Wakil Ketua Komite Kompetisi PSSI Tony Apriliani mengungkapkan, jumlah peserta kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia musim 2011-2012 dari 18 klub akan bertambah menjadi 24 klub. Jumlah itu sudah mendapatkan restu dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
PSSI awalnya sempat menetapkan format kompetisi dua wilayah yang diikuti 36 klub. Namun, PSSI mengubah keputusannya. Format kompetisi menjadi satu wilayah diikuti 18 klub. Tidak berselang lama, PSSI kembali melakukan perubahan bahwa 24 klub akan mengikuti kompetisi kasta tertinggi pada musim depan.
Tony menjelaskan, penambahan jumlah peserta kompetisi dilakukan sebagai antisipasi bila ada klub yang tidak lolos verifikasi. Pasalnya, Tony memprediksi akan ada tiga sampai empat klub yang tidak lolos dalam proses verifikasi.
"Saya prediksi pasti drop karena skornya saya prediksi 40-50. Saya lupa, pokoknya klub dari timur. Mereka masih ingin melengkapi (syarat), tetapi dari hasil verifikasi terakhir di Hotel Sahid, saya prediksi ada tiga atau empat yang nilainya di bawah 50. Satu klub dari timur, Jawa Timur, barat dan utara. Kita gak mau sebutkan karena masih dalam proses. Ini supaya tidak membingungkan," ucap Tony kepada wartawan di Kantor PSSI, Jumat (23/9/2011).
Lagi pula, menurut Tony, tidak ada batasan jumlah klub peserta kompetisi. "Awalnya 18 klub. Adanya saat di Kongres PSSI di Bali. Setelah dikaji, kemudian dilihat, tidak ada batasan jumlah klub peserta kompetisi. Yang ada adalah suara di kongres atau voter. Menurut AFC, masih ada toleransi waktu kami kirimkan 36 klub itu. Mereka menyarankan bikin satu wilayah saja, tetapi ditoleransi sampai 24 klub. Itu pernyataan Direktur Kompetisi AFC. Makanya, kami memakai dasar guidance dari mereka juga," beber Tony.
"Makanya diberi ruang sesuai aturan FIFA dan AFC, yang menyarankan maksimal 24 klub. Waktu bertemu Direktur Kompetisi AFC di Kuala Lumpur, minimal peserta kompetisi 12 klub," sambungnya.
Keputusan mengubah jumlah perserta kompetisi menjadi 24 klub menuai kontroversi karena ada enam klub baru yang ditunjuk oleh PSSI dengan alasan berbeda. Keenam klub tersebut adalah Persema Malang, PSM Makassar, PSMS Medan, Bontang FC, Persibo Bojonegoro, dan Persebaya Surabaya. Keanggotaan Persibo dan Persema sempat dicabut oleh PSSI di era Nurdin Halid setelah mereka membelot ke Liga Primer Indonesia.
"Menurut saya memang kalau Persema, Persibo, PSM itu saya kembalikan ke hasil kongres. Kami punya catatan tersendiri. Artinya, mereka belum bisa dipastikan ikut. Jadi, jangan sudah disanksi, semua anggota PSSI kemudian direhabilitasi, lalu tiba-tiba mendapatkan posisi di atas. Pasti ada kecemburuan dari klub-klub lain," urai Tony.