atau sains tidak mampu membahasnya, karena jangkauan sains belum nyampe
Printable View
Ah, lo Pur. Itu kan hasil tafsir dari kalimat yang gue kutip. Dan saya lihat lo itu masuk yang ke negatif juga. :))
Btw, rasanya dulu guru spiritual saya di uji di salah satu Universitas di Hawai untuk desertasinya mengenai Tuhan (atau ke-Tuhanan), dan pengujiannnya dilakukan secara ilmiah. Sayang beliau sudah menginggal, dan saya belum menanyakan detail pengujiannya itu.
^
^
^
kayaknya udah dijawab sama Danalingga deh sama Ronggo...itulah kalau selalu memilah2, memisah2..jadi kita sering memberlakukan diri kita sekuler, tanpa sadar
memisah2an antara agama dan kehidupan kan sekuler...padahal sains itu bagian dari kehidupan.
Padahal Tuhan juga meminta manusia berilmu kemudian beramal.
Itu kenapa, apa salahnya membahas evolusi sebagai bagian dari sains?
maksudnya gini lho, mempelajari evolusi bukan berarti mengabaikan kekuasaan tuhan
kita di sini kan sedang mempelajari sains, kalau lalu membanding2kan ilmu evolusi dengan ilmu tuhan kan konyol namanya...
ilmu tuhan tak hingga, di banyak aspek tentu saja tidak bisa diamati.
nah yang kita pelajari adalah hal yang bisa diamati sama manusia, lalu masalahnya apa? kenapa jadi dibilang menuhankan evolusi?
mestinya klo gak setuju tuh argumennya apa?
jgn kemudian memvonis durhaka lantaran tdk menghadirkan tuhan :D
kalo kalangan saintis tidak mau memasukkan unsur keagamaan kedalam penelitian saintisnya silahkan saja..namun pada saat hasil penelitian sainsnya di publikasikan dan ternyata hasil sainsnya itu menolak keberadaan Tuhan... ya siap2 saja hasil penelitiaanya akan ditolak oleh kaum agama....
saya pribadi menolak teori evolusi.. namun gak ikut2an diskusi krn emank wa gak punya ilmunya... so saya cukup jadi penonton aja dah :ngopi:
terus dasarnya menolak apa? wangsit dari langit?
Kembali ke perdebatan filosofis dalam kasus evolusi.
Chan mengatakan bahwa agama merecoki science, kasus yg sebenarnya tidak demikian karena banyak kaum evolusionist yg sebenarnya jauh dari science, cerita2 tentang asal mula manusia dll bukan science melainkan sebuah faham, faham yg di samarkan sebagai science, ini yang diperangi oleh orang beragama.
Apakah orang beragama melarang penelitian fosil ?
apakah ada larangan meneliti mutasi gen ?
tidak !
(ada penolakan terhadap pengorbanan janin manusia, ini kasus berbeda)
Agama kristen mendukung penelitian science, tapi menolak semua faham sesat yang mendompleng kepadanya.
Apakah orang seperti Richard Dawkins itu netral terhadap Agama ? tentu tidak, dia dengan agresif menolak semua kemungkinan adanya Perancang Cerdas, tidak peduli perancang itu adalah Tuhan atau Alien, pokoknya tidak boleh ada perancang dalam alam semesta.
Jadi kaum Evolusionis tidak netral seperti yg ditulis oleh rumus, mereka mempromosikan faham atau kepercayaan didalam science yg murni, bahwa Perancang itu tidak ada.
(yang disebut netral adalah berpikir sebagaimana fakta berbicara tanpa prejudice, jadi keberadaan perancang tidak diprejudicekan ada atau tidak ada,
kaum evolusi dari awal sudah meyakini tidak ada perancang dan tidak boleh ada penelitian yg mengarah ke bukti2 adanya perancang alam semesta)
Kaum agama juga tidak netral karena dari awal sudah memprejudice kan bahwa ada perancang, tapi kaum ini lebih jujur berkata apa adanya.
sains tidak perlu mendapat dukungan/pengesahan dari agama tertentu. jadi mau ditolak pun gak ngefek. malah kalau sampai didukung, ntar jadi sangat subjektif dan terkotak-kotak. Jumlah agama sendiri ada banyak (ribuan mungkin). Kemajuan sains pasti bakal terhambat kalau nantinya dikotak-kotakan sehingga bakal ada yg namanya Fisika Hindu (nyomot sebagian pelajaran fisika yg sesuai dg penafsiran ajaran Hindu saja), Fisika Kristen, Fisika Islam, dll. Pasti hanya nyomot sebagian-sebagian saja. Bagian yang "mendukung dan mebuktikan kebenaran kitab suci" akan mereka ambil, bagian yg "bertentangan dengan kitab suci" bakal ditolak dan dicap bid'ah.
Menelan mentah-mentah teori big bang karena "membuktikan bahwa alam semesta memiliki titik awal" sehingga ditafsirkan sebagai awal penciptaan, namun menolak tasiran fisika kuantum versi Kopenhagen karena mengisyaratkan kerja alam semesta yg bersifat acak, spontan, dan "tak direncanakan". ;D
Itu hak anda. namun sangat disayangkan jika kita mempunyai dua telinga tapi hanya mau mendengar dari satu pihak saja--kampanye propaganda VCD adnan oktar yg banyak errornya itu--
Dulu rasanya pernah membaca bahwa kenapa buku On Origin of Species-nya Darwin dianggap lebih berpengaruh drpd Injil sendiri di Eropa dan Amerika: ada bukti korelasi yg positif bahwa dg membaca buku darwin (bener2 baca gak cuma kutipan sepotong2) berkaitan langsung dg sikap ilmiah, kekritisan, dan ujung-ujungnya kemajuan sains. Ini mungkin bisa menjelaskan, meski sama-sama negara kaya raya akan minyak, sains Iran lebih maju drpd negara2 timur tengah lainnya. Akademi sains Iran secara aktif memberikan respon positif dan dukungan terhadap pengajaran pelajaran evolusi di sekolah-sekolah sains
http://www.interacademies.net/File.aspx?id=6150
Baca lagi tulisan saya, agama kristen tidak menghambat peneitian science, cuma memerangi faham yang mendompleng pada science.
Sebaliknya atheism lah yang mengkotak2kan science dan mengharuskan bahwa sang perancang tidak boleh ada di alam semesta, apapun buktinya tetap harus ditolak.
dan baca lagi tulisan-tulisan saya, mengapa sains beda dg iman, dan lebih bagus lagi, baca tulisan Dobzhansky secara tuntas dan seksama.
Jadinya, ketika ditanya, "mengapa fosil paling tua ditemukan masih berupa makhluk bersel satu itu umurnya 3.5 milyar tahun lalu, sedangkan fosil makhluk bersel banyak (eukariot) yang paling tua, itu ditemukan sekitar 600an juta tahun lalu?", sains tidak bisa menerima jawaban "karena takdir tuhan" atas pertanyaan ini. sama seperti pertanyaan "mengapa hujan turun?", kalau saya menjawab "karena takdir tuhan" pas SD dulu, pasti pelajaran IPA saya bakal jeblok banget. sama seperti penjelasan penguapan/pengembunan/curahan sbg penjelasan terbaik dlm menjelaskan fenomena hujan, evolusi juga menjadi penjelasan terbaik dlm menjelaskan pertanyaan sebelumnya--dan pertanyaan2 lainny di bidang biologi. Itu lah sains, tidak menerima penjelasan "karena keterlibatan sesuatu yg tidak kasat mata dan tak teramati"
penguapan dan pengembunan itu science, semua itu ada bukti2 empirisnya, jangan disamakan dengan teori evolusi.
Newton dan Copernicus adalah ilmuwan kristen, memangnya kapan mereka menjawab masalah science dengan jawaban "karena takdir Tuhan" ?
Anda berusaha menggeser ilmuwan kristen keluar dari ranah science hanya karena mereka beriman kepada Tuhan, kelihatan sekali ada propaganda atheism disini dan inilah yg terjadi dibalik perdebatan Evolusi.
ya sudah, coba jawab pertanyaan di post sebelumnya ttg kemunculan fosil uniseluler dan multiseluler yg rentangnya waktunya begitu amat jaaauuuhhhh itu dr sudut pandang kreasionis :)
*dan kalau perlu, silahkan baca-baca arti kata "teori" dalam pengertian sains*
gw tahu koq yg namanya "teori" didalam budaya science, dan hal itu sudah pernah gw singgung di pembahasan2 sebelumnya bahwa budaya science tidak selalu sejalan dengan kebenaran karena ada kelemahan didalamnya yaitu hal2 yg belum terbukti secara empiris bisa dianggap sebagai kebenaran hanya karena "dipercaya" oleh mayoritas dan di judge sebagai "penjelasan terbaik"
padahal penjelasan terbaik bukan berarti realita.
mengenai fosil uniseluler dll biarkan scientist bekerja melakukan penelitian dan mencari bukti, tidak perlu direcoki dengan cerita2 dongeng yang dipaksakan untuk dipercaya.
itulah iman kop mus.... bagi saya karena kitab suci sudah mengatakan Adam alaihissallam diciptakan oleh Allah azza wa jalla dari tanah liat lalu di diturunkan ke bumi bersama Hawa dan beranak pinak di bumi.. dan dia merupakan manusia pertama.... maka selama saya hidup dan nanti sampe saya matipun saya akan yakin dengan hal itu dan menolak teori evolusi.... jadi ya saya nonton aja dah sambil minum lemon tea.... :ngopi: (karena gak ada smilie yang minu teh ya gpp dah pake ini)
berarti anda benar-benar tidak tahu apa arti hakikat sains sebenarnya :)
teori geosentrisnya Ptolemeus adalh sains pada masanya. Karena dia menjadi alat terbaik yg bisa menjelaskan fenomena alam pada masa itu. teori heliosentris Kopernikus adalah sains pada masanya meski dia banyak membuat asumsi keliru dan terbukti salah besar melalui pengamatan yg dilakukan astronom2 sesudahnya. Bandingkan dg institusi tertentu yg menolak pandangan sains karena bertolak dg penafsiran, lalu kemudian meminta maaf dan mengakui.
Dan rasanya, anda juga gak ngerti bagaimana Darwin bisa sampai merumuskan teori evolusi. Teori. bukan Hipotesis.
Kita sudah memasuki milenium ketiga (sesudah masehi). perkembangan sains sudah sedemikian maju. Bukti dan penelitian sudah banyak. penjelasan mengenai kemunculan fosil itu sudah terjelaskan dengan baik. Tanpa perlu direcoki masalah "takdir" yang dipaksakan untuk dipercaya dan tak memberikan solusi yang lebih baik karena memang tak memberikan penjelasan apapun. Ilmuwan sudah mendapatkan hasil yg memuaskan. Tinggal anda mau menerima atau tidak. Ini bukan lagi masalah iman, tapi ego dan kesiapan menerima pemahaman baru.
Saya membedakan antara iman dan keterhasutan. Iman adalah sesuatu yg akan saya cek kebenarannya (tak hanya dari propaganda VCD you-know-who). bagi saya, iman adalah mempercayai sesuatu dan tidak mempercayai sesuatu karena adanya bukti dan argumen valid yg membuktikan bahwa sesutau itu salah dan benar. Bukan karena saya tidak tahu. Bukan karena saya pura-pura tahu tapi sebenarnya tidak tahu. Bukan karena saya tidak mau mencari tahu. dan bukan juga karena saya sok tahu padahal tidak tahu.
oh ya silahkan kalo mau men judge saya gak tau apa2, gak masalah karena lebih baik dikatai gak tahu daripada merasa tahu segala sesuatu padahal cuma percaya dongeng.
di milenium ketiga ini kita sudah punya banyak bukti evolusi ? bukti fosil ?
berarti anda mengakui selama ratusan tahun para penganut evolusi mempercayai hal2 yg tidak ada buktinya, percaya tanpa bukti adalah IMAN, terserah kalau kalimat tersebut dikemas dengan bahasa2 canggih dan dikatakan sebagai Teori Ilmiah padahal cuma IMAN.
Ilmuwan2 yg asli memang sudah menemukan banyak hal, penemuan2 yg terbukti tentu saja diterima dengan baik oleh semua orang, namun hipotesa2 yg tidak terbukti silahkan anda telan sendiri, jangan paksakan orang lain untuk mempercayainya. :ngopi:
;D
Dan sebelum menjudge sesuatu seperti mengatakan bahwa evolusi = atheis (sesuatu yg mirip seperti itulah), cobalah bener-bener baca sendiri bukunya. Baca buku On Origin of Species (dah diterjemahkan dua penerbit berbeda), buku ini akan membuat terkejut karena isinya jauh sekali drpd yg dibayangkan dan dituduhkan org2 (yg gak pernah baca). baca bukunya Dawkins, jangan hanya selentingan kabar sepotong-sepotong bahwa buku tsb merupakan buku propaganda atheis tanpa benar-benar membaca dan memahaminya sebagai semata-mata buku sains yg mencoba untuk memisahkan antara penjelasan-penjelasan mistis dan saintis.
Jangan karena mendengar tuduhan orang bahwa buku The Blindwatchmaker merupakan buku atheis, maka itu artinya saya sudah membaca buku tsb secara menyeluruh dan setuju kalo buku tsb merupakan buku atheis. Padahal...
AsLan menolak teori evolusi apa karena melihat adanya bukti-bukti yg membantah teori tsb atau karena memang kitab suci ente mengatakan bahwa manusia diciptakan oleh tuhan secara simsalabim? Kalo memang menyakini kitab suci, ya sudah, tidak perlu lagi bersusah payah mencari-cari celah utk mengatakan teori evolusi bukan sains. Mengapa? Karena landasannya beda. Kitab suci landasannya keimanan. Sedangkan sains landasannya keraguan. Karena itulah sains terus berkembang karena keraguan terus memunculkan pertanyaan. Berbeda dgn keimanan yg menghentikan pertanyaan.
Contohnya, mengapa apel jatuh? Karena takdir tuhan. Pertanyaan apalagi yg dapat diajukan ketika sudah dihadapkan pada tuhan? Mungkin masih bisa bertanya: Mengapa tuhan menakdirkan apel jatuh? Karena suka-suka tuhan. Mengapa suka-suka tuhan? Lha namanya juga tuhan yg maha suka-suka, ya terserah dia mo nakdirkan apel jatuh kek, apel terbang kek, dsb. Lihat. Keimanan benar-benar menghentikan pertanyaan tanpa menjawab pertanyaan tsb. Karena itulah agama cenderung stagnan, tidak berkembang seperti sains.
:))
kalau sedikit2 disandarkan takdir Tuhan, gak perlu alat canggih kedokteran buat menolong manusia
Sekali lagi saya tegaskan, Newton, Pascal, Kelvin, Faraday, Copernicus dll adalah ilmuwan2 Kristen.
Apakah mereka menjawab pertanyaan science dengan jawaban "Takdir Tuhan" ?
---------- Post added at 06:33 PM ---------- Previous post was at 06:26 PM ----------
Einstein, meskipun ia tidak menganut agama tertentu, tapi dia menyatakan bahwa tidak mungkin alam semesta ini terjadi tanpa adanya Pencipta.
Quote:
Albert Einstein (1879-1955)
Einstein is probably the best known and most highly revered scientist of the twentieth century, and is associated with major revolutions in our thinking about time, gravity, and the conversion of matter to energy (E=mc2). Although never coming to belief in a personal God, he recognized the impossibility of a non-created universe.
The Encyclopedia Britannica says of him: "Firmly denying atheism, Einstein expressed a belief in "Spinoza's God who reveals himself in the harmony of what exists." This actually motivated his interest in science, as he once remarked to a young physicist: "I want to know how God created this world, I am not interested in this or that phenomenon, in the spectrum of this or that element. I want to know His thoughts, the rest are details." Einstein's famous epithet on the "uncertainty principle" was "God does not play dice" - and to him this was a real statement about a God in whom he believed. A famous saying of his was "Science without religion is lame, religion without science is blind."
^ kalau begitu, apa jawaban kreasionis mengapa selama lebih dr setengah usia bumi, bumi sangat sepi sekali karena cuma hewan2 uniseluler saja yg hidup? karena "takdir"?
itu mengapa saya sangat menyarankan membaca tulisan Dobzhansky secara tuntas dan seksama.
dan sekali lagi Anda asal catut nama tapi benar-benar tak memahami apa yg sesungguhnya terjadi. Apa gak aneh, jika Einstein bilang "ilmu tanpa agama adalah buta" tapi Einstein sendiri gak beragama? Apa Anda tahu maksud sesungguhnya pernyataan Einstein tsb? :D
Tenang saja, ilmuwan2 sejati yang anda sebut creationist sedang bekerja dengan jujur menyelidiki alam semesta, nanti kalau sudah ada hasil dari pekerjaan mereka baru kemudian dicatut sebagai "ilmu vs agama" sebagaimana yang terjadi pada Copernicus dan Newton.
ini saya tambahin quote dari Albert Einstein:
btw semoga anda juga mengerti arti quote berikut iniQuote:
"In view of such harmony in the cosmos which I, with my limited human mind, am able to recognize, there are yet people who say there is no God. But what really makes me angry is that they quote me for the support of such views."5
"I'm not an atheist and I don't think I can call myself a pantheist. We are in the position of a little child entering a huge library filled with books in many languages. The child knows someone must have written those books. It does not know how. It does not understand the languages in which they are written. The child dimly suspects a mysterious order in the arrangements of the books, but doesn't know what it is. That, it seems to me, is the attitude of even the most intelligent human being toward God."6
:))Quote:
Science without religion is lame
dan sekali lagi Anda asal catut nama tapi benar-benar tak memahami apa yg sesungguhnya terjadi. Apa gak aneh, jika Einstein bilang "ilmu tanpa agama adalah buta" tapi Einstein sendiri gak beragama? Apa Anda tahu maksud sesungguhnya pernyataan Einstein tsb?
"Science without religion is lame, religion without science is blind."
gw udah berusaha fair dengan meng quote kalimat einstein secara lengkap, tapi ternyata terus2an dipotong cuma di bagian akhirnya doang :))
---------- Post added at 07:14 PM ---------- Previous post was at 07:10 PM ----------
yang gw tahu Einstein paham bahwa keharmonisan alam semesta ini tidak mungkin terjadi tanpa Perancang Cerdas seperti yang diyakini Dawkins,
tapi sayangnya Einstein kecewa dengan keberadaan Evil and Suffering yang dia temukan dalam hidup manusia, itu sebabnya meskipun Einstein dibesarkan dalam keluarga Yahudi yang berpendidikan Katolik. ia lebih memilih tidak mempercayai adanya Personal God, namun ia tidak bisa menyangkal keberadaan Perancang, itu sebabnya Einstein lebih cocok disebut penganut Deism.
---------- Post added at 07:17 PM ---------- Previous post was at 07:14 PM ----------
masalah catut mencatut nama seperti yg anda katakan, sekali lagi saya ceritakan tentang Einstein yang marah karena namanya sering dicatut oleh penganut Atheism :)
Quote:
"In view of such harmony in the cosmos which I, with my limited human mind, am able to recognize, there are yet people who say there is no God. But what really makes me angry is that they quote me for the support of such views."5
Saya sedang malas membahas prinsip ketuhanan Einstein, toh saya udah bahas 2x malah di subforum Mutiara Renungan dan Dunia Ide. plus biar gak terlalu OOT juga.
Cuman saya sangat heran, dengan semangat menggebu-gebu, anda begitu bernafsu untuk mengait-ngaitkan kalau evolusi=atheis dengan menjadikan referensi ilmuwan yg GAK BERKECIMPUNG di bidang evolusi sbg referensi. Padahal sudah angat jelas evolusi tidak berkaitan dengan atheisme. Sudah ditulis ribuan kali. Bahkan saya sudah mengutip secara utuh tulisan Dobzhansky yg sayangnya sepertinya gak dibaca secara seksama.
Anda hanya menggunakan referensi kutipan sepotong2 dr Dawkins ttg evolusi padahal tujuan buku Dawkins bukanlah promosi atheisme--coba saja baca dengan pikiran jernih, jangan terlalu buru-buru dibawa nafsu karena selentingan hasutan omongan orang--
Dulu saya ambil mata kuliah Evolusi, dua kredit.
Peminatnya sedikit sekali, nyaris dibatalkan.
Mungkin karena ilmu ini lebih ke multidisiplin berbagai
cabang biologi, jadi penyajiannya teoretis untuk sebuah matkul
di S1.
Tapi buat saya sangat menarik. Terasa sangat eksistensialistik.
Saya pikir ada kemiripan antara berbagai Teori Evolusi dengan
berbagai teori dalam Kosmologi.
Soal kosmologi. Itulah mengapa seorang Karlina Leksono
yang seorang astronom lulusan ITB ujung2nya menekuni
Kosmologi kemudian Filsafat. Sekarang beliau salah satu
pengajar di STF Driyarkara kan.
Menurut saya Evolusi adalah sains. Ada metode ilmiahnya.
Dan ia bukan ilmu yang berdiri sendiri. Kita harus belajar
anatomi, biologi molekuler/genetika, kimia, geologi, dsb.
Sama halnya kosmologi, begitu banyak ilmu2 penunjangnya.
Mengapa pembicaraan teori evolusi pada akhirnya dibawa-
bawa ke urusan agama karena ia menyentuh eksistensi
manusia.
Mengapa memberi demarkasi filsafat dengan sains ?
Bukannya filsafat disebut induk ilmu pengetahuan ?
Filsafat kan tak hendak berhenti menjadi renungan spekulatif,
maka dibangun apa yang disebut metode ilmiah yang menjadi
kerangka semua ilmu pengetahuan.
Ya, ya...manusia bisa berdebat soal tingkat kemutlakan
sebuah metode ilmiah -logiko positivisme itu. Tapi bukankah
kita memerlukan pisau untuk memahami sesuatu ?
Menurut saya, kalau agama dan Tuhan begitu hebat kita
percaya, tak masalah keduanya diobrak-abrik segala metode
ilmiah (yang ada dalam upaya pembuktian Teori Evolusi ini).
Mungkin ilmu pengetahuan memiliki keterbatasan sehingga
kita menjadi lebih beriman?
Sejauh ini, sejauh pemahamanku, Teori Evolusi agak bisa
menerangkan kehidupan :)
^ baca saja tulisan aslinya di sini *mau tidur, jd gak mood kalo mau nerangin panjang2 ;D
Tuh kan. seharusnya anda mulai jujur pada diri anda sendiri. anda tak tahu apa-apa ttg evolusi. anda menjudge evolusi bukan karena anda mengenalnya sebagai teori ilmiah lalu membantahnya dari sisi ilmiah juga, tapi membantah karena tak tahu dengan argumen-gak-mau-tahu.
Bahkan anda tak membaca sendiri buku Adnan Oktar-nya saya rasa. Kalau anda membaca sendiri bukunya, dijamin bakal menemukan tulisan dg logika seekor hamster karena begitu maksa dan absurd.
Anda terlalu takut pada apa yang anda belum kenal dengan baik sama sekali.
*sorry for being sarcastic
Kalau dilihat sekilas memang Teori Evolusi seperti science, karena membawa2 ilmu biologi, arkeologi, kimia, fisika dll
Tapi kalau dicermati lebih dalam, Teori Evolusi hanya sebuah hipotesa yg belum terbukti.
Meskipun kelihatannya berbobot karena menggunakan istilah2 science, sebenarnya Teori Evolusi hanya sebuah perkiraan yang sangat sederhana.
Darwin melihat mahluk ini mirip dengan mahluk itu, species ini mirip species itu lalu membuat sebuah hipotesa bahwa species ini dan itu mungkin memiliki nenek moyang yang sama.
Hipotesa ini memiliki kesulitan dalam pembuktian karena yg disebut nenek moyang mahluk2 itu tidak ada dan perubahan antar species yg diperkirakan darwin tidak bisa diamati.
Hipotesa ini kemudian mendapat dukungan luar biasa dari komunitas atheism karena kisah ini bisa menjadi alternatif dari ajaran agama yg selama ini tidak mereka sukai.
Agama mengajarkan bahwa alam dicipta oleh Tuhan, Teori Evolusi mengenal istilah Random sebagai pengganti keagungan rancangan Tuhan, segala sesuatu terjadi hanya secara Acak.
Agama mengajarkan bahwa manusia dicipta langsung oleh Tuhan, Teori Evolusi mengajarkan bahwa manusia berasal dari binatang.
Agama mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan berbagai macam hewan dan tumbuhan, Teori Evolusi mengajarkan bahwa semua berasal dari satu jenis mahluk yg kemudian berevolusi menjadi beragam.
Semua ajaran diatas tidak ada bukti scientific nya, tapi yg satu dianggap sebagai Faith, yang satu dianggap sebagai Science.
Kenapa perdebatan Evolusi menjadi begitu sengit ? karena sebenarnya ini adalah perdebatan antar agama, antar iman, bukan science.
Kalau perdebatan science, orang tinggal menunjukkan bukti ini, ini, ini beres.
Jadi bedakan antara science dengan pseudo science, faham yg berpura2 menjadi science dengan menggunakan istilah2 canggih dan memukau banyak orang.
@Aslan:
Jadi pengen nanya, menurut bro Aslan yang menentukan sesuatu itu masih level hipotesa atau sudah teori siapa ya?