so, the same religion, on different states may have different gods?
baru tau agama ada fitur region lock juga
and what about confucians?
and the point being, dia ga ngehina/mencela orang
Printable View
so, the same religion, on different states may have different gods?
baru tau agama ada fitur region lock juga
and what about confucians?
and the point being, dia ga ngehina/mencela orang
Ajaran-ajaran Tridharma (Budha/Tao/Konghucu) punya konsep "ketuhanan" yg unik dan beda dengan konsep ajaran lainnya yg beredar di Indon. Bahkan bisa dikatakan tidak mengenal konsep tuhan denga ke-maha-annya, tapi mereka punya konsep Nibbana yang unik. Secara kasar, agama-agama ini lebih tepat dikatakan nontheis drpd atheis.
dan kenapa bisa diakui dan 'tidak bertentangan' dg sila pertama... uhmmm... mungkin karena "agama tua" dan udah lama ada di Indonnya? :-?
that's the fact, it's just that you put your pre-judi
ce before you read the fact first, that's all :)
what about it? ::hohoho::Quote:
and what about confucians?
sapa? Si Alex? justru karena itu dia diamankan :)Quote:
and the point being, dia ga ngehina/mencela orang
Menghina org aja bisa dituntut apalagi menghina yg dijunjung tinggi.
gak kebayang kalo org yg nuntut itu baca forum2 macam FFI ;D
^
baca forum gituan, serasa pengen punya tombol nuklir
Di satu pihak sih, aku rasa ngebalas kata2 jahat dg kekerasan fisik mah ga boleh.
Kebetulan di Indo kan ada undang2nya ya manfaatin aja.
Ke depannya nanti diharapkan kedewasaan masing2 pihak la.
Apaan coba kalo dikit2 nuntut.
Gimana kalo menghina Tuhan, dibiarkan saja Tuhan yang membalas? ;))
Kalo boleh jujur memang masyarakat indonesia belum dewasa, keimanannya pun rata2 masih cetek, lebih mementingkan penampilan keagamaan daripada kematangan iman.
hehehe...
Kematangan iman itu kan pengertiannya berbeda
beda, Lan. Bergantung pada keimanan mana yang
dianut.
tepatnya sekuler, bukan liberal
agama ga campur ma negara, urusan pribadi
yup, negara ngga ngurusin agama loe apa, itu uru
san loe pribadi...
tapi hak milik pribadi loe dipalakin... bahkan tabu
ngan loe seumur hidup potong palakan, ketika loe
mati, dipalak lagi nyaris separuhnya, baru bisa loe
warisin buat anak cucu loe :)
ga ada hubungannya ma sekuler ato gak
hak pribadi jauh lebih dikekang di negara teokratis, dengan justifikasi itu aturan agamanya
ga usah jauh2 teokratis, "demokrasi pancasila" juga berlaku juga hal2 yang disebut di atas
monggo ditunjukkan negara theokrasi yang menge
kang hak-hak pribadi, bro :)
females have to wear burqas, can't make their own decisions regarding marriage, and them being a property of her man after marriage, to begin with
i could go on about gay rights, how well they're treated in the middle east
or you just google it, won't be a short list
Can't you see the contrary here?
it's the fashion industry that supress women to
show their body, silently and repeatedly, for the
sake of bussiness.
Can't make decision regarding marriage?
Hey, they are virgin, bro... ::bwekk::
Being property of her husband? Did you ever see
the Letter of Ownership which the husband hold?
Gay right?
Since when nature give right to the gay? Nature
won't work that way... only asexual creature can
survive that wat :)
now i can't tell whether you're being serious or trolling ::grrr::
it's all the same... pre-judice.
In the past, all-non-greco-roman are barbaric.
not long after, all-non believer are infidel.
and now, all who are not with us are our enemy.
no, i do not believe that all who are not with us are our enemy.
i don't believe theists and atheists should be enemies, it's getting oot..
i'm calling out the injustice about one believer may publicly talk about their faith, while a believer of another faith gets punishment
no, him denying the existence of god is just as harmless as christians denying the existence of thor
or moslems denying the existence of ganesha
i don't get why they're so riled up... if you believe your god exists, could a man's words change that fact?
Eh, baru nyadar ada Ishaputra...
Kangennya.... >:D<
Sekedar catatan,
seandainya tidak ada pasal penodaan agama, si Ateis tetap bisa dipenjara.
Soalnya di ranah hukum Indonesia ada soal 'ketertiban umum' dan di UUD 1945 (sejak dari versi awal) pun kebebasan berbicara itu bisa dibatasi oleh perundang-undangan.
"ketertiban umum" di internet? "dunia maya"?
1. Menggunakan nama suku di Indonesia;
2. menggunakan situs yang mudah diakses dari Indonesia;
3. berada di Indonesia;
4. berwarga negara Indonesia;
5. ditujukan untuk orang Indonesia;
6. menggunakan ISP di Indonesia;
7. menggunakan jaringan (kabel atau wireless) di Indonesia;
Nuff said.
fakta-fakta yang diabaikan begitu saja, karena ter
lanjur prejudice :)
^
Tidak berarti aku setuju dengan pemenjaraan PNS tersebut.
Hanya saja, kenyataan hukum memang menyudutkan PNS tersebut.
Tante lagi ngelindur kemana? Baca gak penjelasan ane di atas? :))
Negeri ateis adalah negeri yg mayoritas penduduknya tidak peduli dgn tuhan atau, kalo mau dipertajam lagi, tidak percaya tuhan. Contohnya Jepang. Sedangkan negeri muslim adalah negeri yg mayoritas penduduknya percaya Allah swt sbg tuhan. Contohnya Indonesia. Tidak ada hubungannya dgn sistem atau bentuk negara. Nah, di Jepang, muslim bisa bikin mesjid bagus, bisa dakwah ke kaum kafir. Sangat beda dgn Indonesia, mo bikin gereja di Bogor saja sampe babak belur, padahal sama-sama teis. Apalagi ateis, bisa mati konyol digebugin pasukannya Habib Riziq. Jadi, kaum teis memang picik dan berjiwa kerdil jika dibandingkan dgn mereka yg ateis. Kenapa sampe begitu? Karena kaum teis (moslem in this case) ketakutan masuk neraka, takut disodom pake besi panas di neraka nanti kalo sampe menduakan tuhannya. Ini logis saja. Diancam disate di neraka nanti, muslim akan sekuat tenaga menghalau ajaran-ajaran selain Islam.
:))
Rasanya orang bebas membuat pernyataan "Atheis Minang", harap dibedakan dengan "Minang Atheis"
Atheis Minang itu merujuk orang Minang yang Atheis, tidak mengatakan bahwa semua orang minang Atheis.
kayaknya kamu yang hantam kromo gak jelas...jelas2 liberal, sekular, dibilang atheis::oops::
maki2 Islam lagi, Pur?
saya rasa omongan saya jelas, mau atheis monggo, tapi gak perlu menghina kepercayaan lain.
Kalau kayak gitu, apa bedanya kamu sama orang yang kamu kritik, pur?
kalau sudah menghina dan ada hukum positifnya, ya ikuti saja aturannya
Kalah kuat di Indonesia, pur? ah orang Islam dilecehkan di Barat juga kalah kuat kamu juga adem ayem
kayak orang bali ya? kalau keluar dari agama keluarga dan adat maka dia tidak dianggap warga desa adat
Kalo boleh tau, ukuran dan batasan "penghinaan" atau "penodaan" agama itu apa? Btw, saya menentang loh UU penodaan agama, alasannya UU tersebut bias dan tidak jelas di mana ukuran dan batasan "penodaan" itu. Dengan kata lain, rawan dimanipulasi/disalahtafsirkan.
Contoh: Apakah KRITIK terhadap agama, atau opini yang berseberangan dengan opini mainstream tentang agama tersebut, terkategori sebagai penodaan?
Jika YA, maka anda harus mulai mikir, bahwa banyak penerbit-penerbit Islam yang bakal kena UU tersebut. Di Gunung Agung saja misalnya, sering saya jumpai di rak buku Islam, buku-buku yang mengkritik teologi agama Kristen.
Jika TIDAK, maka anda harus melihat kebelakang, ke beberapa tahun yang lalu: Majalah Newsweek pernah dibanned oleh MUI dengan alasan "religious blemish", karena salah satu edisinya di tahun 2003 karena memuat artikel yang membahas tesisnya Dr. Cristoph Luxenberg, yang mengatakan bahwa Alquran pada awal mulanya ditulis dalam bahasa Aramaik, bukan Arab.
---------- Post added at 12:32 AM ---------- Previous post was at 12:22 AM ----------
Tetapi "aspek genetik" Minangkabau tetap tidak bisa disanggah. :ngopi: Lagipula bung, hari gini kok masih pake sentimen kesukuan, itu anda ketiduran selama berapa ratus tahun sih?
Sekarang, banyak orang itu udah kawin campur antar etnis atau lahir dan besar di daerah urban. Jadi pada beberapa orang, terutama generasi muda, apalagi di daerah perkotaan/urban sudah nggak penting lagi identitas "orang minang", "orang jawa", "orang bali", "orang papua" dan sebagainya.
Misalkan saya Minang, terus murtad, dan tidak dianggap orang Minang, ya so what? Status kesukuan di jaman sekarang juga nggak penting-penting amat. Yang penting, JANGAN DIUSIR DARI RUMAH TINGGALNYA, itu saja.
gw jawab TIDAK, IshQuote:
Jika TIDAK, maka anda harus melihat kebelakang, ke beberapa tahun yang lalu: Majalah Newsweek pernah dibanned oleh MUI dengan alasan "religious blemish", karena salah satu edisinya di tahun 2003 karena memuat artikel yang membahas tesisnya Dr. Cristoph Luxenberg, yang mengatakan bahwa Alquran pada awal mulanya ditulis dalam bahasa Aramaik, bukan Arab.
dan gw juga ingatkan, kalau MUI tidak punya wewe
nang untuk melakukan Banned atau pelarangan ter
hadap pelarangan buku atau majalah.
Pertama2, selamat datang ish.. sering2 dong mampir.. gw janji ga bikin elu kesel deh..
Ukurannya.. perasaan yg tersinggung. Kalo ga ada yg tersinggung ya ga sampe taraf menghina.
Misalnya gw bilang ibu mu pelacur, benar tidak benar, itu adalah penghinaan.
Kritik bukan penghinaan, tapi musti dipisahkan antara mengkritik dgn menyindir. Biasanya orang standar ganda.Quote:
Contoh: Apakah KRITIK terhadap agama, atau opini yang berseberangan dengan opini mainstream tentang agama tersebut, terkategori sebagai penodaan?
Kalo disertai bukti boleh jadi kritik, tapi kalo omong asal2an, namanya cecerepet.Quote:
Jika YA, maka anda harus mulai mikir, bahwa banyak penerbit-penerbit Islam yang bakal kena UU tersebut. Di Gunung Agung saja misalnya, sering saya jumpai di rak buku Islam, buku-buku yang mengkritik teologi agama Kristen.
Jika TIDAK, maka anda harus melihat kebelakang, ke beberapa tahun yang lalu: Majalah Newsweek pernah dibanned oleh MUI dengan alasan "religious blemish", karena salah satu edisinya di tahun 2003 karena memuat artikel yang membahas tesisnya Dr. Cristoph Luxenberg, yang mengatakan bahwa Alquran pada awal mulanya ditulis dalam bahasa Aramaik, bukan Arab.
Kalo kasus minang itu lebih ke sentimen orang aja.. Ente pikir semua orang minang begitu? Tapi kalo ente ke minang, ya ente musti ikut aturan di sana.. sama di mana2..Quote:
Tetapi "aspek genetik" Minangkabau tetap tidak bisa disanggah. :ngopi: Lagipula bung, hari gini kok masih pake sentimen kesukuan, itu anda ketiduran selama berapa ratus tahun sih?
Sekarang, banyak orang itu udah kawin campur antar etnis atau lahir dan besar di daerah urban. Jadi pada beberapa orang, terutama generasi muda, apalagi di daerah perkotaan/urban sudah nggak penting lagi identitas "orang minang", "orang jawa", "orang bali", "orang papua" dan sebagainya.
Misalkan saya Minang, terus murtad, dan tidak dianggap orang Minang, ya so what? Status kesukuan di jaman sekarang juga nggak penting-penting amat. <b>Yang penting, JANGAN DIUSIR DARI RUMAH TINGGALNYA,</b> itu saja.
orang minangkabau itu orang yang bangga sebagai
orang minangkabau dan menjunjung tinggi adat isti
adat Minangkabau. ngga peduli darah yang mengalir
didalam dirinya :)
cuma dicabut haknya menggunakan nama suku kok,Quote:
Misalkan saya Minang, terus murtad, dan tidak dianggap orang Minang, ya so what? Status kesukuan di jaman sekarang juga nggak penting-penting amat. Yang penting, JANGAN DIUSIR DARI RUMAH TINGGALNYA, itu saja.
ngga diusir dari rumah tinggalnya, asal rumah ting
galnya milik sendiri, bukan milik Suku :)
Setuju.. makenye.. pindah agame ga usah koar2.. biasa aje lagih..
Selingkuh aje.. diem2..