yang pasti, kalau yang percaya akherat... Akankah penderitaannya berakhir jika disuntik mati? Belum tentu..karena hidup abadi itu di akherat nanti...
Di akherat belum tentu tidak ada rasa sakit..boleh jadi malah sakitnya abadi...
yang pasti, kalau yang percaya akherat... Akankah penderitaannya berakhir jika disuntik mati? Belum tentu..karena hidup abadi itu di akherat nanti...
Di akherat belum tentu tidak ada rasa sakit..boleh jadi malah sakitnya abadi...
IMHO,
Sebenarnya menurut saya jika di A di euthanasia, A sedang memikirkan "penderitaan" sanak saudara dan sanak famili untuk merawat dia, dengan pengorbanan Tenaga, Uang, dan lain lain. Toh si A juga udah ga bisa diajak ngomong (misalnya).
Masalah agama / kepercayaan memang sulit dijabarkan. Lagipula menurut saya A yang mungkin sudah tidak berfungsi lagi otaknya (tergantung penyakit), sudah tidak bisa memikirkan kepercayaannya, agama, dan lain lain. CMIIW, ada calon Euthanasia yang tiba2 masuk ke suatu agama (Tobat), itu juga atas petunjuk keluarga, bukan pribadi.
Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the "present".
Don't be too concerned about what was and what will be, keep living the present.
Kalau semua dikait-kaitkan sama Tuhan dan agama kayaknya sulit.
Sulitnya gimana, gini (ceramahmoden), kalau semuanya dihubungkan dengan IZIN Tuhan baru boleh berbuat. Kesannya manusia itub adalah mahkluk yang sangat manja dan menerimo segala sesuatunya dari perintah Tuhan. Kalau pakai bahasa urdunya: ga punya isiniatif sendiri.
Dan ujung-ujungnya nnanti bisa gini:
- Masa potong rambut ga bisa ---> belum diijinin sama tuhan
- Masa operasi (usus buntu, nisalnya) ---> belum diijinin sama tuhan
- dan yang kayak gitu-gitu.
Susah kan? makanya perlu dibedakan dulu. Ini dipandang dari sudut mana?![]()
Apakah hidup harus selalu diperjuangkan ?
Bayangkan kalau ada seorang kakek berusia 89 tahun, suatu pagi ia pingsan dan mengalami gagal jantung, hidupnya pelan2 akan segera berakhir dengan tenang, diatas ranjangnya sendiri diantara keluarganya.
Keluarganya memanggil paramedis.
Paramedis yang datang itu apakah harus memperjuangkan hidup si kakek ?
Apakah si kakek perlu diberi pertolongan pertama agar bisa "kembali hidup" ?
Kurasa tidak harus diperjuangkan. Cuman tentu saja pemikiran itu ujungnya tergantung pada prioritas orang yang menjalani hidupnya
Kalo saya uda sakit gitu, lebih baik saya pilih masuk hospice ato ngambil rute pallative care dan menghabiskan sisa2 hidup dengan menikmatinya ato spend some time dengan family ato temen ato mencoba hal2 yang selama ini ingin dilakukan, daripada menghabiskan duit dan rasa sakit ato penderitaan lebih panjang untuk 'sembuh' ato 'hidup'
Kecuali di kasus orang2 yang mencoba bunuh diri tapi ga sukses ya?![]()
Yang menghidupkan dan mematikan manusia adalah tuhan. Dikasih hidup minta hak mati ke manusia, Klo dia mati minta hak hidup ke manusia?
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com
Btw, on a side note, minggu lalu pas saya mampir di perpustakaan deket rumahku, ada ketemu majalah bilingual dari taiwan, dari situ saya baru tau ternyata di taiwan kalo seorang pasien terminal dikasi life support untuk tetep 'hidup', life support itu secara legal tidak boleh dicabut, bahkan oleh keluarganya. Sedangkan kalo saat sebelum dikasi life support, keluarga masi bisa memutuskan mo ngasi life support ato ngga. Ini dengan asumsi si pasien sendiri sudah dalam keadaan tidak bisa membuat keputusan ya.
Implikasinya, anggota keluarga berada di posisi serba salah, bahkan terpecah karena perbedaan kehendak. Idealnya tentu saja dari muda ato sebelum ada apa2, orang2/pasien sudah ada bikin pernyataan dalam bentuk surat resmi, mo CPR (di-resuscitate alias dikasi support/diselamatkan) ato DNR (do not resuscitate/jangan dikasi support). Ini akan mempermudah anggota keluarganya untuk membuat keputusan di masa depam nanti.
Dan baru2 ini di sana baru dibikin hukum yang menyediakan opsi supaya anggota keluarga bisa mengambil keputusan di kasus demikian, jadi kalo di suatu saat ingin memutuskan untuk mencabut life support, mereka tidak kena ancaman hukum. Cukup menarik
Ada quote dari majalan itu yang menurutku bagus untuk direnungkan.
Some say that death is not the real tragedy: it is the meaningless suffering that results when life is prolonged beyond natural limits.
To live or to die? To avoid leaving that question for your loved ones, perhaps everyone should think carefully about their own end-of-life issues. Are you willing to accept medical treatment such as endotracheal intubation, cardiac massage, cardiac shock or CPR in order to extend your life beyond its natural end?![]()
Paramedis di Belanda sedang memperjuangkan hak untuk menolak pertolongan kepada Manula.
CPR bukannya tidak beresiko, seringkali orang tua yg tulangnya sudah rapuh bisa patah tulang rusuk bila menerima CPR karena tak kuat menerima tekanan di dada. Kalaupun dia tak jadi mati, rusuk yg patah bisa melukai paru2 dan membuatnya lebih menderita.
Paramedis punya tugas harus menyelamatkan orang apapun situasinya, padahal seringkali menurut pertimbangan mereka banyak orang yg seharusnya dibiarkan meninggal saat itu.
Ngasi cpr juga liat2 lah. Cpr untuk anak dan manula kan beda dengan cpr untuk orang dewasa biasa. Lagipula cpr kan first aid yah. Yang pasiennya udah di dalam rumah sakit, mungkin ada cara yang laen lagi (saya bukan dokter soalnya). Prasaan kejutan listrik itu juga termasuk sejenisnya.
Saya juga merasa tidak semua orang 'pantes' diselamatkan, terutama setelah mengetahui sejarah ato niat pasiennya. Tapi untuk orang2 yang memberikan pertolongan pertama tentu tidak akan tau mengenai ini. Yang penting diselamatkan dulu, baru nanya belakangan.
Natural end itu seperti apa? Apakah ketika detak jantungnya berhenti berarti sudah sampai pada natural end?To live or to die? To avoid leaving that question for your loved ones, perhaps everyone should think carefully about their own end-of-life issues. Are you willing to accept medical treatment such as endotracheal intubation, cardiac massage, cardiac shock or CPR in order to extend your life beyond its natural end?
klo pas Yasser Arafat dulu, dia dianyatakan "meninggal" setelah aktifitas otaknya berhenti sama sekali. sebelum aktifitas otaknya berhenti, dia masih dianggap "hidup" padahal seluruh fungsi tubuhnya udah gak berfungsi sama sekali. cmiiw![]()
you can also find me here