Page 4 of 41 FirstFirst ... 2345614 ... LastLast
Results 61 to 80 of 807

Thread: [ Road to DKI-1 ] Jokowi diusung jadi Gubernur DKI

  1. #61
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    gak apa2, ketimbang gus ipul, dari menteri jadi wagub

  2. #62
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by choodee View Post
    Gw lebih milih dahlan iskan

    Tapi jadi turun pangkat ya dr mentri bumn ke gubernur?
    gurbernur mana dulu...
    gurbernur DKI gengsinya cuma setingkat dibawah Presiden RI

  3. #63
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Aku akan memilih Jokowi kalau Faisal Basri tersingkir.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  4. #64
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    faisal basri akan kerepotan ngelawan DPRD utk merealisasikan program2nya. ahok jebolan golkar n loncat ke gerinda 4 DKI2

  5. #65
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    faisal basri akan kerepotan ngelawan DPRD utk merealisasikan program2nya. ahok jebolan golkar n loncat ke gerinda 4 DKI2
    Foke yang banyak dukungan partai akhirnya juga kesulitan.
    Mendingan pilih yang anti partai sekalian.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  6. #66
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    eh ini ada cerita

    Spoiler for 1:
    JAKARTA, KOMPAS.com — Ada Prabowo Subianto, mantan Pangkostrad yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, di balik munculnya duet Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Bermula ketika bursa pencalonan gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta mulai menghangat, Ahok mendapat pesan singkat dari seseorang yang belum dikenalnya.

    "Ahok, kamu dicari oleh Prabowo." Begitu bunyi pesan yang masuk ke BlackBerry mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Namun, bapak tiga anak itu tak begitu menggubris pesan bersangkutan. "Saya cuekin saja, saya kira paling hanya main-main saja," ujar Ahok dalam wawancara khusus dengan Tribun Jakarta, Selasa (20/3/2012).

    Ahok kemudian mulai mempercayai pesan itu ketika kerabatnya di Bangka-Belitung mencoba menghubunginya. Ahok mendapat cerita, Prabowo sampai mengutus pengurus Partai Gerindra Bangka-Belitung untuk menghubungi dirinya.

    "Mereka (pengurus Gerindra) mengaku bingung karena SMS yang dikirim enggak pernah saya jawab. Telepon juga tidak diangkat," kata Ahok. Singkat cerita Ahok diminta bertemu dengan orang kepercayaan Prabowo di Plaza Indonesia, Jakarta.

    Bukannya Ahok yang menemui, melainkan ia menyuruh seorang stafnya. Utusan Ahok ditolak. "Saya hubungi, dia bilang saya ditunggu di Plaza Indonesia pukul 17.00," kenangnya.

    Setelah bertemu sang utusan, Ahok diminta untuk bertemu Prabowo di lokasi yang sama pukul 21.00. Ahok hanya menanggapi ajakan itu dengan tawa. "Dia (Prabowo) kan mau mencalonkan kamu sebagai wakil gubernur," ujar Ahok menirukan ucapan orang kepercayaan Prabowo.

    Ketika tiba waktu ditentukan, Ahok melihat Hasyim Djojohadikusumo (adik Prabowo) yang mengatakan dirinya ditunggu Prabowo di dalam ruangan.

    Ahok sempat grogi. "Eh bener nih Pak Prabowo. Dia (Prabowo) menawarkan santap malam, tapi karena saya sudah makan akhirnya hanya memesan air putih," tutur anak pasangan Indra Tjahaja Purnama (alm)-Buniarti Ningsih.

    Saat itu berkumpul pula petinggi Gerindra. Ia hanya mengingat, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik ikut hadir. Selama dua jam Ahok berbincang dengan Prabowo mengenai Jakarta. Ia membeberkan tentang sistem tranportasi ideal bagi Jakarta.

    Pengalaman selama satu tahun sebagai staf ahli membantu mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, menjadi modal. Sampai akhirnya sebuah keputusan dikeluarkan Prabowo.

    "Saya mau Ahok. Pokoknya Jokowi-Ahok. Ini putusan kita," ujar Prabowo seperti ditirukan Ahok. Saat itu Prabowo lansung meminta M Taufik bertemu PDI Perjuangan untuk berkonsolidasi.

    Padahal, saat itu PDI Perjuangan sudah mulai mendekatkan Fauzi Bowo dengan Adang Ruchiyatna (kader PDI Perjuangan). Minggu pun berganti. Berita di berbagai media mengenai pemilukada diwarnai berbagai spekulasi pasangan kandidat.

    Tak pelak berbagai pemberitaan itu nyaris membuat kepercayaan Ahok goyah. Ahok menghubungi orang kepercayaan Prabowo. "Saya bertanya, benar nggak sih saya dipilih. Dia langsung mem-forward SMS dari Pak Prabowo. Isinya keputusan final Jokowi dan Ahok. Kalau PDI Perjuangan tidak mau, Gerindra tak dukung siapa pun," kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar ini.

    Sampai hari pendaftaran terakhir di KPU Jakarta, 19 Maret 2012, Ahok belum juga mendapat kepastian. Padahal, Ahok harus mengikuti rapat tim seleksi komisioner KPU di Komisi II DPR. Akhirnya, Ahok melapor ke Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar.

    "Pagi-pagi aku BBM (Blackberry Messengger) Pak Agun, minta izin tak mengikuti rapat Komisi II DPR karena menunggu pengumuman PDI Perjuangan," katanya. Ahok juga minta dipindahkan dari Komisi II.

    Beberapa saat kemudian, Ahok menerima kabar dari Tjahjo Kumolo. Sekjen PDI-P itu meminta Ahok merapat ke kantor Megawati Institute di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta. "Begitu datang saya disalamin. Katanya Ibu Megawati sudah setuju kamu jadi calon wakil Jokowi," katanya. (Ferdinand/Yogi Gustaman)


    yaeyalah smsnya gak dijawab2. masa kata2nya gini "Ahok, kamu dicari prabowo"
    siapa jg yg ga takut di sms ky bgitu

    Spoiler for 2:
    JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama diyakini akan membawa perubahan pada Jakarta. Alasannya, Jokowi-Ahok, sapaan akrab pasangan itu, dinilai akan memberikan sentuhan berbeda dalam menata Jakarta.

    "Jokowi-Ahok kami yakin akan memberikan sentuhan kemanusiaan dalam menata Jakarta. Kalau sekarang, penataan lebih didasarkan atas nama kekuasaan," kata Ketua Asosiasi Pengusaha, Pedagang Kaki Lima dan Juru Parkir Gajah Mada-Hayam Wuruk saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Kamis (22/3/2012).

    Menurut Lieus, panilaiannya bukanlah sanjungan kosong. Pasangan ini telah memberi bukti nyata saat memimpin daerah masing-masing. Jokowi selalu mengutamakan dialog dengan warga sebelum mengambil kebijakan.

    "Warganya di Solo tidak merasa jadi obyek pembangunan. Mereka justru merasa dihargai, diwongke, dimanusiakan," ujar Lieus.

    Lieus menganggap Ahok sudah teruji selama menjabat Bupati Belitung Timur dan anggota DPR RI. Ia menyebut pria yang berasal dari kampung 'Laskar Pelangi' itu sebagai tokoh yang bersih, transparan, dan profesional. Pendapat ini merujuk pada pembenahan birokrasi dan upayanya mengentaskan warga dari jerat kemiskinan yang dilakukan Ahok selama menjabat Bupati Belitung.

    "Dia mungkin satu-satunya anggota DPR dan bupati yang memilih transparan menjelaskan ke warga pertanggungjawaban duit negara yang dia digunakan," kata Lieus.

    Kombinasi dua tipikal pemimpin seperti inilah yang menurut Lieus akan menghadirkan perubahan pada Jakarta. Pedagang kecil, rakyat jelata mengharapkan pembaharuan sentuhan baru yang memanusiakan mereka dan menempatkan mereka sebagai pemangku kepentingan pembangunan kota.

    "Ini dasyat untuk pembaharuan Jakarta," kata Lieus.

    Hal serupa dikatan Apong, pedagang jam di lantai dasar Glodok City. Dia menyatakan belum mengenal pasangan Jokowi-Ahok secara pribadi. Namun dia mengaku sudah mendengar kelebihan-kelebihan mereka.

    "Saya dari Jawa, jadi sudah dengar dari teman-teman di Solo soal Pak Jokowi. Dia disenangi banyak orang di sana," kata Apong yang mengaku akan pasangan berlatar belakang pengusaha itu.

    Edo, pedagang elektronik di Lantai 1 Glodok City, juga mengemukakan hal serupa. "Jokowi dan Ahok Ideal. Kami bisa berharap apa yang sudah dilakukan di Solo dan Belitung bisa juga dibawa ke Jakarta," tutur Edo.


    eh ada yg tau gak rekam jejak Ahok ini?



    http://megapolitan.kompas.com/read/2...pinang.Prabowo

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  7. #67
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    tadinya PDIP jg mau ngusung foke, tp tau demokrat ngusung foke juga, instruksi b'ubah jd menarik jokowi ke jkt

  8. #68
    Wah, Ahok ternyata mantan bupati ya? Berarti dua-duanya pernah di-birokrasi tuh.

  9. #69
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by GiKu View Post
    kalau dia terpilih, kira2 dia akan menuntaskan masa kerjanya atau loncat lagi ?

    gw akan pilih orang yg tau betul kondisi jakarta
    Tau tapi gak bisa berbuat apa-apa, buat apa?

  10. #70
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    pilkada begini. this is not something about our voice. it's something about power.
    *pesimis


    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  11. #71
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    pesimis ah Jokowi...
    kayaknya mah si kumis lagi tuh yang kepilih...

  12. #72
    Pakar Memematika Ray Surya's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    4,449
    rakyat DKI masih pada mau nyoblos kumis kah?
    R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora

  13. #73
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    keliatannya sih nggak ada org yg milih Foke lagi. cuman, apapun bisa terjadi di Lapangan.
    waktu Pemilu juga, sptnya Amien Rais menang dimana2..tp hasil akhirnya No 3
    sama seperti Mega-Prabowo..sptnya juga menang dimana2, tp kenapa hasil akhirnya?

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  14. #74
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    susah ditebak, apalagi bang kumis didukung sama demokrat, apapun bs terjadi. mega-prabowo kalah, titik lemahnya di mega

  15. #75
    Quote Originally Posted by spears View Post
    keliatannya sih nggak ada org yg milih Foke lagi. cuman, apapun bisa terjadi di Lapangan.
    waktu Pemilu juga, sptnya Amien Rais menang dimana2..tp hasil akhirnya No 3
    sama seperti Mega-Prabowo..sptnya juga menang dimana2, tp kenapa hasil akhirnya?
    Emang lo ngelihatnya dimana Spears? Jangan jangan di kampus sama internet doank.
    Pemilih kebanyakan justru malah di-desa2 yang cuma liat dari tipi sama denger
    petuah orang terpandang.

  16. #76
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    di TV
    di desa2 justru Megawati itu terkenal. Prabowo juga
    nah lo liat dimana, Dana?

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  17. #77
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    bukan masalah ngetopnya. istilahnya aksepbilitynya apa ya, dikenal tapi bukan yg paling diingkan. eh BTT

  18. #78
    Quote Originally Posted by spears View Post
    di TV
    di desa2 justru Megawati itu terkenal. Prabowo juga
    nah lo liat dimana, Dana?
    Yang ngetop pasti SBY, soale dah terbukti SBY menang.
    Salah survey kali jeng Spers nya nih.

  19. #79
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kalo lembaga survey pas diajuin ke publik kayaknya ada 3 aspek : popularitas, kapabilitas, n probabilitas gitu?

  20. #80
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    ~ Ahok Janjikan Air Kali Ciliwung Siap Minum ~
    http://www.tempo.co/read/news/2012/0...ung-Siap-Minum

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahja mengaku tengah merencanakan air bersih siap minum bagi masyarakat Kota Jakarta. “Kami sudah punya teknologinya," kata Ahok usai diskusi bertajuk “Jakarta Punya Cerita” di Restoran Warung Daun, Cikini, Sabtu 24 Maret 2012. "Nanti kami buktikan dengan alat ini, air kali Ciliwung bisa langsung diminum.”

    Diskusi ini menjadi debat publik tak resmi pertama sejumlah calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Selain Ahok, calon gubernur yang hadir antara lain gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, yang diusung oleh Partai Golkar dan Demokrat. Ada pula calon gubernur jalur independen Faisal Basri dan Didik J. Rachbini yang dipasangkan dengan Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Ahok, pasangan Wali Kota Solo Joko Widodo, berjanji mempersiapkan solusi cepat dan kreatif untuk mengatasi permasalahan air bersih. Dia menceritakan, ada alat pemurni air produksi luar negeri yang dapat memurnikan air kali Ciliwung menjadi siap minum. “Kalau alat ini bisa diadakan tentu air bersihnya bisa gratis,” Ahok menambahkan.

    Ketersediaan air bersih, menurut Ahok, menjadi penting karena berkaitan erat dengan masalah sanitasi. “Kalau masyarakat bisa menikmati air bersih kesehatan bisa terjamin.”

    Secara jangka panjang, Ahok menyiapkan program pipanisasi air bersih. “Jangan sampai jaringan pipanya bocor di mana-mana.”

    Dia juga mengingatkan agar masyarakat menengah bawah bisa mengakses air bersih dengan harga semurah mungkin.


    dari

    menjadi


    alat yang diperlukan

Page 4 of 41 FirstFirst ... 2345614 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •