Bangsa Arab dan Yahudi itu tetangga, bahkan saudara kandung sejak ribuan tahun.
Cara mereka menyebut Allah tentu punya akar yg sama.

Banyak umat muslim Indonesia mengira Allah adalah nama diri Tuhan, sama seperti saksi Yehova mengira Yehova adalah nama diri Tuhan.
Namun bila diselidiki lebih dalam, semua itu tidak benar.

Kata Allah bukan ciptaan agama Islam dan bukan milik agama Islam secara eksklusif karena sebelum hadirnya Islam orang2 Kristen Arab sudah menggunakan kata Allah:

Dan sungguh jika kau (Muhammad) tanyakan kepada mereka "siapakah yang menciptakan seluruh langit dan bumi?" pastilah mereka akan menjawab "Allah"
(Q.s al-Zumar: 38)

Ayat semacam itu banyak ditemukan di alQuran yg artinya sebelum Muhammad datang, orang2 Arab sudah menggunakan kata Allah.

Bahkan seorang sarjana Islam yg terkenal, Ismail al Faruqi pernah melaporkan penelitian sejarah mengenai dewa sesembahan di jaman jahiliyah di Arabia Selatan, dewa tersebut namanya Allah. dewa ini mengairi bumi dan menumbuhkan tanaman.
Ada juga sebagian wilayah lain yg menggunakan nama Allah sebagai dewa2 lain.
Lalu Muhammad mengembalikan nama Allah ini kepada pengertian "Satu-satunya Tuhan pencipta dan penguasa Alam Semesta"
Masyarakat Arab yg politeisme dibawa menjadi monoteisme.

Lalu darimana awal mula orang Arab bisa memperoleh kata Allah ?

Kemungkinan pertama kata Allah berasal dari Eloah(Ibrani)/Elah(Aramic).

Kitab Ezra yg ditulis dalam bahasa Aram, disitu ada sebuah Ayat yg bunyinya "Tetapi nabi Hagai dan Zakaria bin Ido, kedua nabi itu bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah (Be shum Elah)"

Frasa Be shum Elah ini mungkin menjadi akar kata Bismillah.

Orang Kristen juga pernah menggunakan kata Bismillah, terutama Kristen Arab.
Penelitian Arkeologi menemukan Inskripsi-inskripsi purba yg mendukung hal ini, Literatur orang Kristen Siria pada tahun 500M menggunakan lambang Salib dengan kata awal Bismillah.

Jauh sebelum Muhammad berhasil men Monoteiskan bangsa Arab, orang2 Kristen sudah berusaha memonoteiskan mereka.

Salah satu cerita sejarah Kristen adalah mengenai Santo Hilarion yg terjadi pada tahun 391. St Hilarion adalah orang kudus yg sering membebaskan orang2 Arab yg kesurupan dan terikat oleh dewa dewi.
Suatu hari hari saat St Hilarion melewati kuil dewi Asytar, para penyembah Asytar keluar dari kuil dan memohon berkat darinya.
St Hilarion lalu memberkati mereka dan menasehati agar mereka meninggalkan ilah-ilah lalu kembali kepada Allah.