Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 48 of 48

Thread: T. Evolusi mulai disingkirkan dari textbook di Korsel

  1. #41
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Teori yang lebih mungkin adalah :
    - Awalnya mahluk hidup memiliki keragaman sifat dalam DNA nya, keragaman ini kemudian muncul didalam trait atau fisik keturunannya.
    - Awalnya mahluk hidup memiliki design yang baik dan sempurna, kemudian sedikit demi sedikit mutasi merusak keturunannya.

    Jadi yang sebenarnya terjadi adalah kebalikan dari Teori Evolusi, mahluk hidup tidak bergerak naik keatas menjadi semakin baik tapi terus terdegradasi dan semakin rusak, sebagian lagi menjadi semakin miskin variasi dalam DNA nya.
    dg logika seperti ini, seharusnya di zaman sekarang akan jauh lebih banyak makhluk hidup cacatnya daripada yg sehatnya. Evolusi bukanlah tangga vertikal dg manusia ada di puncaknya, tetapi lebih seperti percabangan pohon dg manusia di salah satu rantingnya. ranting yg kecil dan masih baru.
    you can also find me here

  2. #42
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    dg logika seperti ini, seharusnya di zaman sekarang akan jauh lebih banyak makhluk hidup cacatnya daripada yg sehatnya. Evolusi bukanlah tangga vertikal dg manusia ada di puncaknya, tetapi lebih seperti percabangan pohon dg manusia di salah satu rantingnya. ranting yg kecil dan masih baru.
    Betul, kalau memang rate mutasi manusia selalu secepat yg sekarang ini (kira2 60 gen mutasi per generasi), maka manusia tidak mungkin berasal dari jutaan tahun yang lalu, dan tidak akan mencapai jutaan tahun kedepan.


    Antara Evolutionist dengan Creationist punya pandangan yang berbeda, saat melihat sebuah Mutasi yang sama.

    Creationist tidak percaya bahwa fungsi2 tubuh mahluk hidup bisa terjadi secara random hanya dengan Random Mutation+Natural Selection.

    Evolutionist percaya bahwa amuba bisa menjadi manusia melalui proses yang panjang, amuba bermutasi dan natural selection memilih hasil mutasi yg baik untuk diteruskan, yang buruk di eliminasi sehingga akhirnya secara tidak sengaja bisa terbentuk mahluk2 ber sel banyak hinggga sampai ke manusia.

    Creationist percaya bahwa mutasi lebih banyak merusak daripada menghasilkan sebuah "informasi" baru, keberadaan mahluk hidup dengan selurung fungsi tubuhnya hanya bisa terjadi melalui rancangan.

    http://www.icr.org/article/6222/
    Last edited by AsLan; 18-06-2012 at 11:47 PM.

  3. #43
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    namun ingat ada banyak juga scientist yang tidak meyakini teori evolusi seperti Dr Georgia Purdom..
    Setahu saya, teori evolusi itu masih menjadi mainstream di dunia ilmiah. Teori evolusi memang tidak kebal terhadap kritik. Tapi sejauh yang saya paham, kritikan terhadap teori evolusi tidak menggugurkan teori itu sendiri, karena kritikan tersebut masih berada dalam platform teori evolusi. (Kecuali kritikan dari para kreasionist yang bertendensi dakwah agama)

    Kalau ada scientist menolak teori evolusi, oke. Lantas apa yang mereka bisa tawarkan untuk menjelaskan fenomena keanekaragaman makhluk hidup?
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  4. #44
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Isha, anda sendiri pernah menulis tentang definisi kebenaran.

    1. Benar = SESUAI FAKTA.
    2. Benar = KOHEREN/TIDAK KONTRADIKTIF.
    saya setuju dengan hal ini.

    Tapi dalam -budaya- dunia akademis, ada tambahan definisi lagi mengenai kebenaran (yg saya tidak setuju).
    Budaya akademis mengatakan bahwa sebuah teori hanya bisa digugurkan oleh teori lain.

    Hal ini bukan definisi kebenaran yg sesungguhnya.

    Sebuah teori seharusnya bisa digugurkan oleh :

    - Ke kurang sesuaian dengan fakta
    atau
    - Ke tidak sesuaian / kontradiktif

    Jadi mengenai keragaman mahluk hidup, Teori evolusi bisa dibantah dari kedua hal itu, tidak harus diganti oleh teori lain.

    Kalau saya memiliki sebuah kotak tertutup dimana tak ada seorangpun yang tahu isi didalamnya...
    Kemudian datang orang pertama yg membuat teori yang sangat menarik dan disukai oleh mayoritas, bahwa didalam kotak itu pasti ada bangkai ikan karena berbagai alasan.

    Lalu datang orang kedua yang mengatakan bahwa teori tersebut salah karena ada banyak fakta yg tidak sesuai misalnya tidak ada bau busuk, tidak ada rembesan cairan dll.

    Orang pertama itu marah dan mengeluarkan tantangan "anda bilang teori saya salah, tapi saya hanya akan menarik teori saya kalau anda bisa memberikan teori lain yang lebih baik.
    kalau tidak ada teori lain maka meskipun teori saya memiliki banyak kontradiksi tetap saya anggap benar"
    Sebetulnya ada teori alternatif dari teori evolusi yaitu teori perancang cerdas.

    teori perancang cerdas ini tidak harus menuju kepada tuhan, bisa saja mahluk hidup dirancang oleh alien atau mahluk cerdas lain, tapi yang pasti kehidupan tidak muncul dengan sendirinya dan terjadi secara random.

  5. #45
    Aslan ini kayaknya creationist religius tapi malu-malu. Nggak setuju evolusi, tapi tidak berani mempresentasikan konsep 'kreasionisme', karena tidak PD/takut mudah dibantah. Jadi, argumennya cukup mentok sampe di "teori evolusi salah".

    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  6. #46
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Budaya akademis mengatakan bahwa sebuah teori hanya bisa digugurkan oleh teori lain.

    Hal ini bukan definisi kebenaran yg sesungguhnya.

    Sebuah teori seharusnya bisa digugurkan oleh :

    - Ke kurang sesuaian dengan fakta
    atau
    - Ke tidak sesuaian / kontradiktif

    Jadi mengenai keragaman mahluk hidup, Teori evolusi bisa dibantah dari kedua hal itu, tidak harus diganti oleh teori lain.
    Dua point itu tidak menggugurkan sebuah teori, tapi MELEMAHKAN.

    Teori evolusi memang tidak sempurna, penuh celah, dan tidak kebal kritik. Tetapi teori evolusi masih menjadi teori mainstream di kalangan ilmuwan. Kenapa? Karena teori evolusi masih merupakan penjelasan terbaik bagi keanekaragaman makhluk hidup.

    Teori evolusi banyak celah, tapi juga tak kalah banyaknya fakta yang menguatkan evolusi.

    Beberapa tahun yang lalu, saya baca papernya Andya Primanda di Adobe PDF, di mana dikatakan bahwa spesies yang hidup sekarang ini hanya 1% saja dari yang pernah ada. Berarti bahwa 99% spesies yang pernah tinggal di bumi itu sudah punah. Desain cerdas berakhir dengan kepunahan?

    - Ikan paus bernafas dengan paru-paru, padahal hidup di tengah lautan. Itu desain cerdas?

    - Mata ular tidak bekerja dengan baik. Ular menginderai sekitarnya menggunakan lidah. Itu desain cerdas?

    - Manusia memiliki sisa tulang ekor di pantatnya. Itu contoh desain cerdas?

    Dan seterusnya dan seterusnya.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  7. #47
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Evolutionist percaya bahwa amuba bisa menjadi manusia melalui proses yang panjang, amuba bermutasi dan natural selection memilih hasil mutasi yg baik untuk diteruskan, yang buruk di eliminasi sehingga akhirnya secara tidak sengaja bisa terbentuk mahluk2 ber sel banyak hinggga sampai ke manusia.

    Creationist percaya bahwa mutasi lebih banyak merusak daripada menghasilkan sebuah "informasi" baru, keberadaan mahluk hidup dengan selurung fungsi tubuhnya hanya bisa terjadi melalui rancangan.

    http://www.icr.org/article/6222/
    sebenernya, buku evolusi apa sih yg pernah anda baca? kok saya tidak pernah membaca/menemukan hal yg dikatakan di atas ya?
    you can also find me here

  8. #48
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Dua point itu tidak menggugurkan sebuah teori, tapi MELEMAHKAN.

    Teori evolusi memang tidak sempurna, penuh celah, dan tidak kebal kritik. Tetapi teori evolusi masih menjadi teori mainstream di kalangan ilmuwan. Kenapa? Karena teori evolusi masih merupakan penjelasan terbaik bagi keanekaragaman makhluk hidup.

    Teori evolusi banyak celah, tapi juga tak kalah banyaknya fakta yang menguatkan evolusi.

    Beberapa tahun yang lalu, saya baca papernya Andya Primanda di Adobe PDF, di mana dikatakan bahwa spesies yang hidup sekarang ini hanya 1% saja dari yang pernah ada. Berarti bahwa 99% spesies yang pernah tinggal di bumi itu sudah punah. Desain cerdas berakhir dengan kepunahan?

    - Ikan paus bernafas dengan paru-paru, padahal hidup di tengah lautan. Itu desain cerdas?

    - Mata ular tidak bekerja dengan baik. Ular menginderai sekitarnya menggunakan lidah. Itu desain cerdas?

    - Manusia memiliki sisa tulang ekor di pantatnya. Itu contoh desain cerdas?

    Dan seterusnya dan seterusnya.
    Kalau kita melihat mahluk hidup, kita melihat 2 hal yaitu:

    1. Adanya rancangan yang membuat mahluk hidup menjadi terbentuk dan berfungsi.
    2. Adanya kelemahan yg membuat fungsi2 mahluk hidup tidak berjalan sempurna, bahkan mati.

    Kalau kita mengambil pre-asumsi bahwa mahluk hidup terjadi secara random, maka logika kita bisa puas saat menjelaskan tentang ke cacatan mahluk hidup (no 2) tapi tidak bisa menjawab rancangan awalnya (no 1)

    Bahkan mahluk hidup yang sangat sederhana seperti virus punya rancangan yang sangat kompleks, manusia yg sudah sangat maju pun belum mampu merancang sebuah virus dari benda mati.

    Maka saya lebih memilih untuk percaya teori rancangan cerdas yang bisa menjawab keberadaan mahluk hidup, mengenai pertanyaan ke 2 yaitu kecacatan mahluk hidup pasti bisa dijelaskan oleh teori turunannya.

    Teori Evolusi dan teori Rancangan Cerdas sama2 berdiri atas dasar asumsi-awal yang sulit dibuktikan.
    Teori evolusi berasumsi bahwa mahluk hidup terjadi tanpa rancangan dan berkembang tanpa perancang, semuanya murni peristiwa random, Teori rancangan cerdas berasumsi sebaliknya.

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •