Page 21 of 32 FirstFirst ... 11192021222331 ... LastLast
Results 401 to 420 of 634

Thread: Evolusi

  1. #401
    pelanggan dewa_angin's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    sentinel
    Posts
    149
    up lanjuuuut

  2. #402
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ilmu fisika, biologi, kimia dan lain2 telah membantu kehidupan ? betul sekali itu sebabnya banyak ilmuwan kristen.
    Semua ilmu2 itu selaras dengan kitab suci dan mandat budaya yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai pemimpin di alam semesta ini.

    Tapi kemudian ada Teori Evolusi yang tanpa bukti menyatakan berbagai hal yang bertentangan dengan kitab suci, apakah kita harus menerima semua teori2 yg membawa2 nama science ?

    anda sendiri sudah mengakui bahwa teori ini belum terbukti, ingat ya, teori ini tidak terbukti.

    Sama dengan mempercayai bahwa diluar angkasa sana ada alien yang menjadi awal dari kebudayaan manusia, sama2 sebuah teori yang sedang dicari2 buktinya.

    Jadi intinya bukan mengerti atau tidak tapi percaya atau tidak.

    Kepercayaan adalah Iman, apa yg anda percaya itulah iman anda.
    bukannya kepercayaan agama juga merupakan kepercayaan yg tidak terbukti?
    seperti juga, kepercayaan pengikut Ponari kepada air kobokannya..

    well menurut saya, teori evolusi bisa dilihat dalam skala kecil, contohnya dalam evolusi bakteri yg berbentuk resistensi obat http://en.wikipedia.org/wiki/Drug_resistance
    evolusi itu lah yg membuat beberapa spesies bakteri menjadi kebal dengan penicillin

  3. #403
    pelanggan tetap meliakh's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,757
    evolusi 'mikro' udah diterima ma aslan.. dia ga percayanya evolusi 'makro'
    di mana 1 spesies berevolusi jadi spesies lain

  4. #404
    well, dalam 20 tahun saja, bakteri sudah bisa berevolusi "mikro"
    lalu, apa alasannya dalam jutaan tahun, kehidupan tidak bisa berevolusi "makro"?
    Evolusi "makro" terjadi dalam waktu yg ssssaaaannngggaaatttt llllaammaaa... bisa jutaan tahun

    anda tahu jarak 20 km? itu seperti jarak antara tepi kota anda dengan tepi satunya. bayangkan anda naik motor menempuhnya.
    sekarang, anda tahu jarak jakarta - surabaya yg 800an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.
    sekarang, anda tahu jarak Jakarta - Kuala Lumpur yg 1200an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.
    sekarang, anda tahu jarak keliling Bumi yg 50.000an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.

    anda tahu homo sapiens? homo sapiens muncul di bumi 200.000 tahun lalu. dan peradaban manusia barulah 10.000 th. apalg peradaban masehi yg baru 2000 th

  5. #405
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by doubtit View Post
    well, dalam 20 tahun saja, bakteri sudah bisa berevolusi "mikro"
    lalu, apa alasannya dalam jutaan tahun, kehidupan tidak bisa berevolusi "makro"?
    Evolusi "makro" terjadi dalam waktu yg ssssaaaannngggaaatttt llllaammaaa... bisa jutaan tahun

    anda tahu jarak 20 km? itu seperti jarak antara tepi kota anda dengan tepi satunya. bayangkan anda naik motor menempuhnya.
    sekarang, anda tahu jarak jakarta - surabaya yg 800an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.
    sekarang, anda tahu jarak Jakarta - Kuala Lumpur yg 1200an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.
    sekarang, anda tahu jarak keliling Bumi yg 50.000an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.

    anda tahu homo sapiens? homo sapiens muncul di bumi 200.000 tahun lalu. dan peradaban manusia barulah 10.000 th. apalg peradaban masehi yg baru 2000 th
    anda mau ngomong kepercayaan apa ngomong science ?

    kalo kepercayaan, boleh saja membuat loncatan logika: karena bakteri bermutasi mikro maka... big ape bisa jadi manusia.

    Masalahnya, science itu harus punya bukti kuat, harus ada proses yg bisa diamati, perubahan dari big ape menjadi manusia.

    Apapun konstruksi tubuh mahluk hidup, pasti ditentukan oleh design awal didalam DNA, mutasi yg terjadi lebih banyak karena mahluk hidup kehilangan sebagian dari design DNA, misalnya kehilangan kemampuan melihat, kehilangan gen mata biru dst.

    Yang tidak bisa (sulit) terjadi adalah pembentukan program DNA baru, meskipun bisa terjadi karena inveksi virus misalnya namun hal ini bukan suatu kejadian yg biasa, lagipula inveksi virus itu bukan pemebentukan program baru melainkan hanya perpindahan program/design dari satu mahluk ke mahluk lain.

    itu sebabnya perubahan dari bakteri atau amuba menjadi mahluk kompleks seperti manusia sangat sulit dipercaya karena perubahan "keatas" itu membutuhkan banyak sekali rancangan2 baru dalam DNA.

    Kalau kitaa tidak percaya adanya Tuhan, maka siapa yg merancang program2 DNA terbaru ? yang bisa terjadi hanyalah mutasi, rancangan awal yg kehilangan sebagian dari paket program.

  6. #406
    Bakteri jaman sekarang, bisa resisten terhadap penicilin, karena bakteri tersebut membuat B-laktamase http://en.m.wikipedia.org/wiki/Beta-...ases#section_1

    Inilah 'program DNA' yg terbentuk, dr yg semula tidak ada menjadi ada.
    Mutasi tidak berarti 'kehilangan' program DNA awal. Semua penambahan, penghapusan, pengubahan sebagian atau semuanya adalah termasuk bentuk mutasi

    Evolusi, terjadi dalam kurun waktu yg saaaannggaattt llaamaaaa.
    Bayangkan 50 th terakhir ini diwakilkan dengan 1 meter. Anda bisa kan, merangkak sepanjang 1 meter? Homo sapien, yaitu spesies kita, mulai muncul pada 4000 meter sebelumnya. Bayangkan merangkak sepanjang itu.
    Last edited by doubtit; 06-04-2012 at 06:12 PM.

  7. #407
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by doubtit View Post
    Bakteri jaman sekarang, bisa resisten terhadap penicilin, karena bakteri tersebut membuat B-laktamase http://en.m.wikipedia.org/wiki/Beta-...ases#section_1

    Inilah 'program DNA' yg terbentuk, dr yg semula tidak ada menjadi ada.
    Mutasi tidak berarti 'kehilangan' program DNA awal. Semua penambahan, penghapusan, pengubahan sebagian atau semuanya adalah termasuk bentuk mutasi

    Evolusi, terjadi dalam kurun waktu yg saaaannggaattt llaamaaaa.
    Bayangkan 50 th terakhir ini diwakilkan dengan 1 meter. Anda bisa kan, merangkak sepanjang 1 meter? Homo sapien, yaitu spesies kita, mulai muncul pada 4000 meter sebelumnya. Bayangkan merangkak sepanjang itu.
    Anda bicara tentang bakteri staphilococus aureus yg beberapa tahun belakangan ditemukan strain baru yg memiliki resistensi terhadap penicilin.

    Bagi kita yg awam terhadap bidang bilologi molekular tentu berpikir telah terjadi sebuah spesies baru, dengan kemampuan baru atau dengan kata lain sebuah mahluk baru lengkap dengan rancangan baru.

    Namun penelitian mendalam terhadap dna bakteri tidak menunjukkan hal yg demikian...

    S. aureus has a significantly larger genome than S. epidermidis. Most strains of S. aureus have a genome size of 2.8+ Million Base Pairs (MBP) and most strains of S. epidermidis have a size of 2.5–2.6+ MBP. They share about 67% (2/3) of the same genes. It appears that S. aureus has gained about 300,000 DNA base pairs, many of which are factors that lead to its pathogenicity and ability to avoid the body’s defense system (Seifert and DiRita 2006). As we examine many other important bacteria pathogens, it appears that a “recipe for corruption” is this: the addition of unnecessary DNA, the loss of purposeful information, and the mixing of “foreign seed” (DNA from other microbes) with original kind “seed” (DNA of original S. aureus).
    Jadi kemampuan2 baru dari bakteri strain baru bukan tercipta begitu saja, darimana bakteri bisa memperoleh kode DNA yg baru, silahkan baca disini lanjutannya :

    Lateral transfer of DNA may be beneficial to the bacteria for a season. Virulence seems to commonly arise via mechanisms of conjugation, pathogenicity island transfer, bacteriophage insertion, and loss of metabolic coding information (Figure 3). For example, bacteriophages (viruses that infect S. aureus) are known to carry incomplete or corrupted genes that are then spliced into the genome of the host they infect. In addition, pathogenicity islands via conjugation have been transferred from other bacteria adding new virulence factors. The most significant lateral transfer appears to be the addition of chromosomal DNA cassettes (pathogenicity islands) from neighboring bacteria (Seifert and DiRita 2006).
    Ternyata kemampuan baru yg dimiliki oleh bakteria terjadi karena proses tukar menukar DNA dengan bakteri lain atau dengan/melalui virus.

    Nah keberadaan antibiotik akan membunuh banyak bakteri yg tidak punya program DNA untuk melawan obat tersebut, sedangkan bakteri yg memiliki kemampuan melawan antibiotik akan berkembang biak, dari sini kita tahu bagaimana terjadinya strain2 bakteri yg baru.

    Kesimpulannya, manusia tidak bisa berkembang menjadi mahluk bermata tiga kalau tidak terjadi pertukaran DNA dengan mahluk bermata 3.
    Atau kalau ternyata dalam database DNA manusia ada gen pembawa mata ke 3 yang resesif lalu karna suatu hal gen ini muncul.

    Sifat2 genetik baru yg diperoleh oleh manusia kemungkinan besar memang sudah ada didalam "perpustakaan" genetik namun baru muncul belakangan karena suatu hal, bukan sebuah program yg tercipta baru.

    Jadi tak peduli 1000 tahun atau 1 milyar tahun, selama apapun mahluk hidup berada tak akan ada rancangan baru kalau tidak ada yg merancang rancangan baru.

    Sama seperti Toyota mengeluarkan model2 baru setiap 5 tahun, kalau tidak ada pabrik Toyota yg merancang mobil baru tentu milyaran tahun pun takkan keluar Toyota model baru.

    (kecuali kalau Toyota yg penyok2 karena nabrak2 kemudian disebut sebagai Toyota model baru)
    Last edited by AsLan; 06-04-2012 at 07:35 PM.

  8. #408
    pada bacteriophage, virus akan menyisipkan "urutan kode" DNA kepada bakteri hostnya, sehingga bakteri host akan memiliki "susunan DNA" baru.
    virus ini sendiri tidak harus memiliki kemampuan untuk memproduksi B-Laktamase.
    saat virus dengan kemampuan A, berbakteriophage dengan bakteri kemampuan B, maka bisa timbul bakteri dengan kemampuan C, seperti bakteri pemproduksi B-Laktamase

    DNA virus dan DNA bakteri, material dan molekul penyusunannya adalah sama. hanya "urutan kode"nyalah yg berbeda. "urutan kode" yg berbeda, akan menimbulkan efek "fenotipe" pada organismenya.
    molekul dan material penyusun DNA virus dan DNA bakteri sendiri adalah bisa sama. material yg ada dibumi.
    hal baru yg tercipta, adalah "urutan kode"

    "urutan kode" yg baru, akan menimbulkan fenotipe yg baru.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kesimpulannya, manusia tidak bisa berkembang menjadi mahluk bermata tiga kalau tidak terjadi pertukaran DNA dengan mahluk bermata 3.
    Atau kalau ternyata dalam database DNA manusia ada gen pembawa mata ke 3 yang resesif lalu karna suatu hal gen ini muncul.
    demikianlah, manusia tidak perlu kontak dengan manusia berjari 6 untuk bisa terjadi spesia manusia berjari 6 di masa mendatang.
    manusia bisa saja kontak dengan virus2 baru dan mutasi2 baru sehingga muncul spesies manusia berjari 6
    kalau spesies manusia berjari 6 ini berkembang biak terus menerus, bukanlah tidak mungkin muncul manusia berjari 6

    http://en.wikipedia.org/wiki/Polydactyly
    menambahkan : Polydactyly terjadi karena mutasi pada gen LMBR1
    Polydactyly terjadi karena perubahan "urutan kode" pada gen LMBR1.
    "urutan kode" yg baru inilah yg menimbulkan fenotipe jari 6
    Last edited by doubtit; 07-04-2012 at 12:48 PM.

  9. #409
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Jadi tak peduli 1000 tahun atau 1 milyar tahun, selama apapun mahluk hidup berada tak akan ada rancangan baru kalau tidak ada yg merancang rancangan baru.

    Sama seperti Toyota mengeluarkan model2 baru setiap 5 tahun, kalau tidak ada pabrik Toyota yg merancang mobil baru tentu milyaran tahun pun takkan keluar Toyota model baru.

    (kecuali kalau Toyota yg penyok2 karena nabrak2 kemudian disebut sebagai Toyota model baru)
    jadi, apakah itu artinya semua makhluk hidup diciptakan barengan pada satu masa? atau periodik? mengapa?

    ---------- Post added at 01:00 PM ---------- Previous post was at 12:27 PM ----------

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Baru baca sekilas tentang fosil2 mahluk aneh yang katanya menjadi bukti mahluk peralihannya Teori Evolusi.

    Ada berbagai usaha untuk membuktikan adanya Makro Evolusi, usaha untuk "mengadakan" mahluk2 transisi, mahluk peralihan dari species yang satu ke species yang lain.

    Fosil2 mahluk yg diurutkan diatas bukan fosil2 baku yang diakui oleh dunia science, fosil2 tersebut hanya dibicarakan diwilayah penganut evolusi yg ekstrimis.

    Memang ada beberapa mahluk yang memiliki anggota tubuh mirip gabungan beberapa mahluk hidup lainnya, seperti Platipus

    Platipus tidak dianggap sebagai mahluk peralihan melainkan digolongkan sebagai mahluk mosaik.

    Memaparkan kemiripan anatomi sebagai bukti evolusi sudah ketinggalan jaman karena bentuk anatomi yang mirip tidak membuktikan kemiripan DNA, misalnya DNA manusia ternyata lebih mirip dengan DNA tikus daripada DNA kera.

    Hingga sekarang belum ada bukti kuat adanya mahluk2 peralihan atau yang dikenal sebagai missing link.
    ini sama ketinggalan zamannya dengan argumen yang mengatakan bahwa evolusi salah karena tidak ditemukan "missing link".

    dan tak ada satupun buku evolusi yg ditulis pakar evolusi yg mengatakan bahwa platipus adalah makhluk transisi mamalia-burung

    dan aduh, gak malu nyomot perkataan secara sepotong2 demi mendukung argumen "tidak ada fosil transisi tidak ada evolusi"? coba cek kutipan lengkapnya. sama sekali gak menyiratkan sepotong hal tsb. Jadi inget detektif Conan. pas si Conan bilang "kamulah pelakunya", buru2 kapten megure menangkap salah seorang tokoh untuk dijebloskan ke penjara. untung saja si conan buru2 melanjutkan, "kamulah pelakunya menurut kapten kogoro mouri, tapi bukti dia sangat mengada-ngada. pelaku sebenernya adalah..."

    saya masih tak percaya, masih saja ada yg misquote ucapan colin petterson tsb, padahal colin sendiri dah membantahnya
    you can also find me here

  10. #410
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by doubtit View Post
    pada bacteriophage, virus akan menyisipkan "urutan kode" DNA kepada bakteri hostnya, sehingga bakteri host akan memiliki "susunan DNA" baru.
    virus ini sendiri tidak harus memiliki kemampuan untuk memproduksi B-Laktamase.
    saat virus dengan kemampuan A, berbakteriophage dengan bakteri kemampuan B, maka bisa timbul bakteri dengan kemampuan C, seperti bakteri pemproduksi B-Laktamase

    DNA virus dan DNA bakteri, material dan molekul penyusunannya adalah sama. hanya "urutan kode"nyalah yg berbeda. "urutan kode" yg berbeda, akan menimbulkan efek "fenotipe" pada organismenya.
    molekul dan material penyusun DNA virus dan DNA bakteri sendiri adalah bisa sama. material yg ada dibumi.
    hal baru yg tercipta, adalah "urutan kode"

    "urutan kode" yg baru, akan menimbulkan fenotipe yg baru.

    demikianlah, manusia tidak perlu kontak dengan manusia berjari 6 untuk bisa terjadi spesia manusia berjari 6 di masa mendatang.
    manusia bisa saja kontak dengan virus2 baru dan mutasi2 baru sehingga muncul spesies manusia berjari 6
    kalau spesies manusia berjari 6 ini berkembang biak terus menerus, bukanlah tidak mungkin muncul manusia berjari 6

    http://en.wikipedia.org/wiki/Polydactyly
    menambahkan : Polydactyly terjadi karena mutasi pada gen LMBR1
    Polydactyly terjadi karena perubahan "urutan kode" pada gen LMBR1.
    "urutan kode" yg baru inilah yg menimbulkan fenotipe jari 6
    Ok thx atas tanggapannya.

    Ada beberapa hal dimana pandangan kita mungkin mirip, yaitu :

    1. Mutasi terjadi karena faktor luar seperti virus, radiasi, infeksi dll dan hasilnya adalah random
    2. Mahluk hidup pada dasarnya berusaha menjaga integritas kode genetiknya dan berusaha meneruskan kode ini kepada keturunan mereka.
    3. Kode genetik tidak terbentuk secara benar2 baru (terbentuk dari molekul baru atau protein baru dan kode baru) melainkan modifikasi dari kode2 sebelumnya (anda katakan urutannya berbeda).

    Kita harus menegaskan hal ini karena ada sebagian orang yg berpikir bahwa mahluk hidup mampu mengubah kode genetiknya sendiri, misalnya ikan yg ingin hidup didarat mulai membentuk paru2 dan konstruksi kaki sehingga secara gradual keturunan ikan tersebut semakin mirip mahluk darat dan akhirnya benar2 menjadi mahluk darat, hal itu omong kosong.

    Karena telah kita lihat bahwa Mutasi terjadi secara random oleh faktor luar.

    Kasus 1
    Jadi, kalau ada ikan yg berubah menjadi mahluk darat, ia harus terkena radiasi terus menerus, atau serangan virus berkepanjangan selama jutaan generasi sampai suatu saat ada keturunan ikan tersebut yg kebetulan lahir dengan paru2, ikan cacad tersebut kebetulan bertemu dengan ikan lain yang memiliki ke cacatan genetika yg sama persis dan berkembang biak menjadi kelompok ikan berparu2 dan mampu hidup di darat, ikan tersebut telah mengembangkan sebuah kode genetik paru2 yg kompleks dan akurat dan sangat efisien.


    Atau saya berikan altrnatif lainnya :

    kasus 2
    Pada jaman dahulu ada mahluk yg memiliki kemampuan hidup di air dan didarat, kelompok mahluk yg hidup di air lama2 kehilangan kemampuan hidup didarat, sebaliknya kelompok mahluk tersebut yg sering hidup di darat lama2 kehilangan kemampuan hidup di air.

    Ke 2 kasus diatas sama2 menunjukkan suatu peristiwa mutasi genetik,
    kasus pertama adalah contoh pembentukan kode genetik baru yg sangat canggih dan kompleks.
    Kasus kedua adalah contoh mutasi yg sangat sederhana.

    Kasus mutasi sederhana (contoh nomer 2) sudah sering diamati di laboratorium dan buktinya sangat kuat.

    Kasus mutasi yg kompleks (contoh nomer 1) sering terjadi di film X-Man namun belum ditemukan di laboratorium, namun teori ini dipercaya sebagai suatu faham.


    Mengenai manusia berjari 6 apakah itu suatu mutasi ? iya, apakah itu suatu evolusi ? tidak.

    6 jari adalah sebuah variasi genetik umat manusia, ribuan tahun yg lalu ada beberapa suku bangsa manusia yg berjari 6 namun kemudian punah, dengan kepunahan suku2 bangsa ini maka umat manusia kehilangan variasi genetis, namun secara genetis banyak orang yg menyimpan kode genetis 6 jari yg tidak muncul karena resesif.

    ---------- Post added at 05:41 PM ---------- Previous post was at 04:56 PM ----------

    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    jadi, apakah itu artinya semua makhluk hidup diciptakan barengan pada satu masa? atau periodik? mengapa?[COLOR="Silver"]
    Saya percaya mahluk hidup diciptakan bertahap, manusia yg terakhir.
    Mengenai waktunya saya tidak tahu karena Radio Dating yg ada sekarang tidak cukup kredible, ngapain kita mendiskusikan suatu hal atas dasar asumsi2 yg tidak kredible.

  11. #411
    ada bukti bahwa manusia adalah spesies terakhir yg muncul di bumi? bakteri, virus, dsb sudah ada sejak zaman dulu sebelum ada manusia?
    kalau gak ada bukti yg kredibel gpp deh gak perlu dijawab. kita gak perlu bahas sesuatu yg cuma berdasarkan asumsi-asumsi tidak kredibel
    you can also find me here

  12. #412
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    ok mari kita tegaskan diskusi kita hanya pada hal2 yang sudah terbukti saja, ok ?

    Sejak ditemukannya DNA, teori evolusi sebenarnya sudah sangat terbukti salah sehingga harus direvisi habis2an.

    Evolusi, kata ini berarti mahluk hidup berkembang menjadi banyak variasi, teori dasarnya adalah semua mahluk hidup berasal dari suatu common ancestor, yg diasumsikan sebagai mahluk bersel 1.

    Mahluk ber sel 1 ini kemudian bermutasi terus menerus menjadi mahluk bersel banyak yang kemudian terus berubah menjadi mahluk2 yg lebih kompleks, memiliki bagian2 tubuh yg saling terintegrasi dengan sistim yg sempurna.

    Tapi sayangnya proses perubahan ini "katanya" berlangsung sangat lama dimasa yg lalu sehingga tidak bisa di amati, tidak bisa dicatat, tidak bisa direkam, tidak bisa diulang, tidak bisa ditiru di laboratorium dst

    Sebuah hipotesa yg tidak bisa dibuktikan seperti ini apakah masih tetap boleh dianggap sebagai sebuah ilmu pengetahuan ?

    Mari kita kembali kepada hal2 yg memiliki bukti2 kuat, telah berhasil diamati dan dicatatataupun diulang dilaboratorium dan bersifat universal yaitu Mutasi dan Natural Selection !

    Manusia telah lama mengamati spesies anjing.
    Manusia bisa membreeding serigala menjadi cihuahua, namun tidak seorang pun bisa mem breed cihuahua menjadi serigala.

    Setelah ditemukan cabang ilmu biologi molekular maka diketahui jawabannya adalah, Serigala memiliki variasi genetik yg lebih lengkap daripada Cihuahua, atau dengan kata lain dari Serigala ke Cihuahua terjadi Information Lost

    Informasi genetik yg hilang akibat breeding ini tidak bisa diciptakan kembali, jadi keragaman mahluk hidup adalah akibat Natural Selection, bukan akibat perkembangan informasi DNA.

    Peneliti sudah mengamati bahwa burung woodpecker paruh panjang tidak bisa berevolusi menjadi paruh pendek, sebaliknya woodpecker paruh pendek tidak bisa berevolusi menjadi paruh panjang.

    Meskipun kelihatannya sederhana, namun perbedaan panjang paruh woodpecker disebabkan oleh perbedaan informasi genetika yg sangat rumit, tidak mungkin terjadi karena ketidak sengajaan akibat radiasi atau serangan virus.

    Maka kalau mau berteori, teori yg lebih masuk akal bukan teori evolusi melainkan teori Natural Selection yaitu:
    Nenek Moyang Woodpecker memiliki variasi genetik lengkap antara paruh panjang dan paruh pendek, karena Natural Selection maka kedua variasi ini makin terpisah secara habitat karena masing2 mencari lokasi yg paling cocok dengan anatominya, sejalan dengan waktu masing2 jenis ini mengalami interbreed dan kehilangan informasi genetika.

    Kesimpulannya, mahluk hidup berkembang menjadi banyak variasi bukan karena munculnya informasi genetika baru melainkan karena nenek moyang dari masing2 jenis mahluk hidup ini memiliki Perpustakaan informasi genetika yg beragam.

  13. #413
    @Aslan: sebenarnya saya ingin membaca mengenai referensi,bahwa ada laboratorium yg bisa mengamati evolusi, karena evolusi tidak terjadi secepat waktu manusia.

    Jadi, apakah bahwa polydactyl sudah ada dr manusia lama? Sayang sekali, saya belum menemukan referensi mengenai polydactyl pada fossil manusia

    Kalaupun ada fossil fossil polydactyl homo sapiens, maka pastilah tidak melebihi 250 rb th lal.

    Lalu bagaimanakah dengan kucing polydactyl? Apakah sudah ada dari jaman dahulu?
    Kalaupun ada, pastilah tidak lebih dari dari 6 juta tahun yg lalu.

    Jejak polydactyl tertua bisa ditemukan pada masa 395 tahun yg lalu, pada masa 'kaki empat' pertama.
    http://en.m.wikipedia.org/wiki/Polyd...pods#section_1
    hanya saja, pada masa tersebut manusia belum ada.

    Dan pada evolusi, tidak hanya terjadi seleksi alam, melainkan jg mutasi
    anda berkata, bahwa jaman dahulu ada variasi lengkap dari suatu organisme. Kalau begitu, kenapa 300jt tahun yg lalu tidak ada fosil burung?
    Dimanakah keanekaragaman burung pada masa 300 jt th yg lalu? Apakah ditemukan fosil burung dari masa tersebut?

  14. #414
    @doubtit: aslan tidak percaya dg radiometri pengukuran umur fosil/batuan/artefak dsb, karena menurut aslan (berdasarkan sumber terpecaya), radiometri hanya akal-akalan evolusionis agar sesuatu terlihat cukup tua dan berumur lama sehingga proses evolusi terjadi, jadi hanya akal2an evolusionis untuk mendukung teori mereka--sumber terpercaya tsb bahkan mengutip ucapan stephen hawking!--. jadi, mempertanyakan kepada beliau mengenai mengapa pada zaman dahulu makhluk hidup tidak se-beragam sekarang adalah hal yg gak relevan, karena zaman dahulu tsb belum tentu setua yg dimaksud.

    oh, ngomong-ngomong, jangan terjebak pada stereotif mengenai kata "mutasi". mutasi tidak selalu berefek negatif. banyak yg positif, meski sebagian besar mutasi yg terjadi di alam malah bersifat netral--jadi jangan takut gara2 mutasi, terjadi "rancangan awal yg kehilangan sebagian dari paket program."
    you can also find me here

  15. #415
    ah tentu saja, mutasi sendiri bisa berupa penambahan, pengubahan sebagian atau semua, serta pengurangan sebagian atau semua dari suatu "urutan kode"
    mau hasilnya positif ataupun negatif tidak ada hubungannya dengan definisi mutasi.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Saya percaya mahluk hidup diciptakan bertahap, manusia yg terakhir.
    Mengenai waktunya saya tidak tahu karena Radio Dating yg ada sekarang tidak cukup kredible, ngapain kita mendiskusikan suatu hal atas dasar asumsi2 yg tidak kredible.
    bagaimanakah, manusia diciptakan terakhir?

    menurut anda, mahkluk hidup tercipta dari apa? dari mahkluk hidup yg lain atau dari benda mati? apakah anda termasuk penganut paham biogenesis atau abiogenesis?

    menurut anda, Radio dating tidak kredible? boleh saya tahu, bagian mana yg menurut anda tidak kredibel?
    Last edited by doubtit; 08-04-2012 at 08:23 AM.

  16. #416
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by doubtit View Post
    ah tentu saja, mutasi sendiri bisa berupa penambahan, pengubahan sebagian atau semua, serta pengurangan sebagian atau semua dari suatu "urutan kode"
    mau hasilnya positif ataupun negatif tidak ada hubungannya dengan definisi mutasi.
    ya, setuju.
    Namun untuk bisa menghasilkan sebuah fungsi tubuh yg sempurna dibutuhkan sebuah rancangan DNA yg sempurna pula, itu sebabnya Positive Mutation tidak bisa ditemukan dilaboratorium, yg bisa terjadi hanyalah negative mutation yg dipandang dengan sikap optimis seperti kumbang yg kehilangan/kerusakan gen sayap (Negative), dipandang optimis karena ia tidak lagi beresiko tertiup angin dan jatuh ke laut.

    Seorang Profesor dibidang biologi molekular mengamati bahwa alam tidak bisa menghasilkan struktur genetika baru yg berfungsi baik atau lebih baik dari sebelumnya, apalagi kalau faktor pembentuknya adalah radiasi dan serangan virus, ibarat jutaan mobil toyota yg diserang hujan meteor dan berharap salah satunya bisa berubah menjadi pesawat boing 737.

    Secara teori, hujan meteor pasti mengubah, menambah, mengurangi, memodifikasi urutan konstruksi mobil toyota sehingga seorang bisa menghayalkan chance terjadinya pesawat karena peristiwa itu, namun hal itu membutuhkan iman yg sangat besar untuk percaya.

    menurut anda, Radio dating tidak kredible? boleh saya tahu, bagian mana yg menurut anda tidak kredibel?
    salah satu contoh,
    Pada 1993, DR Steve Austin mengambil sample batuan dari Mt. Helen yang meletus di 18 Mei 1980, lalu mengirim sample itu untuk diuji dengan radiometric dating di laboratorium independen.

    Hasilnya menunjukkan bahwa usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun.

    Penelitian ini mempermalukan para penganut Evolusi sehingga memicu perdebatan mengenai akurasi Radio Dating.

    Mengapa bisa terjadi ke tidak akuratan pada Radiomtric Dating ?

    Karena Pengukuran ini menggunakan beberapa ASUMSI yg sulit di ukur reliabilitasnya.

    Contohnya,
    Dr. Russ Humphreys meneliti bahwa penghitungan atom Helium di Kristal Zirkon bisa mengalami kecacatan karena Atom Helium bisa lolos dari dalam Zirkon. Helium adalah hasil peluruhan radioaktif.
    Maka semakin tua umur Kristal Zirkon, semakin banyak kemungkinan lolosnya atom Helium sehingga penelitian umur semakin tidak akurat.

    Dr. Andrew Snelling dari Sydney University meneliti terjadinya Radiohalos dan fissiontracks yg mengindikasikan terjadinya percepatan peluruhan uranium dimasa lalu.

    Ia juga meneliti batuan di Grand Canyon dan menemukan bahwa berbagai teknik radio dating menghasilkan range usia yg sangat berbeda :

    (a) 516±30 million years (the potassium-argon isochron age)
    (b) 1,111±81 million years (the rubidium-strontium isochron age)
    (c) 1,588±170 million years (the samarium-neodymium isochron age)

    Masih di Grand Canyon sebelah barat, batuan disana terbentuk dari erupsi2 yg sering terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun. Batuan ini di test menggunakan teknik rubidium-strontium isochron dan menghasilkan usia 1,143±220 juta tahun.

  17. #417
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by doubtit View Post
    anda berkata, bahwa jaman dahulu ada variasi lengkap dari suatu organisme. Kalau begitu, kenapa 300jt tahun yg lalu tidak ada fosil burung?
    Dimanakah keanekaragaman burung pada masa 300 jt th yg lalu? Apakah ditemukan fosil burung dari masa tersebut?
    Nenek moyang suatu species memiliki fariasi genetik yg lengkap, tapi tidak berarti semuanya sudah muncul kepermukaan karena banyak trait yg masih berada dalam "perpustakaan" genetika.

