Di Indoneisa, orang Atheis harus berpura2 beragama, kalo gak bisa repot...
Di Indoneisa, orang Atheis harus berpura2 beragama, kalo gak bisa repot...
saya sendiri tidak ada rasa benci ke para penganut atheis, karena itu ham mereka![]()
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com
Kalo masalah komunis identik dengan PKI, itukan sudah di politisir dan kebetulan di indonesia di kerucutkan bahwa komunis adalah nggak percaya Tuhan dan memaksa org untuk tidak percaya juga sama Tuhan.......
Atheis itu nggak salah kok.....cuma yang atheispun harus punya alasan kenapa atheis ? kan nggak lucu ada akibat tanpa sebab........hehehehe
Beruntunglah kita yang merasa tidak mempunyai apa-apa, karena kita tidak akan kehilangan apa-apa.........Eling lan Waspodo
Banyak orang beragama tanpa tahu sebabnya, asal lahir dikeluarga agama itu ya jadi agama itu, gak pake mikir2 alasannya.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
___________________________________
Kedengkian kita tidak akan mengubah takdir Allah atas orang yang kita dengki, justru akan mengubah takdir kita menjadi semakin buruk.
Kalau jadi beragama tak perlu alasan, jadi atheis juga tak perlu alasan![]()
Orang bukan benci dgn atheis, hanya merasa ajaran2 atheis yg bertentangan dgn ajaran agama. Lagipula, rasa benci biasanya beralaskan kebencian dari pihak lain. Kalo yg atheis membenci yg beragama, knp yg beragama ga boleh membenci yg atheis? Kalo yg atheis merasa berhak mencaci ibunya orang beragama, kenapa yg beragama ga boleh mencaci adik perempuan yg atheis? Atas dasar pemikiran dibenci inilah yg biasanya menimbulkan reaksi turut membenci.
walah.............. ternyata betul kan ada diskriminasi terhadap atheis???
Terus terang saya baru tahu loh ada kebencian terhadap Atheis...
Saya cuma tahu di Indonesia Komunis dan Atheis bisa dipersulit oleh negara.
Mungkin kebencian orang beragama terhadap orang Atheis karena ada ajaran tentang "kafir"
Sebaliknya kebencian orang Atheis terhadap orang beragama adalah karena orang beragama sering tidak mampu menunjukkan cinta kasihnya kepada kaum "lain" selain kelompok agamanya sendiri.
ya ini semua hanya "mungkin"
Last edited by AsLan; 13-03-2011 at 03:04 AM.
ya klo dihubungken dng sistem ketata negaraan model Indonesia memang atheis terdisdkriminasi
pada sila pertama Pancasila sbg dasar negara sudah tegas dan jelas membunyikan begitu
seolah bumi indonesia hanya untuk kaum theist.
nah, bgmn dng negara yng sistem pengelolaannya tidak mengatur Agama/Kepercayaan warganya?
blom tentu kaum atheist terdiskriminasi to?![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Ndak begitu lah lan.. Di eropa orang jadi atheis bukan karena orang beragama kristen tidak mampu menunjukkan cinta kasih. Masalahnya lebih jauh ke pengertian mereka ttg akidah kekristenan. Mereka dah paham banget tuh.. makanya jadi atheis.. yah.. sorry to say man.. Akhirnya perlakuan/pandangannya thd yg muslim mereka sama ratakan dgn agama lamanya. Mereka ngerti ttg kristen, tapi sama sekali ndak ngerti ttg islam. Ngertinya islam extrimis, itupun dari CNN.
Beruntunglah kita yang merasa tidak mempunyai apa-apa, karena kita tidak akan kehilangan apa-apa.........Eling lan Waspodo
kenapa banyak orang anti sama orang atheis?
soalnya orang ateis nyantai...![]()
eh, ketemu lagee ..... [tampol=mode:ON]
btw, nyantainya dlm hal apa neh pur
bekerja atawe mempersoalkan tuhan?![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Kenapa ateis dibenci banyak orang? Karena kebanyakan orang beragama semit yg monoteis. Di forum seberang, ane sempat buat topik monoteisme dan kesombongan. Ane gampangin aje bahwa monoteisme adalah keyakinan tuhan yg penuh dengan kesombongan. Salah satunya adalah membenci para ateis tsb. Monoteisme menampik politeisme, apalagi ateisme. Tiga agama besar yg monoteis mengajarkan superioritas pengikutnya. Monoteisme tsb mendoktrin peyakinnya bahwa mereka adalah manusia2 pilihan yg derajatnya lebih tinggi dari yg lain, manusia2 yg mendapat hidayah, bangsa pilihan tuhan, domba2 tuhan, pemimpin di bumi, dsb. Monoteisme cenderung eksklusif. Berbeda dengan politeisme yg cenderung inklusif.
![]()
Oow …. gitu to?
coba ente bikin lagi threadnya disini pur
beri prolog yng jelas serta contoh yng gamblang agar pembahasannya runtut n terarah
gw yakin, klo disini mah akan jadi cemilan yng mantab tuk menemani secangkir-dua cangkir kopi![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito