Kejadian cewek2 menguasai lapangan pekerjaan kan sudah terjadi sejak lama dibanyak lokalisasi ::hihi::
apalagi bidang profesi sebagai ibu rumah tangga, sejak lama dikuasai perempuan, laki2 sulit berkompetisi...
Printable View
Kejadian cewek2 menguasai lapangan pekerjaan kan sudah terjadi sejak lama dibanyak lokalisasi ::hihi::
apalagi bidang profesi sebagai ibu rumah tangga, sejak lama dikuasai perempuan, laki2 sulit berkompetisi...
sperm donor
salah siapa??
para wanita memasuki lapangan kerja adalah salah para laki-laki,,
1. karena sisuami tidak bisa menghidupi istrinya secara layak,
2. karena si suami tidak bisa mendidik istrinya hidup sederhana sehingga istri jadi banyak maunya.
3. salah si bapak karena tidak cepat2 mencarikan suami bagi anak gadisnya seoranglaki2 yang tajir dan mampu menjadi pemimpin bagi anak gadisnya.
4. Salah saudara laki-lakinya yang tidak bisa menjaga dan menasehati saudara wanitanya..
(mending nyalahin diri sendiri dulu dah daripada di salahin ama orang laen ::ngakak2::)
membathin (untung istri gw Ibu RT :ngopi:)
berarti sitoh Bapak RT... :))
bukan tapi wa pemimpin di RT gw.. ::oops::
sebagian postingan saya split pindah ke sini
Kok perempuan bekerja akibat suatu kesalahan? Seorang perempuan pun perlu mengaktualisasikan dirinya, salah satunya dengan bekerja seperti kaum laki-laki kebanyakan. Seandainya pun seorang istri mempunyai suami yg kaya, itu bukan berarti halangan buat sang istri utk bekerja. Kok masih saja membatasi perempuan sbg kucing dapur meski posisi tsb sama mulianya dgn perempuan yg menjadi seorang presiden. Biarkan perempuan menentukan pilihannya sendiri, apakah mau menjadi ibu rumah tangga yg mengurusi anak di rumah saja atau mau bekerja di luaran seperti kaum lelaki pada umumnya, karena kedua pilihan tsb sama mulianya.
:)
pan diskusi dari awal pada mencari2 apa yang salah sehingga sepetinya kaum hawa mulai memadati wilayah kerja yang dulu di huni oleh kaum Adam.. dan saya menjawab menurut pengamatan saya.. dan seperti yang saya pernah katakan diatas, saya pribadi tidak bermasalah dengan wanita yang berkerja selama kalo dia punya suami atau anak dia tidak melupakan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.. itu aja kok... mungkin menurut bung purba pikiran saya kolot, namun menurut agama yang saya anut wanita yang diam dirumah dan mengurus anak serta suaminya serta patuh terhadap suaminya maka dia lebih mulia dibandingkan wanita yang sering keluar rumah gitu deh......... :ngopi:
hm.... keknya gw pernah baca artikel, kalau satu
satunya kewajiban istri dalam rumah tangga ada
lah melayani suami di atas kasur. Diluar itu, adalah
kewajiban suami untuk memudahkan/menyenang
kan istri.
menyediakan makanan siap santap, pakaian siap
pakai, semuanya kewajiban suami, bukan istri :)
kalau ngga salah, artikelnya Ust. Ahmad Syarwat.
bukan di atas kasur juga kali kop ronggo.. pan mendidik anak ngerjain urusan rumah tangga.. kirain itu ringan apa... menyambut suami dengan senyuman pada saat pulang kerja dll...
http://www.ustsarwat.com/web/berita-...-pembantu.html
Quote:
Sedangkan posisi syariat Islam langsung kepada realitas bahwa seorang istri tidak wajib memberi nafkah buat suaminya. Sebaliknya, justru suaminya lah yang wajib memberinya makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan semua kebutuhannya.
Gampangnya, istri hanya tinggal buka mulut, suaminya lah yang wajib memasukkan makanan siap saji ke dalam mulut istrinya. Meski ada khilaf juga di tengah ulama dalam hal ini, namun mazhab As-Syafi`i dan banyak mazhab lainnya yang secara tegas menyebutkan bahwa pada dasarnya pernikahan itu hanya mewajibkan seorang istri untuk melayani suaminya secara seksual saja, tidak lebih.
Yang wajib memasak, belanja, menyapu, mengepel, mencuci pakaian, beres-beres rumah, sampai urusan kebutuhan rumah tangga, bukan istri tetapi suami. Aneh? Nggak juga.
Kalau pun istri melakukan semua itu, sifatnya hanya membantu saja, tidak ada kewajiban dari langit atas seorang wanita untuk dipaksa melakukan semua itu. Sebab seorang istri bukanlah pembantu. Istri adalah wanita yang mulia, dia adalah ratu dalam rumahnya.
istri itu bukan pembantu yaaa plis deh
mendidik anak itu urusan ibu dan bapaknya, bukan satu pihak aja.
urusan rumah tangga, makan minum, pakaian itu sebenarnya tanggung jawab suami.
istri mau bantu urusan RT itu artinya si istri lagi bersedekah ke suaminya....
zaman apa yang nomaden bu, zaman sebelum atau sesudah bu???
---------- Post added at 01:29 PM ---------- Previous post was at 01:26 PM ----------
itu khan juga saya bilang menurut agama yang saya anut bu... banyak hadits2 sahih yang menegaskan kedudukan wanita agar tidak sering keluar rumah dan betapa mulianya mereka.. nah tinggal para wanitanya aja mau ikutin anjuran sunnah atau enggak... dan Alhamdulillah saya mendapatkan istri yang sangat mengerti tentang agama.....
zaman manusia masih hidup berpindah2, belum menetap.
kepala keluarga itu perempuan.
pan pak hajime bilang
dulu itu kapan?Quote:
pan diskusi dari awal pada mencari2 apa yang salah sehingga sepetinya kaum hawa mulai memadati wilayah kerja yang dulu di huni oleh kaum Adam..
jaman dulu itu malah perempuan yang bekerja...
silakan baca buku sarinah karangan soekarno
jadi gimana?
masak harus selalu gender yang dipermasalahkan? Bangkitlah, bersaing karena skill, bukan gender
Sampe sekarang di beberapa daerah (atau desa?), istrinya yang bekerja keras, kalo suaminya mah nongkrong di warung kopi. ;))
Sarinah? wah belum baca tu buku...
zaman nomaden pun dimana2 pembagian tugasnya sudah jelas, laki2nya berburu wanitanya cenderung melakukan pekerjaan di rumah seperti memelihara unggas atau hewan ternak lainnya... saya nggak tau deh di zaman nomaden en daerah mana yang wanitanya yang pergi berburu... mungkin saja ada di sebagian kecil wilayah didunia dimaana menganut sistemmatrilinear seperti mungkin schytian warrior ataupun suku wanita yang ada di daerah Amazon..
---------- Post added at 09:59 PM ---------- Previous post was at 09:58 PM ----------
saya rasa gak ada yang mempermasalahkan gender disini.. saya pribadi sudah mengtakan sebelumnya, saya tidak keberatan dengan wanita yang berkarir asalkan dia tidak sampai melupakan tugasnya sebagai ibu..itu aja kok......
---------- Post added at 10:01 PM ---------- Previous post was at 09:59 PM ----------
itu mah berarti memang yang lakinya yang kagak ada tanggung jawabnya sama sekali... suami kayak gitu mah buang aja ke laut... kalo kata mamah dedeh mah itu suami yang jayuz.. ::ngakak2::
saya mempertanyakan pertanyaan yang dipaparkan TS, bahwa lapangan pekerjaan tergerus buat laki2
Mantab... :D
memang tidak ada larangan bagi seorang wanita untuk bekerja. kemudian .
Tapi, mungkin udah `kodrat` nya bahwa wanita lah yang MENGANDUNG selama 9 bulan; kemudian... si IBU lah yang banyak berinteraksi dengan anak2 setelah kelahiran. Oleh sebab itu, "syurga di bawah telapak kaki ibu".
Masalah sekolah, pengajaran, ilmu; memang bisa didapat dari bangku sekolah.
Tapi, masalah akhlak, baik/buruk, dan lain-lain; sebagian besar memang didikan orang tua, khususnya ibu.
Jadi, jika seorang anak itu berhasil, sukses, ber akhlaq mulia, dan sejenisnya... Itu sebagian besar hasil kerja dari ibu.
Sedangkan bapak...
Pergi pagi, pulang sore mencari nafkah.
untuk menghidupi + membiayai keluarganya.
Di sini, peran bapak / ayah sebagai pemimpin, pelindung, pencari nafkah.
Ayah tidak lebih sebagai sapi perah an. *kabur ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh :iamdead:
tinggal sekarang sapinya yang diperah keluar gak susunya...::hihi::
eits..wb bu aya
Apalagi pak boss.. sangat tidak keberatan punya 5 sekretaris seksi2..
makanya kalo sanggup berbuat adil..... nikah cukup dengan empat istri.. kalo enggak sanggup adil 1 aja udah cukup lah...... :ngopi:
---------- Post added at 11:48 PM ---------- Previous post was at 11:43 PM ----------
makanya kalo sanggup berbuat adil..... nikah cukup dengan empat istri.. kalo enggak sanggup adil 1 aja udah cukup lah...... :ngopi:
demen bgt jaka sembung
BTT, salah sendiri pekerjan dibikin gendris jd seolah2 pekerjaan t'tentu untuk gender t'tentu
---------- Post added at 03:37 AM ---------- Previous post was at 03:34 AM ----------
gwe liyat si korea laki2 jd sekretaris jg ada. nah di indo knp mesti cewek cakep n seksi jd sekretaris? salah si cewek?
status toh yho,
itu nilai dan point plus harga diri pimpinan dan bos2. Terlihat dari staff-sekretaris perempuan yang berpenampilan menarik. Kudu hukumnya kek gitu. Bos bisa bangga dipuji kanan kiri kl didampingin orang2 yang cantik dan menarik, apalagi kinerjanya cekatan, komunikatif, dan gak rewel. Saya kira market niche-nya yah disini.
Lagipula, masalah HRM terkait gender, jg ujung2nya adalah kinerja.
Lapangan kerja ada untuk mereka yg berperforma SUPER, entah itu orangnya berbiji ataupun berpayudara.
btw, ada yang pernah dengar di Jerman bahwa ada kebijakan baru yang memberikan kesempatan seorang ayah untuk mengambil "cuti ayah" alias paternal leave dlm rangka mengasuh anaknya? plus kompensasi, benefit dan fasilitas terkait kesehatan keluarga? Kodrat laki2 gimana tuh kabarnya jadinya?
gw udah tau kl di jerman pekerja laki2 ada cuti ayah jg cuti m'nemani istri melahirkan, bagus kan? namanya family value
---------- Post added at 05:37 PM ---------- Previous post was at 05:35 PM ----------
masalah boss2 maunya sekretarisnya cantik n seksi, apa salah si perempuan? itu kan salah si boss yg notabene lelaki
kalau itu mah. Panggilan alam bun... Manusia sukanya lihat yang indah2... Gak cewek gak cowok, sama ajah...
hmmm ga usah jauh2 sampe jermanlahhh..
di kantor saya kalau istri melahirkan, ayahnya dapat cuti kok. 3 hari kerja.
tercantum di KKB (Kesepakatan Kerja Bersama)
Pasal 32 ttg Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan Upah Penuh.
iya gwe tau yaaa...pas lahiran naomi suami dapet cuti 3 hari kog. Tapi ga cuti sebulan kan kayak di jerman?::hihi::
yang saya amati, perusahaan lebih suka mempekerjakan perempuan karena :
1. bisa digaji lebih rendah
2. sedikit perempuan yang suka jadi tukang komplain soal besaran gaji/upah meskipun beban kerjanya berat
3. jarang pendemo buruh yang diprovokatori perempuan
4. perempuan indonesia dididik patuh kepada ortu dan suami, sehingga mempunyai atitute yang gampang diatur dan tidak berani protes ketika diperlakukan tidak adil (meskipun ngedumel di belakang)
5. perempuan bukan pencari nafkah utama dalam keluarga, sehingga perusahaan tidak perlu menambahkan tunjangan keluarga dalam gajinya
6. perempuan cenderung lebih disiplin daripada laki-laki
intinya.... menggaji karyawan perempuan itu bisa menghemat keuangan perusahaan, mengurangi gesekan antara manajemen dengan buruh, dan tetap mendapatkan hasil yang maksimal...
klo kemaren kantor malah kebalik
ngerekrut 200 analis baru, SEMUA cowok
karena memang kerjaan AO itu berat dan hampir ga kenal waktu, jadi (masih) perlu cowok
Gw punya beberapa karyawan perempuan yg bertugas sebagai SPG.
Ngurusin anak buah perempuan kadang lebih ribet loh, kalo gw kasi perhatian ke yang satu, yang lain iri.
Selain itu mereka sering curhat masalah2 yang diluar pekerjaan.
Gw merasakannya dalam ranah profesi gw, yaitu guru SD.
Guru-guru SD cewek jauh lebih dominan dibandingkan guru-guru SD cowok, karena pendekatan cewek lebih personal terhadap anak-anak, sehingga lebih cocok untuk menangani anak-anak kecil setara kelas 1 SD - 4 SD yang masih membutuhkan sosok pelindung dan pembina. Sebaliknya, guru-guru SMK justru didominasi oleh cowok daripada cewek, karena pendekatan cowok lebih fungsional terhadap anak-anak, sehingga lebih cocok untuk menangani anak-anak besar yang lebih membutuhkan sosok inspirator. Dalam hal menjadi inspirator, cowok dikatakan lebih unggul daripada cewek, apalagi cowok-cowok "bad boy" yang mampu menunjukkan kharisma.
Cowok dan cewek punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada baiknya menempatkan setiap orang pada bidang yang cocok dengannya.