oke berarti taaruf itu
nonton konser bareng, jalan2 bareng, ke media bareng, beli ini itu bareng, dlsb...
Printable View
oke berarti taaruf itu
nonton konser bareng, jalan2 bareng, ke media bareng, beli ini itu bareng, dlsb...
Itu urusan dia lah, seperti saya bilang : saya tidak tertarik persoalan ghibah
Jika anti suka ber-ghibah silakan di lanjut di forum infotainment. Saya tidak berhasrat membahasnya karena kita sama2 mafhum hukum ghibah. Kecuali jika masih ada yg belum tau hukum ghibah, boleh saja buka topik di forum Islam. Kalau ada waktu, saya ikutan.
Di post #7, saya sudah berikan dalil hukumnya (saya heran, masa tidak dapat disimpulkan hukumnya)Quote:
Originally Posted by BundaNa
Secara tidak langsung, dalil tsb membolehkan berdua-duaan selama si perempuan ditemani oleh mahramnya.Quote:
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ“Jangan sekali-kali salah seorang kalian ber-khalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, lafadznya dari Shahih Al-Bukhari no.3006)
ber-khalwat di sini adalah menyepi, memisahkan diri dari keramaian, dan hanya berdua-duaan di tempat terpencil tanpa ada orang lain disekitarnya. Dan Mahram yang dimaksud adalah saudara/kerabat laki-laki dari si perempuan.
...
Dan dalil di post #11
Secara tidak langsung membolekan berduaan selama tidak tertutup dari pandangan manusia.Quote:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ هِشَامٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَتْ امْرَأَةٌ مِنْ الْأَنْصَارِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَلَا بِهَا فَقَالَ وَاللَّهِ إِنَّكُنَّ لَأَحَبُّ النَّاسِ إِلَيَّTelah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Gundar, dari Syu'bah, dari Hisyam, dia (Hisyam) berkata : Aku mendengar Anas bin Malik ra berkata : "Seorang wanita dari kalangan Anshor datang menemui Nabi saw, kemudian beliau ber-khalwat dengannya, lalu Beliau bersabda : 'Demi Allah kalian (kaum Anshor) adalah manusia yang paling aku cintai'" (HR. Bukhari, no.5234, dalam kitab Nikah).
Imam Bukhari meletakkan hadits tsb dalam bab "مَا يَجُوزُ أَنْ يَخْلُوَ الرَّجُلُ بِالْمَرْأَةِ عِنْدَ النَّاسِ" (Apa-apa yang diperbolehkan ber-khalwat seorang laki-laki dengan seorang perempuan dihadapan manusia).
Kita ketahui bahwa judul bab (dalam shahih Bukhari) umumnya merepresentasikan pendapat imam Bukhari dalam suatu perkara. Maka dalam kasus ini, Imam Bukhari membolehkan seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan selama aktivitas mereka diketahui umum. Dalam arti, perbuatan tsb tidak tersembunyi
Jadi ... dalil mana yang ukhti jadikan sandaran untuk mengharamkan / melarang jalan berdua ? ::ungg::
Apakah anti tau dalil yang mengharamkan hal tsb ?Quote:
Originally Posted by BundaNa
Sudah sampaikah kepada anti kaidah fiqh yang menyebutkan : Al-ashlu fii al-mu'amalat al-ibahah (hukum asal muamalah -hubungan antara sesama manusia- adalah boleh).
Sebelum sampai pada pertanyaan tsb, coba anti jawab dulu pertanyaan saya di post #1Quote:
Originally Posted by BundaNa
Bisa anti bantu menjawabnya ? jangan sampai apa yang dipertanyakan tsb ternyata arti/definisinya sama (mendekati).Quote:
Yang jadi pertanyaan, apa beda ta'aruf dengan pacaran ?
Sama seperti puasa=shaum; lebaran=ied; sembahyang=shalat ::doh::
Hihihihi... kayaknya yang di dengki-in sama para ibu-ibu adalah politik pencitraan beliau di masa-masa menjelang nikahan...
Saya sendiri gak tau siapa itu solmed, cuma pernah lihat aja di TV waktu lagi makan siang di mess, ada ustadz yang mampir ke toko beli roti buaya. Kita semua geleng-geleng kepala, so what gitu loh...
Pacaran? Hmm... yang saya tau pacaran itu mencakup semua kegiatan barengan antara cowok dan cewek yang sedang hobi dua-duaan. Gak musti menuju ke nikahan (misalnya pacarannya anak SMP)...
Lalu yang dilakukan juga ya bervariasi, ada yang sangat konservatif seperti yang disebut Kang Asum, ada juga yang sampe tinggal serumah, demi menjalani simulasi kehidupan berumah tangga nanti... menghindari kemungkinan cerai ketika nanti sudah nikah... ;D
Jadi saya bilang sih, ta'aruf itu salah satu cabang dari ilmu pacaran... ::hihi::
@Asum
ta'aruf >< berkenalan
Kan ada larangan Quran utk tidak mendekati zina. Nah ta'aruf si solmed masuk mendekati zina gak?
Kira-kira pertanyaan yang sama dengan eyang purba di atas, istri nanya ke saya,
"kalau nonton konser atau bioskop gelap-gelapan ... khan statusnya nggak sembunyi-sembunyi... tapi bisa cukup kreatip donk ngapa-ngapain... anak SMP aja udah bisa...." ;D
Dziggghh....
:pukul:
Jadi inget film klasik "The Godfather", waktu Michael Corleone muda (Al Pacino) jalan-jalan dengan pacarnya, Apollonia Vitelli (Simonetta Stefanelli) di perbukitan Sisilia. Sekilas biasa saja sepasang sejoli jalan-jalan sambil ngobrol di perbukitan tandus Sisilia yang kejam tapi romantis, sampai kemudian kamera di zoom-out, menunjukkan satu batalion perempuan dari pihak keluarga Apollonia mengikuti sekitar seratus meter di belakang... ;D
(ketauan udah tua... referensi film-nya kuno ::doh::)
menurut gw, sms'an, telp2an, chat di room privat jg tmasuk khalwat.. Apalagi jika pembicaraan menjadi seputar syahwat.. Jd sebaiknya... sms, telp n chatting pun hrs ditemani mahromnya..
Kl nelpon bisa pake speaker, chatting bisa di public room, kl sms'an, gw blm kepikiran gmn caranya..
ini kan bermula dari ulah siSolmet sendiri
doyan/demen banget diliput media
coba diem2 aja, kan gak memancing polemik publik?
btw, pengen/demen diliput media ===> masup kategori srempet "riya" gak yak ;D
wah uztad kita tercinta ini yang dibelain om Asum, sudah dituduh berkhawlat, ikhtilat, sekarang riya;D
begitu ya...perilaku uztad?::ungg::
Ada gak dalil yang melarangnya dalam syari'at ? ::oops::
Kalo gak ada dalil yang melarang, napa ente yang sibuk melarang ::arg!::
---------- Post added at 06:40 AM ---------- Previous post was at 06:34 AM ----------
Itu kan dugaan anda.
Padahal dalil-dalilnya jelas bahwa khalwat itu berdua-duaan wanita-pria di tempat sepi. Dan telpon, sms tidak masuk dalam dalil di atas.
Ntar mimpi juga juga dibilang khalwat lagi, bahkan mungkin ada yang dirajam karena mimpi .... ::oops::
btw, soal omes mah udah jelas dosa <<< gak perlu dibahas karena jelas hukumnya.
---------- Post added at 06:43 AM ---------- Previous post was at 06:40 AM ----------
Emang salah ya hal tsb ? Jadi dosa ya mbah ? ::ngakak2::
Kenapa mbah gak belah aja dada uts. solmed, apakah dia riya atau enggak ? ::oops::Quote:
Originally Posted by pasingsingan
---------- Post added at 06:52 AM ---------- Previous post was at 06:43 AM ----------
Apakah saya sedang membela pribadi uts. Solmed atau soal ta'aruf ? ::ngakak2::
Soal pribadi, saya gak ada urusan, saya gak suka ghibah, apakah dia riya, khalwat, ikhtilat <<< anti gak bisa membuktikannya selain tuduhan dan celaan untuk ghibah semata.
Apakah ukuran prilaku ustadz itu mengikuti selera anti atau mengikuti ukuran syari'at ? ::doh::
Quran melarang mendekati zina. Nah, ta'aruf si solmet itu udah mendekati zina atau belum menurut pendapat ente?
Atau seperti apa perilaku yg masuk kategori mendekati zina?
Jalan bareng masuk bioskop gelap beduaan bukan muhrim udah mendekati zina atau masih jauh? :))
Kalo si solmet bukan ustad, mungkin muslim masa bodo aja. Tapi karena predikat tsb, jadilah solmet sebuah topik obrolan di KM. So, you jgn lihat ini ghibah thd solmet sbg individu, tetapi sbg ustad yg kebetulan namanya solmet.
klo dibalikin gini bijimana sumQuote:
Originally Posted by Asum
apakah perilaku solmet = perilaku inpotai-nmen = sesuai syari'at? ::takmungkin::
musolah krusialnya adalah:
siSolmet ngegendong predikat ustadz
coba cumen pengamen, tukang ojek atau sebangsanya
mungkin umat jg ogah menggibah bin kusuk-kasak ttg
sepak terjangnya.
Yeee.... siapa juga yang ngelarang... saya cuma bilang ke sepasang remaja yang duduk di depan saya:
"dik... kepalanya di bawah aja kayak tadi, kalau yang sekarang ngalangin...."
atau dalam kesempatan lain,
"dik... coba mendesahnya jangan terlalu keras ya? Dialog filmnya gak kedengeran..."
... nggak ngelarang khan... ;D
biasanya orang "bijak" emang merasa teorinya paling bener
saklek teorinya sampai kenyataan di lapangan jadi nonses
Di atas sudah saya sampaikan
Maka sesuai syari'at, tampil dalam infotainment, berdua diwawancara = Sesuai syari'at.Quote:
Sudah sampaikah kepada anti kaidah fiqh yang menyebutkan : Al-ashlu fii al-mu'amalat al-ibahah (hukum asal muamalah -hubungan antara sesama manusia- adalah boleh).
Syari'at membolehkan / tidak melarang = SESUAI SYARI'AT ... kenapa yang mudah dibuat sulit ... ::doh::
---------- Post added at 05:01 PM ---------- Previous post was at 05:00 PM ----------
Yang anda permasalahkan apanya ? ::grrr::
---------- Post added at 05:03 PM ---------- Previous post was at 05:01 PM ----------
Ini bukan teori, ini terkait dalil syari'at. Justru anti yang berteori dengan penuh tuduhan dan dugaan. <<<< Bid'ah mengharamkan sesuatu yang dibolehkan oleh syari'at ... ::oops::
---------- Post added at 05:04 PM ---------- Previous post was at 05:03 PM ----------
Maksud "bikin pilem sendiri" apa ? raba-rabaan ? ::cabul::
:capek:
Loh siapa juga yang cari masalah?
Istri nanya ke saya soal pacaran di bioskop... Asum bilang saya ngelarang yang gak sesuai syariat...
Saya bilang saya gak ngelarang siapa-siapa koq ... malah ditanya trus masalah ente apa...::managuetahu::
particular people do see trouble in every corner ... :-??
argh! ustad abal2 itu... masa tenar via infotainment bukan dari ceramahnya... meh!
jadi menurut teori yang dipaparkan Asum, berdua2an di bisokop boleh, kan banyak orang...mesti mereka bikin pilem sendiri?
Ini urusannya kan mereka gak berkhawlat?