hussshh.. kan mas sedge bisa ketemu ama TUhan jadi dia yakin2 aja..Emangnya lo sekarang kalo mau jawab soal agama lo komunikasi langsung ame Tuhan dan Rasul-Nya ??
Udah pastilah dibalikin jawabannya ke Al-Qur'an selaku firman Allah SWT dan Al-Hadits selaku sunnah Utusan Tuhan
dalam islam masalah ibadah itu sudah diatur sedemikian rupa mas.. seperti shalat misalanya shalat subuh itu dua rakaat dengan satu salam terus ada yang shalat subuh 3 rakaat dengan satu salam ya jelas dia salah.. dan masalah korupsinya itu masalah lain itu berarti dia cuman mengerjakan shalat tidak mendirikan shalat.... karena seharusnya shalat itu menghindari manusia dari perbuatan keji dan mungkar... tapi apabila shalatnya si koruptor itu sudah sesuai rukun dan hukumnya maka shalatnya diterima, namun masalah dapat pahala apa nggak itu kembali ke Allah azza wa jalla.. sedangkan shalatnya orang yang tidak sesuai tuntunan nabi jelas tidak diterima.. karena nabi Muhammad shallohu alaihi wasallam bersabda " shalatlah sebagaimana aku shalat"Gini, semisal nih. Ada orang yang nanya gimana caranya sholat ke Ulama, dan ada orang seperti Sedge lah. Nah, ternyata orang yang nanya ke ulama itu rajin melakukan gerak sholat sesuai petunjuk ulama tersebut tapi rajin juga korupsi di kantornya. Sedangkan Sedge mungkn melakukan sholat yang gerakanya tidak sesuai petunjuk si ulama, tapi tidak pernah korupsi.
Nah, jadinya siapa kira-kira masuk surga tuh?
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote

..
), perbedaan pendapat umumnya terjadi karena masalah yg makin spesifik, makin sempit, dan makin detil. Menjadi sangat logis jika Allah swt menyuruh utk kembali ke pokok-pokok ajaranNya yg lebih umum, yaitu Quran, utk menyelesaikan masalah tsb. Jadi, perintah kembali kepada Allah dan Rasul lebih mengenai sasaran jika ditafsirkan sbg kembali kepada Quran semata sebagai referensi umum umat Islam.
