Page 7 of 9 FirstFirst ... 56789 LastLast
Results 121 to 140 of 179

Thread: Masyarakat Dayak Kalteng Tolak FPI

  1. #121
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    gw sih jujur aja kaga peduli kalo aksi fpi anarkis asal tepat sasaran, mis yg dirusak rumah bordil, dll, tapi yg gw ga suka mereka kaga peduli dengan collateral damage, mis pedagang asongan yg jualan di deket tkp, atau orang lewat yg " melotot"( kata mereka) waktu meliat aksi anarkis itu, tapi gw mesti akui 2-3 tahun terakhir mereka lebih "disiplin" waktu sweeping atau menghancurkan tempat "maksiat"
    mereka gaya2an aja.. spy terlihat hebat.. padahal itu kan kerjaannya polisi sama pemda setempat, trs buat apa ada kepolisian dan pemda klo para ormas (FPI) ikut2an sweeping rumah bordil.. dasar kepengen cari muka dan cari sampingan aja.. (paling anggota2 ormas itu.. preman2 jga.. cuma di kasih jubah putih sama kopiah putih aja)

    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    koment saya gak bermaksud SARA.. inget kejadian Maluku, setelah Majelis Mujahidin masuk ke Maluku baru kondisi bisa berimbang... Laskar Mujahidin Indonesia yang berbasis di Jogja sama FPI sebenarnya dari segi ilmu BETI (beda2 tipis) om...
    maluku sama kalteng beda dong... klo di maluku memang ada RMSnya booo... di kalteng kan gak ada.. org2 suku dayak itu gak pernah bikin onar.. kecuali klo di ganggu.. (selama ini gak pernah kejadian ribut2 di kalteng, klo peristiwa madura itu kan yg salah memang org pendatang (madura) klo gw baca2 di news..

    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Kalo gue lihatnya malah bikin perangnya menjadi lebih panjang atau malah lebih kisruh.
    setubuh (iya sama jga bangunin macan lagi bobo)

  2. #122
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Oot dikit... barusan google suku dayak, ternyata cewek2nya banyak yg cantik ya



  3. #123
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Oot dikit... barusan google suku dayak, ternyata cewek2nya banyak yg cantik ya


    yoi kulitnya juga putih2

  4. #124
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Ada yang udah pernah posting ini?

    http://www.facebook.com/notes/cakra-...07614652621580

    Menjawab Tuduhan FPI atas penolakan warga Dayak di Kalimantan Tengah -- Edited 18/2/2012


    oleh Cakra Wirawan Emil Bangkan pada 16 Februari 2012 pukul 2:08



    Saat ini sedang hot-hotnya dibicarakan ketika terjadi penolakan FPI di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, namun muncul berita-berita lancung dari fihak FPI. Sebagai salah satu putra Dayak Ngaju, tentu saya merasa perlu untuk membalas berita-berita lancung tersebut.. karena memang semestinya tulisan dibalas tulisan, thesis dibalas thesis, bukan malah tulisan/argumen dibalas dengan kekerasan.

    Didalam beberapa statemet FPI yang dimuat dalam media fasis agama disebutkan bahwa "Dayak Kafir, Ndeso!", "Kafir Harbi- yang halal darahnya"..

    http://www.voa-islam.com/news/indone...l-belum-kenal/

    http://arrahmah.com/read/2012/02/11/...-darahnya.html

    Pernyataan-pernyataan ini sangat disayangkan, karena pernyataan seperti ini bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

    Kali ini saya akan membahas kasus ini dari sudut pandang awam saya, agar tidak terjadi kesimpang siuran (setidaknya dari teman-teman FB saya), bahwa warga dayak tidak bermasalah dengan agama Islam tetapi bermasalah dengan FPI...

    Mari kita mengenal suku Dayak terlebih dahulu..

    DAYAK PADA MASA KEGELAPAN


    Dayak adalah suku asli yang mendiami pulau kalimantan yang memiliki ratusan sub suku dayak, memiliki bahasa yang berbeda, beberap tradisi yang berbeda namun pada umumnya jauh sebelum kepercayaan seperti Hindu, Islam dan Kristen masuk ke tanah kalimantan, orang-orang dayak telah memiliki kepercayaan leluhur, yang sekarang disebut dengan "Kaharingan"-- kaharingan memiliki makna "kehidupan". Didalam setiap sub- suku dayak memiliki beberap variasi tradisi dan adat.

    Disamping itu pada zaman dulu orang-orang dayak memiliki tradisi "mengayau" dan "jipen"-- mengayau adalah tradisi memenggal kepala manusia pada masa perang atau digunakan untuk keperluan upacara-upacara adat, sedangkan jipen adalah- perbudakan hasil tawanan perang yang kemudian jipen ini dapat dikorbankan ketika upacara tiwah oleh sang pemilik jipen yang meninggal sebagai pelayannya di "lewu liau"/ Dunia orang mati.

    Penulis pada bulan desember lalu pergi ke kampung halaman kakek ku di Tangkahen tidak begitu jauh dari Palangkaraya, disana penulis berkesempatan melihat sandung dan jejak rumah betang, dan menurut cerita ibuku dahulu dikampung ini ada rumah betang yang bertingkat tiga. Pada masa asang-kayau - (Pada masa orang dayak masih berperang satu sama lain, mebunuh dan mengayau) jika "asang-kayau" mulai menyerang kampung, maka semua orang segera masuk kedalam rumah betang, dimana anak-anak dan peremupuan diungsikan ditingkat paling atas, laki-laki berjaga ditingkat bawah dan tangga akan segera diangkat.



    Perlu diakui orang-orang dayak pada zaman dahulu memiliki tradisi dan kebudayaan yang kurang baik, namun bukankah kebudayaan itu bersifat progresif, manusia akan semakin menemukan "era of reasoning", seperti yang dialami masyarakat eropa pada abad pertengahan juga sampai pada masa revolusi gereja dan berpengaruh pada revolusi industri. Demikian juga masyarakat arab pada jaman jahiliyah. Masyarakat Dayak menemukan titik "era of reasoningnya" pada tahun 1864 yaitu melalui Rapat Damai Tumbang Anoi. Dimana semua suku dayak untuk pertama kalinya berkumpul dan memutuskan untuk berhenti dari kebiasaan mengayau dan jipen. Dalam hasil rapat itu dihasilkan 96 pasal yang mangtur hidup bersosial dan beradat. What a wonderful story mengingat pada zaman itu transportasi yang sukar, alat komunikasi yang tidak ada, bahkan setiap sub suku dayak memiliki bahasa yang berbeda-beda namun berhasil menghasilkan suatu keputusan yang melampaui stigma "kampungan" / "ndeso" terhadap orang dayak.



    MASUKNYA AGAMA SAMAWI DALAM LINGKUNGAN DAYAK
    Masuknya agama Semawi kedalam tanah Borneo tidak lepas dari kedatangan bangsa Eropa, Melayu dan mubaligh dari tanah Jawa. Walau sebelumnya orang kalimantan telah menerima terlebih dahulu agama Hindu yaitu ditandai dengan berdirinya kerajaan Kuatai Kertanegara.

    Stigma yang terjadi saat ini kata Dayak hanya digunakan bagi orang asli kalimantan yang masih beragama Kaharingan atau Kristen, sedangkan Dayak yang masuk Islam tidak ingin disebut dayak lagi tetapi melayu atau banjar. Stigma ini mungkin muncul akibat pengaruh politik devide et impera, dan adanya tekanan terhadap orang Dayak pada zaman dulu yang dianggap sebagai kampungan. Cerita ini banyak terjadi di kawasan Kalimantan Barat, dimana orang-orang dayak yang convert ke Islam meninggalkan budaya dan tradisinya, dan mulai mengubah identitasnya sebagai orang melayu. Penulis pernah bertugas di Balikpapan, ketika itu berkenalan dengan seseorang sebut saja namanya Bapak "Anoi", beliau mengaku dirinya orang Banjar, namun ketika saya memperkenalkan diri saya sebagai orang Dayak Ngaju, baru Bapak ini mengakui bahwa dirinya adalah orang Dayak juga tetapi dayak Bakumpai.

    Walau tidak semua dayak yang convert ke islam "malu" akan identitas kedayakannya, di Kalimantan Tengah pada umumnya komposisi 50-50 Muslim dan Non Muslim, namun baik itu dayak muslim atau kristen masih mengakui dirinya sebagai orang dayak. Hal ini dapat dilihat dalam upacara Tiwah (upacara pemakaman Kaharingan) dimana dalam penyembelihan kurban dilakukan oleh orang Muslim, sehingga sodara-sodara muslim lain dapat ikut bersama upacara Tiwah. Ketika agama Semawi mulai masuk ke kalimantan tidak ada penolakan, ataupun pemaksaan untuk memeluk suatu agama manapun, bahkan tidak heran dalam satu keluarga bisa banyak terdapat agama, karena falsafah "Rumah Betang".. Rumah Betang adalah rumah panjang, dimana semua keluarga besar tinggal pada rumah yang sama saling berinterkasi dan saling tolong menolong. Stigma terhadap orang dayak yang masih menganut agama "helo" / "tatu hiang" (agama leluhur) sebagai "heiden"/ "kafir" adalah pengaruh politik devide et impera, namun falsafah rumah betang ini yang mepersatukan , ini terbukti sampai sekarang ini tidak pernah ada keributan yang bernuansa agama.

    Pada tahun 2000 ketika terjadi kerusuhan Sampit, banyak oknum yang hendak mencoba mengalihkan ke isu agama. saya pernah menonton suatu video yang beredar youtube tentang kerusuhan sampit, dengan background bahasa arab dan menjelaskan bahw ini penyerangan orang2 kristen terhadap orang islam, namun itu tidaklah benar. Selama kerusuhan sampit tidak ada satupun mesjid atau rumah ibadah yang dirusak atau dibakar. Bahkan ketikan tahun 2000an itu ketika saya berada di Jakarta untuk mengikuti kongres Anak Indonesia, salah satu peserta dari daerah lain mencoba menjelaskan bahwa dalam kerusuhan sampit banyak mesjid yang dibakar. Lalu saat itu saya maju dan menanyakan adakah data mesjid yang dibakar? dan saya menanyakan dia berasal dari daerah mana? ternyata dia bukan berasal dari Kalimantan Tengah, dan dia tidak memiliki data tetapi hanya mendengar "katanya".

    Jasi kesimpulan saya adalah, suku dayak adalah suku yang terbuka dan siap menerima perubahan zaman dan tidak akan melupakan identitas kesukuannya, selama falsafah rumah betang masih dipegang maka isu-isu mengenai agama tidak akan berhasil memecah belah persatuan orang dayak.

    Menjawab Tuduhan FPI
    Setelah kita cukup membahas tentang Dayak, sekarang saya ingin menanggapi tuduhan-tuduhan yang dilotarkan fihak FPI terhadap orang dayak baik itu melalui media online maupun TV.

    1. Dayak = Kafir
    Pernyataan ini dikemukakan oleh Munarman yang dimuat dalam website:

    http://arrahmah.com/read/2012/02/11/...-darahnya.html

    Pernyataan ini sungguh sangat melukai perasaan orang dayak, baik itu dayak muslim ataupun non muslim. Pernyataan ini sungguh dapat menyebabkan perpecahan bangsa. Apalagi dikatakan "halal" darahnya. saya hanya melihat dari kacamata saya yang faqir ini, secara etimologis arti kata kafir berasal dari kata kuffur, yang memiliki beberapa makna, antara lain maknanya ialah memungkiri nikmat Tuhan, dan makna lain ialah menutupi atau menyelubungi diri. Walaupun pada akhirnya kata kafir juga bergeser ditujukan kepada orang-orang yang tidak mengenal "tuhan". Dalam pandangan saya yang awam ini bahwa orang dayak bukan lah suku bangsa yang tidak tahu besyukur, orang dayak mengenal Tuhan dengan caranya masing-masing ada yang Kaharingan, Kristen dan Islam dan semua tahu bagaimana bersyukur dengan caranya masing-masing. Orang dayak pula tidaklah suku bangsa yang menutup diri. Dari sejak semula dayak terbuka dengan dakwah seperti juga terbuka dengan penginjilan sehingga kata-kata kafir ini pun tidak pantas diberikan kepada suku dayak, Sodara munarman mungkin lupa akan hal ini.

    saya mengutip perntaan Juan E campo (Juan E Campo adalah seorang akademisi, profesor of Religious Studies at University of California) Perkataan kafir pada awalnya digunakan pada abad-15 untuk "budak-budak" afrika oleh bangsa arab yang kemudian diadopsi oleh bangsa eropa (dapat dilihat dalam buku "enslopedia of Islam" yang ditulis oleh Juan E. Campo hal.422) bahkan hal ini didukung oleh catatan Richard Hakluyt yang hidup di abad ke 15 yang juga merupakan seorang penulis dan penjelajah melalaui catatatan-catatan The Principal Navigations, Voyages, Traffiques and Discoveries of the English Nation.

    http://books.google.dk/books?id=OZby...page&q&f=false

    Pada masa islam sendiri kata-kata kafir itu muncul dala surat al kafirun:

    qul yaa ayyuhaa alkaafiruun

    Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,

    laa a'budu maa ta'buduun

    Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

    walaa antum 'aabiduuna maa a'bud

    Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

    walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum

    Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

    walaa antum 'aabiduuna maa a'bud

    dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

    lakum diinukum waliya diin

    Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".

    http://ngaji-quran.blogspot.com.au/2...ang-kafir.html..

    namun munarman melupakan salah satu ayat didalam quran sendiri yang berbunyi lakum diinukum waliya diini yang artinya Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. Jadi kata-kata kafir pada masa islam adalah pembeda antara orang islam dan bukan islam tetapi bernuansa toleran karena tidak ada pemaksaan agama. Berbeda dengan penafsiran munarman, bahwa orang dayak dikatakan "kafir", munarman telah menghina suku bangsa dayak. Dimana dengan mengatakan kafir dia ingin mencotoh politik devide et impera nya belanda yang memberi cap "heiden" dan juga secara tidak langsung ingin kembali kepada abad pertengahan yang memberi stigma "kafir" bagi para budak.

    Perlu diingat orang dayak bukan menolak dakwah, tetapi penolakan terhadap FPI, karena FPI memiliki faham fasis dan rasis. Jika memang orang dayak menolak dakwah tidak akan ada orang dayak yang masuk islam atau mesjid berdiri. FPI bukan lah Islam, walaupun anggotanya adalah orang Islam. Mengutip pernyataan cak nun "bahwa Islam tidak butuh dibela, jika Islam butuh dibela maka Islam itu lemah, siapa FPI yang merasa bisa untuk membela Tuhan?". Kerukunan antara umat beragama di kalimantan sangat baik, jika faham-faham fasis seperti ini masuk, ditakutkan akan merusak rasa kesatuan.

    2. Yang memprotes ialah preman-preman asuhan Teras Narang
    Pagi ini di TV one menonton dialog salah seorang anggota FPI yang mengatakan bahwa yang demo di Palangkaraya adalah preman-preman asuhan Teras Narang. Ini jelas adalah pengalihan isu, bahkan bisa saya bilang Rampok teriak maling. Aksi kemaren sungguh merupakan aksi spontan yang dilakukan oleh orang dayak, informasi ini tersebar melalui media jejaring sosial baik itu FB dan Twitter. Ketika rencana pelantikan FPI di Kalteng mulai beredar, keresahan dan penolakan mulai muncul, sehingga keresahan ini ditanggapi oleh Dewan Adat Dayak, yang mengadakan rapat di Rumah Betang Gubernuran (Rumah Adat Dayak yang berada di kompleks kantor Gubernur Kalimantan Tengah), memang kebetulan ketua Majelis Adat Dayak Nasional adalah Pak Agustin Teras Narang. Namun desakan ini bukan berasal dari provokasi beliau. Jika dilakukan wawancara hampir seluruh masyarakat kalimantan senang dengan kepemimpinan Teras Narang, yang berhasil membawa perubahan dan menggeliatkan perekonomian di Kalimantan Tengah.Jadi tuduhan FPI jelas tidak berdasar.




    (to be continued)
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  5. #125
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Lanjutan postingan di atas.


    3. Aksi "preman" dayak yang mengacung2kan mandau dan mengancam ingin membunuh

    Sungguh statement ini sekali lagi saya anggap adalah Rampok teriak maling. Mereka lupa daftar aksi kekerasan yang mereka lakukan sendiri: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_..._Pembela_Islam

    Orang dayak merasa FPI sebagai suatu latent atau ancaman, merupakan hal yang lumrah jika masyrakat bersifat divensive. Bahkan sebelum keberangkatan FPI ke Palangkaraya anggota FPI sudah aware bahwa sudah ada penolakan warga dayak , karena hal ini sudah dikoordinasikan dengan fihak kepolisian dan MUI, tetapi fihak FPI tetap ngotot untuk datang ke Palangkaraya, sehingga terjadi aksi pengusiran, dengan mereka tetap ngotot datang berarti mereka menantang masyarakat kalimantan. Dan hal itu lumrah tejadi dalam eforia massa, namun hal ini dapat ditenangkan ketika Teras Narang datang ke bandara, untuk menjelaskan dan menenangkan massa. Jadi sekali lagi tuduhan-tuduhan lancung ini tidak berdasar



    4. FPI dibutuhkan oleh masyarakat Dayak, karena masalah agraria
    Ini lagi pernyataan paling konyol, karena ini negara hukum, masa iya kalo ada masalah agraria ngadunya ke FPI, bukan ke fihak yang berwajib, jika ormas-ormas bisa bertindak sebagai "penegak hukum" maka negara ini tidak akan berjalan. Tokoh dayak seruyan yang dimaksudkan oleh FPI juga bukanlah tokoh dayak. Budiyardi yang berasal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini berstatus daftar pencarian orang (DPO) alias buron Polres Seruyan. Masak iya DPO disebut sebagai tokoh dayak.. what a funny.. fail..

    5. Aksi penolakan masyarakat dayak sebagai pelanggaran UUD
    Dalam harian tempo dimuat fasal-fasal yang dituduhkan

    http://www.tempo.co/read/news/2012/0...rang-ke-Polisi

    Karenanya, FPI, kata Rizieq, menuntut dengan dugaan melakukan pelanggaran KUHP berupa perbuatan tidak menyenangkan Pasal 335, upaya perampasan kemerdekaan Pasal 333, perusakan secara bersama-sama Pasal 170, dan percobaan pembunuhan Pasal 338.

    Sekali lagi ini adalah rampok teriak maling, fasal-fasal yang diajukan adalah fasal-fasal yang seharusnya dari sejak dulu diekenakan kepada FPI, banyak kasus-kasus yang dilakukan tetapi seolah-olah ada pembiaran oleh negara.FPI mengenakan standard ganda, ketika aksi anarkis2 mereka, peduli setan dengan namanya HAM, dengan namanya fasal2 UU, tetapi giliran mereka ditolak baru mencari-cari fasal untuk membela mereka, Sungguh memalukan.



    6. Yang Menolak FPI adalah pendukung maksiat
    Pernyataan ini dimuat di http://megapolitan.kompas.com/read/2...I.Suka.Maksiat

    Penolakan terhadap FPI oleh warga dayak bukan berarti penerimaan terhadap maksiat, kembali kecatatan pertam saya tentang "Rapat Damai Tumbang Anoi" jika andamau saja googling tentang rapat adat tumbang anoi, disana dihasilkan 96 pasal yang mengatur "belum bahadat" hidup beradat.

    https://jurnaltoddoppuli.wordpress.c...al-hukum-adat/

    Dalam adat dayak kita tahu apa itu moralitas, apa yang salah dan yang tidak, perkara diskotik tempat peredaran narkoba, maka apakah dengan penolakan FPI berarti kami membiarkan narkoba beredar bebas?? silahkan direnungkan.. apakah kami mau generasi dayak kami juga rusak?? tentu tidak!! tetapi kami juga tidak mau faham-faham kekerasan intoleran masuk kedalam daerah kami yang nantinya merusak tatanan sosial dan kesatuan ditempat kami.

    7. Karena dayak non muslim lantas menolak FPI
    Seperti yang saya jabarkan di atas komposisi masyarakat dayak kalteng ialah 50-50 muslim dan non muslim, jika ingin mengetahui statistik diatambah pendatang maka 70% komposisi masyarakat Kalteng adalah MUSLIM, dapat di cek http://en.wikipedia.org/wiki/Central_Kalimantan . Penolakan akan FPI bukan gerakan dayak non muslim (ini jelas pengalihan isu) tetapi ini murni gerakan mayoritas suku dayak apapun agamanya baik itu Kristen, Islam, Kaharingan. Hal ini terbukti dengan ketua Dewan Adat Dayak yang menandatangani keputusan penolakan atas FPI adalah seorang muslim Dayak bernama Sabran Ahmad.

    Bahkan sebenarnya FPI mesti berkaca akan banyaknya sebenarnya kasus penolakan yang datanganya dari kalangan muslim sendiri, contoh kasus di Jatim, FPI ditolak oleh ormas2 islam lain dan GP Anshor, di kediri ditolak oleh para pesilat islam, banyak lagi kasus-kasus lain. Jadi ini bukan masalah muslim dan non muslim, ini masalah ideologi dan faham kekerasan yang dianut dan dipraktekan sehingga menjadi suatu ancaman dalam tatanan kehidupan di Kalimantan bahkan secara nasional.

    KESIMPULAN

    1. Saya sangat mangpresiasi keberanian oleh itah yang memiliki falsafah isen mulang namun juga "mamut menteng" yaitu berani, kita berani untuk menolak sesuatu yang akan menjadi laten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    2. Dayak tidaklah menolak dakwah, orang dayak kalteng menolak kehadiran FPI atau ormas sejenis yang membawa faham fasis agama.

    3. Aksi penolakan warga dayak bukan aksi preman, atau pula karena ada unsur muatan politik. memang mungkin akan ada opportunist elit politik yang ingin mencoba memancing di air keruh, tetapi roh/spiritnya merupakan spontanitas warga adat dayak.

    4. Faham FPI tidaklah sesuai dengan kehidupan dan adat masyarakat dayak yang mengedepankan toleransi, persamaan hak, dan tenggang rasa.

    5. Dalam adat dayak kita tahu apa itu moralitas, apa yang salah dan yang tidak sehingga penolakan terhadap FPI oleh warga dayak bukan berarti penerimaan terhadap kemaksiatan.

    Bangga menjadi orang dayak.. maju terus uluh itah... Semangat Isen Mulang..

    Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata

    Bekasi 16/Februari/2012

    Edited

    Bekasi 18/Februari/2012
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  6. #126
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Bagus banget kund !
    titip thx buat penulisnya.

    Untuk masalah2 di daerah memang kita butuh penduduk asli daerah tersebut buat mengutarakan pendapat.

  7. #127
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    kunche emang manteb...

    yee eeyalah.. rumah sendiri cuma yg punya rumah yg tau..
    orang luar mau ngurusin rumah orang.. bikin kacau urusan..

  8. #128
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    yoi kulitnya juga putih2
    Dayak itu putih-putih kok om... Malah putih kaya orang keturunan chinese... ga semuanya seprti yg om kira selama ini..hehe
    Coba main ke borneo,..
    what do u x'pect some1 do 2 u, do it 1st.

  9. #129
    Quote Originally Posted by kyuman View Post
    Dayak itu putih-putih kok om... Malah putih kaya orang keturunan chinese... ga semuanya seprti yg om kira selama ini..hehe
    Coba main ke borneo,..
    kalau om surjadi jangan ah, nanti pacar saya bisa dia pelet.
    hehehehe....

  10. #130
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Kalo ditolak ntar masuk kalimantan pake ormas baru

  11. #131
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by Urzu 7 View Post
    Kalo ditolak ntar masuk kalimantan pake ormas baru
    oww ormas.. gw bacanya OMAS

  12. #132
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by kyuman View Post
    Dayak itu putih-putih kok om... Malah putih kaya orang keturunan chinese... ga semuanya seprti yg om kira selama ini..hehe
    Coba main ke borneo,..
    gw pernah kok ke pontianak dan sintang makanya gw tahu kulitnya putih2

    Quote Originally Posted by noeheedayat View Post
    kalau om surjadi jangan ah, nanti pacar saya bisa dia pelet.
    hehehehe....
    tenang sesama "bus" kan dilarang saling mendahului

    Quote Originally Posted by ancuur View Post
    oww ormas.. gw bacanya OMAS
    kalo omas buat pakde aja deh, ane kaga ikut2an

  13. #133
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    646
    kok topiknya berubah jadi yang cakep-cakep ini

  14. #134
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    pengalihan isu, sudah bakatnya para lelaki hidung2an

  15. #135
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    pengalihan isu, sudah bakatnya para lelaki hidung2an
    tuh bun ciri khas mantalk ntar

  16. #136
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    [QUOTE=danalingga;140962]
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post

    Kalo gue lihatnya malah bikin perangnya menjadi lebih panjang atau malah lebih kisruh.
    sapa bilang, setelah laskar jihad turun di Ambon barulah polisi dan tentara mau turun tangan menengahi dan menyelesaikan konflik.. sebelum itu polisi dan TNI terkesan sekedar menonton.. berapa banyak korban wanita dan anak2 yang terbunuh sebelum laskar jihad turun di Ambon..

  17. #137
    pelanggan
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    287
    Quote Originally Posted by ancuur View Post
    FPI klo lagi demo lebih kasar dari reman ambon...
    mereka pikir klo udah pake jubah putih, kopiah putih..
    trs teriak Allahhu Akbar semua perbuatan busuknya bakal di maafkan Allah SWT kali
    Tidak. FPI memang kasar, tapi gak sadis seperti preman Ambon.

    Apa iya pernah ada korban jiwa oleh FPI? Dan kalaupun ada, apa iya jumlahnya setara dg korban2nya preman Ambon?

  18. #138
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Iya ga ada korban jiwa tapi korban babak belur dan korban materiil

  19. #139
    pelanggan
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    287
    Quote Originally Posted by jebret View Post
    pengalaman temen kuliah gw dulu, dia orang banjar yang tinggal di sampit, sempat diacungin celurit oleh massa orang madura. setelah itu massa dayak datang, terjadi pertempuran dengan senjata tajam. massa madura bahkan punya bom. tapi karena massa dayak lebih kuat, massa madura kalah. karena massa dayak sudah terlanjur marah, maka semua orang madura yang tersisa dibunuh. tapi tidak bisa digeneralisir juga, karena ga semua orang madura atau dayak disana yang ikut dalam konflik.
    Jujur saja, saya sih setuju kalau preman2 madura dibunuhin. Tapi wanita dan anak2 gak boleh dijadikan sasaran, biadab, apapun alasannya. Apalagi kemudian dipenggal dan kepala2nya dijejer.

  20. #140
    pelanggan
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    287
    Quote Originally Posted by Urzu 7 View Post
    Iya ga ada korban jiwa tapi korban babak belur dan korban materiil
    Karena itu, jangan disamakan dg pihak yg jelas2 korban jiwanya jauh lebih banyak.

Page 7 of 9 FirstFirst ... 56789 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •