Page 1 of 4 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 76

Thread: Bapak...harus bekerja?

  1. #1
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679

    Bapak...harus bekerja?

    well, karena ini thread manajemen keluarga, saya punya beberapa cerita yang terekam di mata dan otak saya...


    cerita 1

    kebetulan ada tetangga baru, ngontrak persis di sebelah rumah. Awalnya seneng juga, karena ada anak kecil seumuran Nadhira, pikir2 mudah2an bisa jadi teman main Nadhira. Ternyata eh ternyata, sulit si suami adalah bapak rumah tangga, alias bener2 ngurusin rumah, sepertinya jobless. Blio ya ngurus anak, masak, ngurus rumah dll (ini menurut si induk semang), sedang si istri jadi guru di sebuah sekolah kejuruan di kota saya. Saya sebenernya tidak mempermasalahkan keadaan itu. Toh itu kehidupan rumah tangga mereka, kalau mereka enjoy masak gwe keberatan? Cumaaaaaa gwe jadi kasian sama anaknya, dilarang keluar rumah sama bapaknya, karena si bapak ogah keluar rumah jagain anaknya yang mau main2 ke tetangga atau mungkin ogah berbaur dengan pembantu2 yang kebetulan nemenin anak majikannya main? ga tau juga...ngeliatnya jadi ga sehat aja buat anaknya. Pernah suatu ketika, si anak disapa oleh almarhum Mama, eh si anaknya langsung nyamperin, karena ada Nadhira. Mungkin mau ngajak Nadhira main, eh tapi dipanggil bapaknya masuk rumah, dan tanpa melihat ada orang tua lagi di depan pager rumahnya (almarhum mama, red), pintu rumah ditutup ga pake basa-basi ato senyum. Mama sih ga sakit hati, cuman terus keluar komentar, "Gitu deh kalau suami yg di rumah, dia jadi malu mau bertetangga."

    Apakah itu betul? I don't know. Tapi yang jelas, sudah hampir 6 bulan keluarga itu ada di lingkungan kita, tapi kami tetangganya gak ada yang kenal mereka secara dekat, gwe malah ga tau nama dua orang itu sampe mereka ikut takziah waktu Mama meninggal. Itu juga gegara amplop duka mereka tulis jelas2 nama mereka dan pake dalam kurung (tetangga sebelah)

    Kehidupan rumah tangga mereka, gwe ga tau pasti. Cuman gwe liat mereka kayak autis sama sekitar. Masak pagi2 subuh udah bangun eh nyetel radio kenceng2...gwe yakin selorong denger semua, karena beberapa tetangga di lorong ngedumel gegara suara radio itu, termasuk pembantu di rumah ngomel2 merasa bising.



    cerita 2:

    ini tetangga lain, tetangga lama. Si suami ini ikut proyek2 pemda gitu, jadi kerjanya fleksibel. tapi duitnya juga fleksibel Jadi si istri memutuskan buat jualan, buka warung sama jualan di pasar juga, buat menutupi pengeluaran sehari2 yang pas suaminya lagi gak menghasilkan gitu. Sayangnya, namanya proyek pake lelang n dia cuman ikut yang punya CV gitu, maka seringnya dia ga dipake tenaganya sama bossnya, akibatnya ya ga ada penghasilan. Maka kemungkinan 80% keluarga itu menggantungkan penghasilan si istri yang buka warung kelontong iya, jualan gorengan, es rujak sama lontong sayur iya, eh subuh2 masih jualan gorengan sama jajanan di pasar. Dari cerita si istri, dia bangun jam 2 pagi buat prepare jualan di pasar, trus pulang langsung prepare jualan di rumah, abis itu menjelang jam 11an dia sambil masih masak2 buat warung juga ngelayani yang beli. Suaminya? Cuma diserahi ngurus si anak perempuan mereka yang balita. Itu juga gak 100%. Si anak lebih suka "mengganggu" ibunya yang lagi sibuk sama dagangannya. Suami itu juga ga coba nyuci kek, bersih2 rumah kek, setrika kek...bener2 cuman naro badan di rumah itu. Apalagi taunya tahun ini, menurut cerita si istri, suaminya gak dapet proyekan.



    well...ada yang mau nanggapin?

  2. #2
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Cari suami baru?

    laki2 musti punya harga diri, kalaupun kondisi finansial lagi ga baik, paling tidak bantu istri yang sudah susah payah menopang perekonomian keluarga.
    Ntar lanjut kalau udah pake kompi
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  3. #3
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Laki-laki bekerja itu adalah suatu keharusan...
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  4. #4
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    At Home Dad





    suruh nonton dorama ini, Bun
    Last edited by Ronggolawe; 29-02-2012 at 12:33 PM.

  5. #5
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    saya pribadi sih merasa bapak ga harus bekerja, ga masalah dengan bapak yang stay home, dan ibu yang bekerja

    cuman selama stigma masyarakat mengenai bapak rumah tangga masi ada, yah susah juga praktekinnya tanpa dipandang miring oleh orang laen / tetangga
    it requires a very secure man to pull that off, terutama di negara2 asia

  6. #6
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    karena kita di Indonesia terutama yang bagi orang jawa, laki-laki itu harus bekerja...
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  7. #7
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    @ndugu: gw jg ga masalah, tp yg masalah justru si suami sendiri, jd ga berani b'tetangga

  8. #8
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    makanya, suami yang mo jadi bapak rumah tangga perlu mempunyai rasa pede dan kecuekan yang tinggi. tidak mudah menjadi stay home dad di indo karena pasti banyak (note: tetangga / teman / sodara2) yang nyinyir dengan fakta itu

    secara value, saya pribadi merasa itu bukan hal yang salah. ibu bisa jadi ibu rumah tangga, kenapa ga bapak?
    suami / bapak juga perlu emansipasi

  9. #9
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    well, karena ini thread manajemen keluarga, saya punya beberapa cerita yang terekam di mata dan otak saya...
    cerita 2:

    ini tetangga lain, tetangga lama. Si suami ini ikut proyek2 pemda gitu, jadi kerjanya fleksibel. tapi duitnya juga fleksibel Jadi si istri memutuskan buat jualan, buka warung sama jualan di pasar juga, buat menutupi pengeluaran sehari2 yang pas suaminya lagi gak menghasilkan gitu. Sayangnya, namanya proyek pake lelang n dia cuman ikut yang punya CV gitu, maka seringnya dia ga dipake tenaganya sama bossnya, akibatnya ya ga ada penghasilan. Maka kemungkinan 80% keluarga itu menggantungkan penghasilan si istri yang buka warung kelontong iya, jualan gorengan, es rujak sama lontong sayur iya, eh subuh2 masih jualan gorengan sama jajanan di pasar. Dari cerita si istri, dia bangun jam 2 pagi buat prepare jualan di pasar, trus pulang langsung prepare jualan di rumah, abis itu menjelang jam 11an dia sambil masih masak2 buat warung juga ngelayani yang beli. Suaminya? Cuma diserahi ngurus si anak perempuan mereka yang balita. Itu juga gak 100%. Si anak lebih suka "mengganggu" ibunya yang lagi sibuk sama dagangannya. Suami itu juga ga coba nyuci kek, bersih2 rumah kek, setrika kek...bener2 cuman naro badan di rumah itu. Apalagi taunya tahun ini, menurut cerita si istri, suaminya gak dapet proyekan.

    well...ada yang mau nanggapin?
    ini saya mo nanggepin yang cerita kedua.
    menurutku di sini suami yang ga bener. again, saya ga masalah dengan suami yang tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar. tapi dengan catatan si suami ini harus bekerja di rumah, dalam arti pekerjaan rumah tanggal seperti ngepel, bersih2, masak, ngasuh anak. kalo dia tinggal di rumah tapi cuman ongkang2 kaki, trus istri yang kerja di luar, trus pulang juga masi harus ngurus rumah, ya itu ga bener.

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    gmn dgn cerita ke2? ga kerja iya, ga mau ngurus rumah iya

  11. #11
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Wah gmn ya... Gw jg punya 2 oom yg jd "bapak rumah tangga" alias stay at home, yg satunya mayan berkecukupan krn istrinya kepala suster rs, yg satunya ancur. Pandangan gw, dua2nya cowo hopeless, ya krn urusan rumah tangga istri jg sebagian yg ngerjain.

    Klo di kasus bunda, gmn ya, gw lebih respect cowo yg jd tukang aspal jalan drpd stay at home di rumah jaga anak

  12. #12
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    nah itu pandangan umumnya.
    bisa jadi dilihat dari sisi gini, pekerjaan RT itu adalah sebuah profesi.
    ketika suami tidak mengambil profesi di luar, dan memilih di dalam rumah, sehingga istri yang ambil profesi di luar rumah, maka kasusnya seperti kata ndugu, kemungkinan masih bisa dimaklumi. walau kebiasaan di kita tidak memandang pekerjaan di RT itu sebagai profesi.

    tapi kalau di rumah ogah2an, kerja kagak, apalagi morotin istri, ngerokok jalan terus, mending tendang aja tuh laki keluar rumah...
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  13. #13
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    menurut saya suami punya pegangan, ga harus kerja tiap hari/pergi ke kantor,
    yang penting bisa memberikan jaminan kehidupan buat istri dan anaknya,
    membuat mereka merasa aman

  14. #14
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Masalahnya kalo contoh kasus 2 oom ku itu, ya suami kek ga punya kharisma lagi, istri bs nyuruh ini itu, karena si istri merasa kalo dia punya andil paling lebih di RT. gw ingat yg baru nikah ini kakak temen gw, dia kerjanya cuman main game di kamar, ga maw kerja, kuliah ga selesai, masukin lamaran kerja aja ga maw, disuruh nyambi sama bapaknya kerja ga maw, pokoknya main game seharian, istri barunya? Kta temen gw itu istrinya bahkan ga maw dateng pas disuruh ke rumah ortu si cowo, alasannya sibuk kerja, ya si suami cuman mingkem ikut si istri doank

    Jadi selama ini sih gw ga bisa ngeliat suami yg jadi RT itu ada kharismanya, kebanyakan toh si suami yg ga kerja gitu pasti ada rasa mindernya, dan rasa minder itu yg bikin tu para cowo jadi "kurang"

  15. #15
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    sebenarnya tergantung kesepakatannya juga.
    ada kasus juga kaya gini.
    istri beasiswa ke LN.
    suami ama anaknya ikut. nah selama istri ke luar pas kuliah, suami di rumah jaga anak, ikut bantu beres2 dlsb.
    sebenarnya itu masalah kesepakatan aja untuk kasus2 tertentu.

    tapi kalau merujuk ke agama, kalau di Islam yang berkewajiban untuk menafkahi itu suami.
    jadi gimana pun, suami harus kerja kalau bagi saya.
    minimal kebutuhan sehari2 tercukupi lah
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #16
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Sebenarnya juga bukan sampe harus pendapatan suami harus lebih besar dr suami, tp yg gw tekankan itu effort sang suami, kecuali sang suami emang disabled yak, jadi ga bs kerja, tp sepanjang masih mampu kenapa cmn stay at home?

    Kalo kasusnya ke istri skul ke LN itu, keknya kan cmn temporary, kalo balik ke indo lagi suami kerja lagi ya ga masalah sbnrnya.

  17. #17
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    umum kan menanggap suami sebagai pemimpin rumah tangga, seperti dijelaskan bu chan
    jadi memberikan nafkah kepada istri menjadi salah satu kewajiban suami. jika tidak mampu
    memenuhi tanggung jawab itu, rasa hormat sang istri terhadap pemimpinnya akan berkurang
    seperti choodee sampaikan, sang istri merasa mampu dan lebih berkontribusi dibandingkan
    suaminya. karena di plot sebagai pemimpin, pada situasi itu, suami akan merasa tidak berdaya
    / gagal dalam menghadapi istri ataupun lingkungan sekitarnya.

  18. #18
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    nah itu, gw lupa nambahin cerita ke2, istrinya tiap hari ngomel2in suami n anaknya yg gede gegara apa2 ga beres

  19. #19
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    saya pribadi melihat suami dan istri sama2 mempunyai andil dalam keluarga, dan mempunyai tanggung jawab yang sama rata. asalkan faktor2 yang membuat rumah tangga itu berdiri dipenuhi. tidak masalah jika terjadi perubahan peran, i.e. suami jadi bapak rumah tangga, istri mencari nafkah di luar rumah. again, perlu saya tekankan, jadi bapak rumah tangga berarti mengerjakan pekerjaan rumah tangga ya, bukan ongkang2 kaki saja.

    saya justru merasa tidak adil terhadap laki2 kalo mereka hanya dibolehkan sebagai pencari nafkah saja, dan tidak boleh jadi bapak rumah tangga. sama tidak adilnya terhadap istri kalo mereka hanya dibolehkan menjadi sebagai ibu rumah tangga saja, dan tidak sebagai pencari nafkah (ato istilah keren yang suka dipake kaum feminis - wanita karir )

    menurutku itu diskriminasi gender
    dunia terlalu ngefokus pada "wanita yang ditindas", dalam kasus seperti ini saya justru merasa "suami ditindas", karena mereka dituntut seperti ini, padahal istri juga sama2 punya andil dalam keluarga.

    Quote Originally Posted by choodee View Post
    Jadi selama ini sih gw ga bisa ngeliat suami yg jadi RT itu ada kharismanya, kebanyakan toh si suami yg ga kerja gitu pasti ada rasa mindernya, dan rasa minder itu yg bikin tu para cowo jadi "kurang"
    memang susah jadi laki2
    dan saya tidak bisa menyalahkan suami yang merasa minder begini, bagaimana tidak kalau masyarakat pada umumnya masih mempunyai ekspektansi seperti di bawah ini? itu faktor satu.
    faktor dua, kalo suami itu merasa minder, itu pasti karena dia sendiri juga memegang value yang sama, dalam arti dia merasa dia harus berperan sebagai pencari nafkah, dan jika tidak, itu mengancam rasa egonya. makanya, untuk suami menjadi bapak rumah tangga, dia perlu bisa melepaskan pandangan itu, dan perlu mempunyai tingkat kepedean yang tinggi.

    cuman tidak semua orang bisa melakukan itu karena kembali ke faktor pertama. siklus mematikan

    Quote Originally Posted by choodee View Post
    gw lebih respect cowo yg jd tukang aspal jalan drpd stay at home di rumah jaga anak
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    menurut saya suami punya pegangan, ga harus kerja tiap hari/pergi ke kantor,
    yang penting bisa memberikan jaminan kehidupan buat istri dan anaknya,
    membuat mereka merasa aman

  20. #20
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Apapun alasannya, seorang laki-laki harus bekerja...
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

Page 1 of 4 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •