di Asia Tengah. Maka itu, hingga kini, kalo kalian liat ciri-ciri fisik orang-orang Asia Tengah mirip sekali dengan ciri-ciri fisik orang-orang China. Matanya sipit, rambutnya hitam dan lurus, tapi kulitnya bule.

Sementara itu, pada suatu masa, bangsa Romawi pernah mengusir orang-orang Yahudi sehingga mereka terpencar-pencar ke seluruh penjuru dunia, terutama ke Eropa dan Asia Tengah. Bukan tidak mungkin, orang-orang keturunan China yang ada di Asia Tengah menikahi mereka. Akhirnya ya jadi China-Yahudi.

Kemudian di akhir abad 18, bangsa barat mulai menguasai kota-kota pelabuhan dan perdagangan di China. Banyak sekali pedagang Yahudi dari negara-negara barat yang pergi ke China untuk berdagang dengan orang-orang China. Bukan tidak mungkin, orang-orang China menikahi mereka. Akhirnya ya jadi China-Yahudi.

Dan menjelang Perang Dunia II, banyak orang Yahudi terusir dari Eropa. Mereka diberikan tempat oleh pemerintah China untuk tinggal secara damai. Ada beberapa komunitas Yahudi di China. Itulah salah satu sebab kenapa China didukung oleh Sekutu (Amerika Serikat dan Inggris) melawan Axis (Nazi Jerman dan Jepang).


Quote Originally Posted by ndableg View Post
Gw inget waktu ke ceko, gw naek subway dipelototin orang2 ceko.. dikira alien kali.. T'rus gw ubek2 praha nyari chinese town, kagak ada.. yg ada malah pasar vietnam..

Sempet ngangguk2.. ternyata ada jg daerah yg ga ada chinesenya..
Para perantau keturunan China biasanya mencari wilayah-wilayah yang menyediakan peluang ekonomi. Kebanyakan dari mereka tinggal di kota-kota pelabuhan besar atau di kota-kota industri maju supaya mereka bisa membuka lapangan pekerjaan dan meraih keuntungan.


Quote Originally Posted by Delacroix View Post
Ikutan komen masalah kaum cina perantauan di Thailand dari pandangan mata saja selama beberapa tahun menetap di Bangkok jadi benar salahnya ya ga tau, cm opini pribadi dari pengamatan sajah

Kesuksesan asimilasi warga cina perantauan di Thailand sini mungkin salah satu sebabnya dikarenakan oleh faktor agama yang mana sama2 beragama Budha sehingga pembaurannya lebih mudah. Di Bangkok sendiri sudah susah untuk membedakan antara orang thai "asli' dengan "keturunan", kecuali jika kita mampir kerumah mereka (terutama yang masih tinggal dengan orang tua), baru dapat ditebak klo orang ybs warga "perantauan" dari ornamen2 oriental dirumahnya.Selain itu warga yg berdarah chinese masih diberi nama chinese oleh orang tuanya dan biasa digunakan sebagai nick name/nama panggilan. (FYI semua orang thai punya nick name yang parahnya ga nyambung sama sekali sama namanya, suka2 orangnya mo pake nick name apaan )

Seperti yang dikatakan bung Heihachiro, di utara Thailand (chiangmai, chiang rai, dan sekitarnya) penduduknya mirip sekali dengan chinese, yang notabene berkulit putih dan bermata sipit kontras dengan selatan thailand warganya mirip dengan orang melayu yang berkulit sawo matang.

1 tradisi yang unik disini, tradisi "Uang Susu", tradisi ini bukan tradisi asli Thailand, tetapi tradisi bawaan dari orang2 cina perantauan, yang sudah diadopsi oleh penduduk Thailand yang bukan keturunan sekalipun. Masalahnya, terutama di kota2 kecil, "uang susu" ini dijadikan ukuran gengsi seseorang. Makin besar "uang susu" yang diterima orang tua dari menjual.....eh menikahkan anak gadisnya, makin gede pula gengsi keluarga ybs dimata masyarakat.

1 contoh cerita yang baru terjadi awal bulan lalu. Salah satu supir kantor tempat saya bekerja melamar gadis idamannya, dan berapa uang susu yang diminta oleh orang tua si gadis? "cuma" 300rb baht (+/-90jt IDR) + emas 3 baht (1 baht emas +/- 15 gram). Setelah di nego akhirnya sepakat uang tunainya 200rb baht, dibayarkan tunai 100rb baht, dan 100rb baht sisanya dicicil. Dan yang bikin sayah geleng2 kepala, angka segini wajar buat mereka. (Muke gile, engkoh saya aja taon lalu nikah, cm kasi uang susu 10jt, itupun dibalikin lagi ma mertua )
Dan orang-orang Thailand boleh makan BABI seperti orang-orang China.
Oleh karena itu, gampang sekali pembaurannya tanpa adanya paksaan.

Kalo di Indonesia, gw liat pembauran antara orang-orang Batak dengan orang-orang China jauh lebih mudah.
Agamanya beda koq - awalnya kan orang-orang China beragama Buddha dan orang-orang Batak beragama Kristen.
Tapi karena ada beberapa unsur budaya keduanya yang bisa berjalan beriringan, maka pembauran jadi lebih mudah.

Bagi orang China, Korea, dan Jepang, gak peduli lu mau agama apa, yang penting budayanya mirip.

Quote Originally Posted by etca View Post
tampangmu kan tampang chinese, bleg.
ga tahu emang ada keturunan atau enggak.
padahal kalau dilihat2 dari ortumu keknya enggak yah.

dulu gw waktu kecil sering disangka anak chinese,
sekarang aja gedeannya agak iteman
masih ingat ga? pas ke Suniaraja dulu ama anakanak KM, eh atau situ ude pulang duluan yah keknya.
pak Indrajit kan keukeuh nyangka gw chinese medan/chinese sulawesi

bangsa Chinese itu hijrahnya kemana pas mula-mulanya masuk di Indonesia?
Awalnya, bangsa China yang masuk ke Indonesia itu adalah para tentara yang mengabdi untuk Kublai Khan.
Mereka masuk ke Jawa Timur untuk menghukum Raja Kertanegara yang kurang ajar terhadap Kublai Khan.