    Contoh yg terbaik adalah mengenai jenis2 Anjing.

    Pada jaman dahulu hanya ada Serigala, belum ada cihuahua, saint bernard atau bulldog, namun serigala ini memiliki semua trait dalam perpustakaan genetikanya, itu sebabnya manusia bisa membreed serigala menjadi cihuahua tapi tidak bisa membreed cihuahua menjadi serigala.

    Hal ini ditegskan oleh penemuan genetik di 22 november 2002.

    In the journal Science, November 22, 2002, researchers reported, “The origin
    of the domestic dog from wolves has been established… .
    We examined the mitochondrial DNA (mtDNA) sequence
    variation among 654 domestic dogs representing all major
    dog populations worldwide, … suggesting a common origin
    from a single gene pool for all dog populations.”

  18. #418
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    ya, setuju.
    Namun untuk bisa menghasilkan sebuah fungsi tubuh yg sempurna dibutuhkan sebuah rancangan DNA yg sempurna pula, itu sebabnya Positive Mutation tidak bisa ditemukan dilaboratorium, yg bisa terjadi hanyalah negative mutation yg dipandang dengan sikap optimis seperti kumbang yg kehilangan/kerusakan gen sayap (Negative), dipandang optimis karena ia tidak lagi beresiko tertiup angin dan jatuh ke laut.
    tubuh yg sempurna seperti apa? tidak ada tubuh yg sempurna. yg ada hanyalah tubuh yg menjamin kelangsungan hidupnya. tubuh manusia tidak lebih sempurna dari binatang lainnya. kalau berbicara otak, mungkin otak manusia lebih superior dari spesies lainnya. kalau bicara hidung, mungkin hidung anjing lebih superior dari spesies lainnya. kalau bicara mata, mungkin mata elang lebih superior dari spesies lainnya.
    tapi tidak ada spesies yg sempurna.

    bakteri pemproduksi B-Laktamase tidak lebih sempurna dari bakteri yg tidak memproduksinya. tp itu bisa membantunya untuk bertahan hidup dan meneruskan gen yg dimilikinya kepada anak2nya.
    jadi, menurut anda, lahirnya bakteri pemproduksi B-Laktamase apakah termasuk positive mutation ataukah negative mutation?
    Seorang Profesor dibidang biologi molekular mengamati bahwa alam tidak bisa menghasilkan struktur genetika baru yg berfungsi baik atau lebih baik dari sebelumnya, apalagi kalau faktor pembentuknya adalah radiasi dan serangan virus, ibarat jutaan mobil toyota yg diserang hujan meteor dan berharap salah satunya bisa berubah menjadi pesawat boing 737.

    Secara teori, hujan meteor pasti mengubah, menambah, mengurangi, memodifikasi urutan konstruksi mobil toyota sehingga seorang bisa menghayalkan chance terjadinya pesawat karena peristiwa itu, namun hal itu membutuhkan iman yg sangat besar untuk percaya.
    perubahan bentuk mobil toyotatidak bisa disamakan dengan perubahan bentuk badan organisme.
    tubrukan meteor pasti mengubah bentuk mobil -> ya, itu pasti
    mutasi gen pasti mengubah urutan DNA -> ya, itu pasti

    dalam perbandingan diatas, anda menyamakan mobil toyota sebagai bentuk badan mikroba, dan pesawat terbang sebagai bentuk manusia.
    yg benar adalah, mobil toyota disamakan sebagai "urutan kode DNA" mikroba, dan pesawat disamakan seperti "urutan kode DNA" manusia

    ya, [mutasi/tabrakan meteor] bisa mengubah [urutan kode DNA mikroba/Toyota] menjadi [urutan kode DNA manusia/Pesawat]

    bagaimana fenotipe yg dihasilkannya, tidak ada hubungannya dengan kemampuan mutasi merubah urutan kode.
    dan jgn lupa, dalam evolusi juga ada perkembangbiakan, sehingga bila variasi ada kode yg tidak stabil, maka variasi kode yg lebih stabil yg akan terus direplikasi.

    salah satu contoh,
    Pada 1993, DR Steve Austin mengambil sample batuan dari Mt. Helen yang meletus di 18 Mei 1980, lalu mengirim sample itu untuk diuji dengan radiometric dating di laboratorium independen.

    Hasilnya menunjukkan bahwa usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun.

    Penelitian ini mempermalukan para penganut Evolusi sehingga memicu perdebatan mengenai akurasi Radio Dating.

    Mengapa bisa terjadi ke tidak akuratan pada Radiomtric Dating ?

    Karena Pengukuran ini menggunakan beberapa ASUMSI yg sulit di ukur reliabilitasnya.

    Contohnya,
    Dr. Russ Humphreys meneliti bahwa penghitungan atom Helium di Kristal Zirkon bisa mengalami kecacatan karena Atom Helium bisa lolos dari dalam Zirkon. Helium adalah hasil peluruhan radioaktif.
    Maka semakin tua umur Kristal Zirkon, semakin banyak kemungkinan lolosnya atom Helium sehingga penelitian umur semakin tidak akurat.

    Dr. Andrew Snelling dari Sydney University meneliti terjadinya Radiohalos dan fissiontracks yg mengindikasikan terjadinya percepatan peluruhan uranium dimasa lalu.

    Ia juga meneliti batuan di Grand Canyon dan menemukan bahwa berbagai teknik radio dating menghasilkan range usia yg sangat berbeda :

    (a) 516±30 million years (the potassium-argon isochron age)
    (b) 1,111±81 million years (the rubidium-strontium isochron age)
    (c) 1,588±170 million years (the samarium-neodymium isochron age)

    Masih di Grand Canyon sebelah barat, batuan disana terbentuk dari erupsi2 yg sering terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun. Batuan ini di test menggunakan teknik rubidium-strontium isochron dan menghasilkan usia 1,143±220 juta tahun.
    sebenarnya saya ingin berkata, bahwa "usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun", adalah bukan usia meletusnya gunung tersebut, tetapi usia terbentuknya element pada batu tersebut.
    akan tetapi, akan lebih jelas kalau saya mempelajarinya lebih lanjut.
    mungkin sdr Aslan bisa memberikan link referensinya disini?
    Pada jaman dahulu hanya ada Serigala, belum ada cihuahua, saint bernard atau bulldog, namun serigala ini memiliki semua trait dalam perpustakaan genetikanya, itu sebabnya manusia bisa membreed serigala menjadi cihuahua tapi tidak bisa membreed cihuahua menjadi serigala.

    Hal ini ditegskan oleh penemuan genetik di 22 november 2002.
    In the journal Science, November 22, 2002, researchers reported, “The origin
    of the domestic dog from wolves has been established… .
    We examined the mitochondrial DNA (mtDNA) sequence
    variation among 654 domestic dogs representing all major
    dog populations worldwide, … suggesting a common origin
    from a single gene pool for all dog populations.”
    karena saya belum melihat referensi lengkapnya, saya hanya bisa menanyakan, apakah "srigala" yg dimaksud pada kalimat pertama dan "single gen pool" yg dimaksud pada kalimat ketiga adalah sama?
    apakah anda bisa memberikan link referensinya? rasanya saya perlu membacanya terlebih dahulu.
    Last edited by doubtit; 09-04-2012 at 12:05 AM.

  19. #419
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by doubtit View Post
    tubuh yg sempurna seperti apa? tidak ada tubuh yg sempurna. yg ada hanyalah tubuh yg menjamin kelangsungan hidupnya.
    Ya jelas maksud saya bukan tubuh sempurna seperti malaikat, maksud saya adalah tubuh yg berfungsi sempurna, misalnya paru2 yg berfungsi menyerap oksigen dan mendistribusikannya kedalam darah, hal ini tidak mungkin terjadi karena suatu kebetulan.

    bakteri pemproduksi B-Laktamase tidak lebih sempurna dari bakteri yg tidak memproduksinya. tp itu bisa membantunya untuk bertahan hidup dan meneruskan gen yg dimilikinya kepada anak2nya.
    jadi, menurut anda, lahirnya bakteri pemproduksi B-Laktamase apakah termasuk positive mutation ataukah negative mutation?
    Mari kita bahas lebih dalam mengenai rancangan DNA dan mutasinya.

    Resistensi Bakteri adalah satu contoh bagus bahwa rancangan gen baru tidak pernah tercipta begitu saja, kemunculan bakteri resisten adalah bukti dari NATURAL SELECTION, saya pernah membaca hal ini yaitu antibiotik membunuh banyak strain bakteri yg tidak memiliki daya tahan terhadap obat tersebut namun menyisakan strain bakteri YG kurang reaktif terhadap molekul antibiotik tersebut,
    ketidak reaktifan ini sebenarnya adalah suatu Negatif Mutation karena bakteri ini KEHILANGAN sebagian dari rancangan DNA asal, namun kebetulan hal ini membuatnya terlindung dari antibiotik, dilingkungan tanpa antibiotik justru bakteri strain ini lebih lemah dari bakteri yg tidak termutasi.

    analoginya: ada serangga yg special hidup dirambut mausia dan mengeluarkan racun yg mematikan (mewakili antibiotik), sebagian besar umat manusia punah karena hal ini (mewakili bakteri) namun ada sebagian manusia yg tetap hidup karena mengalami kebotakan, kebotakan adalah Negatif mutation karena manusia kehilangan sebagian informasi DNA

    Selain itu ada juga penambahan rantai DNA seperti yg anda sebutkan.
    Namun terjadinya rantai baru bukan merupakan program baru !

    DNA pembentuk B-Laktamase tidak mungkin terjadi secara random, Program ini sudah ada sejak lama di banyak bakteri yg kemudian masuk ke urutan DNA bakteri Staphiloccocus Aurelius.

    Ini tetap berbeda dari teori Evolusi karena DNA pembentuk B-Laktamase sangat rumit dan tidak mungkin terjadi secara acak.

    Analoginya:
    Anda punya komputer dengan OS Windows 7, kemudian anda memasukkan program Photoshop kedalamnya.
    Teori Evolusi percaya bahwa program Photoshop bisa terjadi secara random.

    Bagi para ilmuwan yg bergerak dibidang biologi molekular, pembentukan program photoshop secara random adalah omong kosong.

    Memang Windows 7 bisa menerima berbagai macam paket2 program, tapi tidak mungkin paket program2 ini terjadi secara random.

    Teori Evolusi percaya bahwa program2 semcam Photoshop, Excel, Antivirus dll bisa terjadi secara random dengan mengurutkan bahasa mesin,
    Bahasa komputer jauh lebih sderhana daripada bahasa DNA, komputer hanya menggunakan 0 dan 1, nah coba saja kombinasikan 0 dan 1 secara acak, bisakah terjadi program photoshop ?



    sebenarnya saya ingin berkata, bahwa "usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun", adalah bukan usia meletusnya gunung tersebut, tetapi usia terbentuknya element pada batu tersebut.
    akan tetapi, akan lebih jelas kalau saya mempelajarinya lebih lanjut.
    mungkin sdr Aslan bisa memberikan link referensinya disini?

    karena saya belum melihat referensi lengkapnya, saya hanya bisa menanyakan, apakah "srigala" yg dimaksud pada kalimat pertama dan "single gen pool" yg dimaksud pada kalimat ketiga adalah sama?
    apakah anda bisa memberikan link referensinya? rasanya saya perlu membacanya terlebih dahulu.
    Mengenai link mudah saja, silahkan google kata kunci ini "Mt Helen radiometric"

    ingat ya, ini pekerjaan para ahli geologi, mereka tidak mungkin salah paham antara usia batuan dengan usia letusan.
    Yang saya tahu, lelehan lahar itu mereset usia batuan, dengan cairnya batuan karena suhu tinggi maka molekul doughter isotop akan terlepas keudara sehingga perhitungan usia akan dimulai dari 0, tanpa peristiwa ini maka semua usia batuan adalah sama yaitu sesuai usia terbentuknya bumi.
    Justru konsep menghitung usia batuan adalah menghitung kapan batuan itu membeku dari lava.

    Konsep menghitung usia fosil adalah menghitung kapan fosil tersebut mati, karena setelah mati hewan/tumbuhan itu tidak lagi memperoleh carbon dari udara atau dari manapun, sejak saat itulah dougter isotop mulai dihitung peluruhannya.

    Intinya Radiometric Dating menggunakan banyak asumsi2, kesalahan pada salah satu asumsi akan menghasilkan kesalahan penghitungan.

    Contoh, asumsi bahwa sample tidak terkontaminasi molekul yg sama dengan doughter isotop dari sumber lain, asumsi bahwa sample mendapatkan radiasi kosmik yg sama disetiap jaman (penghitungan C14), asumsi bahwa sample tidak mengalami lolosnya molekul sejak awal terjadinya hingga ribuan/jutaan tahun saat dilakukan penghitungan dst dst...

    ---------- Post added at 03:59 PM ---------- Previous post was at 03:33 PM ----------

    Saat Darwin membuat hipotesa Evolusi, beliau belum tahu mengenai DNA.

    Pengamatan Darwin hanya mengenai kemiripan tubuh mahluk hidup, dari kemiripan ini beiau membayangkan bahwa mahluk2 yg tubuhnya mirip tentu penya hubungan kekerabatan.

    Namun setelah ilmu pengetahuan menemukan DNA, hipotesa Darwin tidak terbukti.

    Misalnya kemiripan antara tangan/kaki manusia dengan tangan/kaki katak.
    Secara visual orang bisa berkata bahwa manusia dengan katak memeiliki kekerabatan karena konstruksi tulang tangan/kaki beserta otot2nya sangat mirip.

    Namun para peneliti telah membuktikan bahwa antara tangan/kaki manusia dan katak memiliki perbedaan program DNA yg sangat jauh.
    Bahkan proses pertumbuhan tangan/kaki manusia jauh berbeda dari katak sejak embrio.

    Lalu pengikut paham Evolusi merevisi pandangan mereka, kini mereka membuat hipotesa baru yaitu kemiripan DNA antar mahluk hidup membuktikan kekerabatan.

    Sebetulnya satu fenomena bisa di interpretasikan menjadi beberapa hipotesa, sayangnya orang evolusi menutup pandangan mereka dari hipotesa2 lainnya.

    Kemiripan DNA dan kesamaan bahan pembentuk DNA (protein) tidak harus di interpretasikan sebagai persamaan kekerabatan.

    Mahluk hidup perlu memiliki komponen tubuh dari bahan yg serupa karena Tuhan menciptakan mahluk hidup untuk saling berinteraksi, itu sebabnya tumbuhan, hewan dan manusia sama2 terbuat dari Protein, sehingga bisa saling memakan dan berinteraksi.

    Kemiripan DNA menyebabkan manusia bisa menggunakan kera atau tikus untuk mencoba obat2an bagi manusia (ternyata tikus memiliki tingkat kemiripan DNA dengan manusia jauh lebih tinggi daripada simpanse).

    Selain itu kemiripan tubuh mahluk hidup juga tidak harus di interpretasikan sebagai suatu kekerabatan namun karena kesamaan fungsional, itu sebabnya tangan kera mirip dengan tangan manusia mirip juga dengan tangan katak karena berfungsi untuk mencengkram.

    Ibarat ban motor mirip dengan ban mobil karena fungsinya sama, namun ban motor diciptakan di pabrik swallow ban mobil diciptakan di pabrik Goodyear, meskipun tangan manusia mirip dengan hewan tapi secara DNA berbeda.

    Cabang biologi molekular juga menemukan bahwa rancangan DNA mahluk hidup sangat rumit dan tidak mungkin terbentuk secara acak (saya menganalogikan dengan program photoshop yg tercipta karena rancangan seseorang).

    Teori Evolusi percaya bahwa manhluk hidup dimulai dari mahluk ber sel 1 yg sederhana, dengan DNA yg sederhana lalu sejalan dengan waktu terbentuk program2 DNA yg canggih seperti program mata yg bisa menangkap cahaya, telinga yg bisa menginterpretasikan suara, jantung yg bisa menjalankan peredaran darah dst dst... hal ini membutuhkan imajinasi yg terlalu besar.

    orang2 di jaman Darwin, orang melihat mahluk bersel 1 itu adalah mahluk yg sederhana, mereka pikir mahluk2 seperti itu mudah terbentuk dari unsur2 bumi seperti tanah, air, mineral dll
    Namun setelah adanya mikroskop elektron, orang baru sadar bahwa mahluk bersel 1 pun sangat rumit dan terancang dengan baik, sedikit kerusakan disebagian tubuhnya akan membunuh mahluk ini, orang juga menemukan Virus.
    Virus yg dulu pernah disebut sebagai perantara benda mati dengan mahluk hidup ternyata sangat canggih dan mengagumkan.
    Last edited by AsLan; 09-04-2012 at 04:35 PM.

  20. #420
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Mengenai link mudah saja, silahkan google kata kunci ini "Mt Helen radiometric"

    ingat ya, ini pekerjaan para ahli geologi, mereka tidak mungkin salah paham antara usia batuan dengan usia letusan.
    Yang saya tahu, lelehan lahar itu mereset usia batuan, dengan cairnya batuan karena suhu tinggi maka molekul doughter isotop akan terlepas keudara sehingga perhitungan usia akan dimulai dari 0, tanpa peristiwa ini maka semua usia batuan adalah sama yaitu sesuai usia terbentuknya bumi.
    Justru konsep menghitung usia batuan adalah menghitung kapan batuan itu membeku dari lava.

    Konsep menghitung usia fosil adalah menghitung kapan fosil tersebut mati, karena setelah mati hewan/tumbuhan itu tidak lagi memperoleh carbon dari udara atau dari manapun, sejak saat itulah dougter isotop mulai dihitung peluruhannya.

    Intinya Radiometric Dating menggunakan banyak asumsi2, kesalahan pada salah satu asumsi akan menghasilkan kesalahan penghitungan.

    Contoh, asumsi bahwa sample tidak terkontaminasi molekul yg sama dengan doughter isotop dari sumber lain, asumsi bahwa sample mendapatkan radiasi kosmik yg sama disetiap jaman (penghitungan C14), asumsi bahwa sample tidak mengalami lolosnya molekul sejak awal terjadinya hingga ribuan/jutaan tahun saat dilakukan penghitungan dst dst...
    Saintis sadar bahwa setiap metode pengukuran mengandung kesalahan. Karena itu utk mengukur umur batuan tidak hanya menggunakan radiometri, tapi juga biostratigrafi dan metode-metode geologi lainnya. Jadi kalo kaum teis mau menyanggah kebenaran umur batuan, bukan dgn menunjukkan adanya kesalahan pada suatu metode, karena kesalahan pengukuran itu hal yg niscaya, melainkan dgn menunjukkan ketidakkonsistenan antara hasil pengukuran satu metode dgn metode lainnya.

Page 21 of 32 FirstFirst ... 11192021222331 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •