ide bagus tuh, daripada dunia kepenuhan manusia, tuh bayi2nya dibunuh aja ya, kan masuk surga
saya masuk neraka, ga papa deh![]()
Yang berpendapat Euthanasia tidak boleh ,
bagaimana pendapat anda dengan kontrasepsi ?
Tidakkah itu menghalangi potensi kehidupan ?
Jika euthanasia diperbolehkan, harus seizin
yang bersangkutan, tidak ? JIka ybs
saking kolapsnya tak bisa berkomunikasi, bisakah
kita berinisiatif melakukannya ?
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-
Kalo sel sperma belum bertemu sel telur maka belum jadi manusia, masih berupa sel tubuh biasa sama seperti potong rambut atau potong kuku...
gak bisa bareng, kan ruang buat cewek sama cowok dipisahOriginally Posted by purba
![]()
Mungkin pertama dinyatakan dulu bahwa hidup seseorang adalah milik orang tersebut. Tapi susah juga. Jika orang tsb punya anak, maka hidupnya bukan miliknya saja, tetapi milik anaknya juga sampai batas tertentu. Misalkan seseorang tidak punya anak, tetapi memiliki keponakan. Ketika orang tua dari keponakannya itu tidak ada, maka hidupnya pun menjadi milik keponakannya juga. Jadi kesimpulannya selama ada anak2 maka kehidupan orang dewasa bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga milik anak2 tsb. Kehidupan spesies dewasa selain miliknya sendiri adalah juga milik anak2nya hingga batas waktu tertentu. Sehingga tidak bertanggungjawab jika spesies dewasa melenyapkan hidupnya sendiri, sementara hidupnya itu juga dimiliki oleh yg lain.
![]()
Ow ada definisi begitu ya ?
Kalo gw pribadi sih Embrio tetap manusia, meskipun masih tergantung pada host nya tapi embrio itu sudah punya kode genetik sendiri yg berbeda dari sang host...
Contoh... Orang tua yg sudah sakit parah dan tergantung pada mesin life support, apa bukan manusia lagi karena tergantung pada host ?
(pada kasus ini host nya mesin...)
Apa ndak sebaliknya, orang dewasa yang kolaps semacam ini sebetulnya ndak diperlukan lagi
malah bisa menjadi beban pada turunan dan keluarganya (maaf kedengaran sangat kejam).
Justru karena hidup orang dewasa bukan hanya miliknya sendiri, kematiannya juga
bukankah juga milik bersama-sama ?
´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
-John Adams-
secara pragmatis orang dewasa yang kolaps memang tidak diperlukan lagi dan menjadi beban. tapi rasa hutang budi memang sesuatu yang subjektif. kupikir orang dewasa yang bertanggung jawab adalah orang yang bisa mengambil keputusan / instruksi dan sudah mempersiapkan diri sebelum saat kolaps itu terjadi, supaya tidak merepotkan anak2 ato turunannya.
Kayaknya harus hati2 dengan definisi "manusia" saat berada di kandungan.
Definisi "ketergantungan" pada host rasanya sengaja dibuat untuk melegalkan aborsi.
Janin yg katanya masih tergantung pada host itu kalau dikeluarkan dari rahim masih hidup untuk beberapa saat.
Sama seperti seorang yg berada didalam kapal selam, kalau dikeluarkan (kedalam laut) ya masih hidup untuk beberapa saat... ketergantungan orang pada kapal selam tidak membuat orang tersebut bukan manusia lagi.
Ada banyak cerita mengenai orang yg mengalami koma dan hidupnya harus dibantu oleh mesin, setelah beberapa waktu akhirnya dia bisa bangkit dan sehat kembali.
Baca postingan gw deh mon...
yang ini...
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Tapi kalo gak punya uang banyak gimana? Hidup dgn mesin butuh biaya besar. Seperti kasus yg saya ajukan sebelumnya, ada orang tua kolaps dan bayi baru dilahirkan prematur yg sama-sama butuh biaya besar utk kelangsungan hidupnya dan biaya tsb tidak bisa terbagikan antara keduanya, maka mana yg kita pilih, menyewa mesin utk mendukung orang tua kolaps atau utk bayi tsb?
Saya memilih menyewa mesin utk mempertahankan hidup bayi tsb.![]()
trit ini bikin aku sakit hati, aku mau euthanasia saja ::
because, imagination is a part of reality-
anak bisa bikin lagi. lagian anak kan kalo mati langsung masuk surga.
nah yg tua2 diselamatkan biar punya kesempatan buat tobat.
![]()