memangnya sertifikasi2 gitu ga bisa diambil di indo ya chan?
ditunggu ya lanjutannya![]()
memangnya sertifikasi2 gitu ga bisa diambil di indo ya chan?
ditunggu ya lanjutannya![]()
oke dilanjutttt....
This is the story of masjid jama
It's afaternoon, around 4 o'clock, 21 nov 2011.
Aku pulang dari tempat kursus, ga ada kelas, baru perkenalan. Bingung di apartment mau ngapain... why don't i take a walk?
oke, search in google, so we have masjid jama and red fort.
I HAVE to go there, NOW or NEVER!
yes that's right.
the problem is, i have no company. temenku ga bisa ikut karena dia beda apartment (males amat aku musti ke tempat dia) di sisi lain, dia juga ga berani berpetualan
oke, diputuskan, aku pergi sendiri! my housekeeper look at me, he is worried. I said "that's oke, i will take care of myself, and it;s still noon!, just help me with the tuk2... ask the driver to drive me there"
setelah melalui diskusi panjang ama tukang bajaj-nya, aku dapet harga 150rupee (sekitar 30rb) ok, no problem...
sepanjang perjalanan sempat jeprat jepret sedikit... mengabadikan kondisi kota di delhi
sepanjang jalan banyak ditemui tukang jualan, rumah-rumah di sana sangat padat.
ahaaaa here we go...
masjid jama sudah kelihatan... dikelilingi daerah padat dan (maaf) kumuh.
Kata temanku yang di kedutaan, sangat menyedihkan wajah Islam di negeri ini, Islam diidentikkan dengan kumuh, kotor, jorok
di sepanjang jalan sekitar masjid banyak yang jualan oleh2 haji seperti kurma. juga banyak toko-toko yang jual makanan halal.
masjid, manusia, dan lingkungannya
![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Aku tentu saja bawa kamera, ternyata kalau bawa kamera (dan kalau foreigner) musti bayar 200rupee buat masukharusnya (kata temenku di kedutaan) gratis!
ya sutralah... dari pada lama... udah mau sore juga
ini gerbangnya, besar... warnanya merah... sayangnya kurang terawat
masjid ini sudah tua umurnya, errr 600tahun yang lalu CMIIW
ini penampakan masjidnya. kondisi di delhi lagi banyak kabut, jadi ga bisa terlalu bening karena ketutupan kabut, tapi lumayan lah ya masih kebayang bentuk masjidnya
![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Di dalam masjid, mereka juga memberi makan burung dara, akhirnya MASJIDNYA JOROK... gimana mau sholat ya? najis semua![]()
burung-burung dara di sini liar, tapi memang orang india sangat sentimentil, mereka suka binatang dan tidak membunuhnya, beda sama di indonesia, udah masuk warung pinggir jalan nih burung2
penampakan dalam masjid
satu hal lagi yang aku kurang suka di india, kebanyakan muslim india adalah orang-orang Hizbut Tahrir, artinya mereka melarang perempuan sholat di masjid. boleh dibilang tidak disediakan ruang sholat untuk perempuan di dalam. tapi ada di ujung pojokan pelataran, bisa dipakai perempuan. TAPIII cuman siang hari.. maghrib ke atas ga boleh.
ini arsitekturnya dilihat dari depan masjidnya
kalau lebih terawat, masjid ini bisa cantikkkk banget....
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
masih lanjut suasana masjidnya...
di tengah2 ada kolam
burung2nya minum dari sini
masjid dilihat dari deket kolam
mesjid ini sebenarnya megah banget... jadi pingin lihat dulu waktu pertamanya seperti apa...
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Kondisi sekeliling masjid jama...
kelihatan ga ya? rameeeeeeeeeeeee banget, padat banget... itu sebabnya aku akhirnya ga berani ke redfort.
alasan lain, aku lupa bawa jaket, sedangkan makin sore, makin dingin
moga2 kelihatan jelas
tangga menuju gerbang masjid
orang-orang yang duduk di tangga masjid
kebetulan dekat masjid ada persiapan pernikahan ala india...
![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Kalau ada yang mau baca cerita lengkap ttg masjid jama...
http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Jama
Masjid Jama (bahasa Hindi: जामा मस्जिद, bahasa Urdu: جامع مسجد jamia masjid) atau Masjid-i Jahān-Numā (Persia:مسجد جھان نما, Masjid Cermin Dunia) adalah masjid utama yang berada di kawasan Delhi Tua di India. Masjid ini didirikan oleh Kaisar Mogul, Syah Jehan, yang juga membangun Taj Mahal. Masjid ini selesai pada tahun 1656 M dan merupakan yang terbesar dan terkenal di India. Masjid Jama sendiri terletak di sisi jalan raya yang sangat ramai di Delhi Tua, yaitu Jalan Chadni Chowk.
Nama yang lain untuk masjid ini adalah Masjid Jami, dikarenakan masjid ini selalu dipenuhi oleh jamaah pada hari Jumat untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Masjid ini dapat menampung sekitar 25.000 jamaah. Masjid Jama sendiri juga menyimpan relik, termasuk manuskrip Al-Qur'an yang tertulis di kulit rusa.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
yg ini kayak di kawasan pertokoan deket rumah ,
persis banget ....
--------------------------------------------
anoooooooooooo , yg mesjid jama itu kurang perawatan di sebelah mana nya ? kebersihanya kah? dilihat gedung nya masih bagus![]()
BEYOND GENIUS !!!!!!!!
laaah pan saya dah cerita... kita ma india 11-12, adek kakak gitu deh xixixi
kalo mau ngebandingin, mending ama india deh, masih realistis perbaningannya...
penduduk padet (walau jauh lebih padet india, 1.4 m boo manusianya) sama2 luas negaranya, punya banyak suku bangsa, agama2 yang beda2 juga, sama2 negara demokrasi, sama2 banyak ancaman bom
Banyak yang bisa kita contoh dari india, misal mereka bisa produksi jurnal internasional, bahkan produsen jurnal internasional terbanyak di dunia
soal SIM card, kita di sini heboh soal penipuan, sms premium dlsb, mereka di sana ga ada kayak gitu karena pembelian sim card cukup ketat, jadi jarang ada misused, karena tercatat. penjual simcard harus scan KTP dan foto kita (di india harus punya banyak pas photo, soalnya dikit2 minta pas photo) sms premium juga ga ada.
transportasi masal, mereka sudah pake BBG untuk bis2nya (ga ada angkot) merereka ada KRL dan jaringannya udah luas, ada subway kereta juga.
Bandaranya luas, ga desek2an kayak kitapadahal warganya lebih banyak lhoo
security juga meriksa ketat banget di semua tempat, kalau kita kan banyaknya formalitas
trus kalau beneran dilarang bawa kamera, bener2 kamera ditahan sama securitynya *sigh*
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
oh iya yang bikin cinta banget sama india akses internet di mana kencenggggg banget, trus buku2, murahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh banget.... kalau inget itu kangen banget deh ama india *diterpa badai koneksi nih, mati2 mulu*
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
wah, sayang skali ya foto2nya ga jelas, berkabut banget ya..
itu kabutnya bukan polusi kan? cuman kabut biasa?
di sana ada akses internet yang umum ga? ato cuman di tempat kursus dan hotel aja? trus di sana ada beli sim card?
oooohoho.... di kantor saya kenceng kok ca, film seri gitu paling 30mnt...
di sana emang lagi musim kabut. tapi emang kering juga jadi debu juga banyak.
internet umum ada, tapi dishare lewat gsm, jadi musti punya no hape dulu
buat foreignet bisa beli sim card tapi harus punya paspor + visa
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Lanjuttttttttttttt.... selagi masih semangat...
Pulang dari masjid, kepikiran untuk ke redfort (tadinya) tapi setelah melihat kepadatan jalan yang penuh manusia, saya pun mengurungkan niat saya. apalagi di luar sudah mulai dingin, dan dengan bodohnya saya lupa bawa jaket
Saya mau coba menikmati jalan-jalannya, yang dibilang um alip bau pesing, bau got, dan bau-bau lainnya, itu benar adanya
but that's oke, i still can handle it, no problem at all...
kiri kanan tukang jualan, juga ada becak dan bajaj... padatttt
sekitar 1 km puas jalan kaki, akhirnya aku nyari tuk2 aja buat balik ke apartment (sekitar 10 km dari chadni chowk...
perjalanan pulang di mulai
sudah kelihatan mulai gelap (dan tentu saja mulai dingin)
di India, tuk2 driver have to wear a uniform, gimana di Indonesia? dengan berbagai kasus angkot dan taxi nakalnya?
ini dia baju seragamnya, grey uniform
dan ini penampakan dalam tuk2, pasti familiar di mata anda
jangan lupa, kaca spionnya ada di dalam tuk2, padahal belakang tuk2nya ketutupan, trus apa fungsi kaca spion?
dan ternyataaaaaaaaaa... dimana2 selalu ada yang namanya bences![]()
sampe apartment sekitar jam 6.30
langsung laporan ke house keeper, "shambu... i am home, i am healty, i still alive, yippieeeee"
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
ga ada kawasan ijo royo2nya ya?
perasaan berdebu semua ^sigh
ada, taman kotanya, luas kok, tapi ya tetep aja berdebu
kalau di deket2 kedutaan mayan bagus ca, rapih. kalau daerah tempat kursus saya termasuk yang wilayah padat dan banyak yang miskin juga (katanya bunda nissa)
bu nissa aja kaget dan takut gitu pas aku bilang aku di west delhi (patel nagar)![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
royo2 itu apa ca?
chan: tuk2 itu bukannya bahasa thailand ya? emang di india juga nyebutnya tuk2?
"kedenger" dengung soal2 engineer g tante chan?maksudnya, kayak di film 3idiot, segimana orang india pengennya nyekolahin anaknya ke engineer gitu?emang bener segitunya kah orang2 india persepsi terhadap jurusan engineer?![]()