Page 2 of 6 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 109

Thread: Memusuhi komunitas Ahmadiyah

  1. #21
    nah lo
    gw bilang juga apa?
    makanya kitab berjuluk "Tadzkiroh" yng dinisbatkan kpd Gulam Parwez
    itu isinya spt apa?, jgn2 hanya semacam kitab fikih klasik karya para imam
    spt misal Al-Umm karya Imam Syafe'i atau Al-Muwatha karya imam Malik
    jatoh2nya khilafiyah al furu'iyah dong? (perbedaan yng bukan prinsip)
    mana tau kan?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  2. #22
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Iseng2 saya baca
    http://hardi.web.id/index.php?option...area&Itemid=76

    Disitu dikatakan bahwa Mirza Gulam Ahmad sebenarnya Al-masih yg dijanjikan. Kalau begini Ahmadiyah bukan mempercayai nabi baru tapi nabi lama yg datang kembali, sama dengan kepercayaan Islam lainnya yg meyakini akan datangnya Al-Masih.
    Bedanya bagi Ahmadiyah Al-Masih itu sudah datang.

    Berarti tuduhan bahwa Ahmadiyah percaya nabi baru kurang tepat.

  3. #23
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    nah lo
    gw bilang juga apa?
    makanya kitab berjuluk "Tadzkiroh" yng dinisbatkan kpd Gulam Parwez
    itu isinya spt apa?
    , jgn2 hanya semacam kitab fikih klasik karya para imam
    spt misal Al-Umm karya Imam Syafe'i atau Al-Muwatha karya imam Malik
    jatoh2nya khilafiyah al furu'iyah dong? (perbedaan yng bukan prinsip)
    mana tau kan?
    Cek di sini TADHKIRAH

    Silahkan anda komentari, kitab seperti apa Tadzkirah tsb
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  4. #24
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Pertanyaanku tetap sama,
    selain masalah akidah, adakah yang membahayakan dari Ahmadiyyah sehingga harus dibubarkan?
    Jadi menurut anda, masalah aqidah itu bukan masalah yang penting ?

    Berati boleh dong menurut anda dalam Islam ada paham bahwa tuhan itu menjelma menjadi manusia, dan kita katakan <<<< ini masalah aqidah yang tidak membahayakan umat Islam ? maka tidak apa2 untuk disebarkan dan diajarkan pada generasi Islam selanjutnya
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  5. #25
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Jadi menurut anda, masalah aqidah itu bukan masalah yang penting ?

    Berati boleh dong menurut anda dalam Islam ada paham bahwa tuhan itu menjelma menjadi manusia, dan kita katakan <<<< ini masalah aqidah yang tidak membahayakan umat Islam ? maka tidak apa2 untuk disebarkan dan diajarkan pada generasi Islam selanjutnya
    kalau tidak disebarkan dan diajarkan ke generasi Islam selanjutnya ?

  6. #26
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    kalau tidak disebarkan dan diajarkan ke generasi Islam selanjutnya ?
    Setahu saya, MUI pun tidak melarang hal ini selama ini berlaku di intern Ahmadiyah sendiri, dan hal ini diatur dalam SKB 3 Menteri soal Ahmadiyah sbb :
    Keputusan Bersama Menteri Agama No 3 tahun 2008, Jaksa Agung Nomor Kep- 033/A/JA/6/2006, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 199 Tahun 2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.

    Kesatu: Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.

    Kedua: Memberi peringatan dan memerintahkan penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.

    Ketiga: Penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.

    Keempat: Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketenteraman dan ketertiban kehidupan masyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

    Kelima: Warga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan atau perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Keempat dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Keenam: Memerintahkan kepada aparat pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan pelaksaksanaan Keputusan Bersama ini.

    Ketujuh: Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

    Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2008

    Menteri Agama Muhammad M Baysuni
    Jaksa Agung Hendarman Supandji
    Menteri Dalam Negeri H Mardiyanto
    Selama tidak melanggar point satu dan dua, ya tidak apa-apa.

    Btw, SKB ini juga dibuat untuk melindungi Ahmadiyah juga loh agar mereka terhindar dari sikap anarkis Islam fanatik. Namun sayang, SKB ini malah dianggap sebagai penghalang ekspansi Ahmadiyah.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  7. #27
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    gak disebarkan gimana....ada jamaah ahmadiyah dikeluarin dari Balai Arkeologi gara2 itu Balai dipake buat nyebarin ajarannya di Ciekusik (tuh si perekam)

  8. #28
    bro Asum
    trim's linknya yak [jempol]

    Menilik overview mereka disini, mirip spt yng disampaiken oleh bro Aslan
    sptnya mereka identik dng sekte dlm islam yng meyakini akan datangnya Al-Mahdi/Mesiah
    Katakanlah klo dibandingkan dng Syi'ah 12 imam yng meyakini akan datangnya Al-Mahdi
    sbg penerus nabi tuk meluruskan penyelewengan islam. Ahmadiyah agaknya demikian juga.

    Bedanya, Syi'ah 12 imam meyakini Al-Mahdi akan turun nanti (sekarang maseh gha'ib)
    Kaum Ahmadiyah mendeclare Al-masih sudah turun, figur panutan mereka (baca Mirza Gulam)
    itulah sbg perwujudannya.

    Kesamaannya : meyakini adanya figur semacam Mesiah yng turun diakhir jaman
    Perbedaannya : Syi'ah 12 imam dapat diterima sbg bagian dari sekte islam, Ahmadiyah no way!
    Pertanyaan berikutnya: apakah ini hanya terjadi di Indonesia aja yak?



    [garuk2 : mode ON]
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  9. #29
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Di pakistan, tempat lahirnya Ahmadiya, mereka juga mendapat penindasan. Tapi menurut saya yg namanya IMAN itu takkan mempan ditindas, kecuali seluruh pengikutnya dibunuh 100% tak bersisa.

    Iman itu tak bisa dipaksa, kalaupun ada orang yg bisa dipaksa berubah iman, paling hanya kedok luar saja.

  10. #30
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Hmm... Mesias... Bukan nabi berati. Sebaiknya kita mengerti dulu sbh paham sblm menghakimi.

  11. #31
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Coba baca dulu sampe tuntas, kalo pengen versi offline bisa download di sini : http://www.alislam.org/library/books/Tadhkirah.pdf

    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  12. #32
    Ini sekedar sharing. Kebetulan dulu saya juga mempelajari ajaran Ahmadiyah ini, tapi mohon dikoreksi kalo salah (maklum dah lama banget).

    Gini, Setahuku perbedaan utama Ahmadiyah dengan umat muslim pada umumnya adalah dalam memahami Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi. Jika umat Islam pada umumnya mengartikan bahwa tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad, maka Ahmadiyah mengartikan bahwa penutup para Nabi itu berarti Nabi terakhir yang membawa syariat. Jadi Ahmadiyah beranggapan bahwa yang ditutup (disegel?) itu Syariahnya jadi Nabi masih turun tapi tidak membawa syariah baru. Nah, Nabi tanpa syariah baru ini adalah Mirza Gulam Ahmad dan juga diakui sebagai Messiah.

  13. #33
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Hanya ikutan share neh... Adikku sekolah di SMA Piri, tepatnya milik yayasan Ahmadiyah.. Ada pelajaran ke-ahmadiyah-an... Bukunya aku cari-cari lagi ga ketemu.. Yang jelas dulu aku pernah baca, ahmadiyah ada dua macam setidaknya. Yang satu mengimani Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi dan yang satu lagi hanya menganggap Mirza Gulam Ahmad sebagai imam besar, tidak kurang dan tidak lebih. Di Sekolah adikku itu menganut Mirza Gulam Ahmad sebagai imam besar dan Nabi Muhammad SAW tetap nabi yang terakhir...
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  14. #34
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Git.. apakah dengan adikmu sekolah di SMA milik yayasan Ahmadiyah, trus adikmu tertarik untuk bergabung dengan jamaah Ahmadiyah?

    @danalingga dan @Aslan
    Beberapa orang menganggap Nabi itu sekedar pembawa naba, kabar, pembawa berita. Jadi versi Lahore ini mirip dengan Submitter waktu Rashad Khalifa mengaku jadi nabi.


    Aku udah baca Tadzkira sekilas (sekedar catatan: Tadzkira itu bahasa urdu-persia yang artinya kumpulan catatan) dan gak mengubah pandanganku malah membenarkan apa yang pernah kubaca sebelumnya tentang Ahmadiyah.

  15. #35
    Quote Originally Posted by kandalf View Post

    @danalingga dan @Aslan
    Beberapa orang menganggap Nabi itu sekedar pembawa naba, kabar, pembawa berita. Jadi versi Lahore ini mirip dengan Submitter waktu Rashad Khalifa mengaku jadi nabi.
    Sebenarnya banyak tarekat yang berpandangan seperti ini. Tapi rata-rata menyembunyikan diri dan tidak terang-terangan seperti Ahmadiyah sehingga tidak menumbulkan masalah. Disitulah mengapa saya bilang berulangkali: "sing waras ngalah". Contohnya ya tarekat-tarekat itu.

  16. #36
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Git.. apakah dengan adikmu sekolah di SMA milik yayasan Ahmadiyah, trus adikmu tertarik untuk bergabung dengan jamaah Ahmadiyah?
    Aku ndak tahu.. Yang jelas waktu itu adikku punya kartu anggota remaja ahmadiyah.. Tapi di pelajaran Agama Islam di Sekolahnya juga dinyatakan dengan tegas bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  17. #37
    pelanggan
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    di depan monitor
    Posts
    292
    kalo tadzkiroh itu adalah kumpulan wahyu berati sang penerima wahyu adalah Rosul sekaligus Nabi, karena Nabi belum tentu Rosul.

    lah pertanyanane kalo M Ghulam A bukan Nabi, kok iso yo terima wahyu..........kepriye toh ??:p

  18. #38
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Sebenarnya banyak tarekat yang berpandangan seperti ini. Tapi rata-rata menyembunyikan diri dan tidak terang-terangan seperti Ahmadiyah sehingga tidak menumbulkan masalah. Disitulah mengapa saya bilang berulangkali: "sing waras ngalah". Contohnya ya tarekat-tarekat itu.
    jadi yg gak waras yg di luar tarekat2 itu ya boss

    yg waras itu yg memehami khataman nabiyyiin sbg penutup para nabi atau yg menganggap sbg cincin para nabi? yang mana nich ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  19. #39
    @Asum: kalo nganggap mereka yang nggak waras, ya situ ngalah donk.

  20. #40
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    @Asum: kalo nganggap mereka yang nggak waras, ya situ ngalah donk.
    Repot deh klo sekedar main kata2, yang jelas da'wah kepada kebaikan itu wajib. Banyak sekali dalil ayat al-Qur'an yang memerintahkan amr ma'ruf dan nahi munkar seperi QS3:104; QS3:110; 3:114; QS9:71; QS9:112.

    Bahkan Rasulullah saw bersabda :

    حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كِلَاهُمَا عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ وَهَذَا حَدِيثُ أَبِي بَكْرٍ قَالَ أَوَّلُ مَنْ بَدَأَ بِالْخُطْبَةِ يَوْمَ الْعِيدِ قَبْلَ الصَّلَاةِ مَرْوَانُ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ الصَّلَاةُ قَبْلَ الْخُطْبَةِ فَقَالَ قَدْ تُرِكَ مَا هُنَالِكَ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
    Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan]. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin al-Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] keduanya dari [Qais bin Muslim] dari [Thariq bin Syihab] dan ini adalah hadits Abu Bakar, "Orang pertama yang berkhutbah pada Hari Raya sebelum shalat Hari Raya didirikan ialah Marwan. Lalu seorang lelaki berdiri dan berkata kepadanya, "Shalat Hari Raya hendaklah dilakukan sebelum membaca khutbah." Marwan menjawab, "Sungguh, apa yang ada dalam khutbah sudah banyak ditinggalkan." Kemudian [Abu Said] berkata, "Sungguh, orang ini telah memutuskan (melakukan) sebagaimana yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman." (HR. Muslim)

    Dikatakan وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ (Itulah selemah-lemah iman) bagi yang فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ (jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya) <<< merupakan jalan terakhir.

    Dan dalil ini merupakan syari'at diwajibkannya ber-amar ma'ruf nahi munkar secara individu, dalam arti hukumnya adalah fardhu 'ain.

    Maka, keliru jika anda melihat kemungkaran (tentunya diukur sesuai syari'at) kemudian anda sekedar diam tidak ada upaya dan hanya berkata : "kalo nganggap mereka yang nggak waras, ya situ ngalah donk" <<<< anda membiarkan kemungkaran itu terjadi
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

Page 2 of 6 FirstFirst 1234 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •