...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Ah, lo Pur. Itu kan hasil tafsir dari kalimat yang gue kutip. Dan saya lihat lo itu masuk yang ke negatif juga.
Btw, rasanya dulu guru spiritual saya di uji di salah satu Universitas di Hawai untuk desertasinya mengenai Tuhan (atau ke-Tuhanan), dan pengujiannnya dilakukan secara ilmiah. Sayang beliau sudah menginggal, dan saya belum menanyakan detail pengujiannya itu.
^
^
^
kayaknya udah dijawab sama Danalingga deh sama Ronggo...itulah kalau selalu memilah2, memisah2..jadi kita sering memberlakukan diri kita sekuler, tanpa sadar
memisah2an antara agama dan kehidupan kan sekuler...padahal sains itu bagian dari kehidupan.
Padahal Tuhan juga meminta manusia berilmu kemudian beramal.
Itu kenapa, apa salahnya membahas evolusi sebagai bagian dari sains?
maksudnya gini lho, mempelajari evolusi bukan berarti mengabaikan kekuasaan tuhan
kita di sini kan sedang mempelajari sains, kalau lalu membanding2kan ilmu evolusi dengan ilmu tuhan kan konyol namanya...
ilmu tuhan tak hingga, di banyak aspek tentu saja tidak bisa diamati.
nah yang kita pelajari adalah hal yang bisa diamati sama manusia, lalu masalahnya apa? kenapa jadi dibilang menuhankan evolusi?
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
mestinya klo gak setuju tuh argumennya apa?
jgn kemudian memvonis durhaka lantaran tdk menghadirkan tuhan![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
you can also find me here
kalo kalangan saintis tidak mau memasukkan unsur keagamaan kedalam penelitian saintisnya silahkan saja..namun pada saat hasil penelitian sainsnya di publikasikan dan ternyata hasil sainsnya itu menolak keberadaan Tuhan... ya siap2 saja hasil penelitiaanya akan ditolak oleh kaum agama....
saya pribadi menolak teori evolusi.. namun gak ikut2an diskusi krn emank wa gak punya ilmunya... so saya cukup jadi penonton aja dah![]()
terus dasarnya menolak apa? wangsit dari langit?
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Kembali ke perdebatan filosofis dalam kasus evolusi.
Chan mengatakan bahwa agama merecoki science, kasus yg sebenarnya tidak demikian karena banyak kaum evolusionist yg sebenarnya jauh dari science, cerita2 tentang asal mula manusia dll bukan science melainkan sebuah faham, faham yg di samarkan sebagai science, ini yang diperangi oleh orang beragama.
Apakah orang beragama melarang penelitian fosil ?
apakah ada larangan meneliti mutasi gen ?
tidak !
(ada penolakan terhadap pengorbanan janin manusia, ini kasus berbeda)
Agama kristen mendukung penelitian science, tapi menolak semua faham sesat yang mendompleng kepadanya.
Apakah orang seperti Richard Dawkins itu netral terhadap Agama ? tentu tidak, dia dengan agresif menolak semua kemungkinan adanya Perancang Cerdas, tidak peduli perancang itu adalah Tuhan atau Alien, pokoknya tidak boleh ada perancang dalam alam semesta.
Jadi kaum Evolusionis tidak netral seperti yg ditulis oleh rumus, mereka mempromosikan faham atau kepercayaan didalam science yg murni, bahwa Perancang itu tidak ada.
(yang disebut netral adalah berpikir sebagaimana fakta berbicara tanpa prejudice, jadi keberadaan perancang tidak diprejudicekan ada atau tidak ada,
kaum evolusi dari awal sudah meyakini tidak ada perancang dan tidak boleh ada penelitian yg mengarah ke bukti2 adanya perancang alam semesta)
Kaum agama juga tidak netral karena dari awal sudah memprejudice kan bahwa ada perancang, tapi kaum ini lebih jujur berkata apa adanya.
sains tidak perlu mendapat dukungan/pengesahan dari agama tertentu. jadi mau ditolak pun gak ngefek. malah kalau sampai didukung, ntar jadi sangat subjektif dan terkotak-kotak. Jumlah agama sendiri ada banyak (ribuan mungkin). Kemajuan sains pasti bakal terhambat kalau nantinya dikotak-kotakan sehingga bakal ada yg namanya Fisika Hindu (nyomot sebagian pelajaran fisika yg sesuai dg penafsiran ajaran Hindu saja), Fisika Kristen, Fisika Islam, dll. Pasti hanya nyomot sebagian-sebagian saja. Bagian yang "mendukung dan mebuktikan kebenaran kitab suci" akan mereka ambil, bagian yg "bertentangan dengan kitab suci" bakal ditolak dan dicap bid'ah.
Menelan mentah-mentah teori big bang karena "membuktikan bahwa alam semesta memiliki titik awal" sehingga ditafsirkan sebagai awal penciptaan, namun menolak tasiran fisika kuantum versi Kopenhagen karena mengisyaratkan kerja alam semesta yg bersifat acak, spontan, dan "tak direncanakan".
Itu hak anda. namun sangat disayangkan jika kita mempunyai dua telinga tapi hanya mau mendengar dari satu pihak saja--kampanye propaganda VCD adnan oktar yg banyak errornya itu--
Dulu rasanya pernah membaca bahwa kenapa buku On Origin of Species-nya Darwin dianggap lebih berpengaruh drpd Injil sendiri di Eropa dan Amerika: ada bukti korelasi yg positif bahwa dg membaca buku darwin (bener2 baca gak cuma kutipan sepotong2) berkaitan langsung dg sikap ilmiah, kekritisan, dan ujung-ujungnya kemajuan sains. Ini mungkin bisa menjelaskan, meski sama-sama negara kaya raya akan minyak, sains Iran lebih maju drpd negara2 timur tengah lainnya. Akademi sains Iran secara aktif memberikan respon positif dan dukungan terhadap pengajaran pelajaran evolusi di sekolah-sekolah sains
http://www.interacademies.net/File.aspx?id=6150
Last edited by E = mc²; 29-01-2012 at 12:09 PM.
you can also find me here
Baca lagi tulisan saya, agama kristen tidak menghambat peneitian science, cuma memerangi faham yang mendompleng pada science.
Sebaliknya atheism lah yang mengkotak2kan science dan mengharuskan bahwa sang perancang tidak boleh ada di alam semesta, apapun buktinya tetap harus ditolak.
dan baca lagi tulisan-tulisan saya, mengapa sains beda dg iman, dan lebih bagus lagi, baca tulisan Dobzhansky secara tuntas dan seksama.
Jadinya, ketika ditanya, "mengapa fosil paling tua ditemukan masih berupa makhluk bersel satu itu umurnya 3.5 milyar tahun lalu, sedangkan fosil makhluk bersel banyak (eukariot) yang paling tua, itu ditemukan sekitar 600an juta tahun lalu?", sains tidak bisa menerima jawaban "karena takdir tuhan" atas pertanyaan ini. sama seperti pertanyaan "mengapa hujan turun?", kalau saya menjawab "karena takdir tuhan" pas SD dulu, pasti pelajaran IPA saya bakal jeblok banget. sama seperti penjelasan penguapan/pengembunan/curahan sbg penjelasan terbaik dlm menjelaskan fenomena hujan, evolusi juga menjadi penjelasan terbaik dlm menjelaskan pertanyaan sebelumnya--dan pertanyaan2 lainny di bidang biologi. Itu lah sains, tidak menerima penjelasan "karena keterlibatan sesuatu yg tidak kasat mata dan tak teramati"
Last edited by E = mc²; 29-01-2012 at 12:49 PM.
you can also find me here
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
penguapan dan pengembunan itu science, semua itu ada bukti2 empirisnya, jangan disamakan dengan teori evolusi.
Newton dan Copernicus adalah ilmuwan kristen, memangnya kapan mereka menjawab masalah science dengan jawaban "karena takdir Tuhan" ?
Anda berusaha menggeser ilmuwan kristen keluar dari ranah science hanya karena mereka beriman kepada Tuhan, kelihatan sekali ada propaganda atheism disini dan inilah yg terjadi dibalik perdebatan Evolusi.
ya sudah, coba jawab pertanyaan di post sebelumnya ttg kemunculan fosil uniseluler dan multiseluler yg rentangnya waktunya begitu amat jaaauuuhhhh itu dr sudut pandang kreasionis
*dan kalau perlu, silahkan baca-baca arti kata "teori" dalam pengertian sains*
you can also find me here
gw tahu koq yg namanya "teori" didalam budaya science, dan hal itu sudah pernah gw singgung di pembahasan2 sebelumnya bahwa budaya science tidak selalu sejalan dengan kebenaran karena ada kelemahan didalamnya yaitu hal2 yg belum terbukti secara empiris bisa dianggap sebagai kebenaran hanya karena "dipercaya" oleh mayoritas dan di judge sebagai "penjelasan terbaik"
padahal penjelasan terbaik bukan berarti realita.
mengenai fosil uniseluler dll biarkan scientist bekerja melakukan penelitian dan mencari bukti, tidak perlu direcoki dengan cerita2 dongeng yang dipaksakan untuk dipercaya.