Ok DNA tidak terjadi dengan sendirinya dari atom-atom, melainkan ada perancang cerdas yg melekatkan atom-atom hingga membentuk DNA. Pakai lem apa si perancang cerdas tsb melekatkan atom-atom? Atau si perancang cerdas meletakkan beberapa atom di mangkuk, kemudian simsalabim, terbentuklah DNA di mangkuk tsb? Atau bagaimana? Coba, wahai AsLan, ente jawab pertanyaan2 ane ini yaaa....
Lha sains memang begitu. Ketika saintis ingin memahami suatu fenomena, mereka membuat model dulu, kemudian model diuji di lab. Jika model lolos pengujian, maka model tsb diterima sbg penjelasan dari fenomena tadi. Jika tidak lolos, maka model dimodifikasi, kemudian diuji lagi, dan begitu seterusnya sampai didapatkan model yg lebih baik.
Awalnya teori big bang adalah model utk menjelaskan terbentuknya alam semesta, kemudian diuji dan lolos, maka diterimalah model tsb sbg penjelasan terbentuknya alam semesta. Demikian juga dgn teori evolusi, sebuah model utk menjelaskan keragaman hayati, kemudian diuji dan lolos, begitu seterusnya. Ya jangan sirik kalo keberadaan perancang cerdas gak dibutuhkan oleh sains...