Aneh, mosok belon ada nih topik.
Gimana nih? Ini ada usaha menyulut rusuh lagi, atau spontanitas, atau gimana menurut kalian??
Aneh, mosok belon ada nih topik.
Gimana nih? Ini ada usaha menyulut rusuh lagi, atau spontanitas, atau gimana menurut kalian??
Disetiap agama...aku melihat selalu ada orang gila dan fanatik yang mengaku menjalankan kehendak Tuhan. Aku melihat "agama" itu dimata setiap orang gila itu. menurutku GIDI ini adalah salah satu dr sekumpulan orang gila itu.
Kebaikan beragama dalam keberagaman adalah tindakan benar dan keberanian membela kaum lemah. Dan kebaikan hati yang Tuhan inginkan, ada didalam pikiran dan hatimu. Dan tiap hari kau harus memutuskan untuk menjadi orang baik atau tidak.
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Ada apa ya? Mbok koq ndak tahu
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain
TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian kini memburu dalang kerusuhan di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, yang terjadi tepat pada perayaan Idul Fitri, Jumat pekan lalu. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, hingga kemarin, penyelidikan untuk mencari pelaku dan provokator kerusuhan itu masih berlangsung dengan meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari pemeriksaan tersebut, kata Badrodin, kepolisian telah mengantongi sejumlah calon tersangka. Namun dia enggan menyebutkan detail soal jumlah dan identitasnya. "Kami masih melengkapi alat bukti," ujarnya ketika ditemui di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta Selatan, kemarin.
Menurut dia, kepolisian akan menjerat para tersangka dengan pasal berlapis, seperti penodaan agama dan perusakan fasilitas umum. "Biasanya polisi men-juncto-kan pasal supaya semua bisa kena," ujarnya.
Sehari setelah kerusuhan meletus, Sabtu lalu, Badrodin terbang ke Karubaga, Tolikara, untuk melihat langsung lokasi insiden. Di distrik yang terletak sekitar 265 kilometer arah barat daya Kota Jayapura tersebut, dia bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat untuk mengetahui akar kerusuhan.
Bentrokan terjadi pada Jumat pagi lalu, ketika puluhan orang yang diduga anggota jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) memprotes penyelenggaraan salat Id di lapangan Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 1702-11, Karubaga. Mereka berdalih telah memberitahukan agar kegiatan ibadah Lebaran tak dilaksanakan di daerah tersebut karena berbarengan dengan acara seminar dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) pemuda GIDI.
Polisi yang mengamankan lokasi sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun massa mengamuk hingga menyebabkan puluhan kios dan sebuah musala di sekitar lapangan habis terbakar. Seorang korban tewas dan belasan lainnya luka-luka terkena tembakan peluru.
Badrodin mengatakan polisi akan memeriksa Pendeta Nayus Wenda dan Marten Jingga. Ketua dan Sekretaris Badan Pekerja GIDI Wilayah Tolikara tersebut akan dimintai klarifikasi mengenai surat yang diduga mereka teken pada 11 Juli lalu. Selain memberitahukan penyelenggaraan seminar dan KKR pemuda GIDI pada 13-19 Juli 2015, surat itu berisi larangan perayaan Lebaran dan pengenaan jilbab di Tolikara.
Menurut Badrodin, kepala polres dan bupati Tolikara telah bertemu dan berkomunikasi dengan panitia seminar dan KKR pemuda GIDI pada 15 Juli lalu. Dalam pertemuan itu, telah ada kesepakatan untuk meralat surat tersebut. "Saya melihat ada miskomunikasi dan pesan yang terputus di sini," kata Badrodin. "Surat yang diralat itu belum sempat tersosialisasi dan disampaikan secara tertulis."
Tim Advokasi Muslim kemarin juga melaporkan Nayus Wenda dan Marten Jingga ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Gara-gara surat mereka, kata Wakil Ketua Tim Advokasi Muslim Rizal Fadillah, kerusuhan terjadi dan berujung pada terbakarnya musala di Tolikara. "Kami meminta polisi menangkap dua orang tersebut," kata Rizal.
Adapun Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Rudolf Patrige Renwarin mengatakan, hingga kemarin siang polisi telah memeriksa 27 orang. Sebanyak 21 orang adalah warga sipil yang diperiksa berkaitan dengan pembakaran kios, rumah, dan masjid. "Enam orang di antaranya adalah aparat kepolisian terkait tertembaknya sebelas orang warga sipil," kata Patrige.
[MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION]
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Thank you, Kong Sur
Hari gene masih rusuh? OMG.![]()
Tapi aneh, itu bukan sifat mereka.
"The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain
kadang rusuh itu dibuat loh...
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
^^^
Yup tapi kalo mau jujur umat yg masih bodoh banyak loh om, yg gampang dimanipulasi dan dipropokasi,makanya sering "diketawain" sama yg atheis![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
papua kaya SDA... pendidikan papua relatif tertinggal shg SDM jg relatif kurang. dibuat konflik. lalu dituduhlah aparat tak becus. lalu pemerintah dianggap ga mampu mengelola papua. lalu cukuplah alasan pihak busuk untuk mengusulkan referendum pelepasan papua.. kyknya konspirasi begitu masuk akal...![]()
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Yg serem sih, yg gw denger dari kutipan majalah online abal2, bahwa kejadian spt ini terjadi persis sebelum timtim lepas. Katanya.. di australia ud siap2 militer amerika ikut2an masuk. Tapi itu kata koran abal2...
Yup, tapi gw rasa papua ga bakal segampang itu dibebaskan, belajar dari tim2, lagian tim2 mah kaga menghasilkan apa2, sedang papua emasnyabelum tambang yg laen, yg paling urgent papua harusnya pendidikannya, tapi kata temen yg orang papua,banyak yg masih pengen orang papua bodoh, termasuk dari pusat, karna takut kalo papua banyak yg pintar banyak orang luar papua yg kaga dipake lagi
![]()
Last edited by surjadi05; 29-07-2015 at 09:49 AM.
Wah kasian orang papua asli kalo begitu. Pantesan daerah sana kok ndak maju-maju.
Kalo yang saya dengar sih ada kaitannya dengan izin eksplorasi freeport yang uda mau abis. Jadi dibikin rusuh lah. Macem-macem dah kalo menyangkut teori konstipasi.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
Ada yg aneh di indonesia. Kerusuhan agama di ujung barat dan timur. apa maksudnya??
Err toleransi beragama cuma berlaku di kota besar? Hukum masih tumpul? Orang percaya kalo perbuatan anarkis dilakukan rame2 ga bakal di hukum? Just pick one ::
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Err tambahan laennya, masih banyak orang "naif" di pelosok yg gampang digosok sama provokator?
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Kalau kata temen saya sih. Warga Indonesia belum pada dewasa.
ya begitulah wajah penduduk Indonesia.Beda suporter bola, ricuh
Beda agama, ribut.
Beda kelamin, tegang.
![]()
[MENTION=2873]pupotku[/MENTION] ada juga yg sama kelamin tegang ::
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?