Pada tahun 1961, Cindy Adams, seorang wartawan Amerika mendapat kesempatan wawancara eksklusif dengan Presiden Indonesia, Soekarno.
Itu adalah kesempatan besar bagi seorang jurnalis tak terkenal seperti Cindy, sedangkan Sukarno adalah seorang pemimpin negara besar yang telah memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda.
Namun politik luar negri Sukarno sangat tidak disukai oleh Amerika, bahkan banyak orang Amerika yang menyebut Sukarno sebagai Hitler of Asia.
Cindy memutuskan bahwa dirinya takkan minder oleh sosok besar Sukarno dan ia memulai wawancaranya dengan bercanda. Ternyata candaannya tersebut mendapat sambutan menyenangkan dari sang Presiden, Sukarno bersikap hangat terhadapnya dan memberikan waktu wawancara lebih dari satu jam bahkan memberi Cindy berbagai macam hadiah.
Seharusnya kesuksesan Cindy dalam wawancara ini sudah cukup, namun selanjutnya Cindy dan Sukarno sering berhubungan melalui surat menyurat dan persahabatan diantara mereka mulai terjalin hangat, bahkan kemudian Sukarno memintanya untuk menulis Autobiografi.
Cindy Adams yang masih merupakan wartawan level bawah merasa ragu atas tawaran ini, ia menyadari bahwa Sukarno adalah seorang penakluk wanita, Sukarno memiliki 4 istri dan banyak kekasih. Ia sangat tampan dan jelas2 menyukai Cindy, maka tawaran ini bisa berbahaya baginya, namun akhirnya Cindy bersedia menjadi penulis Autobiografi Sukarno.
Pada Januari 1964 Cindy kembali ke Indonesia. Kali ini ia telah mempersiapkan sebuah strategi dalam menghadapi Sukarno yaitu menjadi seorang yang bicara blak-blakan, terus terang dan bersikap berani, ia melihat bahwa sikap semacam ini sangat memikat Sukarno diwaktu yang lalu. Sewaktu ia melakukan interview pertama, Cindy mengkomplain ruangan mereka, lalu ia menulis daftar berbagai permintaan dan banyak perlakuan istimewa yang segera ditanda tangani oleh Sukarno.
Selanjutnya saat melakukan tur keliling indonesia dan mewawancarai orang2 dekat presiden, Cindy mengkomplain kondisi pesawat terbang yang digunakannya sehingga Sukarno segera mengirim pesawat pribadinya untuk dipakai oleh Cindy. Itupun belum cukup, Cindy minta beberapa pesawat lagi dan sebuah helikopter, juga pilot pribadi yang sangat berpengalaman, Sukarno menyetujui semua.
Sukarno bagaikan tersihir oleh aura Cindy, bahkan ia pernah berkata kepada Cindy "Do you know why I'm doing this biography?... Only because of you, that's why"
Sukarno sangat memperhatikan Cindy, ia memuji penampilan Cindy, memperhatikan semua pakaiannya dan mengenal semua perubahan2 kecil dari dandanan Cindy.
Sukarno juga sering mencuri2 kesempatan, misalnya menggandeng tangan Cindy atau mencuri ciuman kecil di pipi. Cindy selalu mengisyaratkan penolakkan dan menunjukkan bahwa perkawinannya dengan suaminya bahagia.
Dalam hati Cindy ada sebuah kekuatiran, kalau Sukarno hanya menginginkan Affair dengannya, maka rencana pembuatan Biografi ini bisa berantakan.
Sukarno bisa membaca kekuatiran Cindy, maka ia menjelaskan pada Cindy bahwa perasaan sayangnya kepada Cindy adalah murni tanpa ada konotasi seksual, Cindy merasa lega karena Sukarno tidak marah kepadanya.
Maka interview terus berjalan hingga beberapa bulan dan sedikit demi sedikit Sukarno mulai berubah menjadi lebih santai, Cindy masih sering melontarkan guyon dan kini Sukarno sering membalas guyonan tersebut. Sekarang Sukarno tidak lagi menggunakan seragam militer dan lebih sering menggunakan pakaian santai bahkan sering bertelanjang kaki.
Suatu hari Sukarno menanyakan warna rambut Cindy, Cindy menjelaskan bahwa cat rambut yang digunakan adalah warna Clairol Blue-black. Sukarno segera meminta cat rambut tersebut kepada Cindy, esok harinya Sukarno meminta agar rambutnya di cat oleh Cindy. Cindy mengira Sukarno hanya bercanda namun ia serius, maka kemudian mereka berdua memiliki warna rambut yang sama.
Buku: "Sukarno, An Autobiography as Told to Cindy Adams" terbit tahun 1965. Publik Amerika terkejut karena sosok Sukarno yang digambarkan didalam buku itu sangat memikat dan menawan. Kalau ada orang yang meragukannya, Cindylah orang pertama yang yang menjawab bahwa ia mengenal Sukarno lebih dari orang kebanyakan. Tanpa disadari, Cindy telah menjadi public relation bagi Sukarno.
Buku tersebut tersebar luas keseluruh dunia, Sukarno memperoleh popularitas yang mengagumkan, ia mendapat banyak simpati dari publik disaat ia sedang terancam oleh kudeta militer.
Cindy Adams mengira dirinya telah berhasil memikat Sukarno, namun sebenarnya siapa yang dipikat oleh siapa ?
Buku tulisan Cindy menjadi bukti yang jelas bahwa si penulis sangat terpikat oleh subject tulisannya.
Tulisan yang penuh cinta dan kekaguman ini kemudian dibaca oleh jutaan orang diseluruh dunia.
http://www.facebook.com/notes/teddy-...y/417120910558