Page 4 of 4 FirstFirst ... 234
Results 61 to 76 of 76

Thread: Bapak...harus bekerja?

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    kalo ndak kerja, dimana harga dirinya sebagai seorang laki-laki?? Ndak ada kaitannya sama agama..
    Harga diri itu apa? Jadi ente kerja kantoran supaya tidak disepelekan orang karena harga diri ente mahal? Atau apa?

    Seperti disebutkan TS, bisa saja istri kerja kantoran, suami kerja rumahan, tetapi kendalanya mungkin persepsi masyarakat. Tapi kalo keadaan seperti itu justru membantu kelancaran rumah tangga pasangan istri-suami tadi, apa bukan malah lebih baik?



    ---------- Post added at 03:18 PM ---------- Previous post was at 03:11 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    minimal 3 bulan, choode...dan itu disebutkan adalah jika suami dengan sengaja tidak menafkahi lahir bathin minimal 3 bulan (eh bener ga sih? chek buku nikah ) nah istri berhak menuntut cerai. tapi itu kan hak, kalau istri tidak mempergunakan ya gpp...keduanya masih dalam pernikahan yang sah
    Makanya ane tanya, apakah ada dalil Quran yg membolehkan suami di rumah, sementara istri di luar?
    Ane tanya begitu karena ada postingan yg mengatakan suami wajib kerja di luar dgn alasan ajaran agama (Islam dlm kasus ini).


  2. #2
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Harga diri itu apa?
    harga diri ya harga diri, kebanggaan...
    Jadi ente kerja kantoran supaya tidak disepelekan orang karena harga diri ente mahal? Atau apa?
    tentu saja..
    Seperti disebutkan TS, bisa saja istri kerja kantoran, suami kerja rumahan, tetapi kendalanya mungkin persepsi masyarakat.
    ya benar, persepsi masyarakat.. Dan aku adalah bagian dari masyarakat itu.
    kalo situ ndak suka, situ boleh kok keluar dari masyarakat...

    Tapi kalo keadaan seperti itu justru membantu kelancaran rumah tangga pasangan istri-suami tadi, apa bukan malah lebih baik?
    hanya teori...
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  3. #3
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    harga diri ya harga diri, kebanggaan...
    Jika alasannya kebanggaan, apakah ente akan tetap bekerja meski gak dibayar?

    ya benar, persepsi masyarakat.. Dan aku adalah bagian dari masyarakat itu.
    kalo situ ndak suka, situ boleh kok keluar dari masyarakat...
    Masyarakat macam2. Ada masyarakat yg tidak mempermasalahkan istri kerja kantoran suami kerja rumahan. Ada juga yg mempermasalahkannya. Dan yg mempermasalahkan tsb bukan karena harga diri, melainkan karena adat kebiasaan. Jadi ente tidak masuk golongan masyarakat manapun ketika alasannya harga diri.



    hanya teori...
    TS sendiri menunjukkan bahwa istri kerja kantoran dan suami kerja rumahan adalah sebuah fakta. Kenapa fakta itu ada? Karena keadaan seperti itulah yg dapat menyelesaikan permasalahan pasangan suami-istri tsb.

  4. #4
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Tapi gara2 purba nanya, gw jadi kepikiran jg, kan ada dalil (atau surah? Maaf ilmu saya cetek) yg bilang kalo suami ga nafkahin istri lahir batin lebih dr 6 bulan cmiiw maka itu udah cerai cmiiw.

    Trus kalo suami lumpuh, ga bisa nafkah lahir batin lagi, tapi sang istri masih cinta dan maw ngurus suaminya gimana? Aakah mreka dianggap bukan suami istri lagi?

  5. #5
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    minimal 3 bulan, choode...dan itu disebutkan adalah jika suami dengan sengaja tidak menafkahi lahir bathin minimal 3 bulan (eh bener ga sih? chek buku nikah ) nah istri berhak menuntut cerai. tapi itu kan hak, kalau istri tidak mempergunakan ya gpp...keduanya masih dalam pernikahan yang sah

  6. #6
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    mlintir mulu. cari sendiri, gugling aja. lu kan pinter, pur. katanya mendewakan akal

  7. #7
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    mlintir mulu. cari sendiri, gugling aja. lu kan pinter, pur. katanya mendewakan akal
    Kalo akhirnya disuruh googling sendiri, trus buat apa ente bikin topik?

    Di sini ada yg tidak setuju istri di kantor suami di rumah dgn alasan ajaran agama dan alasan harga diri. Ane minta penjelasan lebih lanjut dari masing-masing alasan tsb. Utk yg beralasan ajaran agama, bagaimana kalo suaminya terhalang secara fisik, apakah tetap dituntut juga atau bagaimana? Utk yg beralasan harga diri, apa maksudnya, apakah harga dirinya menjadi murah ketika menjadi suami rumah tangga atau bagaimana?

  8. #8
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Katanya udah baca threadnya dari awal. Udah banyak yang respon, selalu ada pengecualian.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #9
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    kalo baca dr awal lalu masih ngeyel, gw malah mikir purba cuma pengen menampilkan keegoisan, demi harga diri semata

  10. #10
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    dgn suami di rumah m'batasi sosialisasi anak dan tdk bs mengkuti kegiatan anak di rumah n sekolah? gmn partnershipnya?

  11. #11
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    dgn suami di rumah m'batasi sosialisasi anak dan tdk bs mengkuti kegiatan anak di rumah n sekolah? gmn partnershipnya?
    Suami bukan sebab tidak adanya sosialisasi. Ada juga kasus anak-anak yg diurus istri di rumah tetapi tetap tidak ada sosialisasi. Ada juga kasus meski suaminya yg di rumah tetapi anak-anak tetap sosialisasi. Seperti ane bilang, ini masalah adat kebiasaan. Kasus2 yg TS angkat adalah anomali yg terjadi di masyarakat. Jika suatu ketika kasus2 tsb menjadi banyak, itu bukan anomali lagi, tetapi sudah menjadi adat kebiasaan baru dari suatu masyarakat.

    Dulu, di Indonesia umumnya suami kerja luaran, istri kerja rumahan. Ketika ada istri kerja luaran juga, persepsi masyarakat waktu itu masih melihatnya sebagai keganjilan. Tapi sekarang sudah menjadi hal biasa suami dan istri kerja luaran. Yg masih anomali adalah istri kerja luaran, suami rumahan. Mengapa fenomena tsb terjadi? Tuntutan zaman. Rumah tangga perlu ongkos. Ketika istri yg bisa memenuhi ongkos tsb, sementara suami tidak, ya sang suami kerja rumahan: cuci piring, nganter anak, ngepel lantai, jemur pakaian, dlsb. Jadi perannya menjadi fleksibel, yg penting rumah tangganya dulu selamat.

    Kalo harus mengikuti harga diri misalnya. Suatu ketika sang suami tidak bisa kerja luaran dan istri harus tetap di rumah, apa anak2nya mau dikasih makan cah batu lada hitam atau kayu goreng mentega?


  12. #12
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    memang ada pengecualian kl lu baca dr awal, pur. yg b'masalah spt kasus ke2. udah ga m'hasilkan ngurus rmh sm anak ogah

    ---------- Post added at 08:16 PM ---------- Previous post was at 08:01 PM ----------

    dr 2 kasus yg gw jelasin, justru para bapak yg ga keluar dr kotak. yg 1 m'buat anak ga b'sosialisasi, lainnya ga bantu2

  13. #13
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    dr 2 kasus yg gw jelasin, justru para bapak yg ga keluar dr kotak. yg 1 m'buat anak ga b'sosialisasi, lainnya ga bantu2
    Kasus yg ke-1 tidak bisa digeneralisasikan menjadi keburukan suami pekerja rumahan. Ane juga punya beberapa kasus suami pekerja rumahan tapi tidak ada masalah dgn sosialisasi anak2nya. Jadi kasus ente yg ke-1 tsb menunjukkan ada masalah dgn personalitas sang suami tsb. Mungkin sang suami orang yg tertutup, terlalu protektif, parno, vampire wanabi, dsb. Atau bisa juga sang suami gak mampu mengatasi persepsi masyarakat di sekelilingnya. Tapi alasan yg terakhir ini lebih kecil kemungkinannya ketimbang alasan personalitas tadi.

    Juga, ketika suami menjadi pekerja rumahan, dia jangan dituntut melakukan kebiasaan2 seperti ibu2 pekerja rumahan lainnya, misalnya nonton sinetron, ngerumpi dgn tetangga sebelah, pake daster, ngerubungin abang tukang sayur, dsb. Ya jelas sang suami kagak bakalan mau. Biarkan dia menjadi pekerja rumahan sesuai dgn pemahaman dia, selama itu baik2 saja buat anak2nya.

    Kalo kasus yg ke-2, jelas sesuatu yg buruk jika suami sudah tidak bekerja luaran/kantoran, trus gak mau bantu kerja rumahan. Tapi ini lagi2 bukan keburukan suami pekerja rumahan, lha dia gak bantu2 di rumah. Ada juga istri yg kagak mau bantu suaminya, malahan keluyuran kemana2, anak2 gak keurus.


  14. #14
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    gw bahas bapak2. kalo bahas ibu2 bikin threadd sendiri yg jelas kasus ke2 gw nemu seabreg2 disekeliling gwe

  15. #15
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    gw bahas bapak2. kalo bahas ibu2 bikin threadd sendiri yg jelas kasus ke2 gw nemu seabreg2 disekeliling gwe
    Sinyalemen ishaputra bener donk...

  16. #16
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    terserah, kan judulnya jelas. mau bikin topik sendiri silahkan. kalo bahas ibu2 menelantarkan anak angkat sendiri

Page 4 of 4 FirstFirst ... 234

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •