terserah deh anda mau nafsirin sendiri atau kagak.. yang jelas Rasullullah shallohu alaihi wa sallam saja sudah menyampaikan agar kita menafsirkan al-Quran kalo gak tau ilmunya... kalo mau nurut ama rasull silahkan nggak juga itu tanggung jawab anda..
Ud ambil gampangnya..
Khusus dewasa dan berilmu, tapsir ndiri (termasuk memilih ahli tapsir).. dibawah umur, kirim ke ahlinya...
Dosa? masing2...
This is islam man..
Betul !
Kata siapa ?Originally Posted by Ronggolawe
Anda tau kang Aam Aminuddin ?
Beliau membuat tafsir kontemporer al-Qur'an. Ybs berhak menafsir karena ybs memiliki perangkat ilmu tafsir, yang salah satunya adalah penguasaan bahasa Arab. Dan sebelum beliau kan ada Bapak Quraisy Shiha dengan tafsir Al-Mishbah nya. Beliau berdua adalah orang-orang yang capable dalam bidang tsb, jadi tidak ada masalah.
Anda bisa bayangkan jika syekhjenar melakukan tafsir (contoh soal ayat al-qur'an yang bener ada di dada kaum muslimin), yang terjadi adalah mushaf ditinggalkan dan beralih kepada paham kebatinan. Besok-besok muncul tafsir al-Qur;an versi kebatinan ...
Jadi, orang awam memang tidak layak lah menafsir sebagaimana penjelasan yang telah lalu. Saya heran akalu ada yg masih ngotot berpaham boleh ... klo bicara boleh sih boleh aja, sama kyk sdr Agitho yang S2 Matematika, memberi penjelasan (tafsiran) soal perencanaan struktur beton prategang untuk jembatan bentang panjang ke awam lainnya. Pinteran saya lah kalo soal beginian, karena memang jurusan saya teknik sipil, dan paham soal tsb karena belajar secara khusus dibanding Agitho. Dan begitu pula sebaliknya, gak mungkin saya menjelaskan (misal) perhitungan statistik secara mendalam, karena saya tidak mendalami hal tsb secara serius. Ntar salah menjelaskan gimana ?
Intinya, jika Agitho mengusai bidang yang akan dijelaskannya, silahkan. Dia berhak. Tapi jika tidak menguasai bidang tsb ... kenapa merasa sok kepinteran ?![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Ikut ulama yg mana? syiah? Sunni? Muhammadiyah? NU?
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Anda suka ikut ulama yang mana ?
Pilih yang anda suka sesuai ulama yang anda yakini. Tidak mungkin umat Islam Sunni mau ngambil tafsiran ulama Syi'ah. Begitu pula sebaliknya.
Beres masalah ... btw, dan bukan karena anda S2 Matematika, maka anda merasa punya hak ngajarin saya soal konsep beton pratengang bukan ? tuker ilmu boleh, tapi ngajarin saya ? ... gak mungkin lah, kcuali jika adan belakar ilmu tsb maka kita bisa tuker pikiran, kalo gak tau ilmunya ? ya lo belajar sama gua lah.
Begitu pula sebaliknya. Bisa anda pahami ? jadi jangan ngototo pengen nafsirin bidang ilmu yang anda sendiri tidak menguasai ilmu tsb ...
---------- Post added at 11:05 PM ---------- Previous post was at 11:04 PM ----------
Konsumsi pribadi ? TERSERAH ELO AJA ...![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
hahaha... jadi ngapain loe ngelarang-larangKonsumsi pribadi ? TERSERAH ELO AJA ...
---------- Post added at 11:10 PM ---------- Previous post was at 11:07 PM ----------
lihat pertanyaan awal Dana Lingga
jadi rakyat kebanyakan boleh dong mentafsirkanApakah penafsiran ajaran suatu agama itu menjadi hak preogratif pemuka agama ya? Sehingga rakyat kebanyakan tidak berhak sama sekali melakukan tafsir sendiri?
untuk konsumsi pribadi atau keluarga yang menja
di tanggungannya?
case closed kalau begitu![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
hahaha... gw baru tahu ada Dosa Jariyah
Tafsiran loe ya?
Setahu gw, Iblis saja menolak dipersalahkan oleh
mereka yang disesatkannya, dan itu dengan tegas
dinyatakan dalam Al Quran![]()
Rasulullah saw yang ngasih tau ...
Lo kalo gak tau, TANYA ... jangan nebak-nebak trus ngakak. Bukankah Allah SWT dan Rasul-Nya nyuruh elo nanya klo gak tau ?
Itu namanya lempar batu sembunyi tangan. Sesama penyesat ya masuk neraka, yang ngajak dan yang diajak. Ada kok ayatnya, tanya di forum Agama Islam ya ... jangan cuman berdasarkan pengetahuan elo yang jelas kurangnya.Originally Posted by Ronggolawe
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
iye salah ketik.. harusnya tidak punya ilmu..salah tulis ya, bro
sunni, muhammadiuyah, Nu itu satu cabang, bedany tipis.. na kalo ama syiah baru bedanya banyak banget dan bertentangan satu sama lain........Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
Ikut ulama yg mana? syiah? Sunni? Muhammadiyah? NU?
yups... kita bertanggung jawab atas ilmu kita yang ssesat dan menyesatkan orang lain........ ada sih haditsnya cmn wa lupa en silahkan bro ronggo cari aja di forum2 agama islam atau beli aja kitab haditsnya bukhari muslim dijamin lebih lengkap broo...
@hajime:
NU, Muhammadiyah masuk geng Sunni yak
lalu HTI, Al-Irsyad, Masyumi dlsb masuk mana neh?![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
saya rasa HTI, Masyumi juga masuk geng suni dah.. nah al-irsyad ini saya gak tahu yang kayak gimana..... ikhwanul muslimin juga sunni... karena semua golongan yang anda sebutkan ini memegang salah satu dari 4 mahzab sunni