huahhh nice info makasiiihh..
eh ikutan nimbrung di thread yang saya bikin dunk, di sini.
di sana dibahas pedangnya Okita anggota Shinsengumi
oh ya nambahin, sepertinya budaya menaruh sendal dengan posisi ke luar
itu tidak hanya di budaya jepun saja, di korea juga ada.
*keinget cerita mahwa si Kim Dae Hwang yang bulan lalu dibaca.
sama cha_n, gw sekarang juga lagi pake kaos kaki jempol,
warna kaos kakiku hitam, warna kaos kakimu apa? *beneran nanya ga penting![]()
persis! sama sampai sekarang. waktu itu ke RM samurai, di sana ada taman, untuk menuju taman kita harus pakai selop yang disediakan.
selopnya sudah dijejer rapih menghadap keluar.
pas kita mau balik ke rumah, semua orang juga merapikan kembali selop2nya menghadap ke luar.
pas di sekolah juga sama.
pas di tempat pelatihan juga sama.
@etca
kaos kaki coklat *bener2 ga penting*
Last edited by cha_n; 21-07-2011 at 12:26 PM.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Lanjut ya hari ke 3.
habis lihat2 fasilitas kita masuk ke kelas, ikut pelajaran bareng guru2 jepang yang juga ikut pelatihan
Sesudahnya ada sesi ngobrol bareng antara guru Jogja dengan guru Kyoto
kembali menuju kelas, belajar lagi tentang penggunaan ICT untuk sekolah
oh iya, di sana tepat waktu sekali, jadi pas selesai ya selesai, banyak agenda lainnya
Suasana pulang, kita harus jalan lagi, soalnya bus hanya boleh berhenti di tempat2 tetentu. eh keluarnya bareng anak2 sma di sana
----
sorenya, masih ada waktu 45 menit, ke kuil dulu..............
kali ini kami mengunjungi FUJIMORI JINJA
Tampilan depan
Di depannya ada kebun bunga ajisai, apa ya indonesianya?? hygradea ya??
warnanya bisa macam2, tergantung keasaman tanah.
![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Chan...
Itu diskusinya pakai bahasa apa? Inggris?
Bagaimana kemampuan bahasa Inggris para guru di Jepang?
Psssttttt!!!!! Foto anak SMA-nya jangan banyak-banyak... ada Oom Ancuur ...
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
di dalam ada semacam balai2
ini apa ya?? ga tau juga sih
Tempat berdoa (lempar koin)
ini aku hihihi
![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
@um ancur
ga beli um. bingung mau dipake buat apah kalo di sini
@um alip.
itu kelas bahasa inggris.
untungnya ada satu guru bahasa inggris jepang di kelas itu. jadi masih bisa komunikasi.
dibanding guru2 jepang, guru2 indonesia jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih bagus bahasa inggrisnya. yang paling ancur sekalipun, masih mendingan dari rata2 guru di sana
guru2 indonesia yang datang guru sd-smp, ga ada yang guru bahasa inggris, adanya guru bahasa indonesia, matematika, ipa dan sejenisnya, tapi bagus2 loh bahasa inggrisnya
kalo untuk urusan bahasa inggris, jepang jauh tertinggal.
tapi mulai tahun ini katanya sih sudah mulai diajarkan di SD jepang mulai kelas 4
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Kenapa percaya pada karmaphala? Tentu saja karena keadilan dibuat oleh manusia dan manusia bisa saja salah.
Visit My Blog: Catatan perjalanan gadisbadungkampung
@um ancur
iya aku dibilangin soal kimono.. ntar deh ada reportasenya, aku ke kimono show di kyoto kok![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Justru itu yang saya maksudsepanjang saya ketemu orang Jepang, baru satu yang Bahasa Inggrisnya bisa saya pahami
Selebihnya pasti pake Japlish (Japanese English), yang ngomong 'English' aja jadi 'Engrishu'...
Pokoknya kalau ngomong sama counterpart dari Jepang, pasti deh penuh sama "beg your pardon?", "excuse me?", "say that again?"![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Tapi satu hal yang patut kita angkat topi... mengingat Bahasa Inggris mereka yang acakadut nggak keruan itu, pemerintah Jepang menggiatkan berbagai macam penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan ke Bahasa Jepang, dan melakukan berbagai macam penyerapan bahasa asing ke bahasa Jepang. Akibatnya kebutuhan belajar bahasa asing jadi relatif rendah karena semuanya sudah tersedia dalam bahasa Jepang (termasuk dalam kanji) dan sudah ada padanan kata Jepangnya sendiri.
Rupanya politik isolasi jaman shogun tokugawa dulu belum sepenuhnya bisa dibuka oleh generasi Meiji ya?![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"