Numpang OOT, sapi tidak disembah dalam agama hindu (setidaknya gue liat ini di bali). Mereka menghormati sapi spt kata segde, ya. Tapi sejauh ini gak ada pura atau ritual yg menyembah sapi.
Numpang OOT, sapi tidak disembah dalam agama hindu (setidaknya gue liat ini di bali). Mereka menghormati sapi spt kata segde, ya. Tapi sejauh ini gak ada pura atau ritual yg menyembah sapi.
- double post -
Last edited by Asum; 28-12-2011 at 10:16 AM.
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Ok, sholat tidak terinci dgn jelas dlm Quran, trus lihat hadits.
Emang ada perintah Quran buat lihat rincian sholat dlm hadits?
Emang ada ayat Quran yg meminta muslim utk melihat hadist sebagai penjelasan detail dari Quran?
Kok Quran jadi bergantung sama hadist, padahal Quran karya Allah swt?
![]()
wah bang itulah kaedah tafsir.. dan itulah yang diajarkan oleh nabi Muhammad shallohu alaihi wassallam... seperti yang beliau katakan kepada muadz, isinya intinya beliau bertanya kepada muadz apa yang kau lakukan bila kau menemukan permasalahan, muadz menjawab aku akan mengembalikannya kepada al-Quran dan bila tidak menemukannya didalam al-Quran maka akua akan merujuk kepada al-Hadits, lalu nabi bertanya apabila kau tidak menemukannya pada keduanya? muadz menjawab maka aku akan berijtihad semampuku, jadi posisi hadits itu sebagai penjelas.... memang ada ibadah2 yang tidak dijelaskan secara detail di al-Quran dan shalat adalah salah satunya namun ada juga yang dijelaskan sangat rinci seperti masalh waris dan nikah di al-Quran sudah sangat jelas dan lengkap..
Lha yg ente kutip itu kan hadits. Jadi lihat hadits dulu, kemudian lihat Quran, trus kembali ke hadits, gitu?
Orang jahil dulu juga percaya Muhammad adalah rasulullah dari mendengarkan Quran, bukan hadits.
Kemudian yg ane tanya adakah perintah Quran utk mengambil hadits sbg penjabaran detil dari Quran?
![]()
ada kok..................................Lha yg ente kutip itu kan hadits. Jadi lihat hadits dulu, kemudian lihat Quran, trus kembali ke hadits, gitu?
Orang jahil dulu juga percaya Muhammad adalah rasulullah dari mendengarkan Quran, bukan hadits.
Kemudian yg ane tanya adakah perintah Quran utk mengambil hadits sbg penjabaran detil dari Quran?
---------- Post added at 12:01 PM ---------- Previous post was at 11:57 AM ----------
"Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah". [Al-Hasyr : 7].
"Artinya : Barangsiapa yang menta'ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah". [An-Nisaa : 80]
"Artinya : Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (As-Sunnah)". [An-Nisa' : 59]
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul".(QS.An-Nisa:59)
"Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah".(QS.An-Nisa:80)
perkataan rasullullah bukan hadits ya????
perdefinisi aja dulu pur, misal
sholat dlm pengertian yng bgmn dulu maksudnya
hadist dlm pengertian yng spt apa.
dua hal tsb klo mao dibikin thread tersendiri
tentu akan seru juga. (silakan klo ada yng mao inisiasi)
oke
kembali keleptop
yakni : seputar tafsir/penafsiran
"orang spt apa yng berhak/memiliki otoritas menafsirkan makna kitab suci?"
Last edited by pasingsingan; 28-12-2011 at 02:14 PM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
kapan saya suruh nafsirin?? ayat2 diatas sudah jelas maksud dan tujuannya...
oke ne penafsirannya... “Artinya : Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (As-Sunnah)”. [An-Nisa' : 59]
Maksud “mengembalikan kepada Allah” dalam ayat ini adalah mengembalikan kepada kitab-Nya yaitu Al-Qur’an, sedangkan mengembalikan kepada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika beliau telah wafat “adalah kembali kepada Sunnah beliau”. Selanjutnya Al-Baihaqi menyebutkan suatu hadits riwayat Abu Daud dari Abu Rafi’i, ia berkata : Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘laihi wa sallam.
---------- Post added at 09:10 PM ---------- Previous post was at 09:08 PM ----------
“Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. [Al-Hasyr : 7].
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia berkata : “Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita yang mentato tubuhnya, wanita yang meminta di tato tubuhnya, wanita yang mencabut bulu (alis dan bulu mata) dan wanita yang membuat cela diantara giginya untuk memperindah (dirinya) dengan merubah bentuk ciptaan Allah”, kemudian ucapan Ibnu Mas’ud ini sampai kepada seorang wanita yang dikenal dengan panggilan Ummu Yaq’ub, maka Ummu Yaq’ub datang kepada Ibnu Mas’ud dan berkata : “Sesungguhnya telah sampai berita kepadaku bahwa engkau mengucapkan begin dan begitu”, maka Ibnu Mas’ud berkata : “Apa tidak boleh saya melaknat orang yang dilaknat Rasulullah, dan hal itu telah disebutkan dalam Kitabullah”, lalu Ummu Yaq’ub berkata : “Sesungguhnya saya telah membaca seluruh Al-Qur’an dan saya tidak mendapatkan tentang hal itu”, Ibnu Mas’ud berkata : “Jika engkau telah membaca Al-Qur’an maka engkau telah mendapatkan tentang itu, apakah engkau membaca firman Allah.
“Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkan”. [Al-Hasyr : 7]
Wanita itu menjawab : “Ya”, Ibnu Mas’ud berkata : “Sesungguhnya Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam telah melarang hal itu”.
---------- Post added at 09:11 PM ---------- Previous post was at 09:10 PM ----------
“Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. [Al-Hasyr : 7].
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia berkata : “Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat wanita yang mentato tubuhnya, wanita yang meminta di tato tubuhnya, wanita yang mencabut bulu (alis dan bulu mata) dan wanita yang membuat cela diantara giginya untuk memperindah (dirinya) dengan merubah bentuk ciptaan Allah”, kemudian ucapan Ibnu Mas’ud ini sampai kepada seorang wanita yang dikenal dengan panggilan Ummu Yaq’ub, maka Ummu Yaq’ub datang kepada Ibnu Mas’ud dan berkata : “Sesungguhnya telah sampai berita kepadaku bahwa engkau mengucapkan begin dan begitu”, maka Ibnu Mas’ud berkata : “Apa tidak boleh saya melaknat orang yang dilaknat Rasulullah, dan hal itu telah disebutkan dalam Kitabullah”, lalu Ummu Yaq’ub berkata : “Sesungguhnya saya telah membaca seluruh Al-Qur’an dan saya tidak mendapatkan tentang hal itu”, Ibnu Mas’ud berkata : “Jika engkau telah membaca Al-Qur’an maka engkau telah mendapatkan tentang itu, apakah engkau membaca firman Allah.
“Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkan”. [Al-Hasyr : 7]
Wanita itu menjawab : “Ya”, Ibnu Mas’ud berkata : “Sesungguhnya Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam telah melarang hal itu”.
---------- Post added at 09:12 PM ---------- Previous post was at 09:11 PM ----------
“Artinya : Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. [An-Nisaa : 80]
Imam Syafi’i berkata : ” Dalam ayat ini Allah mengajarkan kepada mereka bahwa membai’at Rasulullah berarti sama dengan membai’at Allah dan taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah taat kepada Allah, maka Allah berfirman.
Anda gak baca terjemahan Yusuf Ali di atas ?
Atau anda gak percaya ? BUKA KAMUS DONG, emangnya arti kata tsb bisa anda peroleh dari alam mimpiOriginally Posted by Terjemahan Yusuf Ali
Ini arti shalat
Ini arti do'a
Keduanya saya kutip dari Kamus Al-Munawwir.
Jadi, sesuai bahasa : aqimish shalat, jika diterjemahkan seluruhnya menjadi "Dirikanlah do'a (permintaan/permohonan)"
kafir... kafir dah lo, dan saya nyatakan berlepas diri jika sesudah ini ada yang sesat![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
di tulisan asli yang arab, farudduuhu illallahi wa rosul (kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul)
terus kenapa diterjemahannya dikasih tambahan kembalikanlahia kepada Allah (Al-Quran) ??
kenapa dikasih tambahan Al-Quran ? Bukankah kalau dikembalikan kepada Allah maknanya lebih luas ? Karena Allah gak sebatas cuma Qur'an aja.
sekalian ya, yg dikembalikan kepada Rasul kenapa ditambahin jadi as-sunnah ? emangnya Rasul cuma satu ??
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
![]()
![]()
anda bicara sholat secara bahasa (teori)
saya bicara sholat secara hakekat (praktek)
jelas aja kaga nyambung, seperti kata pepatah : mensana incorpore sano
gue bicara ke sana elu jawab ke sono
dan pembahasan ini akan makin ke sono ketika anda mulai sebut2 kafir, dijamin arti kafir bagi kita juga bakal beda
gak apa2, namanya aja forum dialog lintas agama dan keyakinan
ane yakin karena udah ngejalanin, ente yakin karena kitab
---------- Post added at 08:24 AM ---------- Previous post was at 08:21 AM ----------
tergantung kapasitasnya mas
kalo orang yang sudah ketemu Tuhan dan Rasul, buat apa nanya ke buku ?
Hakikat pala lo, apoa sih yang lo tau soal hakikat ? secata bahasa hakikat itu secara sebenarnya. Emang lo tau cara sholat dari siape ? dari tuntunan tuhan ?
Yang jelas lo niru-niru atau dikasih tau guru lo bahwa sholat itu begini dan begitu. Coba lo berpikir sebagai non Islam yang belajar otodidak, dan baca kitab suci agama Islam terus nemu kalimat tsb. Apa yang terpikir dalam otak lo ?
Oooohhh .... sholat itu doa, Dan kalo terjemahan depan Dirikanlah sholat diterjemahkan seluruhnya jadi Diirkanlah do'a. Saya yakin, besok lo jadi Qur'aniyyin (inkar sunnah) karena menyakini bahwa shlat tuh cuman do'a. Ngapain jungkir balik kyk orang sarap ?
btw, jadi sudah 2 terjawan kenapa tafsir musti dilakukan oleh ulama BUKAN AWAM
1. penguasaan bahasa
2. peguasaan ilmu hadits
nanti yang lainnya akan terbukti seperti sebab turunnya ayat, nasikh-mansukh, dll.
---------- Post added at 08:31 AM ---------- Previous post was at 08:29 AM ----------
![]()
![]()
Gua emang dah tau, lo mah aliran tarikat BUKAN ISLAM.
Lo gak berhukum dengan al-Qur'an dan hadits selaku 2 sumber hukum pokok agama Islam, tapi lo bertumpu pada mimpi ....![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Orang kafir juga banyak yang bicara halus, apakah bakalan dapat tiket surga sesuai keyakinan Islam ? KAGAK
Pembeda antara keislaman dan kekafiran adlaah meninggalkan shalat. Lo (misal) shalat tidak sesuai tuntutan sang mursalin LO KAFIR ... simple dan orang kafir KEKAL di Neraka.
Back to topik, jadi itulah gunanya bertanya sama ulama untuk memahami tafsir al-Qur'an.
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
@Asum:
Gini, semisal nih. Ada orang yang nanya gimana caranya sholat ke Ulama, dan ada orang seperti Sedge lah. Nah, ternyata orang yang nanya ke ulama itu rajin melakukan gerak sholat sesuai petunjuk ulama tersebut tapi rajin juga korupsi di kantornya. Sedangkan Sedge mungkn melakukan sholat yang gerakanya tidak sesuai petunjuk si ulama, tapi tidak pernah korupsi.
Nah, jadinya siapa kira-kira masuk surga tuh?
Rasanya ya nggak sesimple nanya ulama berarti dah pasti benar toh. Itulah yang saya katakan pas diskusi dengan Pasingsingan, bahwa dalam membaca terjemahan dari para ahli, kita jga hendaknya menguasai faktor esensi itu.