di bius dong
hmm...jaman sekarang di dokter gigi masi ada yang make gas ketawa ga ya ?
btw, jawabannya dibius
sama aja kaya kalau mau operasi untuk urusan medis
gw minta bius total .. soalnya atut sakit
tapi terserah sih apa emang pemerintah belanda, ato penjagalan bakal modal obat bius buat membunuh satu binatang. Mgk obat bius murah.
Setau gw sih disetrum ampe pingsan
Last edited by ndableg; 30-06-2011 at 01:14 AM.
lama-lama nanti kalau mancing harus make tangan ngga boleh make kail
karena kasian sama bibir ikannya![]()
Last edited by et dah; 30-06-2011 at 01:21 AM.
tanaman juga makhluk hidup
kalau kita cabut semua dari tanah buat dimakan berarti menghilangkan nyawanya dulu
kalau makan buahnya doang kasian mereka (buahnya) juga bagian dari makhluk hidup itu
paling aman makan yang bukan dari rantai makanan , yaitu makan keyboard sama monitor dan mouse
Last edited by et dah; 30-06-2011 at 01:45 AM.
Disetrum di syaraf pusat, pingsan dalam waktu sedetik.
Yang pasti penyembelihan dijaman Yahudi dan Islam dahulu tidak ada teknologi canggih, jaman itu kalau orang di operasi juga tidak ada bius.
Kalau memang belanda melarang penyembelihan tanpa pemingsanan, pasti ada jalan keluar bagi komunitas muslim dan yahudi, misalnya impor daging dari luar belanda.
Yang pasti saya bisa mengerti keputusan parlemen belanda, mereka bukan berniat menyerang yahudi dan muslim, mereka hanya memikirkan jalan keluar terbaik dan logis untuk menghindarkan binatang dari penderitaan.
Itu alasan doang lan. Yg jelas itu politik. Elu yakin politik itu bersih?
Lagian emang para penjual daging rela kehilangan customer? Penjagalan2 yg ud terlanjur pasang iklan halal, bakal puyeng lah..
Last edited by kala; 30-06-2011 at 07:49 AM.
kalo cmn cabut gigi mah kagak dibius juga gak sakit kok.. dulu waktu kecil aja biasa gw nyabut gigi pake di iket ama benang terus disangkutin kepintu. en gak sakit kok.. wkwkwkwkwk
oalah Geert Wilder lagi.. berulah lagi
judul artikelnya kok gak ditulisin Islam dan Yahudi yah, cuman islam doank
(gw refer ke source loh, bukan ke thread ini)..
btw kalo ajaran kristen, ga ada aturan harus disembelih ya?
NB:
yes, betul tuh seperti postingan yg di atas
solusi buat kaum minoritas di sana cukup beli daging impor dari negara islam yg berlabel halal
gak perlu teriak2 segala.
Last edited by gogon; 30-06-2011 at 11:42 AM.
http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/...slam-vs-barat/Di bawah ini adalah tulisan yang disadur dan diringkas oleh Usman Effendi AS.,dari makalah tulisan Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Sekretaris Eksekutif LP.POM-MUI Propinsi DIY dan Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta:
Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?
Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.
Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.
Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.
Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.
Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!
Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:
Penyembelihan Menurut Syariat Islam
Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:
Pertama
pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
Kedua
pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
Ketiga
setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).
Keempat
karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.
Penyembelihan Cara Barat
Pertama
segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).
Kedua
segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).
Ketiga
grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.
Keempat
karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.
Percayai apa yang ingin kau percayai
Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….
tenang..tenang..gpp
kalo Israel merasa kepentingannya terganggu, pasti bakal di hajar tuh Belanda.
jadi kita santai2 aja
serahkan pada pihak ke tiga![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
http://www.suite101.com/content/ritu...habihah-a73803
http://www.themodernreligion.com/mis..._slaughter.htm
bhs indonesianya : http://zainurihanif.com/2009/09/28/d...embelih-hewan/
di fb http://www.facebook.com/note.php?note_id=390623753651
Penyakit sapi gila (Mad Cow) bisa menular ke manusia
Inggris dan Perancis adalah 2 jawara produsen (eksportir) daging sapi terbesar di dunia dan selalu saja terjadi perang dagang di antara keduanya. Menurut orang Inggris, pedagang Perancis bermain curang. Mereka mengirimkan suatu virus mematikan yang bisa menular antar ternak dan berpotensi menular ke manusia. Virus tersebut disebut Bovine Spongioform Enchephalopathy (BSE) yang sering pula disebut sebagai Virus Sapi Gila atau di negara asalnya lebih dikenal dengan istilah Mad Cow.
David Schardt, ahli gisi dari Center for Science in the Public Interest (CSPI) Amerika, melaporkan bahwa ada beberapa daging beef steak dan hamburger yang dimakan orang Amerika saat ini yang mengandung materi/bagian otak. Apabila otak yang tercemar virus BSE ini dimakan oleh manusia, maka sangatlah mungkin orang tersebut tertular penyakit ini.
Para ahli bekerja keras menelusuri asal muasal kisah material otak tersebut bisa sampai ke daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material/jaringan otak tersebut dapat sampai ke daging sebagai akibat proses pemingsanan (stunning) sebelum disembelih. Sebagaimana pernah diberitakan Kantor Berita Inggris – Reuter, bahwa pada saat di-stunning, otak yang semula compact pecah selaputnya karena getaran dan tekanan yg sangat hebat. Akibat pemukulan tersebut, jaringan otak goyah, sehingga banyak material jaringan otak yang pecah berhamburan. Material otak tersebut kemudian terbawa darah mengalir menuju beberapa organ tubuh.
CSPI juga menyebutkan bahwa peneliti di Universitas Texas A&M dan Canada's Food Inspection Agency (Badan Pemeriksa Makanan Kanada) menemukan kenyataan bahwa metode yang dikenal sebagai Pneumatic Stunning dapat mengakibatkan pecahnya jaringan otak dan terbawa dalam sistem jaringan tubuh sapi. Lebih lanjut Tam Garlan, ahli Bidang Kedokteran Hewan dari Universitas Texas A&M menyatakan di CSPI's July Newsletter, bahwa pneumatic stunning tersebut mengakibatkan partikel mikroskopis jaringan otak pecah dan serpihannya terbawa oleh darah ke paru-paru, hati, serta beberapa organ tubuh lainnya.
Bagaimana dengan penyembelihan sesuai Syari’at Islam? Leila Corcoran (BICNews, 25 Juli 1997) menulis suatu artikel yang berjudul Cattle Stun Gun May Heighten "Madcow" Risk (Senjata Pemingsan Sapi dapat Meningkatkan Resiko Penularan Penyakit ’Sapi Gila’). Beliau menyimpulkan bahwa tidak ada lagi yang meragukan bahwa metode penyembelihan (tanpa pemingsanan) lebih baik dibandingkan cara yang lain.
tapi...UU nya dah di sahkan. yasudahlah.![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
Maaf saya sangat tidak percaya dengan penelitian ini, bahkan dalam laporan tersebut si peneliti mengatakan bahwa laporan ini belum bersifat ilmiah dan masih sangat awal, masih dibutuhkan penelitian yg lebih lanjut.
Kelihatan sekali penelitian tersebut tidak cukup ilmiah,
pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
Coba baca tulisan diatas, logika darimana leher disembelih sampai memotong kulit, otot, saluran makanan, nafas dan darah tapi tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali ???
Lagipula pada saat itu binatang dipingsankan dengan cara dipukul kepalanya, berbeda dengan saat ini yg memingsankan hewan dengan sengatan listrik di syaraf pusat.
Kalau memang penelitian tersebut diterima secara ilmiah, tentu masyarakat barat adalah orang yg pertama kali akan menerima karena yg menjadi kepedulian barat adalah penderitaan hewan saat disembelih.
Nyatanya para ahli peternakan barat hingga kini tetap memilih teknik pemingsanan karena itu cara paling logis dalam menjauhkan hewan dari penderitaan saat disembelih.
Stunt Gun mengakibatkan Madcow ??
Maaf teori ini hanya beredar dikalangan muslim saja, bukan dikalangan ilmiah.
Secara ilmiah penyebab Prion atau Madcow belum diketahui secara jelas, namun teori yang paling diterima saat ini adalah kanibalisme, dimana hewan diberi makan dari tubuh species yang sama, dalam hal ini sapi diberi pakan dari limbah potong sapi yg biasanya berupa bubuk tulang sapi.