Page 7 of 12 FirstFirst ... 56789 ... LastLast
Results 121 to 140 of 235

Thread: Apakah Tafsir Itu Harus dilakukan Pemuka Agama?

  1. #121
    Quote Originally Posted by purba
    Sesuatu yg sulit diterima akal sehat jika Allah swt menyuruh kembali ke Quran dan Sunnah, sementara utusannya (Muhammad saw) hanya mengurusi Quran (mencatat dan menghafal).
    Juga dgn akal sehat (entah buat orang beriman mungkin akal jahil ), perbedaan pendapat umumnya terjadi karena masalah yg makin spesifik, makin sempit, dan makin detil. Menjadi sangat logis jika Allah swt menyuruh utk kembali ke pokok-pokok ajaranNya yg lebih umum, yaitu Quran, utk menyelesaikan masalah tsb. Jadi, perintah kembali kepada Allah dan Rasul lebih mengenai sasaran jika ditafsirkan sbg kembali kepada Quran semata sebagai referensi umum umat Islam.
    I like this

    Mungkin akan lebih seru klo komen (baca colekan ente)
    itu dikembangkan di TOPIK ini pur

    ---------- Post added at 11:30 AM ---------- Previous post was at 11:21 AM ----------

    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    jadi menurut bung sedge Quran itu makhluk atau sekedar kalam illahi???
    waah ...
    ini sama juga samimawon
    yng dibahas adalah
    siapa yng boleh/berhak menafsirkan
    bukan apa yng ditafsirkan


    klo masih tidak mau fokus ntar tak gembok neh
    prasaan dah mulai bandel yak
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  2. #122
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    I like this

    Mungkin akan lebih seru klo komen (baca colekan ente)
    itu dikembangkan di TOPIK ini pur[COLOR="Silver"]
    yang ngasih jawaban bagus malah orang yg selama ini di cap atheist dan disebrangi orang yang (katanya) beragama ya ?
    jadi benang merahnya dimana ? apa ? clue apa yang bisa diambil nih ?


  3. #123
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    @Asum:

    klo itu yng ente mau
    mustinya cukup dng
    "apa yng dimaksud esensi dlm penafsiran menurut anda titik"

    bukan spt misal:
    apa makna "shalat" menurut penafsiran/pemahaman anda?

    itu mah udah specific case banget
    makanya saya sarankan buka thread baru aja
    klo permasalahanya sudah menjurus semacam itu
    Loh ...

    danalingga kan bilang
    Yang berhak menafsir adalah orang yang paham "esensi".
    Trus saya tanya :
    "Esensi" yang anda maksud ada sih ?
    anda berusaha menjelaskan ;
    yng dimaksud dana itu kriteria orang yng boleh menafsirkan
    Sekarang saya substitusi saja penjelasan anda ke dalam kalimat danalingga menjadi : Yang berhak menafsir adalah orang yang paham "esensi kriteria orang yng boleh menafsirkan" ? kalimat apa ini

    Kalaulah pertanyaannya : Siapa yang berhak melakukan tafsiran (penjelasan) ?

    Jawabannya cukup : orang-orang yang mengetahui ('ulama).

    Apa kriteria ulama ? <<< pertanyaan ini tergantung kriteria ulama yang dimaksud, jika ulama tafsir al-Qur'an maka minimal dia menguasai bahasa al-Qur'an. Karena bahasa adalah media komunikasi, dan dalam komunikasi itu, ada kalimat yang jelas maksudnya atau petunjuknya (tidak perlu tafsir atau penjelasan) dan ada yang tidak jelas kalimatnya (perlu tafsir atau penjelasan lanjutan).

    CMIIW

    Jadi kalo mau disimpulkan oleh danalingga, seharusnya menjadi : Yang berhak menafsir adalah orang yang paham "esensi maksudnya" <<< kalimat ini lebih jelas dibanding kalimat sebelumnya.


    Itu pendapat saya, tidak setuju juga tidak apa2.

    ---------- Post added at 10:48 AM ---------- Previous post was at 10:46 AM ----------

    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    yang ngasih jawaban bagus malah orang yg selama ini di cap atheist dan disebrangi orang yang (katanya) beragama ya ?
    jadi benang merahnya dimana ? apa ? clue apa yang bisa diambil nih ?

    Itu kan akalnya dia (yang atheis), beda dengan akalnya yang non atheis. Jadi gak masuk akal bagi atheis, belum tentu gak masuk akal bagi non atheis ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  4. #124
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Asum View Post

    Itu kan akalnya dia (yang atheis), beda dengan akalnya yang non atheis. Jadi gak masuk akal bagi atheis, belum tentu gak masuk akal bagi non atheis ...
    makanya ada dalil naqli dan aqli
    keduanya kudu jalan seimbang

    kalo cuma pake alil naqli, jadinya terdogma (menyembah agama)
    kalo cuma dalil aqli jadinya atheist

  5. #125
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    makanya ada dalil naqli dan aqli
    keduanya kudu jalan seimbang

    kalo cuma pake alil naqli, jadinya terdogma (menyembah agama)
    kalo cuma dalil aqli jadinya atheist
    Trus elo pake apa ? naqli (kutipan dalil)+'aqli (akal) atau cuman pake bathin ?

    Saya yakin lo gak tau arti naqli dan 'aqli
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  6. #126
    Esensi yang saya maksud seperti analogi dari Mbah Pasing berikut:

    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post

    sbg analogi
    ada buku/diktat kedokteran berbahasa inggris
    siapa yng berhak/punya otoritas untuk menafsirkan kedlm bhs.Indonesia?
    - apakah sembarang orang asal dapat membaca?
    - apakah sembarang orang asal dapat berbahasa inggris?
    Dan seperti yang sudah saya sebutkan kalo urusan bahasa dapat diserahkan ke yang mengerti bahasa itu, dan kita tinggal memanfaatkannya saja. Nah, disini yang terpenting adalah mengerti kedokterannya, entah itu bisa bahasa inggris atau tidak.

    Kalo dalam konteks agama, berarti mengerti agamanya, entah bisa bahasa agama itu diturunkan atau tidak.

  7. #127
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Esensi yang saya maksud seperti analogi dari Mbah Pasing berikut:
    ...
    Dan seperti yang sudah saya sebutkan kalo urusan bahasa dapat diserahkan ke yang mengerti bahasa itu, dan kita tinggal memanfaatkannya saja. Nah, disini yang terpenting adalah mengerti kedokterannya, entah itu bisa bahasa inggris atau tidak.

    Kalo dalam konteks agama, berarti mengerti agamanya, entah bisa bahasa agama itu diturunkan atau tidak.
    lumayan lah ... walau anda menghilangkan unsur bhs di atas.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  8. #128
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Trus elo pake apa ? naqli (kutipan dalil)+'aqli (akal) atau cuman pake bathin ?

    Saya yakin lo gak tau arti naqli dan 'aqli
    saya pake keduanya
    yang naqli, lalu masuk di akal saya (karena saya praktekkan) dan saya buktikan

    kalo mau bahas terjemahan kata2 buka thread baru aja ya
    mungkin di forum bahasa sana

  9. #129
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    saya pake keduanya
    yang naqli, lalu masuk di akal saya (karena saya praktekkan) dan saya buktikan
    ...
    jadi yang gak masuk akal lo, lo gak akan percaya ... bahkan klo al-Qur'an bilang ada malaiakat yang bersayap 3, lo ak percaya karena menurutu akal lo, saya malaikat cuman 2 sesuai di film2 (sbagai bukti)

    ya sudahlah ... itukan cuman claim elo, toh buktinya lo selalu mendahulukan akal lo dibanding dalil (naqli). Terbukti dengan beberapa post lo, duluan ngomong dibanding memberikan sumber rujukan dulu.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  10. #130
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    jadi yang gak masuk akal lo, lo gak akan percaya ... bahkan klo al-Qur'an bilang ada malaiakat yang bersayap 3, lo ak percaya karena menurutu akal lo, saya malaikat cuman 2 sesuai di film2 (sbagai bukti)

    ya sudahlah ... itukan cuman claim elo, toh buktinya lo selalu mendahulukan akal lo dibanding dalil (naqli). Terbukti dengan beberapa post lo, duluan ngomong dibanding memberikan sumber rujukan dulu.
    saya gak percaya sama inderawi saya
    saya gak percaya ama mata, lidah, kulit, telinga saya

    kalo saya percaya sama indera saya nanti saya ketipu sama jenggot, sama jubah pemuka agama, sama jidat item
    itu artinya saya juga gak percaya dengan malaikat bersayap dua seperti yang di pilm

    kalo ada dalil naqli yang saya gak tau, saya akan endapkan dulu
    saya anggap Allah belum membukakan pengetahuannya kepada saya
    tiadalah saya berilmu melainkan ilmu dari Allah

    ya kalo ente anggap mendahulukan akal silakan aja
    kalo masih terhijab, tertutup, kafaro wajar aja kalo berprasangka, menuduh dan berpersepsi
    kita bersikap, bertutur kata dan berdiskusi bukan sesuai ilmu kita
    tapi sesuai derajat kita

    yang derajatnya mulia, diskusinya dengan cara mulia dan sopan

  11. #131
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    ..
    yang derajatnya mulia, diskusinya dengan cara mulia dan sopan
    walaupun otaknya kosong ? cuman AsMa (Asal Mangap) ?

    dahulukan sumber rujukan jika anda berdiskusi secara ilmiah. <<< lebih baik dibanding ucapan orang yang seperti tong kosong nyaring bunyinya, atau seperti istilah kata al-Quran, "seperti keledai yang memanggul kitab-kitab tebal". <<< ntar lo bilang Allah SWT gak sopan dan tidak mulia karena berfirman seperti itu ... Padahal semua ucapan itu sesuai pada tempatnya


    Tidaklah mungkin ucapan bodoh disematkan kepada orang yang pintar, kecuali jika memang keadaanya demikian. Afalaa ta'qilun ? (bhs prokemnya : lo gak pake otak kaliii ...)
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  12. #132
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    walaupun otaknya kosong ? cuman AsMa (Asal Mangap) ?

    dahulukan sumber rujukan jika anda berdiskusi secara ilmiah. <<< lebih baik dibanding ucapan orang yang seperti tong kosong nyaring bunyinya, atau seperti istilah kata al-Quran, "seperti keledai yang memanggul kitab-kitab tebal". <<< ntar lo bilang Allah SWT gak sopan dan tidak mulia karena berfirman seperti itu ... Padahal semua ucapan itu sesuai pada tempatnya


    Tidaklah mungkin ucapan bodoh disematkan kepada orang yang pintar, kecuali jika memang keadaanya demikian. Afalaa ta'qilun ? (bhs prokemnya : lo gak pake otak kaliii ...)
    tergantung mau diskusi apa ?
    kalo diskusi yang gontok2 an ya otak jangan kosong
    kalo kosong nanti gak ada modal buat ngebenturin

    tapi kalo diskusi hakekat, otak harus kosong, bahkan kepala harus dipenggal
    (maaf ini bahasa kiasan, harus saya kasih catatan supaya gak disalah artikan seperti kasus nanya buku udah makan apa belum)

    seperti saya bilang, kalo anda bilang bilang saya bicara tanpa rujukan, anda keliru
    rujukan saya adalah apa yang sudah saya alami dan praktekkan yang sesuai dengan quran
    (quran yang bukan sekedar buku, harus saya kasih catatan lagi supaya gak salah persepsi)

    terbukti kan saya bilang
    mensana incorpore sano
    akarnya sudah beda, diterusin sejauh ini ya tetep aja gue kesana, elu ke sono


  13. #133
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    seperti saya bilang, kalo anda bilang bilang saya bicara tanpa rujukan, anda keliru
    rujukan saya adalah apa yang sudah saya alami dan praktekkan yang sesuai dengan quran
    (quran yang bukan sekedar buku, harus saya kasih catatan lagi supaya gak salah persepsi)
    anda berkata sesuai al-Quran??? padahal pengalaman yang anda maksud selalu bertentangan dengan tafsir al-Quran dari para ulama sendiri... jadi sesuai darimananya..

    dan dimana2 kaedah ilmiah dalam diskusi memang harus membawakan rujukan dari sumber2 yang dipercaya bukan dari pengalaman sendiri.... karena pengalaman sendiri masih bersifat subyektif dan belum tentu bisa diterima semua orang

    ---------- Post added at 08:57 AM ---------- Previous post was at 08:56 AM ----------

    terbukti kan saya bilang
    mensana incorpore sano
    akarnya sudah beda, diterusin sejauh ini ya tetep aja gue kesana, elu ke sono
    ya pastinya akan gak ketemu.. karena kami berpegang teguh kepada tafsir al-Quran yang jelas dan anda berpegang teguh pada pengalaman kebathinan anda...

    ---------- Post added at 08:58 AM ---------- Previous post was at 08:57 AM ----------

    tapi ya memang begitu dalam suatu diskusi memang tidak harus ada titik temu.. masing2 pihak hanya bertugas menyajikan pendapat dan keyakinannya berdasarkan sumber2 yang mereka percayai.. soal hasil itu belakangan...

  14. #134
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    anda berkata sesuai al-Quran??? padahal pengalaman yang anda maksud selalu bertentangan dengan tafsir al-Quran dari para ulama sendiri... jadi sesuai darimananya..

    dan dimana2 kaedah ilmiah dalam diskusi memang harus membawakan rujukan dari sumber2 yang dipercaya bukan dari pengalaman sendiri.... karena pengalaman sendiri masih bersifat subyektif dan belum tentu bisa diterima semua orang

    ---------- Post added at 08:57 AM ---------- Previous post was at 08:56 AM ----------



    ya pastinya akan gak ketemu.. karena kami berpegang teguh kepada tafsir al-Quran yang jelas dan anda berpegang teguh pada pengalaman kebathinan anda...

    ---------- Post added at 08:58 AM ---------- Previous post was at 08:57 AM ----------

    tapi ya memang begitu dalam suatu diskusi memang tidak harus ada titik temu.. masing2 pihak hanya bertugas menyajikan pendapat dan keyakinannya berdasarkan sumber2 yang mereka percayai.. soal hasil itu belakangan...
    anda tau akar perbedaannya ?
    anda sama asum berpegang teguh bahwa quran itu cuma kitab atawa mushaf
    saya berkeyakinan quran itu bukan cuma mushaf
    ayatnya sudah saya kasih, tentang quran yang ada di dalam dada
    anda gak ngejawab, yang ngejawab asum

    menurut asum, maksudnya di dalam dada itu adalah quran itu benar dari Tuhan
    gak tau deh tu nafisirin sendiri atau dr kitab ulama

    nah dr situ aja dah beda, mau dibawa kemana juga beda

  15. #135
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    ...
    anda sama asum berpegang teguh bahwa quran itu cuma kitab atawa mushaf
    saya berkeyakinan quran itu bukan cuma mushaf
    ayatnya sudah saya kasih, tentang quran yang ada di dalam dada
    anda gak ngejawab, yang ngejawab asum

    menurut asum, maksudnya di dalam dada itu adalah quran itu benar dari Tuhan
    gak tau deh tu nafisirin sendiri atau dr kitab ulama

    nah dr situ aja dah beda, mau dibawa kemana juga beda
    Jelas bedalah,

    Saya bertumpu pada tafsir ulama dan petunjuk bahasa alias kontks ayat, anda bertumpu pada pemahaman bathin.

    Kalau dasar anda ayat di atas, itu sudah terjawab dengan sendirinya bahwa pandangan anda keliru. Masalah anda mau terima itu sebagai suatu kekeliruan atau tidak, itu lain soal. Yang jelas sudah terlihat anda keliru baik dari sisi pemahaman konteks ayat, ataupun rujukan tafsir ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  16. #136
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Jelas bedalah,

    Saya bertumpu pada tafsir ulama dan petunjuk bahasa alias kontks ayat, anda bertumpu pada pemahaman bathin.

    Kalau dasar anda ayat di atas, itu sudah terjawab dengan sendirinya bahwa pandangan anda keliru. Masalah anda mau terima itu sebagai suatu kekeliruan atau tidak, itu lain soal. Yang jelas sudah terlihat anda keliru baik dari sisi pemahaman konteks ayat, ataupun rujukan tafsir ...
    sebenernya jawaban tafsir yg anda sajikan, jalalain itu tidak disebutkan spesifik makna di dalam dada. Anda langsung nulis maknanya adalah quran benar dari Tuhan. Dan saya gak tau itu penafsiran anda sendiri atau dari kitab ?

    tapi ya sudah lah, saya gak perlu nerusin lagi

    saya akan ikut langkah purba aja, gak usah nerusin masalah ini dengan anda
    karena dari sekian banyak bertukar kata, gaya diskusi anda penuh dengan persepsi dan prasangka
    belum lagi bumbu2 lainnya yang gak perlu saya sebutkan, karena yang lain udah bisa baca


  17. #137
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    sebenernya jawaban tafsir yg anda sajikan, jalalain itu tidak disebutkan spesifik makna di dalam dada. Anda langsung nulis maknanya adalah quran benar dari Tuhan. Dan saya gak tau itu penafsiran anda sendiri atau dari kitab ?
    yang pertama jelas tafsiran saya, yang kedua adalah tafsiran ulama tafsir, dan keduanya tidak sama dengan anda. trus tafsir mana yang anda pilih ? saya atau imam Jalalain ? anda anda milih pemahaman anda yang sudah jelas anda tidak punya kapasitas ilmu yang cukup untuk menafsir ?

    Jika anda pilih pendapat pribadi, silahkan. Itu hak anda, tapi jangan katakan bahwa itu dalil "bahwa al-Qur'an yang sebenarnya ada dalam dada, sedangkan yang berbentuk mushaf bukan al-Qur'an" <<< ini mah bhs dukun ... alias ilmu kebatinan ...

    Quote Originally Posted by sedgedjenar
    tapi ya sudah lah, saya gak perlu nerusin lagi

    saya akan ikut langkah purba aja, gak usah nerusin masalah ini dengan anda
    karena dari sekian banyak bertukar kata, gaya diskusi anda penuh dengan persepsi dan prasangka
    belum lagi bumbu2 lainnya yang gak perlu saya sebutkan, karena yang lain udah bisa baca

    Monggo .... jika menurut anda itu jalan terbaik, dan yang sebaiknya memang anda bersandar pada nash qur'an dan al-hadits.

    Ini gaya saya dalam berdiskusi sebagaimana gaya anda dalam berdiskusi. Tidaklah sama saya terapkan, tergantung siapa yang saya hadapi.

    Ma'af saja jika anda merasa tidak nyaman, toh saya juga tidak nyaman dengan cara anda berbicara soal agama.


    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  18. #138
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Wah.. kok jadi ndak enak gini suasananya.. begini, saya adalah S1 Matematika, sedang studi S2 Matematika. Sudah 6 tahun saya berkecimpung di dunia pembelajaran matematika. Bolehkah saya menafsirkan Al-Quran? Atau apakah saya harus mengikuti ulama saja?
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  19. #139
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    Wah.. kok jadi ndak enak gini suasananya.. begini, saya adalah S1 Matematika, sedang studi S2 Matematika. Sudah 6 tahun saya berkecimpung di dunia pembelajaran matematika. Bolehkah saya menafsirkan Al-Quran? Atau apakah saya harus mengikuti ulama saja?
    loe harus ikut ulama, Gith. Karena ilmu tafsir itu
    sudah paripurna... ngga ada lagi yang bisa digali
    dari Al Quran, kalau menurut Asum dan Saito sih

  20. #140
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    Kalo gitu, ulama yg mana? Banyak tuh yg tafsirannya beda2..
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

Page 7 of 12 FirstFirst ... 56789 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •