Results 1 to 20 of 634

Thread: Evolusi

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    err... tadinya saya mau nyinggung dikit ttg HGT tsu, tapi kita fokus dulu ke pertanyaan purba dulu deh
    terus terang Mus, klo ditanya itu saya akan menjawab sebagai 2 pribadi yang berbeda

    1. sebagai muslim, saya akan jawab semua kehidupan itu "kun fayaakun" alias diciptakan oleh Allah SWT dengan 1 perintah, and BOOM, there goes teh earth.... with all its glory

    2. saya juga mantan akademisi, sedikit banyak akan mempertanyakan apa2 yang diajarkan ke saya

    namun, seperti ilmu terbang pada abad ke 17, riffle pada abad ke 12, laser pada abad ke 18, cars pada abad ke 15
    saya rasa ilmu yang kita miliki sekarang belum cukup untuk mengungkap secara rinci apa yang dimaksud oleh teori penciptaan pada setiap kitab suci agama
    dosen saya dulu pernah berpesan, agama itu menunjukan jalan, sedangkan science adalah teman yang menemani perjalanan

  2. #2
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    @AsLan

    Tetap saja ente tidak menjawab pertanyaan yg ane ajukan. Bagaimana teori perancang cerdas menjelaskan keragaman makhluk hidup?

    Cerita pak Darwin dan pak Creatio menunjukkan bahwa ente menentang orang yg ingin mengetahui bagaimana terjadinya keragaman makhluk hidup secara saintifik. Mengapa ente menentang? Karena ente menolak teori evolusi dan bersamaan dgn itu ente tidak memberikan solusi alternatif atas keingintahuan tsb. Sikap ente tsb seperti melarang orang sakit ke dokter, tetapi bersamaan dgn itu ente tidak menyediakan pengobatan alternatif. Itu sama saja ente membunuh orang sakit tsb secara perlahan. Kalo dikembalikan ke cerita pak Darwin dan pak Creatio, berarti ente membiarkan ketidakadilan yg dialami oleh korban pembunuhan tsb. Tuhan macam apa yg mengajarkan ente sebuah ketidakadilan dan pembunuhan secara perlahan?

    Teori big bang yg ente ragukan ternyata didukung oleh pengamatan empiris seperti ane ceritakan sebelumnya. Adakah kalangan gereja yg mengatakan bahwa teori tsb bukan sains? Jika ada, bagaimana bunyi sanggahan mereka?

    Ane dan ente tahu bahwa manusia tersusun oleh banyak sel. Di dalam sel ada DNA. Apakah DNA? Sebuah molekul raksasa yg tersusun dari banyak atom. Manusia seperti ente tidak lebih hanyalah kumpulan atom-atom yg saling berinteraksi satu sama lain. Melalui teori evolusi orang ingin mengetahui bagaimana atom-atom tsb membentuk dirinya sendiri. Jika teori evolusi ditolak, dapatkah teori perancang cerdas menjelaskan bagaimana manusia dapat tersusun dari atom-atom?

    Pada akhirnya apa manfaat ente bertuhan, jika keingintahuan orang akan mekanisme keragaman makhluk hidup dilarang? Padahal teori evolusi digunakan orang juga utk mencari pengobatan bagi penyakit2 degeneratif. Pengobatan infeksi HIV yg dilakukan dgn mengonsumsi variasi obat antivirus adalah hasil teori evolusi. Bagaimana teori perancang cerdas membantu mengobati infeksi HIV?

    Last edited by purba; 23-04-2012 at 11:42 PM.

  3. #3
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    @AsLan


    Pada akhirnya apa manfaat ente bertuhan, jika keingintahuan orang akan mekanisme keragaman makhluk hidup dilarang? Padahal teori evolusi digunakan orang juga utk mencari pengobatan bagi penyakit2 degeneratif. Pengobatan infeksi HIV yg dilakukan dgn mengonsumsi variasi obat antivirus adalah hasil teori evolusi. Bagaimana teori perancang cerdas membantu mengobati infeksi HIV?

    Ngaco, teori evolusi gak berhubungan dengan penemuan obat, yg benar adalah teori Mutasi, asal lu tau aja Mutasi bukan Evolusi.

    Banyak koq peneliti2 kristen yg mencari obat2an, Louis Pasteur, Alexander Fleming dll emangnya orang gak beriman kayak ente ?
    Teori Evolusi gak berguna dalam science, sejak jaman Darwin teori ini terus menerus terbukti salah sampai direvisi up to 90%, lebih baik hidup jadi peneliti yg beriman, mencari pengetahuan atas dasar kasih pada sesama manusia

    Tidak ada yg melarang orang mencari kebenaran dalam science, yg dilarang adalah usaha2 membenarkan sesuatu yg tidak benar seperti menuduh Bu Lusi melakukan pembunuhan yg tidak ia lakukan.

    Yang saya sebut tidak bisa diketahui adalah sosok Sang Pencipta, kalau urusan alam semesta ini mah bebas untuk diselidiki.


    Melalui teori evolusi orang ingin mengetahui bagaimana atom-atom tsb membentuk dirinya sendiri.
    Ini usaha yg gak jujur karena dari awal sudah membuat batasan "Atom membentuk dirinya sendiri" padahal kalau penyelidikan yg jujur tentu memulai penyelidikan dengan pikiran terbuka, bisa saja atom2 itu dibentuk dan disusun oleh sesuatu yg memiliki kemampuan tersebut.

    Kalau belum apa2 sudah menyatakan bahwa alam semesta pasti tercipta secara random tanpa perancang, artinya dari awal sudah ada kesimpulan baru kemudian mencari bukti, ini mah namanya IMAN

  4. #4
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ngaco, teori evolusi gak berhubungan dengan penemuan obat, yg benar adalah teori Mutasi, asal lu tau aja Mutasi bukan Evolusi.
    Nah ini masalahnya. Belum apa-apa udah dijegal mutasi bukan evolusi. Jadi apa evolusi?

    Justru mutasi adalah evolusi. Mutasi adalah sebuah perubahan dan perubahan itu adalah evolusi. Omong kosong kalo orang membicarakan evolusi tanpa mutasi. Variasi penggunaan obat anti-virus pada penderita infeksi HIV adalah agar si virus gak sempat berubah menjadi virus yg kebal. Lha itu kan evolusi.

    Tidak ada yg melarang orang mencari kebenaran dalam science, yg dilarang adalah usaha2 membenarkan sesuatu yg tidak benar seperti menuduh Bu Lusi melakukan pembunuhan yg tidak ia lakukan.
    Kalo ente tidak melarang, mengapa tidak memberikan solusi alternatif? Coba, berapa kali ane minta ente menjelaskan keragaman makhluk hidup melalui teori perancang cerdas? Tetap tidak ada penjelasan 'kan? Apa yg bisa dilakukan oleh gereja utk menjelaskan keragaman makhluk hidup?

    Jadi makin terbukti 'kan? Bahwa tuhan tidak menjawab pertanyaan, melainkan hanya menghentikan pertanyaan. Ditanya bagaimana keragaman makhluk hidup terjadi, tidak ada jawaban 'kan? Akhirnya pertanyaan terhenti begitu saja, tanpa ada jawaban.

    Yang saya sebut tidak bisa diketahui adalah sosok Sang Pencipta,
    Lha ini lagi nih lucu. Gak bisa diketahui, kok lu malah yakin sosok tsb ada.

    kalau urusan alam semesta ini mah bebas untuk diselidiki.
    Lha teori evolusi lu tolak, tapi lu gak ngasih alternatif.

    Ini usaha yg gak jujur karena dari awal sudah membuat batasan "Atom membentuk dirinya sendiri" padahal kalau penyelidikan yg jujur tentu memulai penyelidikan dengan pikiran terbuka, bisa saja atom2 itu dibentuk dan disusun oleh sesuatu yg memiliki kemampuan tersebut.
    Ooh.. ente keberatan dgn frasa yg digarisbawahi tsb?

    Ok ada perancang cerdas yg menyusun DNA dari atom-atom, kemudian saintis berusaha ingin tahu bagaimana DNA tsb terbentuk dari atom-atom. Dan, sekarang saintis sudah bisa membuat DNA sintetis yg persis sama dgn DNA natural buatan si perancang cerdas, apakah berarti saintis tsb menjadi perancang cerdas juga?

    Atau menurut ente gak mungkin saintis bisa mengetahui bagaimana menyusun atom menjadi DNA? Sehingga tetap saja saintis tidak akan tahu bagaimana DNA disusun dari atom-atom?

    Ok DNA tidak terjadi dengan sendirinya dari atom-atom, melainkan ada perancang cerdas yg melekatkan atom-atom hingga membentuk DNA. Pakai lem apa si perancang cerdas tsb melekatkan atom-atom? Atau si perancang cerdas meletakkan beberapa atom di mangkuk, kemudian simsalabim, terbentuklah DNA di mangkuk tsb? Atau bagaimana? Coba, wahai AsLan, ente jawab pertanyaan2 ane ini yaaa....

    Kalau belum apa2 sudah menyatakan bahwa alam semesta pasti tercipta secara random tanpa perancang, artinya dari awal sudah ada kesimpulan baru kemudian mencari bukti, ini mah namanya IMAN
    Lha sains memang begitu. Ketika saintis ingin memahami suatu fenomena, mereka membuat model dulu, kemudian model diuji di lab. Jika model lolos pengujian, maka model tsb diterima sbg penjelasan dari fenomena tadi. Jika tidak lolos, maka model dimodifikasi, kemudian diuji lagi, dan begitu seterusnya sampai didapatkan model yg lebih baik.

    Awalnya teori big bang adalah model utk menjelaskan terbentuknya alam semesta, kemudian diuji dan lolos, maka diterimalah model tsb sbg penjelasan terbentuknya alam semesta. Demikian juga dgn teori evolusi, sebuah model utk menjelaskan keragaman hayati, kemudian diuji dan lolos, begitu seterusnya. Ya jangan sirik kalo keberadaan perancang cerdas gak dibutuhkan oleh sains...

  5. #5
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Nah ini masalahnya. Belum apa-apa udah dijegal mutasi bukan evolusi. Jadi apa evolusi?
    Mobil toyota yang terus dipakai akan semakin rusak, semakin banyak bagian2 yg kehilangan fungsinya, itu mutasi.
    Evolusi percaya mobil Toyota setelah lama dipakai kemudian bisa berangsur2 menjadi helikopter lalu menjadi pesawat terbang.

    Justru mutasi adalah evolusi. Mutasi adalah sebuah perubahan dan perubahan itu adalah evolusi. Omong kosong kalo orang membicarakan evolusi tanpa mutasi. Variasi penggunaan obat anti-virus pada penderita infeksi HIV adalah agar si virus gak sempat berubah menjadi virus yg kebal. Lha itu kan evolusi.
    ini karena lu sebagai awam gak ngerti bagaimana mekanisme virus bermutasi, penelitian yg lebih jelas saat ini adalah mengenai resistensi bakteri, biologi molekular menunjukkan bahwa resistensi bakteri bukan terjadi karena Evolusi melainkan karena Seleksi dan Mutasi.
    Seleksi menyebabkan sebagian besar strain bakteri mati oleh antibiotik, sebagian kecil bakteri yg memiliki sifat kekebalan terhadap antibiotik kemudian menjadi berkembang pesat, ini Seleksi.
    Sebagian lainnya dari kemunculan Resistensi Bakteri adalah karena Mutasi, sebagian bakteri mengalami mutasi yaitu kehilangan sebagian dari sifat genetis yg diwariskan oleh leluhurnya, kehilangan fungsi2 genetis ini menyebabkan bakteri kehilangan sensitifitas terhadap zat antibiotik sehingga strain bakteri ini lolos dari kematian dan berkembang biak, namun pada lingkungan yg tidak mengandung antibiotik, bakteri mutasi ini adalah jenis bakteri yg lebih lemah daripada bakteri2 yg tidak kehilangan sebagian sifat genetisnya.

    Sebagian lainnya dari sifat Resistensi Bakteri terjadi karena pertukaran rantai DNA, ini masih termasuk Mutasi, Bakteri bertukar sifat genetis dengan bakteri lain yg memiliki sifat daya tahan terhadap antibiotik, hal ini bukan Evolusi karena program2 yg diperoleh bakteri bukanlah program baru melainkan paket program yg sudah ada didalam garis keturunan bakteri lain (saya memberi contoh tentang pengguna Windows yg menginstal Photoshop di komputernya, Photoshop tidak mungkin terjadi secara random karena kompleksitasnya dan karena tidak pernah terbukti di laboratorium)


    Kalo ente tidak melarang, mengapa tidak memberikan solusi alternatif? Coba, berapa kali ane minta ente menjelaskan keragaman makhluk hidup melalui teori perancang cerdas? Tetap tidak ada penjelasan 'kan? Apa yg bisa dilakukan oleh gereja utk menjelaskan keragaman makhluk hidup?

    Jadi makin terbukti 'kan? Bahwa tuhan tidak menjawab pertanyaan, melainkan hanya menghentikan pertanyaan. Ditanya bagaimana keragaman makhluk hidup terjadi, tidak ada jawaban 'kan? Akhirnya pertanyaan terhenti begitu saja, tanpa ada jawaban.
    Kembali kepada cerita Pak Darwin dan Pak Creatio, siapa bilang tidak ada jawaban ?
    Banyak ilmuwan2 kristen yg sedang sibuk bekerja menyelidiki Science.
    Tapi kalau ente bertanya mengenai awal mula penciptaan alam semesta, ini saya kutip tulisan si Rumus :

    tsu, evolusi kan gak bercerita ttg bagaimana organisme diciptakan (created), tapi bagaimana organisme tsb bisa berkembang dan beragam (evolved).
    Jadi wilayah itu tidak bisa dijelaskan oleh Evolusi (kata rumus), dan tidak usah mendesak creationis untuk menjelaskannya, kita bicara di wilayah science jadi setia saja pada hal2 yg bisa dibuktikan.


    Lha ini lagi nih lucu. Gak bisa diketahui, kok lu malah yakin sosok tsb ada.
    Gampang, penciptanya tidak terlihat tapi karyanya terlihat.
    Mahluk hidup dengan sistim biologisnya yg rumit dan berfungsi, tidak bisa terjadi secara random, begitu pula susunan atom, ekosistim, tata surya, hukum2 fisika dsb tidak mungkin terjadi tanpa perancang.
    Laboratorium sudah lama menyelidiki hal ini, miusalnya menyelidiki kemungkinan terjadinya kehidupan secara random dari zat2 mati, ternyata tidak bisa, jadi kita setia saja pada hasil2 penelitian science.

    Lha teori evolusi lu tolak, tapi lu gak ngasih alternatif.
    Kita kembali pada kisah Pak Darwin dan Pak Creatio, suatu hal yg salah bisa dibuktikan kesalahannya dari cacad logikanya dan dari kekurangan bukti ataupun kontradiksi antar bahan bukti. Tidak perlu dipatahkan oleh teori lain.
    Tapi tenang saja, banyak ilmuwan2 kristen yg sedang bekerja keras menyelidiki kebenaran2 science, ente duduk manis aja tunggu kabar2 science terbaru dari para scientis2 yg jujur ini, gak perlu percaya cerita2 dongeng yg aneh2, cukup setia pada hal2 yg terbukti saja.



    Ooh.. ente keberatan dgn frasa yg digarisbawahi tsb?

    Ok ada perancang cerdas yg menyusun DNA dari atom-atom, kemudian saintis berusaha ingin tahu bagaimana DNA tsb terbentuk dari atom-atom. Dan, sekarang saintis sudah bisa membuat DNA sintetis yg persis sama dgn DNA natural buatan si perancang cerdas, apakah berarti saintis tsb menjadi perancang cerdas juga?
    Gak, gw gak keberatan kalau si scientis bisa membuat tiruan DNA, hal itu hanya membuktikan bahwa DNA HANYA bisa diciptakan oleh PERANCANG ! entah itu manusia atau Tuhan atau Alien, DNA tidak mungkin terjadi secara Random.

    Science Membuktikan bahwa: fungsi2 biologis merupakan hasil perancang, yang tidak bisa dibuktikan adalah bahwa: si Perancang itu namanya Tuhan .


    Atau menurut ente gak mungkin saintis bisa mengetahui bagaimana menyusun atom menjadi DNA? Sehingga tetap saja saintis tidak akan tahu bagaimana DNA disusun dari atom-atom?
    gw gak pernah ngomong begitu, mungkin ente yg percaya begitu


    Ok DNA tidak terjadi dengan sendirinya dari atom-atom, melainkan ada perancang cerdas yg melekatkan atom-atom hingga membentuk DNA. Pakai lem apa si perancang cerdas tsb melekatkan atom-atom? Atau si perancang cerdas meletakkan beberapa atom di mangkuk, kemudian simsalabim, terbentuklah DNA di mangkuk tsb? Atau bagaimana? Coba, wahai AsLan, ente jawab pertanyaan2 ane ini yaaa....


    Lha sains memang begitu. Ketika saintis ingin memahami suatu fenomena, mereka membuat model dulu, kemudian model diuji di lab. Jika model lolos pengujian, maka model tsb diterima sbg penjelasan dari fenomena tadi. Jika tidak lolos, maka model dimodifikasi, kemudian diuji lagi, dan begitu seterusnya sampai didapatkan model yg lebih baik.

    Awalnya teori big bang adalah model utk menjelaskan terbentuknya alam semesta, kemudian diuji dan lolos, maka diterimalah model tsb sbg penjelasan terbentuknya alam semesta. Demikian juga dgn teori evolusi, sebuah model utk menjelaskan keragaman hayati, kemudian diuji dan lolos, begitu seterusnya. Ya jangan sirik kalo keberadaan perancang cerdas gak dibutuhkan oleh sains...
    Silahkan tanya pada para scientist kristen seperti Max Planc, Faraday, Pascal, Kelvin, Mendel, Louis Pasteur, Maxwell, Hubble dll
    Kalo mereka sudah mati kan bisa baca bukunya

  6. #6
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    terus terang Mus, klo ditanya itu saya akan menjawab sebagai 2 pribadi yang berbeda

    1. sebagai muslim, saya akan jawab semua kehidupan itu "kun fayaakun" alias diciptakan oleh Allah SWT dengan 1 perintah, and BOOM, there goes teh earth.... with all its glory

    2. saya juga mantan akademisi, sedikit banyak akan mempertanyakan apa2 yang diajarkan ke saya

    namun, seperti ilmu terbang pada abad ke 17, riffle pada abad ke 12, laser pada abad ke 18, cars pada abad ke 15
    saya rasa ilmu yang kita miliki sekarang belum cukup untuk mengungkap secara rinci apa yang dimaksud oleh teori penciptaan pada setiap kitab suci agama
    dosen saya dulu pernah berpesan, agama itu menunjukan jalan, sedangkan science adalah teman yang menemani perjalanan
    tsu, evolusi kan gak bercerita ttg bagaimana organisme diciptakan (created), tapi bagaimana organisme tsb bisa berkembang dan beragam (evolved). Saya udah menjelaskan berlembar-lembar bahwa evolusi cuma alat untuk memahami fenomena alam. Ketika seseorang melihat air turun dari langit, orang perlu penjelasan yg bisa diuji dan memberikan penjelasan sistematis daripada sekedar penjelasan "hujan diturunkan dewa langit", dan kita butuh penjelasan yg memadai utk menjelaskan fenomena petir drpd sekedar "dewa thor sedang beperang atau dewa zeus sedang murka".

    you're muslim, right? saya pernah membaca buku2 sains Islam. Ada sebuah contoh menarik bagaimana "keimanan" yg dihasilkan melalui interpretasi dan penafsiran kitab suci berkembang seiring dg fakta dan teori sains berkembang. Dalam sebuah ayat Quran, dituliskan bahwa bulan, bintang, dan matahari beredar melalui garis lintasan masing-masing di langit. Tak perlu berpikir lama untuk menafsirkan bahwa ayat tsb mengisyaratkan ttg pergerakan benda2 langit pada orbitnya. Para ahli tafsir klasik kemudian mengait-ngaitkan penafsiran mereka pada teori geosentris (semua benda langit mengitari bumi). Dan ketika fakta2 baru terungkap dimana teori heliosentris "lebih masuk akal dan sesuai fakta", maka penafsiran atas ayat tsb kemudian diubah, bahwa yg dimaksud dg lintasan bulan adalah pergerakan bulan mengelilingi bumi, sedangkan perlintasan matahari adalah pergerakan matahari (dan tatasurya) mengelilingi galaksi bima sakti.

    Meski sampai sekarang pun banyak ulama ortodoks yg masih meyakini teori geosentris, tp tafsir2 yg moderat sudah mengubah penafsirannya tsb. Dan perubahan penafsiran tsb bukan yg pertama dan satu-satunya saja. Sebelum teori big-bang muncul, semua ilmuwan dan agamawan mempercayai bahwa alam semsta yg ada adakah alam semesta yg statis. ketika fakta2 empiris dan teoritis big-bang menguat, maka teori alam semesta statis disingkirkan, dan penafsiran kitab suci pun direvisi.

    Fenomena perubahan penafsiran kitab suci karena perkembangan sains, tak hanya terjadi di Islam saja. Gereja Katolik juga melakukan revisi serupa. Sekarang, Vatikan mengakui teori heliosentris, big-bang, dan evolusi sbg penjelasan sains yg kompatibel dg Bibel--padahal sebelumnya sangat menentang keras thp teori2 tsb.

    Yang ingin saya garis bawahi adalah, iman dan sains merupakan hal yg berbeda, metode dan alat ujinya juga berbeda. Namun keduanya disatukan oleh penafsiran. Dan saya pikir, penafsiran bukan harga mati.

    Buat memahami penafsiran yg menyatukan iman dan sains (terutama sains evolusi), silakan baca tulisan ilmuwan Evolusi Molekuler Dobzhansky (yg juga seorang penganut Katolik taat) berikut:
    Nothing in Biology Makes Sense Except in the Light of Evolution

    Kembali ke masalah evolusi, evolusi di mata sains bisa dikatakan sudah hampir pasti. kedudukannya sudah menjadi "teori". Artinya banyak fakta yg mendukung. dan tentu saja teori evolusi sudah berkembang drastis dibandingkan dg gagasan darwin sebelumnya. Salah satu fakta kuat yg mengindikasikan pernah terjadinya evolusi adalah catatan fosil. Dirutkan dari yg tertua sampai yg termuda, catatan fosil menunjukan adanya sequence yg konsisten bahwa makhluk hidup satu sel muncul dahulu, diikuti bakteri multiseluler, alga-algaan, makhluk2 air, reptil, burung, hingga mamalia. Urutan yg konsisten ini hanya bisa dijelaskan oleh teori evolusi.

    Jadi, untuk bisa membuktikan teori evolusi salah, gak perlu bilang "gak ada missing link maka evolusi salah" (toh dalam teori evolusi gak pernah dikatakan keharusan ada missing link) atau "makhluk transisi setengah mamalia setengah burung seperti platipus bukanlah makhluk transisi" karena evolusi juga gak pernah mengisyaratkan adanya hal-hal "separoh anu separoh itu" (ke-separoh-an dan missing link itu muncul karena penafsiran yg keliru dan prasangka yg terlalu bersemangat atas teori evolusi akibat tidak baca buku evolusinya sendiri). Salah satu cara utk membuktikan bahwa evolusi salah cukup dg mencari (satu saja, gak usah banyak) rekaman fosil yg beda urutan kemunculannya. Jika ditemukan fosil ikan yg lebih tua drpd fosil kerang tertua bisa dikatakan evolusi dalam ancaman serius bahkan perlu diubah. Bagaimana jika fosil ikan tsb setua fosil kerang? Ini gak akan mengubah teori evolusi. teori evolusi gak pernah mengisyaratkan semua kerang mesti menjadi semuanya ikan. Evolusi gak bekerja secara linier (makanya makhluk2 transisi separoh itu sama sekali gak diperlukan). Jika ditemukan fosil mamalia yg lebih tua drpd fosil reptil tertua, evolusi bisa dikatakan gugur atau perlu direvisi besar2an. Tapi kenyataannya bukti semacam itu belum ditemukan (atau gak akan pernah?).

    Itu baru sedikit saja dr rekaman fosil. Ada banyak cara utk meruntuhkan evolusi. Drpd mengatakan hal2 omong-kosong seperti missing link dan makhluk separoh yg evolusinya sendiri gak bilang begitu, mending cari saja bukti yg bertentangan dg APA YG DIKATAKAN oleh teori evolusinya sendiri. Nih salah satunya bacaan: --cukup cari satu saja dr ke-27 itu
    27 Cara Meruntuhkan Teori Evolusi
    you can also find me here

  7. #7
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    @rumus, panjang

    tapi intinya, evolusi itu a whole package, klo sekarang yang dipelajari adalah bagaimana suatu organisme itu evolved menghadapi lingkungan, kompetisi dll, itu semata hanya karena kita baru sampai disitu

    perkara 1 common ancestor...... yah, sekarang anggep aja kita belum sampai disitu, tapi IMHO itu adalah bagian dari evolusi juga, bahkan bumi ini pun bagian dari evolusi
    evolusi itu perubahan, dan nggak ada di dunia ini yang tetap, itu yang saya percayai sampai sekarang

  8. #8
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by tsu View Post

    perkara 1 common ancestor...... yah, sekarang anggep aja kita belum sampai disitu, tapi IMHO itu adalah bagian dari evolusi juga, bahkan bumi ini pun bagian dari evolusi
    evolusi itu perubahan, dan nggak ada di dunia ini yang tetap, itu yang saya percayai sampai sekarang
    Thx atas pengakuan ini, memang evolusi adalah masalah kepercayaan.

  9. #9
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    ... sebagian bakteri mengalami mutasi yaitu kehilangan sebagian dari sifat genetis yg diwariskan oleh leluhurnya,
    Kok bisa bakteri kehilangan sebagian dari sifat genetisnya? Bagaimana mekanismenya? Apakah ada campur tangan perancang cerdas yg menghilangkan sifat tsb secara sengaja? Atau bagaimana?

    Sebagian lainnya dari sifat Resistensi Bakteri terjadi karena pertukaran rantai DNA,
    Kok bisa terjadi pertukaran rantai DNA pada bakteri? Bagaimana mekanismenya? Apakah ada campur tangan perancang cerdas yg menukarkan rantai DNA tsb secara sengaja? Atau bagaimana?

    Tapi kalau ente bertanya mengenai awal mula penciptaan alam semesta,
    Ane gak bertanya penciptaan alam semesta, tapi awal alam semesta. Jadi ente harus hati2, penciptaan alam semesta bisa jadi awal alam semesta. Tetapi awal alam semesta bukan penciptaan alam semesta. Ane bisa memaklumi ente tertukar2 antara penciptaan dan awal karena suasana batin ente meyakini tuhan sbg sang pencipta alam semesta. Alam bawah sadar ente sudah otomatis melihat awal sebagai adanya penciptaan.

    Gampang, penciptanya tidak terlihat tapi karyanya terlihat.
    Mahluk hidup dengan sistim biologisnya yg rumit dan berfungsi, tidak bisa terjadi secara random, begitu pula susunan atom, ekosistim, tata surya, hukum2 fisika dsb tidak mungkin terjadi tanpa perancang.
    Ente sering menggunakan kata random. Apa yg ente pahami dgn kata tsb?

    Tidak perlu yg rumit2. Coba perhatikan contoh berikut. Masukkan gas oksigen dan gas hidrogen ke dalam tabung. Apa yg terjadi? Terbentuklah air. Nah ane mo tanya sama ente, apakah air terbentuk secara random atau ada campur tangan perancang cerdas?

    Mudah2an ente dapat menjawab pertanyaan2 di atas secara sistematis, tidak ngejeblak sana sini gak karuan kayak orang kalap.

  10. #10
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kok bisa bakteri kehilangan sebagian dari sifat genetisnya? Bagaimana mekanismenya? Apakah ada campur tangan perancang cerdas yg menghilangkan sifat tsb secara sengaja? Atau bagaimana?
    masalah ini kan sederhana,
    Perubahan Dari Serigala menjadi Cihuahua itu terjadi kehilangan sifat genetis karena breeding, itu sebabnya Serigala bisa menjadi Cihuahua tapi Cihuahua tidak bisa menjadi serigala karena Serigala memiliki sifat genetis yg lebih lengkap daripada anjing ras.

    Kok bisa terjadi pertukaran rantai DNA pada bakteri? Bagaimana mekanismenya? Apakah ada campur tangan perancang cerdas yg menukarkan rantai DNA tsb secara sengaja? Atau bagaimana?



    Ane gak bertanya penciptaan alam semesta, tapi awal alam semesta. Jadi ente harus hati2, penciptaan alam semesta bisa jadi awal alam semesta. Tetapi awal alam semesta bukan penciptaan alam semesta. Ane bisa memaklumi ente tertukar2 antara penciptaan dan awal karena suasana batin ente meyakini tuhan sbg sang pencipta alam semesta. Alam bawah sadar ente sudah otomatis melihat awal sebagai adanya penciptaan.
    wkwkwk yg beginian mah beda istilah tapi sama saja, yg namanya AWAL itu berarti permulaan, yg namanya permulaan dari keberadaan berarti sebuah kejadian dari tidak ada menjadi ada, dengan katalain ya Penciptaan


    Ente sering menggunakan kata random. Apa yg ente pahami dgn kata tsb?

    Tidak perlu yg rumit2. Coba perhatikan contoh berikut. Masukkan gas oksigen dan gas hidrogen ke dalam tabung. Apa yg terjadi? Terbentuklah air. Nah ane mo tanya sama ente, apakah air terbentuk secara random atau ada campur tangan perancang cerdas?



    Mudah2an ente dapat menjawab pertanyaan2 di atas secara sistematis, tidak ngejeblak sana sini gak karuan kayak orang kalap.

    Gak usah gw jawab secara filsafat ya, gw jawab aja yg namanya peristiwa Random dalam science adalah peristiwa yg bisa terjadi dengan sendirinya tanpa rancangan dari sosok cerdas.

    Mengnai campuran Hidrogen dengan Oksigen menjadi Air, kita lihat apakah di alam bisa terjadi percampuran itu dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia apa tidak ?
    Kalau bisa berarti hal itu termasuk random.

    Tapi kalau peristiwa tercampurnya Hidrogen dengan Oksigen hanya bisa dilakukan oleh sosok cerdas, misalnya manusia, berarti bukan random.

    Nah dari sini sudah jelas, ente kan pernah mengakui bahwa DNA bisa dibuat tiruannya oleh Scientist, berarti ente sudah mengakui bahwa DNA tidak bisa terjadi secara sendirinya di alam. Ini artinya ada sosok cerdas yg menciptakan DNA, entah itu scientist atau sosok lain, gitu aja koq repot wkowkowwko...

  11. #11
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    masalah ini kan sederhana,
    Perubahan Dari Serigala menjadi Cihuahua itu terjadi kehilangan sifat genetis karena breeding,
    Ente belum menjawab pertanyaan ane sebelumnya, tapi malah menyodorkan kasus yg lain. Jadi bagaimana mekanisme breeding tsb? Apakah ada campur tangan perancang cerdas pada breeding tsb? Atau bagaimana?

    Gak usah gw jawab secara filsafat ya, gw jawab aja yg namanya peristiwa Random dalam science adalah peristiwa yg bisa terjadi dengan sendirinya tanpa rancangan dari sosok cerdas.
    Ok.

    Mengnai campuran Hidrogen dengan Oksigen menjadi Air, kita lihat apakah di alam bisa terjadi percampuran itu dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia apa tidak ?
    Kalau bisa berarti hal itu termasuk random.

    Tapi kalau peristiwa tercampurnya Hidrogen dengan Oksigen hanya bisa dilakukan oleh sosok cerdas, misalnya manusia, berarti bukan random.
    Ente malah melihat tercampurnya oksigen dan hidrogen. Bukan itu, yg ane tanyain terbentuknya molekul air. Apakah itu random atau hasil campur tangan perancang cerdas?

    Nah dari sini sudah jelas, ente kan pernah mengakui bahwa DNA bisa dibuat tiruannya oleh Scientist, berarti ente sudah mengakui bahwa DNA tidak bisa terjadi secara sendirinya di alam. Ini artinya ada sosok cerdas yg menciptakan DNA, entah itu scientist atau sosok lain, gitu aja koq repot wkowkowwko...
    Petir pun dapat dibuat tiruannya oleh saintis, tapi bukan berarti petir gak bisa terjadi secara sendirinya di alam. Logika ente kebalik2 neh...

    Ketika saintis membuat DNA sintetis, itu berarti mereka mengkondisikan lingkungan supaya atom-atom berkumpul menjadi DNA dgn sendirinya. Jadi atom-atom dapat menjadi DNA dgn sendirinya. Sekarang saintis tahu bahwa atom-atom membentuk DNA dgn sendirinya dengan kondisi bla bla bla. Langkah selanjutnya adalah melihat kondisi tadi di alam. Misalnya dgn percobaan Urey (kalo gak salah) yg meniru kondisi bumi pada masa awal sehingga terbentuk asam amino.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •