Lalu, kenapa orang membuat istilah "fiksi" dan "nonfiksi"? "fakta" dan "kebohongan"? "metode ilmiah" dan "asal-asalan"?
lihat dong Don, kasus di Einstein ini. Pencatutan nama Einstein ini bukan sembarangan asal milih. Pencatutan nama Einstein ini adalah DALIH untuk membenarkan pendapatnya agar orang percaya bahwa pendapatnya benar. Seolah ini kebenaran mutlak karena Einstein Sang Jenius saja mengakui pendapatnya--dalam kasus ini, pendapat dia yang mengatakan bahwa kejahatan bukan bagian dari ketuhanan.
Dalih untuk membenarkan opini pribadi secara membabibuta dan menciptakan dusta. Ih
Kalau ada buku yang isinya menceritakan adanya nubuat tentang Indonesia yang bakal damai sejahtera jika dipimpin oleh si X. Kamu menerimanya begitu saja? Isinya kan bagus banget,tapi si X ternyata si Nazarudin yang kabur ke Kolombia...
Banyak yang mengeluh kalau media informasi telah menjerumuskan orang pada sikap fanatisme buta, anarkis, gampang terprovokasi, dsb adalah karena mereka suka menelan apa saja tanpa mengecek keabsahannya.
Kembali ke topik, jadi, inti masalah ini adalah tentang Personal God vs Impersonal God yah?