makanya jgn mau di provokatorin. be careful sama provokator.they're all around you.waspadalah.waspadalah.
makanya jgn mau di provokatorin. be careful sama provokator.they're all around you.waspadalah.waspadalah.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
kalau masalah provokasi itu relatif, tergantung dari sudut mana kita melihatnya.
dari perspektif FPI warga diprovokasi Gubernur Kalteng untuk menolak FPI dan membuat kerusuhan bawa2 mandau.
dari Perspektif warga dayak Munarman dan Habib Riziek memprovokasi media, terutama anggotanya dengan menuduh dayak kafir dan menghalalkan darahnya.
makanya sejak awal saya gak langsung membela suku dayak, karena saya sendiri gak bisa dibilang netral(lha wong saya orang dayak), jadi ada baiknya kalau emang ada waktu silahkan berkunjung ke kalimantan tengah, lihat2 acara adat kek...
dan setelah itu silahkan nilai sendiri...
hehehe....
(kapan saya bisa jadi duta wisata ya...)
ya itu maksud gw.
intinya, FPI ngalah aja dulu. biarkan suasana panas mereda. jgn mau terpancing2 oleh media.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
kadang ada pertanyaan kecil yang saya gak habis pikir, kenapa FPI ngotot mendirikan FPI di kalteng?
http://www.tribunnews.com/2012/02/13...kan-di-kalteng
mungkin mereka bisa beralasan ada sengketa lahan di seruyan, tapi masalahnya seruyan itu hanya satu kabupaten di kalimantan tengah, dan selama ini saya belum pernah mendengar bagaimana FPI melakukan advokasi tentang konflik/sengketa lahan(atau apapun) yang dilakukan tanpa kekerasan?
maka ada juga isu yang beredar disini bahwa FPI memiliki agenda tersendiri terkait potensi di kalimantan, juga isu pilkada yang sebentar lagi diadakan selain ingin mengembangkan sayapnya. rasanya untuk mendirikan cabang di provinsi Kalteng itu gak cuma memerlukan basis yang kuat tapi juga dana yang besar.
maka ada yang bisa memberi pencerahan?
sekedar tambahan informasi versi boss playboy
http://salingsilang.com/baca/cerita-...si-erwinarnada
Yg jelas sudah terjadi adalah pembantaian anak2 dan wanita madura oleh dayak.
Saya mau muntah waktu melihat foto2 kepala2 korban dijajar.
Benar2 biadab!!!! Dan herannya, sampai sekarang tidak ada hukuman apapun, betul2 tatanan kehidupan yg keblinger.
---------- Post added at 08:15 AM ---------- Previous post was at 08:04 AM ----------
Tambahan lagi, di petamburan dekat markas FPI juga ada sekolah dan yayasan Kristen. Sekolah dan yayasan tersebut aman2 saja gak pernah diusik FPI.
---------- Post added at 08:17 AM ---------- Previous post was at 08:15 AM ----------
Dapet dari salah satu milis :
Terprovokasi, Warga Dayak Kepung Rumah Bupati Kapuas
Minggu, 12 Februari 2012 | 17:46 WIB
Palangkaraya - Peristiwa penolakan terhadap warga negara Indonesia yang sedang berkunjung ke Palangkaraya oleh ratusan massa dari daerah setempat yang mengatas namakan seluruh warga di daerah tersebut sangat disayangkan. Kejadian di ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangkaraya hari Sabtu (11/2) kemarin telah merusak hak asasi warga negara dan mengancam persatuan kesatuan elemen-eleman bangsa di NKRI.
Peristiwa ini bermula dari rencana kedatangan delegasi Front Pembela Islam (FPI) pusat yang terdiri dari 4 orang, yaitu Sekjen FPI, Wasekjen FPI, Ketua Bid. Da'wah FPI, dan Panglima LPI, ke Palangkaraya.
Rombongan delegasi FPI tersebut sebetulnya datang dengan tujuan damai, yaitu untuk menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus menghadiri pelantikan pengurus FPI di Palangkaraya. Namun reaksi masyarakat di Palangkaraya terkait kunjungan delegasi FPI ini ternyata sangat memprihatinkan. Delegasi FPI yang datang dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air dari Jakarta itu dihadang oleh sekitar 800an orang dari Suku Dayak di Bandar Udara Cilik Riwut, Palangkaraya.
Menurut laporan, massa suku Dayak tersebut sejak pagi hari sudah berkumpul di semua sudut ruang bandara dengan memakai ikat kepala merah dan ada juga yang membawa senjata tradisional seperti tombak dan mandau. Ratusan warga Dayak ini dengan brutal merangsek masuk ke dalam area landasan pesawat dengan cara menjebol tiang pagar bandara, untuk kemudian menghadang di depan pesawat Sriwijaya Air yang hanya membawa 4 orang anggota delegasi FPI, dalam jarak sekitar 50 meter saja dari lokasi berhentinya pesawat.
Rombongan anggota FPI itu akhirnya tidak dijinkan oleh pihak Sriwijaya Air untuk turun di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya untuk alasan keamanan, pihak Polri yang bertugas dan Kapten pesawat Sriwijaya Air kemudian berinisiatif menerbangkan delegasi FPI dengan pesawat yang sama ke Banjarmasin.
Ternyata, peristiwa pengepungan itu tidak berhenti di Bandara Cilik Riwut, warga Dayak yang terporovokasi melanjutkan aksinya menuju kota Kapuas. Tepatnya, hari Sabtu, 11 Februari 2012 sore hari, delegasi DPP FPI melalui Kota Banjarmasin tiba di Kuala Kapuas, malamnya diterima di rumah Bupati Kapuas. Sehubungan adanya info bahwa puluhan truk mengangkut ratusan warga Dayak Palangkaraya menuju Kapuas, maka Bupati segera menghubungi Gubernur Kalimatan Tengah untuk mencegah hal tersebut, tapi Gubernur Kalteng lepas tangan.
Malam itu, Sabtu (11/02/2012), ratusan warga Dayak Palangkaraya mengepung rumah Bupati Kapuas dengan membawa senjata tajam dan tercium bau minuman keras (miras) sambil berteriak menantang PERANG. Himbauan Kapolres, Bupati dan pimpinan Warga Dayak tidak didengar oleh pimpinan mau pun massa Dayak Palangkaraya yang mabuk dan bernafsu untuk membunuh pimpinan FPI. Pada akhirnya, warga Dayak Muslim Kapuas bersama warga lainnya tetap melanjutkan acara Maulid di Kuala Kapuas, ada pun Delegasi FPI dengan bantuan KODIM setempat meninggalkan lokasi menuju Banjarmasin.
Menurut Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, Bupati dan Kapolres serta Dandim Kapuas telah bekerja sangat baik, tapi Gubernur dan Kapolda Kalimatan Tengah telah menjadi PROVOKATOR.
Oleh karena itu, Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab menuntut pencopotan terhadap Gubernur dan Kapolda Kalimatan Tengah. Keduanya diduga kuat membiarkan peristiwa pengepungan di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sebagai ekses dari tindakan provokasi terhadap warga Dayak tersebut, rumah anggota FPI Habib Muhri bin Muhammad Ba Hasyim di Palangkaraya dihancurkan oleh massa.
"Copot Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng!, keduannya PENJAHAT KEMANUSIAAN yang telah membiarkan warga Dayak Palangkaraya merusak rumah tokoh Muslim H.Muhri Muhammad Ba Hasyim dan sejumlah warga Muslim lainnya di kota Palangkaraya, serta membiarkan pengepungan, bahkan masuk landasan Bandara, juga mengepung rumah Bupati Kapuas,", tegas Habib kepada redaktur fpi.or.id, Ahad (12/02/2012).
Bukan hanya itu, Gubernur dan Kapolda Kalimatan Tengah diduga telah membiarkan rencana dan upaya pembunuhan terhadap Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI). Hal itu terbukti, ketika rapat massa pengacau dan pelepasannya justru muncul dari Komplek Kantor Gubernur Kalteng dengan sepengetahuan Gubernur dan Kapolda Kalteng. Keduanya juga ditengarai terlibat konflik.
"Gubernur dan Kapolda kalimatan tengah mebiarkan rencana dan upaya pembunuhan terhadap Pimpinan FPI sejak pagi hingga malam. Buktinya, rapat massa pengacau dan pelepasannya justru dari Komplek kantor Gubernur Kalteng dengan sepengetahuan Gubernur dan Kapolda Kalteng. Keduanya juga ditengarai terlibat KONFLIK AGRARIA yang telah merugikan dan menzalimi para petani WARGA DAYAK SERUYAN di Kalteng yang saat ini sedang dibela DPP FPI", Lanjutnya.
Masih kata Habib, salah seorang tokoh Seruyan yang juga anggota DPRD saat ini juga dikabarkan sedang dalam perlindungan DPP FPI di Jakarta karena mau "dikerjai" oleh Gubernur dan Kapolda Kalteng. Direncanakan beberapa hari kedepan, DPP FPI akan mendampingi anggota DPRD tersebut mengadu ke DPR RI dan Komnas HAM serta instansi Pemerintah lainnya. Selanjutnya, Habib Rizieq menyerukan kepada semua pihak untuk terus membela rakyat tertindas. "Ayo, bela rakyat dan ganyang Pejabat jahat!", tegasnya.
Ketua Umum FPI, Habib Rizieq-saat dikonfirmasi seputar kasus ini di tempat kediaman beliau di Jakarta-menduga adanya oknum-oknum tertentu yang sengaja mengadu domba antara FPI dengan warga suku Dayak. Menurut Habib Rizieq, selama ini antara FPI dan warga suku Dayak, baik muslim mau pun non muslim, telah terjalin suatu hubungan yang SANGAT BAIK. Saking baiknya hubungan itu, maka sebulan lalu delegasi warga Dayak Kalteng dari berbagai agama bahkan mendatangi DPP FPI dengan tujuan meminta bantuan untuk menghadapi arogansi Gubernur dan Kapolda Kalteng terkait isu KONFLIK AGRARIA antara warga Dayak Seruyan melawan Gubernur dan Kapolda Kalteng, persis seperti konflik yang memicu terjadinya kasus penyembelihan warga di Mesuji – Lampung. Posisi FPI yang `membela' delegasi warga Dayak Kalteng itulah yang memicu keretakan hubungan FPI dengan pihak Gubernur dan Kapolda Kalteng.
Keterlibatan FPI yang aktif membela warga Dayak Seruyan dalam konflik Agraria melawan Gubernur Kalteng diduga kuat menjadi motif politik paling utama terkait peristiwa ini.
Sebelumnya Redaktur fpi.or.id menerima penjelasan dari Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq secara terus terang tanpa tedeng aling-aling menuding Gubernur dan Kapolda Kalteng terlibat dalam pengerahan warga Dayak untuk menolak kedatangan delegasi FPI.
Dalam pernyataan resmi, DPP FPI memberikan APRESIASI kepada pihak Polri dan Kapten Pesawat Sriwijaya Air beserta crewnya. Dalam penjelasanya, Habib Rizieq mengatakan, Gubernur Kalteng, TERAS NARANG, mempunyai hubungan yang SANGAT BURUK dengan FPI. Melalui media lokal, YANSEN BINTI seorang kerabat Gubernur Kalteng, menebarkan ANCAMAN terhadap FPI, sementara Kapolda Kalteng memberi pernyataan tidak mau bertanggung jawab. Diduga ada OKNUM yang memainkan keretakan hubungan tersebut untuk MEMPROVOKASI warga Dayak dengan tujuan ADU DOMBA.
DPP FPI meminta kepada Menkopolhukam, Mendagri, DPR-RI dan Kapolri serta Instansi terkait lainnya untuk MENGUSUT TUNTAS kasus tersebut serta memeriksa Gubernur Kalteng, Kapolda Kalteng, Yansen Binti dkk tentang dugaan keterlibatan mereka dalam TINDAK KEJAHATAN yang berpotensi menimbulkan KONFLIK HORIZONTAL serta mengancam stabilitas NKRI.
Selain itu, DPP FPI menyerukan kepada Segenap LASKAR DAYAK MUSLIM FPI se-Kalimantan diminta jangan terprovokasi dan harus segera melakukan klarifikasi, sosialisasi dan konsolidasi untuk mengantisipasi segala bentuk agitasi. Selama ini hubungan FPI dan warga Dayak (baik muslim maupun non muslim) SANGAT BAIK, bahkan sebulan yang lalu delegasi warga Dayak Kalteng dari berbagai agama mendatangi DPP FPI meminta bantuan untuk menghadapi arogansi Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng tentang KONFLIK AGRARIA.
Alhasil, saat kejadian, pada hari Sabtu (11/02/2012), secara tiba-tiba setelah mendapat kabar dari Palangkaraya. Ketua Umum FPI di Jakarta langsung menginformasikan kejadian tersebut ke Mabes Polri. Habib Rizieq melaporkan kepada Kapolri melalui pesan singkat. Berikut isi pesannya:
Assalamualaikum
Yth: Kapolri
Siang tadi, rumah keluarga kami Habib Muhri bin Muhammad Ba Hasyim di Palangkaraya dihancurkan massa.
Di hari Jum'at kemarin ada pertemuan para penggerak massa di Rumah Betang di Kantor Gubernur Kalteng yang dipimpin Yansen Binti dkk untuk melakukan penolakan dan pengepungan bahkan pembunuhan terhadap Pimpinan FPI hari ini di Bandara Palangkaraya. Keterlibatan FPI yang membela Dayak Seruyan dalam konflik Agraria dengan Gubernur Kalteng menjadi motif politik paling utama.
Dimana posisi Polda Kalteng? Kenapa ada massa bisa masuk ke landasan bandara langsung mengepung pesawat dengan senjata? Kenapa beberapa rumah warga dengan mudah dihancurkan tanpa tindakan aparat?
Mohon perhatian.
...Malam itu, Sabtu (11/02/2012), ratusan warga Dayak Palangkaraya mengepung rumah Bupati Kapuas dengan membawa senjata tajam dan tercium bau minuman keras (miras) sambil berteriak menantang PERANG. Himbauan Kapolres, Bupati dan pimpinan Warga Dayak tidak didengar oleh pimpinan mau pun massa Dayak Palangkaraya yang mabuk dan bernafsu untuk membunuh pimpinan FPI. Pada akhirnya, warga Dayak Muslim Kapuas bersama warga lainnya tetap melanjutkan acara Maulid di Kuala Kapuas, ada pun Delegasi FPI dengan bantuan KODIM setempat meninggalkan lokasi menuju Banjarmasin...
wah satu persatu dicium mulutnya sampe2 tahu ada bau minuman keras
jalannya pada miring2 kali ya... bener2 laporan yg akurat dan mendalam![]()
gak perlu gitu juga kale... bau alkohol orang yang minum tu keras banget lho.. wa aja pernah lewat didepan orang yang abis minum,, gile baunya aja kayak spiritus...
apalagi ini puluhan orang.. terus dijamin mereka teriak2 mengancam bau mulut mereka yang minum alkohol tu bercampur dengan udara.. apalagi di malam hari....
---------- Post added at 07:52 PM ---------- Previous post was at 07:45 PM ----------
Pengurus FPI Kalteng diminta bubarkan diri
Senin, 20 Februari 2012 18:59 WIB | 2470 Views
Palangka Raya (ANTARA News) - Berbagai tokoh lintas suku, lintas agama dan lintas budaya di Provinsi Kalimantan Tengah meminta pengurus Front Pembela Islam setempat segera membubarkan diri dalam waktu tiga hari kedepan.
"Apabila tidak dilaksanakan, maka masyarakat yang akan bertindak," kata H Mahendra Jaya, seorang tokoh masyarakat, ketika membacakan pernyataan para elemen masyarakat Kalteng di gedung Djoeang Palangka Raya, Senin.
Hal tersebut disepakati dalam pernyataan sikap hasil rapat bersama para tokoh, menyusul sikap Pengurus FPI pusat yang tetap akan membentuk dan melantik pengurus di Provinsi Kalteng.
(ANTARA)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
yang dibold maksudna apa ya kira-kira??
waktu tinggal di jepang...gak perlu gitu juga kale... bau alkohol orang yang minum tu keras banget lho.. wa aja pernah lewat didepan orang yang abis minum,, gile baunya aja kayak spiritus...
apalagi ini puluhan orang.. terus dijamin mereka teriak2 mengancam bau mulut mereka yang minum alkohol tu bercampur dengan udara.. apalagi di malam hari....
klo mau minum2 suka pakai kereta api.. waduh booo....
dalem gerbong kita.. baunya minta ampun, belom lagi klo ada acara yg muntah
note: biasanya suka tersisa sampe paginya loh.. (jadi bagun pagi2 mereka masih mabuk)
awww... rencana buka cabang buat pemilu 2014 gagal dongPengurus FPI Kalteng diminta bubarkan diri
Senin, 20 Februari 2012 18:59 WIB | 2470 Views
Palangka Raya (ANTARA News) - Berbagai tokoh lintas suku, lintas agama dan lintas budaya di Provinsi Kalimantan Tengah meminta pengurus Front Pembela Islam setempat segera membubarkan diri dalam waktu tiga hari kedepan.
"Apabila tidak dilaksanakan, maka masyarakat yang akan bertindak," kata H Mahendra Jaya, seorang tokoh masyarakat, ketika membacakan pernyataan para elemen masyarakat Kalteng di gedung Djoeang Palangka Raya, Senin.
Hal tersebut disepakati dalam pernyataan sikap hasil rapat bersama para tokoh, menyusul sikap Pengurus FPI pusat yang tetap akan membentuk dan melantik pengurus di Provinsi Kalteng.
(ANTARA)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
yang dibold maksudna apa ya kira-kira??![]()
Tambahan lagi, di petamburan dekat markas FPI juga ada komplek pelacuran dan peredaran miras. komplek pelacuran dan peredaran miras tersebut aman2 saja gak pernah diusik FPI.Tambahan lagi, di petamburan dekat markas FPI juga ada sekolah dan yayasan Kristen. Sekolah dan yayasan tersebut aman2 saja gak pernah diusik FPI.
saya orang Kuala Kapuas. dan waktu itu memang ratusan orang dayak datang ke kapuas, tapi tidak ada perbuatan anarkis. Habib yang bersangkutan di Mesjid masih bisa melanjutkan ceramah. Saya tidak akan membenarkan tindakan salah Suku Dayak seperti saya tidak akan membenarkan tindakan2 Anarkis Tebang Pilih yang dilakukan FPI.
btw pertanyaan saya masih belum dijawab.
yang nyata sih bagi hasil proyek klaim tanah senilai + 7M gagal om.
Last edited by noeheedayat; 22-02-2012 at 08:17 PM.
[QUOTE=nurdin;140270]Yg jelas sudah terjadi adalah pembantaian anak2 dan wanita madura oleh dayak.
Saya mau muntah waktu melihat foto2 kepala2 korban dijajar.
Benar2 biadab!!!! Dan herannya, sampai sekarang tidak ada hukuman apapun, betul2 tatanan kehidupan yg keblinger.[COLOR="Silver"]
coba dibaca dulu ini.
http://dte.gn.apc.org/49iKl.htm
pengalaman temen kuliah gw dulu, dia orang banjar yang tinggal di sampit, sempat diacungin celurit oleh massa orang madura. setelah itu massa dayak datang, terjadi pertempuran dengan senjata tajam. massa madura bahkan punya bom. tapi karena massa dayak lebih kuat, massa madura kalah. karena massa dayak sudah terlanjur marah, maka semua orang madura yang tersisa dibunuh. tapi tidak bisa digeneralisir juga, karena ga semua orang madura atau dayak disana yang ikut dalam konflik.
gw sih jujur aja kaga peduli kalo aksi fpi anarkis asal tepat sasaran, mis yg dirusak rumah bordil, dll, tapi yg gw ga suka mereka kaga peduli dengan collateral damage, mis pedagang asongan yg jualan di deket tkp, atau orang lewat yg " melotot"( kata mereka) waktu meliat aksi anarkis itu, tapi gw mesti akui 2-3 tahun terakhir mereka lebih "disiplin" waktu sweeping atau menghancurkan tempat "maksiat"