Bukan PNS penyebab buruknya pemerintahan di negeri ini. Tetapi oknumnya. Lalu sistemnya, mulai dari motivasi penambahan jumlah PNS, perekrutan, penggajian sampe promosinya belum (utuh) berdasarkan performance. Yang jadi obyek artikel di atas kayaknya PNS kementerian keuangan deh. PNS lain secara umum mana ada ngurusin duit sampe bermiliar-miliar.

Gaji memang di bawah lima juta, tapi penghasilan sampingan dari dinas luar, tunjangan ini itu kok nggak disebut? Mbok yang adil sedikit kalo nulis. Kalo memang tak menjamin kesejahteraan, tanyaken kenapa setiap kali ada pembukaan formasi CPNS yang daftar bejibun, lalu ada calonya, ada jokinya, ada demonya kalo ndak lulus dsb.

Weit...ini trit apa ya?