Page 8 of 12 FirstFirst ... 678910 ... LastLast
Results 141 to 160 of 235

Thread: Apakah Tafsir Itu Harus dilakukan Pemuka Agama?

  1. #141
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Wah.. kok jadi ndak enak gini suasananya.. begini, saya adalah S1 Matematika, sedang studi S2 Matematika. Sudah 6 tahun saya berkecimpung di dunia pembelajaran matematika. Bolehkah saya menafsirkan Al-Quran? Atau apakah saya harus mengikuti ulama saja?
    menurut hajime saitoh gak boleh, seperti kasus anak sd yg nanya bapaknya di posting belakang
    tapi asum ada menafsirkan sendiri ayat quran yg didalam dada, apakah dia ulama ? ente tanya aja langsung


  2. #142
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Kalo gitu, ulama yg mana? Banyak tuh yg tafsirannya beda2..
    loe pilih saja yang cocok ama hati loe

  3. #143
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    loe pilih saja yang cocok ama hati loe
    Lah bedanya sama nafsirin sendiri apa?
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  4. #144
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Lah bedanya sama nafsirin sendiri apa?
    mana gw tahu.. gw sih senang nafsirin sendiri

  5. #145
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    terserah deh anda mau nafsirin sendiri atau kagak.. yang jelas Rasullullah shallohu alaihi wa sallam saja sudah menyampaikan agar kita menafsirkan al-Quran kalo gak tau ilmunya... kalo mau nurut ama rasull silahkan nggak juga itu tanggung jawab anda..

  6. #146
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ud ambil gampangnya..

    Khusus dewasa dan berilmu, tapsir ndiri (termasuk memilih ahli tapsir).. dibawah umur, kirim ke ahlinya...

    Dosa? masing2...
    This is islam man..

  7. #147
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    terserah deh anda mau nafsirin sendiri atau kagak.. yang jelas Rasullullah shallohu alaihi wa sallam saja sudah menyampaikan agar kita menafsirkan al-Quran kalo gak tau ilmunya... kalo mau nurut ama rasull silahkan nggak juga itu tanggung jawab anda..
    salah tulis ya, bro

  8. #148
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    loe harus ikut ulama, Gith.
    Betul !

    Quote Originally Posted by Ronggolawe
    Karena ilmu tafsir itu
    sudah paripurna... ngga ada lagi yang bisa digali
    dari Al Quran, kalau menurut Asum dan Saito sih
    Kata siapa ?

    Anda tau kang Aam Aminuddin ?

    Beliau membuat tafsir kontemporer al-Qur'an. Ybs berhak menafsir karena ybs memiliki perangkat ilmu tafsir, yang salah satunya adalah penguasaan bahasa Arab. Dan sebelum beliau kan ada Bapak Quraisy Shiha dengan tafsir Al-Mishbah nya. Beliau berdua adalah orang-orang yang capable dalam bidang tsb, jadi tidak ada masalah.

    Anda bisa bayangkan jika syekhjenar melakukan tafsir (contoh soal ayat al-qur'an yang bener ada di dada kaum muslimin), yang terjadi adalah mushaf ditinggalkan dan beralih kepada paham kebatinan. Besok-besok muncul tafsir al-Qur;an versi kebatinan ...

    Jadi, orang awam memang tidak layak lah menafsir sebagaimana penjelasan yang telah lalu. Saya heran akalu ada yg masih ngotot berpaham boleh ... klo bicara boleh sih boleh aja, sama kyk sdr Agitho yang S2 Matematika, memberi penjelasan (tafsiran) soal perencanaan struktur beton prategang untuk jembatan bentang panjang ke awam lainnya. Pinteran saya lah kalo soal beginian, karena memang jurusan saya teknik sipil, dan paham soal tsb karena belajar secara khusus dibanding Agitho. Dan begitu pula sebaliknya, gak mungkin saya menjelaskan (misal) perhitungan statistik secara mendalam, karena saya tidak mendalami hal tsb secara serius. Ntar salah menjelaskan gimana ?

    Intinya, jika Agitho mengusai bidang yang akan dijelaskannya, silahkan. Dia berhak. Tapi jika tidak menguasai bidang tsb ... kenapa merasa sok kepinteran ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  9. #149
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Ikut ulama yg mana? syiah? Sunni? Muhammadiyah? NU?
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  10. #150
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Betul !


    Kata siapa ?

    Anda tau kang Aam Aminuddin ?

    Beliau membuat tafsir kontemporer al-Qur'an. Ybs berhak menafsir karena ybs memiliki perangkat ilmu tafsir, yang salah satunya adalah penguasaan bahasa Arab. Dan sebelum beliau kan ada Bapak Quraisy Shiha dengan tafsir Al-Mishbah nya. Beliau berdua adalah orang-orang yang capable dalam bidang tsb, jadi tidak ada masalah.

    Anda bisa bayangkan jika syekhjenar melakukan tafsir (contoh soal ayat al-qur'an yang bener ada di dada kaum muslimin), yang terjadi adalah mushaf ditinggalkan dan beralih kepada paham kebatinan. Besok-besok muncul tafsir al-Qur;an versi kebatinan ...

    Jadi, orang awam memang tidak layak lah menafsir sebagaimana penjelasan yang telah lalu. Saya heran akalu ada yg masih ngotot berpaham boleh ... klo bicara boleh sih boleh aja, sama kyk sdr Agitho yang S2 Matematika, memberi penjelasan (tafsiran) soal perencanaan struktur beton prategang untuk jembatan bentang panjang ke awam lainnya. Pinteran saya lah kalo soal beginian, karena memang jurusan saya teknik sipil, dan paham soal tsb karena belajar secara khusus dibanding Agitho. Dan begitu pula sebaliknya, gak mungkin saya menjelaskan (misal) perhitungan statistik secara mendalam, karena saya tidak mendalami hal tsb secara serius. Ntar salah menjelaskan gimana ?

    Intinya, jika Agitho mengusai bidang yang akan dijelaskannya, silahkan. Dia berhak. Tapi jika tidak menguasai bidang tsb ... kenapa merasa sok kepinteran ?
    emangnya kapan gw membolehkan orang awam
    mempublikasikan tafsirannya kepada orang lain,
    bro

    Dipublikasikan sekalipun, ngga bakal ada orang
    yang mau beli, apalagi baca... rugi dong pener
    bitnya.

  11. #151
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Ikut ulama yg mana? syiah? Sunni? Muhammadiyah? NU?
    Anda suka ikut ulama yang mana ?

    Pilih yang anda suka sesuai ulama yang anda yakini. Tidak mungkin umat Islam Sunni mau ngambil tafsiran ulama Syi'ah. Begitu pula sebaliknya.

    Beres masalah ... btw, dan bukan karena anda S2 Matematika, maka anda merasa punya hak ngajarin saya soal konsep beton pratengang bukan ? tuker ilmu boleh, tapi ngajarin saya ? ... gak mungkin lah, kcuali jika adan belakar ilmu tsb maka kita bisa tuker pikiran, kalo gak tau ilmunya ? ya lo belajar sama gua lah.

    Begitu pula sebaliknya. Bisa anda pahami ? jadi jangan ngototo pengen nafsirin bidang ilmu yang anda sendiri tidak menguasai ilmu tsb ...

    ---------- Post added at 11:05 PM ---------- Previous post was at 11:04 PM ----------

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    emangnya kapan gw membolehkan orang awam
    mempublikasikan tafsirannya kepada orang lain,
    bro

    Dipublikasikan sekalipun, ngga bakal ada orang
    yang mau beli, apalagi baca... rugi dong pener
    bitnya.
    Konsumsi pribadi ? TERSERAH ELO AJA ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  12. #152
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Konsumsi pribadi ? TERSERAH ELO AJA ...
    hahaha... jadi ngapain loe ngelarang-larang

    ---------- Post added at 11:10 PM ---------- Previous post was at 11:07 PM ----------

    lihat pertanyaan awal Dana Lingga
    Apakah penafsiran ajaran suatu agama itu menjadi hak preogratif pemuka agama ya? Sehingga rakyat kebanyakan tidak berhak sama sekali melakukan tafsir sendiri?
    jadi rakyat kebanyakan boleh dong mentafsirkan
    untuk konsumsi pribadi atau keluarga yang menja
    di tanggungannya?

    case closed kalau begitu

  13. #153
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    jadi rakyat kebanyakan boleh dong mentafsirkan
    untuk konsumsi pribadi atau keluarga yang menja
    di tanggungannya?
    Silahkan, jika anda tidak takut dengan dosa jariyah. Dosa yang lo terima terus-terusan karena orang lain salah dalam beramal atas petunjuk elo.

    Quote Originally Posted by Ronggolawe
    case closed kalau begitu
    Jika itu membuat anda lega ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  14. #154
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    hahaha... gw baru tahu ada Dosa Jariyah
    Tafsiran loe ya?

    Setahu gw, Iblis saja menolak dipersalahkan oleh
    mereka yang disesatkannya, dan itu dengan tegas
    dinyatakan dalam Al Quran

  15. #155
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    hahaha... gw baru tahu ada Dosa Jariyah
    Tafsiran loe ya?
    Rasulullah saw yang ngasih tau ...

    Lo kalo gak tau, TANYA ... jangan nebak-nebak trus ngakak. Bukankah Allah SWT dan Rasul-Nya nyuruh elo nanya klo gak tau ?

    Quote Originally Posted by Ronggolawe
    Setahu gw, Iblis saja menolak dipersalahkan oleh
    mereka yang disesatkannya, dan itu dengan tegas
    dinyatakan dalam Al Quran
    Itu namanya lempar batu sembunyi tangan. Sesama penyesat ya masuk neraka, yang ngajak dan yang diajak. Ada kok ayatnya, tanya di forum Agama Islam ya ... jangan cuman berdasarkan pengetahuan elo yang jelas kurangnya.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  16. #156
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Rasulullah saw yang ngasih tau ...

    Lo kalo gak tau, TANYA ... jangan nebak-nebak trus ngakak. Bukankah Allah SWT dan Rasul-Nya nyuruh elo nanya klo gak tau ?


    Itu namanya lempar batu sembunyi tangan. Sesama penyesat ya masuk neraka, yang ngajak dan yang diajak. Ada kok ayatnya, tanya di forum Agama Islam ya ... jangan cuman berdasarkan pengetahuan elo yang jelas kurangnya.
    kalau loe punya ilmu, dibuka dong, jangan disembu
    nyikan... bukankah begitu perintah Allah?

  17. #157
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    kalau loe punya ilmu, dibuka dong, jangan disembu
    nyikan... bukankah begitu perintah Allah?
    Gua bilang apa di atas :
    tanya di forum Agama Islam ya ...
    Pakai mata buat membaca dan memahami kata-kata lawan diskusi sehingga lo gak salah memahami lawan bicara lo.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  18. #158
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    salah tulis ya, bro
    iye salah ketik.. harusnya tidak punya ilmu..

    Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Ikut ulama yg mana? syiah? Sunni? Muhammadiyah? NU?
    sunni, muhammadiuyah, Nu itu satu cabang, bedany tipis.. na kalo ama syiah baru bedanya banyak banget dan bertentangan satu sama lain........

    yups... kita bertanggung jawab atas ilmu kita yang ssesat dan menyesatkan orang lain........ ada sih haditsnya cmn wa lupa en silahkan bro ronggo cari aja di forum2 agama islam atau beli aja kitab haditsnya bukhari muslim dijamin lebih lengkap broo...

  19. #159
    @hajime:

    NU, Muhammadiyah masuk geng Sunni yak
    lalu HTI, Al-Irsyad, Masyumi dlsb masuk mana neh?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  20. #160
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    saya rasa HTI, Masyumi juga masuk geng suni dah.. nah al-irsyad ini saya gak tahu yang kayak gimana..... ikhwanul muslimin juga sunni... karena semua golongan yang anda sebutkan ini memegang salah satu dari 4 mahzab sunni

Page 8 of 12 FirstFirst ... 678910 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •