Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast
Results 21 to 40 of 66

Thread: Soekarno

  1. #21
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    papa bravo binti don juan banget yah si Soekarno ini,
    gampang banget kepincut.

    gw pernah baca buku apaaaa gitu lupa.
    Dia ceritanya ketemu ama soekarno, soe hok gie yah kalau ga salah.
    nah di sana SHG ga simpatik ama Soekarno garagara di ruangan itu Soekarno flirting2 ga jelas ama cewe di sana.

  2. #22
    Seinget saya sih cuma Ende lalu Bengkulu. di Bengkulu kan ada museumnya. Asemnya, Inggit amat setia banget ma Sukarno. menemani Sukarno dimasa-masa paling berat sbg buronan Belanda. Pas diasingkan ke Ende, dimana bener2 terpencil dan Sukarno terisolir, Inggit sengaja ikut ke sana dan jadi satu2nya org yg bisa diajak bicara Sukarno ttg revolusi.

    Pas Sukarno dipernjara di Sukamiskin, Inggit setia menjenguk gak pernah absen meski gak ada duit. dia jalan kaki dr rumahnya meski hujan besar. Inggit jadi saksi penting bagi pemikiran2 kritis Sukarno spt ttg PNI marhanesimenya, dll. Makanya pas Sukarno ketemu Fatmawati, dia gak rela. Gak mau cerai dan gak may dimadu. Setelah didesak anak dan menantu, barulah Inggit mau menerima kalo Sukarno emang udah jodohnya Fatmawati. Jodohnya yg "resmi" aja ada 9, gak tau deh yg gak resmi jumlahnya ada berapa

    ---------- Post Merged at 11:02 AM ----------

    Ada buku biografi Sukarno yg ditulis oleh Cindy Adams. Isinya sangat blak-blakan. Baca buku ini bakal bikin pandangan kita berubah drastis ttg Sukarno, bukan sebagai sesosok figur pahlawan agung, tp manusia biasa yg penuh emosi dan kekurangan sekaligus kelebihan juga. Penuh pengakuan Sukarno yg bakal bikin kita nyengir, geram, simpati, sekaligus antipati. Buku ttg Sukarno paling jujur saya rasa
    you can also find me here

  3. #23
    pelanggan setia heihachiro's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    little nong
    Posts
    2,614
    ^ kan konon Cindy Adams juga tersepona ama Soekarno mus, makanya tulisannya bisa sejujur itu
    next year™

  4. #24
    iya lah dan juga sebaliknya... mana ada orang yg bisa bikin sukarno mau ngomong blak-blakan ttg kehidupan pribadinya kecuali...

  5. #25
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    Seinget saya sih cuma Ende lalu Bengkulu. di Bengkulu kan ada museumnya. Asemnya, Inggit amat setia banget ma Sukarno. menemani Sukarno dimasa-masa paling berat sbg buronan Belanda. Pas diasingkan ke Ende, dimana bener2 terpencil dan Sukarno terisolir, Inggit sengaja ikut ke sana dan jadi satu2nya org yg bisa diajak bicara Sukarno ttg revolusi.

    Pas Sukarno dipernjara di Sukamiskin, Inggit setia menjenguk gak pernah absen meski gak ada duit. dia jalan kaki dr rumahnya meski hujan besar. Inggit jadi saksi penting bagi pemikiran2 kritis Sukarno spt ttg PNI marhanesimenya, dll. Makanya pas Sukarno ketemu Fatmawati, dia gak rela. Gak mau cerai dan gak may dimadu. Setelah didesak anak dan menantu, barulah Inggit mau menerima kalo Sukarno emang udah jodohnya Fatmawati. Jodohnya yg "resmi" aja ada 9, gak tau deh yg gak resmi jumlahnya ada berapa

    ---------- Post Merged at 11:02 AM ----------

    Ada buku biografi Sukarno yg ditulis oleh Cindy Adams. Isinya sangat blak-blakan. Baca buku ini bakal bikin pandangan kita berubah drastis ttg Sukarno, bukan sebagai sesosok figur pahlawan agung, tp manusia biasa yg penuh emosi dan kekurangan sekaligus kelebihan juga. Penuh pengakuan Sukarno yg bakal bikin kita nyengir, geram, simpati, sekaligus antipati. Buku ttg Sukarno paling jujur saya rasa
    padahal dia juga bikin buku bagus tentang perempuan "Sarinah"
    tapi ke sononya malah makin amburadul
    kalau aku bilang sih, kaya ngejilat ludah sendiri
    *efek waktu pdkt ama suami, dikirimin buku2 model begini, mau ga dibaca ga enak ditanyain mulu dengan kekuatan cinta aku membaca mu

    kontradiksi banget ama Hatta yak
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  6. #26
    kisah cinta Inggit dan Sukarno emang dramatis dan melankolis banget. Bayangin ajah, ketika cerai, Sukarno-Inggit terusir dr rumah Kang Uci (panggilan Sanusi ex-suami Inggit). Terlunta-lunta sampai mereka berdua tinggal di kontrakan di sekitar jalan Dewi Sartika. Meski latar pendidikan Sukarno sangat bagus dan bisa jadi pegawai belanda, karena idealisme Sukarno gak mau kerja sbg pegawai dan memilih terlibat sbg pejuang politik

    Buat makan? Inggit harus kerja keras. Dia menggerus bahan buat bikin bedak (dan menjualnya sendiri!), bikin jamu, menjahit... Sukarno sih terima beres... Sukarno cuma rapat-rapat doang. Kerja keras Inggit yg tak kenal lelah (biaya kuliah ampe urusa dapur semuanya full Inggit), akhirnya bisa buat beli rumah panggung sempit di jalan Ciateul. Sekarang jalan Ciateul diubah namanya jadi jalan inggit ganarsih. sayangnya rumah panggung ini kebakar, dan direnovasi jd rumah bata oleh pemda bandung (sekarang jd museum). rumahnya sempit dan kecil, bayangkan pas dulu masih berupa rumah panggung...

    Bayangin pas Sukarno di penjara di LP Sukamiskin, Inggit harus jenguk Sukarno dr rumahnya di Ciateul ke LP dengan jalan kaki, sambil jualan jamu. Itu jauh banget... yg satu di tengah kota, yg satu di pinggir kota, berkilo-kilo jaraknya... Ketika diasingkan ke Ende, Inggit bahkan bawa emaknya yg sakit-sakitan dan emaknya meninggal di Ende...

    Lalu pas diasingkan di Bengkulu ketemu Fatmawati yg kinclong lalu minta cere... najong!

    @Ul: kayaknya kamu harus merubah drastis draft cerita kamu yak? mending baca2 bukunya dulu deh, soalnya sosok pahlawan ini dlm kehidupan nyatanya jauh dr kesan idealis seperti pemikirannya
    Last edited by E = mc²; 15-08-2012 at 12:50 PM.

  7. #27
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Seandainya jaman dulu udah ada infotainment, mungkin si Soekarno nggak bakal jd presiden saking banyaknya skandal cintanya

    Tahukah anda? Nama asli Soekarno adalah Kusno Sosrodihardjo.
    Knp diganti? Krn waktu kecil si Kusno sakit2an (keberatan nama)
    Info: via twitter

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  8. #28
    pelanggan setia ul.malik's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    C.G.H City
    Posts
    2,594
    -siap" hunting buku-

    @rumus
    jelas, harus bikin ulang ceritanya.
    dan sekarang bingung ngetwistnya gara" ada tokoh Inggit dan Fatmawati.

    Inggit ama Fatmawati ini ada nama panggilan kesayangan dari bung Karno ga.?

    lha itu teman" seperjuangan bung Karno ga ada yg tau sikap bung karno gimana, kok akhirnya di daulat jadi Presiden.

  9. #29
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ya dia kan emang charming, kalau ngomong tuh memikat, pinter berdiplomasi.
    tiap dia pidato dihadiri banyak orang, dinanti-nanti.
    pemikirannya visioner dlsb

    artinya dia punya kekurangan juga kelebihan
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  10. #30
    @chan: yep, justru kepleyboyannya itu yg menjadikan dia sosok yg manusiawi bukan ilahi (saya suka heran dg orang yg memuja fanatik bahkan ziarah ke makamnya buat minta2 ). Tapi bagaimanapun, dalam daftar 100 pahlawan favorit, saya tak akan mencantumkan nama beliau bukan masalah cewek-cewek simpanannya doang sih, tapi banyak hal lain yg membuat saya kurang sreg dg bapak bangsa yg satu ini

    @ul: kalo Inggit biasanya dipanggil Enggit, kalo Fatmawati biasanya dipanggil Fatmah. Ul, kamu tuh ambil episode Soekarno di era apa sih? perjalan hidupnya rumit dan panjang. kisah asmaranya aja (yg resmi) ada 9 istri. belom pemikirannya yg berliku-liku, politiknya yg mendua, keagamannya yg pasang surut, dan kehidupan pribadi yg berbelit-belit dan ini dibalut mitos-mitos dan spekulasi yg sukar dilacak. Dan jangan lupa, salah satu teka-teki terbesar sejarah Indonesia: tragedi G30S. untuk dapet konsepnya utuh, kamu harus baca ratusan bahkan ribuan buku

  11. #31
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    kata bokap, kalau soekarno sudah pidato.
    semua orang bakalan stop aktivitasnya buat dengerin, bahkan tukang becak dan pedagang sekalipun




    garagara thread ini jadi kangen bokap, jam rehat langsung epon ceng2an ama beliau ngejahilin yg lama kuliah

  12. #32
    ngutip kata John Lennon, dibalik setiap cowok idiot, ada cewek jenius di belakangnya
    you can also find me here

  13. #33
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Dan dibalik cewek yg sukses, ada mantan yang menyesal

    #eaaaaaaa

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  14. #34
    ^ itu artinya, ceweknya yg masih ngarep

    Ul, ini ada ripiyu buku "Kuantar ke Gerbang" yg bisa dijadikan gambaran hubungan Inggit-Soekarno

    Bung Hatta mengutip dua bait sajak penyair tenar Rene de Clerq
    "Hanya ada satu negeri yang bisa menjadi tanah airku. Yaitu negeri yang berkembang karena perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku."

    Soekarno. Siapa yang mengenal orang terbesar Indonesia ini. Putra sang fajar yang lahir di Blitar, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai, diberi nama kecil, Koesno. Dialah tokoh sentral roman karangan Ramadhan KH ini.

    Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku sekolah rakyat, indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger School). Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, dan ia menikahi Siti Oetari, anaknya (1921). Soekarno pindah ke Bandung, melanjutkan pendidikan tinggi di THS (Technische Hooge-School), Sekolah Teknik Tinggi yang kemudian hari menjadi ITB. Semasa kuliah di Bandung, Soekarno menemukan jodoh yang lain, menikah dengan Inggit Ganarsih (1923), dan meraih gelar insinyur, 25 Mei 1926.

    Inggit Garnasih berparas cantik. Garnasih berasal dari kata Hegar dan Asih. Hegar berarti segar dan Asih berarti cinta. Karena kecantikannya inilah, ia bagaikan sekuntum bunga mekar yang senantiasa dirubungi kumbang jantan. Banyak pria memberi hadiah dengan harapan mendapat balasan cinta berupa uang, hingga satu ringgit (2,5 rupiah). Dari kejadian-kejadian itulah Garnasih dijuluki Si Ringgit. Nama julukan inilah, yang selanjutnya menjadi Inggit, yang kemudian menempel di depan nama Garnasih. Jadilah Inggit Garnasih.

    Bagaimana kehidupan Inggit Garnasih dengan Bung Karno dituliskan dalam buku ini. Masa-masa pendampingan Inggit terhadap Bung Karno seharusnya tak boleh terlewatkan dalam pelajaran Sejarah, sebab dibalik semua perjuangan pergerakan Soekarno, ada seorang wanita yang memancarkan kesetiaan dan kasihnya lewat pengorbanan cinta.

    Inggit adalah seorang mojang priangan yang sebelum bertemu dengan Kusno adalah istri seorang saudagar, Haji Sanusi. Inggit dan Sanusi menerima Kusno di rumah mereka karena atas surat yang diberikan oleh HOS Cokroaminoto untuk mencarikan pemondokan bagi menantunya itu. Sanusi dan Inggit adalah aktivis Syarikat Islam, karena itu punya hubungan baik dengan HOS Cokroaminoto sebagai pendirinya.

    Rumah mereka hanya sekitar 150 meter persegi, dibagi enam ruangan. Ruang tamu, ruang belajar, ruang tengah, kamar, ruang tempat pembuatan bedak, dan ruang serbaguna. Kusno mendapat ruangan paling depan. Kusno menjadi magnet bagi orang-orang. Rumah Inggit menjadi ramai karena banyak teman Kusno yang datang. Kusno disenangi karena kepintarannya berbicara dan mampu menjelaskan pikiran-pikirannya dengan mudah. Dan Inggit merasa hidupnya menjadi lebih bergairah dengan melayani Kusno dan teman-temannya.

    Jalan hidup Inggit berubah ketika suatu saat Sukarno memintanya agar menjadi istrinya. Sebagai istri sah Sanusi, ia tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa ia akan mendampingi Sukarno yang dikaguminya. Proses menuju keberumahtanggaan mereka tidaklah mudah. Inggit harus meminta pada Sanusi agar memberikan talak satu padanya, sementara Sukarno harus menceraikan Sri Oetari, putri HOS Cokroaminoto. Resmilah mereka menikah pada Tahun 1923 di Bandung, saat dimana Sukarno masih berstatus mahasiswa. Inggit berusaha menghidupi keluarga barunya dengan berjualan hasil prakarya tangannya. Ia adalah sosok istri yang berwirausaha, mandiri, serta pekerja keras. Inilah langkah awal mengantar ke gerbang.

    Inggit mendampingi Sukarno dalam masa-masa sulit. Yang pertama ia fokuskan adalah studi Sukarno yang masih belum selesai di THS. Di samping studinya, Sukarno juga terlibat dalam pembentukan Partai Nasional Indonesia. Kesibukannya di partai maupun di kampus, dan aktivitas politiknya membuat Sukarno sering labil. Dan Inggit senantiasa hadir sebagai Ibu sekaligus teman bagi Sukarno muda. Rumah yang sekarang di Jalan Inggit Garnasih No.8 menjadi saksi diskusi politik, mencurahkan ide-ide bagi rekan seperjuangan, tempat belajar Sukarno, tempat dimana kasih dicurahkan dengan tulus.

    Pendampingan Inggit tidaklah main-main. Keadaan politik saat itu yang mencurigai setiap pergerakan nasional, menyebabkan Sukarno dan kawan-kawan ditangkap dan diadili. Inggit dengan rajin mengunjungi Sukarno di penjara. Ia bersiasat menyampaikan pesan-pesan pada Sukarno. Lewat kue dan makanan yang dibawanya, ia menyampaikan uang. Lewat Al-Quran, ia menyampaikan pesan rahasia. Cerita dimana Inggit mengunjungi Sukarno di LP Sukamiskin mengharukan bagi saya. Terbayang manakala Inggit menempuh Bandung-Sukamiskin dengan berjalan kaki karena ketiadaan uang. Disamping itu Inggit membawa Omi, anak angkat mereka, karena Sukarno menyayangi anak itu. Dan terbayang manakala hujan mengguyur mereka berdua, Inggit harus memayungi mereka berdua dengan hanya satu payung.

    Harapan untuk terus berkumpul bersama Sukarno pupus lagi. Setelah lepas dari Sukamiskin, Sukarno diasingkan ke Ende, Flores, NTT. Tidak terbayang bagaimana perpisahan jarak akan membuat keduanya menderita batin. Inggit memutuskan untuk ikut pembuangan Sukarno ke Ende. Tidak hanya Omi yang ikut. Ibunya Inggit, juga diajak kesana. Ke tanah baru yang jauh dari sanak keluarga, jauh dari kampung halaman, namun cinta yang memberikan kekuatan Inggit untuk tetap bersama Bung Karno.

    Di Ende, Sukarno banyak membaca buku-buku tentang teologi Islam. Ia juga sering berdiskusi dengan tokoh-tokoh setempat, walaupun mungkin Sukarno tidak menemukan teman diskusi yang seimbang. Sampai suatu ketika Sukarno mengungkapkan keinginannya pada Inggit bahwa Bung Karno menginginkan buku The Spirit of Islam karangan Ameer Ali. Dalam sebuah percakapan dengan Inggit, Sukarno berkata:
    "...bahwa taqlid adalah satu sebab yang terbesar dari kemunduran Islam sekarang ini. Semenjak ada aturan taqlid, disitulah kemunduran Islam cepat sekali," kata suamiku. "Tak mengherankan," katanya, "dimana akal pikiran diterungku, dirantai, disitulah datang kematian." (h.331)

    Perjuangan tidak berhenti karena pembuangan. Rekan-rekan Sukarno di Voolksraad mengusahakan pembebasan Sukarno. Thamrin mengancam Belanda akan melaporkan ke internasional jika Sukarno mati di Flores. Sepucuk surat dari Jakarta tiba di Ende, yang mengabarkan bahwa Sukarno akan dipindahkan ke Bengkulu. Sontak Inggit gembira dengan berita tersebut. Ia membayangkan akan kembali lagi ke Bandung, paling tidak tidak, Bengkulu tidak jauh dari Pulau Jawa. Inggit kembali membawa Omi ke Bengkulu. Kisah sedih tertinggal di Ende yaitu ibunya Inggit meninggal dunia di sana mendampingi anak dan menantu mereka.

    Di Bengkulu, kesabaran Inggit diuji kembali. Dengan berbesar hati ia harus menerima kenyataan bahwa Sukarno menginginkan keturunan. Dan hal itulah yang tak mampu diberikan oleh Inggit. Walau tak terkatakan, bagaimana hancurnya hati Inggit bisa terbayangkan. Sukarno meminta izin Inggit untuk menikah lagi dan tetap menempatkan Inggit sebagai first lady-nya Sukarno. Inggit meminta agar permasalahan itu akan diselesaikan jika sampai ke Jawa.

    Pecahnya perang dunia kedua Tahun 1942 menyebabkan peta perpolitikan Asia berubah. Masuknya Jepang sebagai 'saudara tua' Indonesia, mengakibatkan Sukarno dibebaskan dan dibawa ke Jakarta. Inggit dan Sukarno menempati rumah di Pegangsaan Timur No.56. Keadaan rumah tangga Inggit dalam keadaan gawat. Inggit mendapati Sukarno masih menjalin hubungan asmara dengan Fatma, anak angkat mereka di Bengkulu. Fatma inilah yang kelak mendampingi Sukarno ketika Sukarno membaca teks proklamasi di Kediaman Jln Pegangsaan Timur No.56 (sekarang Jalan Proklamasi).

    Dari sebuah tulisan di sebuah blog sebuah teori yang dinamakan IF THEORY, digunakan dalam kisah ini:

    1. Bagaimana jika seandainya Sukarno tidak menjadi menantu HOS Cokroaminoto
    2. Bagaimana seandainya tidak ada tempat menumpang yang diberikan oleh Sanusi dan Inggit?
    3. Bagaimana seandainya jika Inggit tidak membiayai kuliah teknik sipil Sukarno?
    4. Bagaimana seandainya jika Inggit tidak menjual jamu dan bedak?
    5. Bagaimana seandainya Inggit tidak mendampingi Sukarno ke Ende?

    Dan bagaimana jika yang lainnya??

    Meskipun Sukarno unggul dalam pemikiran, di depan podium, di tulisan-tulisannya, namun fakta yang tak dapat ia pungkiri adalah adanya orang yang mengasihinya selalu mendukungnya. Cinta Inggit pada negeri ini terwakili pada cintanya pada Sukarno. Saya mengagumi spiritualitas bu Inggit, yang ikhlas dan berpengharapan:

    "Dalam hidup ini saya tidak membawa apa-apa. Hanya dibekali dengan iman, dan iman itu tetap saya pegang, semoga untuk selama hidup saya." (h.325)

    Pemikiran Inggit pun banyak terpengaruh oleh Sukarno yang gemar sekali membaca. Inggit mengakui bahwa kadangkala ia merasa rendah diri ketika berhadapan dengan Sukarno, sebab Sukarno sangat cerdas. Ia menulis apa yang diajarkan oleh Sukarno padanya:
    "Kamu harus punya karakter, harus punya kepribadian, harus punya corak sendiri. Jangan sekali-kali kau seperti pohon cemara yang tertiup angin barat ikut ke barat, tertiup angin timur tertiup ke timur" (h.362).
    Justru dengan karakter inilah Bu Inggit menunjukkan integritasnya. Ia tidak mau dimadu. Ia meminta diceraikan Sukarno, alih-alih sebagai istri tua. Baginya, itu harga mati, sekalipun menyesak dalam dadanya.


    Inggit Garnasih dilahirkan pada tanggal 17 Februari 1888 di Desa Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia lahir dari keluarga petani sederhana. Ayahnya bernama Arjipan. Ibunya bernama Amsi. Inggit memiliki dua saudara, Natadisastra dan Murtasih.

    http://www.goodreads.com/review/show/178078268
    you can also find me here

  15. #35
    pelanggan setia ul.malik's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    C.G.H City
    Posts
    2,594
    akhirnya dapet 'soekarno muda' setelah ngubek" pasar buku Yogya.
    bukunya susah didapetin.

    yang kuantar ke gerbang juga ga nemu".

    pas tanya ke bapak" yg punya koleksi buku soekarno lumayan lengkap *soalnya dia ga punya buku yg saya cari*
    ditawarin buku lengkapnya mulai dari soekarno masih muda sampe jaman proklamasi.
    harganya 2juta :O
    kalu mau beli yang jilid 1 aja 500rb :O
    dan bukunya lebih mirip kitab pusaka daripada buku terbitan percetakan.

  16. #36
    yg jutaan itu "Di Bawah Bendera Revolusi" yak? salah satu buku yg bikin saya bangkrut seacara finansial pas belinya selain "Semerbak Bunga di Bandung Raya", "Ensiklopedia Indonesia", "Popular Knowledge" 10 jilid, dan serial sains serabutan "Eye Witness" yg cuma sanggup beli beberapa biji *ya, ampun, saya ampe makan indomie doang 2 minggu full gara2 nekat beli tuh buku-buku *

    ada 3 buku karya anak bangsa yg amat bagus dan bakal merubah drastis wajah indonesia jika dipraktekan penuh:
    1. Di Bawah Bendera Revolusi --> utk kebangsaan, by Soekarno
    2. Tafsir Ekonomi --> ttg koperasi, by Muh.Hatta
    3. Menuju Manusia Merdeka --> ttg pendidikan, by Ki Hajar Dewantara

  17. #37
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by heihachiro View Post
    kalo ngga salah pas di Bandung Soekarno ngekos di rumah pasutri dan kemudian punya affair dengan si istrinya itu kan, yang kemudian cerai dan dinikahi oleh Soekarno (kalo ga salah Inggit, cmiiw)

    ---------- Post Merged at 10:05 AM ----------

    btw ul, situ bikin game tentang Soekarno mau bikin Dating Game Simulation bersama wanita2nya ya?
    Ibu Inggit Garnasih...eh bukannya janda ya Bu Inggit itu? trus nikah sama Sukarno, nah gentian Sukarno terpesona oleh Fatmawati lalu ingin menikahi Fatmawati. Ibu Inggit bersedia dimadu, tapi Fatmawati ogah, jadi Ibu Inggit bersedia diceraikan Sukarno agar dia bisa menikahi Fatmawati. Kemudian berlanjut, ketika Sukarno naksir Hartini. Gara2 ingin menikahi Hartini, gantian Fatmawati yang ngambek dan minta diceraikan

    ---------- Post Merged at 04:10 PM ----------

    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    @chan: yep, justru kepleyboyannya itu yg menjadikan dia sosok yg manusiawi bukan ilahi (saya suka heran dg orang yg memuja fanatik bahkan ziarah ke makamnya buat minta2 ). Tapi bagaimanapun, dalam daftar 100 pahlawan favorit, saya tak akan mencantumkan nama beliau bukan masalah cewek-cewek simpanannya doang sih, tapi banyak hal lain yg membuat saya kurang sreg dg bapak bangsa yg satu ini

    @ul: kalo Inggit biasanya dipanggil Enggit, kalo Fatmawati biasanya dipanggil Fatmah. Ul, kamu tuh ambil episode Soekarno di era apa sih? perjalan hidupnya rumit dan panjang. kisah asmaranya aja (yg resmi) ada 9 istri. belom pemikirannya yg berliku-liku, politiknya yg mendua, keagamannya yg pasang surut, dan kehidupan pribadi yg berbelit-belit dan ini dibalut mitos-mitos dan spekulasi yg sukar dilacak. Dan jangan lupa, salah satu teka-teki terbesar sejarah Indonesia: tragedi G30S. untuk dapet konsepnya utuh, kamu harus baca ratusan bahkan ribuan buku
    tapi Bu Fat konsisten, dia ga mau dimadu. Maka ketika Sukarno menikahi Hartini, Bu Fat langsung keluar dari Istana Presiden menuju rumah pribadi di Sriwijaya. Dan menolak kedatangan Sukarno kecuali untuk menyambangi anak2nya

  18. #38
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    ^ itu artinya, ceweknya yg masih ngarep

    Ul, ini ada ripiyu buku "Kuantar ke Gerbang" yg bisa dijadikan gambaran hubungan Inggit-Soekarno
    Klo ceweknya udah married gmana? Eaaaaaa curcol dot com. Krn mantannya menyesal, dijabanin aja dua2nya..mayan khan

    *bukan pengalaman pribadi (soalnya gw msh single)

    ---------- Post Merged at 04:16 PM ----------

    Ok back to Kusno Sosrodihardjo

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  19. #39
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    tapi Bu Fat konsisten, dia ga mau dimadu. Maka ketika Sukarno menikahi Hartini, Bu Fat langsung keluar dari Istana Presiden menuju rumah pribadi di Sriwijaya. Dan menolak kedatangan Sukarno kecuali untuk menyambangi anak2nya
    Bu Inggit gak bersedia dimadu kok. Sikapnya ttg poligami tegas, dia gak mau dipoligami meski sukarno ngerayu-rayu (dia juga merasa bersalah kali, kalo mencampakkan istrinya yg begitu gigih menunjang karir, finansial, dan morilnya selama penindasan Belanda).

    Kata-kata dramatis Sukarno ke Inggit kurang lebih begini, "Saya cinta kamu, tapi sbg laki-laki, saya ingin punya anak dr darah daging sendiri".

    Selama iniyg diasuh Inggit cuma anak asuh. Inggit gak terima. Setelah dibujuk menantu dan anak asuh (bahkan dihasut "sebagai bapak bangsa, bung karno harus bebas memilih dan berketurunan". Inggit akhirnya menerima karena gak mau poligami, akhirnya pulang ek Bandung, ke rumah panggung yg dia beli dg keringat sendiri dan dulu ditempatinya dg Bung Karno setelah mereka pindah kontrakan.

    Meski Bung Karno gak nengok2 lagi Inggit (Sukarno makin jaya, cewek2 makin mudah jatuh ke pelukannya), Inggit sangat loyal dan masih mencintai Sukarno. Sukarno menjenguk Inggit sekali pas Inggit menderita sakit parah. Inggit jadi egelintir istri nyg menghadiri pemakaman
    you can also find me here

  20. #40
    pelanggan setia ul.malik's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    C.G.H City
    Posts
    2,594
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    yg jutaan itu "Di Bawah Bendera Revolusi" yak? salah satu buku yg bikin saya bangkrut seacara finansial pas belinya selain "Semerbak Bunga di Bandung Raya", "Ensiklopedia Indonesia", "Popular Knowledge" 10 jilid, dan serial sains serabutan "Eye Witness" yg cuma sanggup beli beberapa biji *ya, ampun, saya ampe makan indomie doang 2 minggu full gara2 nekat beli tuh buku-buku *

    ada 3 buku karya anak bangsa yg amat bagus dan bakal merubah drastis wajah indonesia jika dipraktekan penuh:
    1. Di Bawah Bendera Revolusi --> utk kebangsaan, by Soekarno
    2. Tafsir Ekonomi --> ttg koperasi, by Muh.Hatta
    3. Menuju Manusia Merdeka --> ttg pendidikan, by Ki Hajar Dewantara
    iya, judulnya 'di bawah bendera revolusi', jadi penasaran, itu yg asli harganya berapa yah.

    yang dapat jatah bikin cerita bukan saya sih mus, saya cuma support aja biar ceritanya ga blooper sana sini.

    kalo liat cerita kemaren, awalnya mulai dari lulusnya Soekarno dari ITB, endingnya ampe proklamasi. kepanjangan yah.

    saya baru tau kalo ternyata begitu berliku"nya hidup bung Karno, dan bu Fatma itu anak angkatnya yah.

Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •