Page 14 of 32 FirstFirst ... 4121314151624 ... LastLast
Results 261 to 280 of 634

Thread: Evolusi

  1. #261
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    kalo orang mengajukan teori listrik atau gelombang radio, maka saat teorinya diuji maka dia akan mengutarakan fakta2 ilmiahnya, tapi kalo ada orang berani menguji Teori Evolusi... langsung dihajar beramai2, latar belakangnya dikorek2, dan orang2 sampai menghabiskan waktu untuk mencari kelemahan pribadi dari si pengkritik.
    sederhana saja, agar sesuatu dapat diterima secara ilmiah, yg nulis harus orang yg kompeten di bidangnya. makanya dalam jurnal sains, meski tukang obat kaki lima yg mengklaim punya penawar obat segala penyakit termasuk HIV/AIDS, maka tulisannya sudah dipasti gak bakal masuk jurnal sains tsb.

    Pemeriksaan latar belakang sangat penting, untuk melihat latar belakang kompetensinya, pendidikannya, sehingga bisa memeriksa apakah karya org tersebut berbobot secara ilmiah atau cuma koar-koar cap kecap. Klaim sepihak tanpa disertai dukungan dan bukti lain dr peneliti lain.


    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    harusnya orang sadar, ada sesuatu dibalik teori evolusi sampai2 para penganutnya rela melakukan apapun, yg scientific maupun yang tidak untuk menyerang orang2 yg berani menyenggol "teori suci" ini.

    satu hal lagi, teori evolusi diajukan ratusan tahun yang lalu, kemudian selama ratusan tahun penganutnya berupaya mencari bukti.
    artinya penganut teori evolusi adalah orang yg percaya sesuatu tanpa bukti, bukti boleh belakangan, yang penting percaya dulu.

    salut deh dengan effort para penganut kepercayaan ini, beratus tahun rela mendebat, menyerang, membela dan menghabiskan waktu untuk membuktikan Iman.
    ganti kata "evolusi" dengan "kreasionis", maka orang-orang bakal terkejut karena kalimat di atas lebih cocok untuk ditujukan kepada pihak mana.


    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    back to topic,
    argumen lu tentang bom atom 1945 menunjukkan bahwa lu gak membaca bantahan orang dengan baik, keburu emosi mungkin
    bukan saya yg terlalu emosi, tapi anda yg terlalu bersemangat. ketika nemu tulisan yang "membantah evolusi", maka langsung menelan tulisan tsb secara mentah2 tanpa dicek validasi data yg digunakan, dan bobot keilmiahan yang akurat dalam tulisan. satu tulisan (karena di internet pun gak ada lagi sumber lain yg menyatakan hal yg sama), sudah terbantah oleh ribuan (kalo gak jutaan) tulisan ilmiah dr berbagai disiplin ilmu di berbagai universitas.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    penemuan2 nuklir beserta dengan limbahnya beresiko mencemari dan mengganggu pengukuran radioaktif, thats all.
    kalo seorang berkeras bahwa fosilnya tidak pernah terkontaminasi limbah nuklir dengan data2 falid, it's ok, gak perlu marah2 atau personal attack.
    kesimpulannya sederhana, kalau emang kontaminasi nuklir menyebabkan pengukuran jd gak valid karena makhluk hidup yg hidup setelah tahun 1940 terkontaminasi, berarti semua makhluk hidup yg mati sebelum tahun 1940 itu beneran usianya. jadi fosil manusia purba dan dinosaurus itu usianya emang setua yg ditulis di jurnal sains yg ada. padahal stewart sendiri gak percaya gak ada apapun sebelum 4000SM

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    coba kalo anak lu nanya "bulan lebih besar dari matahari ya ?"
    trus lu jawab "kamu anak kecil gak pantes nanya2 ke saya, nanti kalo lu udah lulus kuliah baru lu boleh nanya ke saya, lu gak tau kalo gw gelarnya udah setinggi langit ?"
    apakah argumen semacam itu pantas diutarakan kepada orang pada orang yg menguji sebuah teori ?
    kemungkinan jawaban saya, "aduh Nak, bapak belum pernah baca buku sains apapun. jadi bapak gak ngerti yang begituan--perbandingan konfigurasi jarak matahari-bumi vs diameter bulan-jarak bumi/bulan". Jadi mending kamu baca sendiri sains yg bener yang bener yah Nak. yg nulisnya harus kompeten di bidangnya. jangan sampai kamu membaca dari buku yang ditulis orang yg gak ngerti di bidang tsb. Soalnya banyak orang-orang sok ngerti lalu bikin tulisan dan klaim palsu"

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    saya rasa jawaban macam itu hanya terjadi pada uji Teori Evolusi karena entah mngapa "science" yg satu ni penuh dengan reaksi emosional dari pendukungnya.
    iya, hanya PERASAAN anda saja. coba googling "newton vs leibnitz", kalau mau yg lebih rumit lagi, baca ttg "EPR paradox".

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Apakah Radiometric Dating akurat ?

    Jawabannya, akurat di laboratorium.
    Namun saat di aplikasikan kedalam Praktek, hasilnya sangat sulit mencapai akurasi yang baik karena banyak asumsi2 dasar yang tidak tentu sesuai dengan teori.
    syukurlah. soalnya para ilmuwan mengambil sampel fosil/artefak dr lapangan (situs), lalu karena gak mungkin ngetes langsung di afrika karena gak ada alatnya, mereka mengirim sampel ke laboratorium modern. maka hasil yg didapat pun akurat.



    wah, purba keren, mau nerangin ttg radiometrik. Meski saya sih udah pesimis, tulisan tsb gak dibaca. sama seperti tulisan2 sebelumnya--yg bahkan disertai link2 sumber yg terpercaya--biasanya orang2 spt ini setelah diberikan jawaban yg membuktikan klaim mereka gak ilmiah, lalu bungkam dan mengalihkan perhatian ke "bukti ilmiah lain". begitu senang mencecar dg pertanyaan, pas dibalik ditanya, pura2 gak baca
    you can also find me here

  2. #262
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    bukan pura2 ga baca tapi emang ga dibaca. kalau beda sama yang diimani langsung ga dibaca. itu kenapa sampe ada ilmuwan disuruh minum racun oleh gereja jaman dulu pas bilang teori heliosentris

  3. #263
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post

    barangkali dimasa kecilnya dia tidak pernah main
    tanah liat dan air

    belum lagi, dia melupakan faktor turunnya muka
    bumi akibat kekosongan yang ditinggalkan oleh
    magma tadi, akan mengakibatkan naiknya permu
    kaan air laut
    heh. Lagian, secara logika matematis, kalo magma konten bumi keluar terus, tanpa ada material lain yang masuk menggantikannya, bumi seharusnya saat ini betuknya bakalan kayak bola sepak. Bulet, kopong di dalem.
    Atau mungkin ini saatnya gue segera ngambil kpr petakan tanah di bawah kerak bumi ?
    Lumayan bisa gue pake buat nyimpen unit GunMen gue.

    sebagai tambahan; Beradu referensi jurnal sama UberGeek yang nick-nya aja udah persamaan matematik ? Dude...
    Kecuali kalo nick lo adalah f(x,y) kali, yah.
    Last edited by TheCursed; 01-01-2012 at 09:23 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  4. #264
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    kesimpulannya sederhana, kalau emang kontaminasi nuklir menyebabkan pengukuran jd gak valid karena makhluk hidup yg hidup setelah tahun 1940 terkontaminasi, berarti semua makhluk hidup yg mati sebelum tahun 1940 itu beneran usianya.
    kesalahan suatu hal tidak membuktikan kebenaran hal lainnya, kontaminasi fosil setelah tahun 1945 mungkin mengganggu penelitian radiometric dating, penelitian sebelum 1945 bisa terganggu oleh hal lain.

    syukurlah. soalnya para ilmuwan mengambil sampel fosil/artefak dr lapangan (situs), lalu karena gak mungkin ngetes langsung di afrika karena gak ada alatnya, mereka mengirim sampel ke laboratorium modern. maka hasil yg didapat pun akurat.
    Berarti penelitian umur batuan St. Helen yang menunjukkan usia jutaan tahun itu akurat dengan kenyataan yang umur sebenarnya yg baru 6 tahun ? wah sampling errornya gede banget yah...

    Sayatidak percaya usia bumi hanya 6000 tahun karena bible tidak menulis demikian, tapi juga tidak percaya penelitian2 yg akurasinya terlalu rendah.

    ---------- Post added at 05:06 PM ---------- Previous post was at 04:59 PM ----------

    Satu tambahan lagi buat pembaca.

    Teori Evolusi tidak punya tempat untuk yg namanya Tuhan atau sang Pencipta, saya baru jelas tentang hal ini setelah membaca tulisan Richard Dawkin yg judulnya Blind watchmaker,
    disitu dia menjelaskan bahwa meskipun mahluk hidup saat ini kelihatannya sangat kompleks, dan terlihat seperti di design, sebenarnya mahluk hidup terjadi secara acak tanpa perancang.

    http://en.wikipedia.org/wiki/The_Blind_Watchmaker

  5. #265
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    kesalahan suatu hal tidak membuktikan kebenaran hal lainnya, kontaminasi fosil setelah tahun 1945 mungkin mengganggu penelitian radiometric dating, penelitian sebelum 1945 bisa terganggu oleh hal lain.
    ini kan masih berupa asumsi anda. dan asumsi si stewart.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Berarti penelitian umur batuan St. Helen yang menunjukkan usia jutaan tahun itu akurat dengan kenyataan yang umur sebenarnya yg baru 6 tahun ? wah sampling errornya gede banget yah...
    bisa tunjukan link (atau apapun) sumber referensi "bukti" ini selain tulisan si Stewart? saya yakin di bagian ini ada quote mining yg parah.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Teori Evolusi tidak punya tempat untuk yg namanya Tuhan atau sang Pencipta, saya baru jelas tentang hal ini setelah membaca tulisan Richard Dawkin yg judulnya Blind watchmaker,
    disitu dia menjelaskan bahwa meskipun mahluk hidup saat ini kelihatannya sangat kompleks, dan terlihat seperti di design, sebenarnya mahluk hidup terjadi secara acak tanpa perancang.

    http://en.wikipedia.org/wiki/The_Blind_Watchmaker
    sebenarnya apa sih definisi 'di desain" dan "tidak di desain"? desain hanya merujuk pada pola "keteraturan" berdasarkan pengalaman.
    contoh, misalkan kita menjatuhkan sekelompok kelereng ke dalam 3 wadah yg datar, kemungkinan kelereng jatuh ke wadah beserta posisinya bakal sangat banyak, bentuknya macam-macam, salah satu tiga kemungkinannyanya

    Code:
    +----------------+     +----------------+     +----------------+ 
    |                |     | *         *    |     |                |
    |                |     |      *         |     |                |
    |    * * * *     |     |            *   |     |   *   *        |
    |    * * * *     |     |       * *      |     |   *   *        |
    |    * * * *     |     | **         *   |     |   *****  *     |
    |    * * * *     |     |   *       *    |     |   *   *  *     |
    |                |     |          *     |     |   *   *  *     |
    |                |     |              * |     |                |
    |                |     |*    *       *  |     |                |
    +----------------+     +----------------+     +----------------+
    di wadah pertama, kita menyebutnya teratur. di wadah kedua kita menyebutnya tidak teratur. wadah ketiga? bagi orang yg mengenal bahasa inggris, pola gambar ketiga akan dikenali sbg "desain". kelereng membentuk pola tulisan "Hi". bagi orang yg gak bisa bahasa inggris dan gak nulis dalam abjad latin, pola ketiga sama sekali gak bisa disebut "desain". paling dia hanya akan menyebutnya sbg pola setengah teratur saja. Dalam seni lukis abstrak misalnya, orang yg menjiwai seni bakal melihat desain yg memukau, bagi orang yg buta seni, hanay melihat pola acak saja. Atau saat kita menatap awan. ada yg melihat awan sebagai tulisan/lambang keagamaan, bagi anak kecil awan apapun akan diasosiasikan dg bentuk2 hewan. namun apakah bentuk awan memang sengaja didesain, padahal beberapa orang melihat pola di awan? Makanya, dalam dunia sains, kata "desain" memang sengaja dihindari, karena selain bias dg variable "tukang desain", kata "desain" hanya berlaku secara subjektif, tergantung kpd kapasitas otak dalam menghubungkan "pola" dengan sesuatu yg dianggap teratur. dan ini berkaitan erat dg pengalaman masing-masing.

    contoh paling populer,

    meski gambar ini sangat kasar dan tak mewakili secara lengkap dalam susunan anatomi wajah, tapi kebanyakan orang melihat gambar ini sebagai 'desain' wajah. padahal hanya berupa 3 lingkaran dan 1 garis. bahkan apa yg disebut hidung dan telinga saja tidak ada.

    wah, anda sudah membaca buku "The Blind watchmaker"? seharusnya sudah jelas, bahwa di buku tsb disebutkan kalo kata "desain" dan 'tidak didesain" sebenarnya erat kaitannya dengan "meaningfulness". dalam menjelaskan keanekaragaman makhluk hidup lengkap dengan sistem organ yg rumit, sebenarnya tak perlu merisaukan kata 'desain'. Lebih lanjutnya lagi, saat berbicara ttg sains, jangan melibatkan "tukang desain", toh variable "tukang desain" tak cocok dg metode sains yg naturalis--bukan supernaturalis, juga terllau banyak resiko miskonsepsi. Ingat kasus penemuan "kanal" di Mars? banyak yg mengklaim bahwa pola guratan di Mars tsb didesain oleh alien-alien. Toh kenyataannya, itu cuma pola geometris belaka karena proses erosi di daratan mars.
    you can also find me here

  6. #266
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Steward hanya bertugas menulis buku, isinya kumpulan bukti2 yg menentang Teori Evolusi,
    mengenai Mount St Helen silahkan di google sendiri, yang meneliti adalah ahli geologi bernama Dr. Steven Austin.
    Batuan tersebut baru terbentuk beberapa tahun saat terjadi pembekuan lava, saat di teliti dengan teknik Radiometric dating didapatkan hasil 350rb tahun hingga jutaan tahun.

    Mengenai Design :

    Design/Random yang kamu berikan adalah sebuah contoh benda yang tak berfungsi, yang kita bicarakan adalah mengenai sebuah sistim yang berfungsi.

    Mengenai hal ini boleh dibaca tulisan seorang ahli micro biologi yang namanya Michael Behe, teorinya namanya Irreducible Complexity.

    Gambaran dasar teorinya adalah bahwa bagian terkecil dari mahluk hidup pun harus berupa bagian2 yang tak terpisahkan dan tak bisa di reduce, bagian2 ini harus ada semua dan berhubungan dengan baik dalam sebuah sistim barulah bisa menjalankan fungsinya.

    Teori ini membantah Richard Dawkin dan Teori Evolusi yang berasumsi bahwa semua kompleksitas mahluk hidup dimulai dari hal2 simple yang tak sengaja bersatu lalu lama2 berevolusi menjadi kompleks.

  7. #267
    ya udah deh, berikut paper asli si Austin--gak mengejutkan jika hanya di situs2 kreasionis tulisan utuhnya bisa ditemukan (bukan di jurnal sains terkemuka)
    http://www.icr.org/research/index/researchp_sa_r01/

    dan berbagai keberatan tentangnya--dan mengapa secara keilmuan, "penemuan" ini bukan barang baru dan gak mebuktikan apapun, yg bisa mengubah teori sains manapun-- Kalau mau agak yg sedikit teknis
    http://noanswersingenesis.org.au/mt_..._dacite_kh.htm

    kalau mau yg sangat singkat namun padat,
    http://www.talkorigins.org/indexcc/CD/CD013_1.html

    agak panjang tapi sangat runut buat diikutin,
    http://skeptoid.com/episodes/4146

    katanya udah baca The Blind watchmaker, kalo dibaca dg baik, udah dibahas itu, mengapa argumen "separuh mata tidak bisa bekerja, harus jadi sekaligus, makanya teori evolusi salah" sama sekali gak bersifat ilmiah apapun. dan dawkins gak nulis, "kehidupan berangsur-angsur dari sederhana menjadi kompleks". serius, saya gak nemu.

    mengutip wikipedia,

    Keberatan terhadap evolusi yang sangat sering diajukan adalah bahwa kehidupan sangatlah tidak mungkin muncul "secara kebetulan" mengingat kompleksitas dan keteraturan yang ada di alam. Diargumenkan bahwa kemungkinan kehidupan muncul tanpa seorang perancang cerdas yang mengaturnya sangatlah kecil, sedemikiannya tidaklah masuk akal untuk tidak menyimpulkan bahwa adalah soerang perancang yang merancang dunia ini, utamanya keanekaragaman hayati. Bentuk argumen yang lebih ekstrem adalah evolusi tidak dapat menciptakan struktur kompleks. Gagasan ketidakmasukakalan ini sering diekspresikan dengan kutipan "probabilitas kehidupan berasal bumi tidaklah lebih besar daripada kemungkinan sebuah angin topan yang menyerbu lahan pembuangan kendaraan akan berhasil merakit sebuah pesawat Boeing 747" (klaim yang dikenal sebagai kesesatan Hoyle).

    Bentuk keberatan ini adalah argumen berdasarkan analogi. Gagasan dasar argumen ini adalah bahwa keberadaan Tuhan didasarkan pada keteraturan alam semesta. Seorang fisluf abad ke-18, William Paley, mengemukakan analogi tukang jam yang berargumen bahwa fenomena-fenomena alam tertentu beranalogi dengan sebuah jam yang teratur, kompleks, dan memiliki kegunaan. Hal ini berarti bahwa sama seperti jam yang memiliki perancang, alam semesta haruslah juga memiliki perancang. Argumen ini adalah inti teori perancangan cerdas, yang bertujuan memasukkan argumen-argumen perancangan sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang sah, daripada sebagai bagian dari ilmu filsafat dan teologi, sehingga ia dapat diajarkan bersamaan dengan evolusi.

    Keberatan ini pada dasarnya merupakan bentuk argumentum ad ignorantiam (argumen dari ketidaktahuan), yakni kesesatan logika (fallacy) yang menganggap bahwa oleh karena penjelasan tertentu tampaknya berlawanan dengan intuisi, maka penjelasan alternatif lainnya yang lebih intuitif adalah lebih benar. Para pendukung evolusi umumnya merespon bahwa evolusi tidaklah didasarkan pada "kebetulan" belaka, namun didasarkan pada interaksi kimiawi yang dapat diprediksi. Interaksi ini merupakan proses alami yang tidak memerlukan "perancang". Walaupun proses ini mempunyai beberapa unsur keacakan, adalah seleksi tak acak yang mendorong evolusi sejalan dengan keteraturan. Fakta bahwa akibat proses ini teratur dan tampaknya "dirancang" bukanlah bukti keberadaan perancang supernatural sama halnya bentuk butiran kristal salju yang teratur bukanlah hasil perancangan melainkan merupakan akibat dari proses alami.

    read more
    you can also find me here

  8. #268
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kalau Teori Evolusi yakin bahwa keberadaan mahluk hidup tidak membutuhkan perancang maka benar dugaan saya bahwa ada satu "front" lagi antara pendukung teori evolusi dengan orang beragama.

    Kalangan evolusi tidak akan menerima "tumpangan" dari orang2 beragama yang ikut2an percaya pada teori evolusi karena disini pilihannya adalah percaya teori evolusi atau percaya keberadaan Tuhan.

    ini kutipan dari kutipan yg kamu kasi:
    Para pendukung evolusi umumnya merespon bahwa evolusi tidaklah didasarkan pada "kebetulan" belaka, namun didasarkan pada interaksi kimiawi yang dapat diprediksi. Interaksi ini merupakan proses alami yang tidak memerlukan "perancang".

    Walaupun proses ini mempunyai beberapa unsur keacakan, adalah seleksi tak acak yang mendorong evolusi sejalan dengan keteraturan.

    Fakta bahwa akibat proses ini teratur dan tampaknya "dirancang" bukanlah bukti keberadaan perancang supernatural sama halnya bentuk butiran kristal salju yang teratur bukanlah hasil perancangan melainkan merupakan akibat dari proses alami.
    Kembali yang dijadikan contoh ke acak an adalah butiran salju, padahal kita sedang membicarakan suatu sistim yang berfungsi, jadi tidak relevan menggunakan contoh ke acak an yang tidak berfungsi seperti butiran salju.


    Fakta bahwa akibat proses ini teratur dan tampaknya "dirancang" bukanlah bukti keberadaan perancang supernatural
    Pada quote diatas si penulis yang jelas pendukung evolusi sudah mengakui bahwa ada Fakta dari pengamatan bahwa mahluk hidup "tampaknya" dirancang.

    Bukankah Darwin juga membuat Teori Evolusi berdasarkan gejala2 yang "tampaknya" berevolusi ?
    misalnya dia melihat kemiripan antara satu species dengan species lain lalu dia membuat teori bahwa kedua species itu berasal dari nenek moyang yg sama, ia berani membuat teori ini hanya berdasar pengamatan yg tampak, tanpa melihat si nenek moyang itu, tanpa melihat proses perubahan tersebut.

    Jadi ada ke tidak konsistenan disini. Teori Evolusi yakin ada nenek moyang yg berevolusi tapi menolak ada perancang yg cerdas.

    Saya sih yakin kamu belum membaca Teori Irreductible Complexity, saya juga belum baca tulisan Dawkin dengan lengkap, bisa tolong dijelaskan kenapa fakta bahwa Separuh Mata tidak berfungsi tidak membatalkan Teori Evolusi ?
    Bisakah dihubungkan dengan fungsi yang lebih penting, misalnya "separuh nafas", maksudnya bisakah mahluk hidup yg belum sempurna mengembangkan sistim pernafasan bisa hidup cukup lama sampai akhrinya proses respirasinya sempurna ?

    atau yg lebih dasar lagi, bisakah sebuah sel yang belum sempurna, misalnya tidak punya nukleus bisa hidup cukup lama sampai berevolusi membentuk nukleus yg sempurna ?

  9. #269
    sudah dibahas berkali-kali di halaman belakang, Pada dasarnya, sains memang tidak membahas Tuhan, tidak menolak ataupun membenarkan. Soal kaitan antara sains dan Tuhan bukanlah bahasan sains, tapi bergantung pada pandangan filosofis atau kepercayaan pribadi tiap ilmuwan, namun tidak berkaitan dengan sains itu sendiri.

    Variabelnya saja sudah beda, sains itu naturalistik, tuhan itu supernaturalistik. sains dapat dibuktikan melalui pengamatan, eksperimen, dan hal-hal empiris lainnya. bagaimana sifat tuhan diamati dan diuji? Iya, evolusi bukan penjelasan paling sempurna, tapi sampai saat ini dia yg paling baik dalam menjelaskan fenomena keberagaman hayati yang langsung bisa diuji dan diamati. makanya evolusi masuk ke ranah sains, bukan mistik.

    saya sudah membaca mengenai irreductible complexity itu sejak lama--dan di halaman-halaman belakang juga sudah menyertakan link yg bisa menjawab secara tangkas dan tepat mengapa argumen ini gak bisa membuat teori evolusi "runtuh". Silakan mundur ke halaman-halaman belakang lagi.

    saya kasih ringkasannya deh,

    “Mahluk X pasti telah dirancang oleh Sang Pencipta,” kata kreasionis. “Dan separuh X pasti tidak akan jalan sama sekali. X pasti diciptakan sekaligus; tidak mungkin berkembang lambat-laun.”

    Argumen diatas sebenarnya gampang dipatahkan, di buku2 Dawkins sudah berkali-kali dibahas (coba cari link yg saya tulis sebelumnya untuk pembahasan lebih lanjut). Yang sering dilupakan oleh para penyokong argumen itu adakah bahwa mahluk hidup berevolusi secara gradual dalam kurun waktu yang panjang. Gradien perubahan ini bisa jadi sangat tipis dan berlangsung dalam jangka waktu yang demikian lama. Untuk setiap gradien evolusi, spesies yang muncul belakangan mungkin hanya memilki sangat sedikit perbedaan dengan pendahulunya.

    Demikian pula dengan evolusi organ tubuh. “Lihatlah, betapa sempurnanya mata kita. Pastilah itu tercipta secara seketika. Kalau mata tercipta secara bertahap, lantas apa gunanya separuh mata?” Sayangnya, ini juga pertanyaan kelas teri . Separuh mata jelas lebih baik dari 49%, yang sudah pasti lebih baik dari 48%, dan seterusnya. Kaum kreasionis selalu beranggapan bahwa apapun yang ada di alam saat ini telah mencapai bentuknya yang sempurna. Padahal, semuanya itu merupakan bagian dari aliran “sungai DNA” yang masih terus mengalir hingga kiamat kelak. Mata yang sekarang kita anggap sudah 100% ini mungkin hanya separuh atau bahkan seperempat dari mata spesies di masa mendatang. Who knows? (di buku The Blind Watchmaker, juga di bukunya yang lain, Dawkins banyak bercerita seputar mata yang bagi kalangan kreasionis dianggap merupakan bukti kesempurnaan ciptaan Tuhan, padahal sains modern telah membuktikan bahwa mata justeru menyimpan banyak bukti evolusi gradual).

    Orang-orang yang skeptis terhadap Darwinisme gradualistis bisa mengajukan segepok fakta alamiah yang sepintas terasa ganjil dan mencengangkan. Dawkins biasanya memberikan contoh bagus tentang mahluk-mahluk yang hidup di palung-palung dalam Samudera Pasifik. Hewan-hewan yang sepenuhnya dijalankan oleh bakteri, dengan memanfaatkan panas dari lubang-lubang vulkanis jauh dibawah palung Pasifik. Spesies ini melakukan metabolisme terhadap sulfur, bukannya oksigen. Lantas, darimana spesies ganjil ini berevolusi, dan melalui tahapan peralihan seperti apa?

    Jawabannya terletak pada banyaknya variasi gradien dari kondisi di dalam lautan. Tekanan 1000 atmosfir memang mengerikan, tetapi angka itu hanya secara kuantitatif lebih besar dari 999, yang juga secara kuantitatif lebih besar dari 998 atmosfir, dan seterusnya. Dasar laut menyediakan gradien kedalaman mulai dari 0 kaki hingga lebih dari 33.000 kaki, dengan gradasi tekanan berkisar 1 atmosfir hingga diatas 1000 atmosfir di kedalaman. Begitu pula dengan intensitas cahaya, mulai dari terang benderang di siang hari dekat permukaan, hingga kegelapan total di kedalaman. Semua bervariasi dengan sangat halusnya, tanpa ada patahan yang tajam. Untuk setiap tingkat kedalaman, tekanan, dan intensitas cahaya yang dihadapi dengan beradaptasi, hanya memerlukan rancang bangun spesies yang sedikit berbeda dengan yang sudah ada, yang mampu bertahan hidup sedepa lebih dalam, selumen lebih gelap, dalam tekanan satu atmosfir lebih tinggi, dan seterusnya, dan seterusnya...

    Secara jelas, tak perlu ada istilah "separuh mata tidak bisa bekerja drpd satu mata sempurna'. ini hanya masalah gradualitas. Mata justru menjadi salah satu organ paling sempurna yg bisa menunjukan gradualistik ini--silakan cek di link sebelum-sebelumnya
    Last edited by E = mc²; 03-01-2012 at 02:43 PM.
    you can also find me here

  10. #270
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    sudah dibahas berkali-kali di halaman belakang, Pada dasarnya, sains memang tidak membahas Tuhan, tidak menolak ataupun membenarkan.
    saya rasa kalimat itu kurang jujur, karena para penganut TE benar2 menyangkal keberadaan si perancang cerdas, bukannya tidak menolak atau membenarkan melainkan benar2 menolak, termasuk menolak semua usaha pembuktian terhadap keberadaan perancang cerdas.

    Disini yg saya heran, bukti perubahan dari species lain ke manusia belum ada tapi terus dicari2 dan dipercaya terlebih dahulu, banyak bukti2 keberadaan perancang diabaikan atau ditolak sama sekali.

    Pernahkah penganut evolusi mencampur berbagai zat di laboratorium lalu melihatnya berubah menjadi sebuah sel hidup yang memulai evolusi ?
    paling jauh hanya terjadi campuran hidro karbon, itupun menggunakan model yang sangat jauh berbeda dari keadaan bumi purba.

    Kalau kita melihat sebuah komputer kita yakin sekali ada orang yg membuatnya, namun kenapa saat berhadapan dengan mahluk hidup, option keberadaan si perancang ditolak sama sekali ?

    ok lah kalau kita membicarakan mata yang katanya sudah berkembang sangat tinggi, lalu siapa yg menciptakan rantai DNA ?
    bisakah laboratorium menciptakan 1 rantai DNA secara random dari zat2 kimia yg dicampur2 secara acak ?

    ---------- Post added at 02:02 PM ---------- Previous post was at 01:57 PM ----------

    ya udah deh, berikut paper asli si Austin--gak mengejutkan jika hanya di situs2 kreasionis tulisan utuhnya bisa ditemukan (bukan di jurnal sains terkemuka)
    ini yang saya bilang bahwa penganut evolusi memakai cara2 yang kurang fair, apalagi setelah mereka menjadi kaum mayoritas di dunia barat yg kini dikuasai oleh materialisme dan atheisme.
    Saat mereka menguasai sebuah majalah sains, maka mereka menolak semua penelitian2 yang mengkritik teori evolusi meskipun penelitian tersebut kredible dan dilakukan oleh orang yg kompeten dibidangnya.

    so, jangan menggunakan argumen "backing"2an karena backing2 itu sendiri seringkali tidak jujur atau berimbang.

  11. #271
    ya sudah, kalau Aslan ngotot bilang evolusi itu ilmu atheis. tapi kenapa gak melakukan tuduhan yg sama kepada ilmu fiiska? dan kimia juga? di buku teks fisika manapun gak ada kata tuhannya. kalau saya menjawab soal ujian "mengapa inti atom dengan nomor atom di atas timbal tidak stabil", lalu saya menjawab "karena sudah dirancang tuhan", maka berapa nilai ujian saya kira-kira? semua cabang sains tak memperbincangkan tuhan dalam menjelaskan fenomena alam. toh konsep ketuhanan juga banyak. parameter sains sudah jelas: teori dan bukti yg bisa diuji.

    kalo hasil dr. Austin emang valid, kenapa gak ada hasil lain dari peneliti lain, bahkan yg sama-sama kreasionis yang menyatakan hal serupa?
    you can also find me here

  12. #272
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    ya sudah, kalau Aslan ngotot bilang evolusi itu ilmu atheis. tapi kenapa gak melakukan tuduhan yg sama kepada ilmu fiiska? dan kimia juga? di buku teks fisika manapun gak ada kata tuhannya. kalau saya menjawab soal ujian "mengapa inti atom dengan nomor atom di atas timbal tidak stabil", lalu saya menjawab "karena sudah dirancang tuhan", maka berapa nilai ujian saya kira-kira? semua cabang sains tak memperbincangkan tuhan dalam menjelaskan fenomena alam. toh konsep ketuhanan juga banyak. parameter sains sudah jelas: teori dan bukti yg bisa diuji.

    kalo hasil dr. Austin emang valid, kenapa gak ada hasil lain dari peneliti lain, bahkan yg sama-sama kreasionis yang menyatakan hal serupa?

    beberapa fisikawan seperti stephen hawking jelas mengaku sebagai atheis.

    mengapa tidak kita perdebatkan mengenai keberadaan perancang di fisika atau kimia ?

    karena hal2 yg terbukti sebagai fakta mengehntikan segala perdebatan yg berlarut2.
    perdebatan hanya terjadi di level hipotesa, dimana sebuah teori tidak ada buktinya sehingga membuka pintu terhaap berbagai penafsiran.

    kenapa teori evolusi terus diperdebatkan ?
    karena belum ada bukti.

    beberapa bagian teori evolusi yg sudah terbukti misalnya mutasi genetis, debat sudah tidak ada lagi, kebenaran harus diterima oleh semua pihak.

    tapi mengenai nenek moyang manusia, asal mula kehidupan, keberadaan perancang dll masih terus diperdebatkan karena itu wilayah kepercayaan, iman.

  13. #273
    aduh, jadi anda menganggap evolusi sebagai hipotesa ya? namanya saja sudah jelas, teori evolusi--bukan hipotesa evolusi

    evolusi udah jadi teori, bahkan udah jadi cabang ilmu biologi. Namanya biologi evolusioner.

    apa karena evolusi masuk ke wilayah "iman" maka evolusi gak bisa diterima sebagain sains? berarti diskusi kita mundur lagi ke abad pertengahan, saat pandangan galileo ditolak karena masuk wilayah "iman" dan gak sesuai dengan penafsiran agama saat itu
    you can also find me here

  14. #274
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    saya rasa kalimat itu kurang jujur, karena para penganut TE benar2 menyangkal keberadaan si perancang cerdas, bukannya tidak menolak atau membenarkan melainkan benar2 menolak, termasuk menolak semua usaha pembuktian terhadap keberadaan perancang cerdas.
    menolak gimana sih um?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  15. #275
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    karena hal2 yg terbukti sebagai fakta mengehntikan segala perdebatan yg berlarut2.
    perdebatan hanya terjadi di level hipotesa, dimana sebuah teori tidak ada buktinya sehingga membuka pintu terhaap berbagai penafsiran.
    faktanya gak juga tuh?
    ketika bumi sudah terbukti bulat, lalu terbukti pula ada galaksi
    apakah perdebatan ttg alam semesta dng sendirinya terhenti?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  16. #276
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    menolak gimana sih um?

    untuk tahu jelasnya penolakan terhadap Sang Perancang Cerdas, harus membaca tulisan2 para tokoh Evolusi, misalnya Richard Dawkins yang sungguh2 menolak teori kehadiran sang perancang (yang kita kenal sebagai Tuhan).
    Richard Dawkins menulis bahwa semua sistim kompleks yang "kelihatannya" hasil rancangan, sebenarnya hanya hal2 sederhana yg terjadi secara random murni yang kemudian berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih kompleks, semuanya murni karena Random, tanpa sampur tangan Perancang,

    Ini yang dibicarakan oleh rumus di posting2an terakhir, bahwa semua kompleksitas harus terjadi tanpa perancang, sperti mata/penglihatan yg kompleks sebenarnya merupakan suatu sistim yg terjadi tanpa sengaja dari mahluk hidup sederhana yg bereaksi terhadap cahaya dan terjadi proses natural selection selama jutaan tahun sehingga akhirnya ada probabilitas kecil terjadi suatu sistim mata yang canggih seperti yg dimiliki oleh manusia sekarang.

    Dari pihak orang beragama ada Teori Ireductible complexity yang menjawab Teori ketidak beradaan rancangannya Teori Evolusi.
    Ireductible Comlexity menjelaskan bahwa tanpa kehadiran perancang maka tidak ada keberlanjutan dari mutasi genetik karena kehidupan tidak bisa dimulai secara random, harus dimulai secara rancangan sistim yang berfungsi baik.

    Contohnya adalah sebuah perangkap tikus.

    Perangkap tikus terdiri dari 5 komponen yang saling bekerja sama membentuk sebuah sistim, yaitu papan, per, penjepit, pemicu dan tempat umpan.
    Kelima hal ini tidak mungkin dikurangi (ireductible complexity) sehingga tidak bisa terjadi sebuah "peningkatan gradual" dari hal yg lebih sederhana daripada sistim 5 komponen tersebut.

    ---------- Post added at 03:54 PM ---------- Previous post was at 03:49 PM ----------

    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    faktanya gak juga tuh?
    ketika bumi sudah terbukti bulat, lalu terbukti pula ada galaksi
    apakah perdebatan ttg alam semesta dng sendirinya terhenti?
    itu karena pembuktiannya tidak makan waktu yang singkat, semua teori harus diuji secara sungguh2 baru bisa dikenal sebagai fakta ilmiah.

    mengenai tradisi ilmiah sudah saya tulis di forum agama dan evolusi bahwa tradisi tidak selalu identik dengan kebenaran.
    keberadaan sebuah teori yg diterima oleh mayoritas tidak menjadikannya sebuah fakta selama hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.

  17. #277
    pelanggan tetap meliakh's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,757
    keberadaan sebuah teori yg diterima oleh mayoritas tidak menjadikannya sebuah fakta selama hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.
    exactly.. and god isn't fact just because mayoritas manusia di bumi percaya gituan
    kayanya berkutat pada kata 'teori'... coba liat link dawkins yang kapan hari wa kasih
    dijelasin gimana evolusi itu fact, karena istilah 'teori' sering diterjemahin kreasionis sebagai hipotesa, yang belum terbukti

  18. #278
    Ini saya kutipkan dari sini

    Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
    Berarti teori evolusi bukan hipotesa lagi.

  19. #279
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Makanya yg saya bilang bahwa budaya ilmiah tidak selalu identik dengan kebenaran.
    Teori evolusi diagung2kan sebagai teori ilmiah padahal berbeda dari teori ilmiah di fisika dan cabang ilmu lainnya.

    Teori evolusi (makro) tidak memiliki bukti2 nyata, tidak bisa dibuat dilaboratorium, tidak bisa diamati prosesnya namun tetap dipercaya.

    Jadi biarlah sebagian orang tetap percaya pada prejudice, pada pseudo science dan tidak lagi jujur pada makna Science yang sebenarnya.

    “scientists should follow the physical evidence wherever it leads, with no artificial restrictions.” Science has come as far as it has because scientists of the past were willing to describe the universe as it really is, rather than as the prejudices current in their times would have preferred it to be. The question is whether today’s scientists have lost their nerve.

  20. #280
    Lah, kalo dah lolos jadi teori, ya pasti dah diuji secara layak. Sesuai dengan kutipan saya diatas -- ada bukti phisik, dan sudah melewati experiment beberapa kali baru sah disebut sebagai teori.

    Tapi kalo situ meragukan yang mengesahkan (para ilmuwan) hipotesa evolusi menjadi teori evolusi, ya mau dikata apa lagi.

Page 14 of 32 FirstFirst ... 4121314151624 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •