There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
apa karena ini welfare program
biasanya kan argumennya gini. rakyat disuapin pemerintah. dan itu bukan insentif untuk membuat rakyat untuk lebih rajin bekerja![]()
pendidikan dan kesehatan lebih cocok masuk ke development program, I think.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
Puan Maharani kayaknya jadi salah satu sasaran tembak paling rentan dari kabinet Jokowi. Anak bawang sih diangkat jadi menko. Saya curiga posisi menko ini tukar guling karena kabarnya dia dulu berminat jadi wapresnya Jokowi.
Yusril lagi keluar taringnya, pa karena nggak dipake di kabinet ya? Mending maen film lagi gih, kan lumayan kemaren dapat gelar aktor terbaikYusril Ihza Mahendra: Puan Maharani Jangan Asal Ngomong Kalau Tidak Paham
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar hukum Tata Negara Profesor Yusril Ihza Mahendra mengkritik tiga kartu yang dikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Tiga kartu yang dimaksud adalah Kartu Indonesia Sejahtera (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
"Ini bukan mengelola warung. Tiga Kartu Jokowi harus jelas dasar hukumnya. Belum jelas, apa dasar hukum dikeluarkannya kebijakan tiga jenis kartu sakti KIS, KIP dan KKS oleh Presiden Jokowi.Niat baik untuk membantu rakyat miskin karena mau naikkan BBM memang patut dihargai," ungkap Yusril, Kamis (6/11/2014).
Hal seperti itu, lanjut Yusril, sudah dilakukan sejak pemerintahan SBY. Namun, tegasnya lagi, mengeluarkan suatu kebijakan haruslah jelas dasar hukumnya. Cara mengelola negara, katanya lagi, tidak sama dengan mengelola rumah tangga atau warung.
"Kalau mengelola rumah tangga atau warung, apa yang terlintas dalam pikiran bisa langsung diwujudkan dalam tindakan. Negara tidak begitu. Suatu kebijakan harus ada landasan hukumnya. Kalau belum ada siapkan dulu landasan hukumnya agar kebijakan itu dapat dipertanggungjawabkan," Yusril mengingatkan.
Kalau kebijakan itu berkaitan dengan keuangan negara, saran Yusril, Presiden haruslah berbicara dulu dengan DPR yang memegang hak anggaran. Karena itu, perhatian kesepakatan-kesepakatan dengan DPR yang sudah dituangkan dalam UU APBN.
"Puan Maharani jangan asal ngomong kalau tidak paham tentang sesuatu. Lebih baik dia belajar mengelola negara dengan benar," kata Yusril.
"Puan katakan kebijakan tiga kartu sakti itu akan dibuatkan payung hukumnya dalam bentuk inpres dan keppres yang akan diteken Presiden Jokowi.Puan harus tahu, inpres dan keppres bukanlah instrumen hukum dalam hirarki peraturan perundang-undangan RI," sambung Yusril lagi.
Inpres dan Keppres, Yusril memaparkan, pernah digunakan di zaman Bung Karno dan Pak Harto sebagai instrumen hukum. Kini setelah reformasi, tidak digunakan lagi. Inpres hanyalah perintah biasa dari Presiden dan Keppres hanya untuk penetapan seperti mengangkat dan memberhentikan pejabat.
Ia juga menyarankan agar Mensesneg Sutikno bericara hati-hati mengenai sumber dana yang digunakan untuk membiayai kebijakan 3 kartu sakti. Dia (mensesneg) katakan,imbuh Yusril, dana tiga kartu sakti berasal dari dana CSR BUMN. Jadi, bukan dana APBN sehingga tidak perlu dibahas dengan DPR
"Kekayaan BUMN itu kekayaan yang sudah dipisahkan dari keuangan negara, namun tetap menjadi obyek pemeriksaan BPK dan BPKP.Karena itu jika negara ingin menggunakan dana CSR BUMN status dana tersebut haruslah jelas, dipinjam negara atau diambil oleh negara," katanya.
"Sebab, dana yang disalurkan melalui tiga kartu sakti adalah kegiatan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah penyaluran dana melalui tiga kartu sakti bukanlah kegiatan BUMN dalam melaksanakan corporate social responsibility mereka," sambung Yusril lagi.
Ia kemudian berharap Mensesneg Sutikno, untuk tidak asal bicara seperti Puan Maharani. "Pikirkan dulu dalam-dalam sebelum bicara dan bertindak dalam mengurus negara," tegasnya.
upsss...tapi yang dia omongin seratus persen masuk akal.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
itu kan argumen klasik partai demokrat dan republik di amrik![]()
sedangkan saya rasa, dalam konteks kartu sakti jokowi ini, dibandingkan 'tidak mendukung penciptaan lapangan kerja', harusnya lebih ke 'membuat penduduk lebih malas'. sejauh ini kan pemerintah blom memberikan regulasi ato tanggung jawab apa2 ke pencipta lapangan kerja untuk menanggung welfare rakyat. pihak pemerintah lah yang 'memanjakan' rakyat dengan kenyamanan security blanket dari kartu2 ini. saya pribadi sih melihat ini strategi yang diambil jokowi untuk mengurangi efek negatif kenaikan bbm. makanya diburu2 gitu.
anyway, yang kita omongin kan warga miskin di indonesia kan?
kalo ngeliat kondisi negara indonesia, gap antara yang miskin dan yang kaya kan jauh banget. many people fall through the cracks, especially the poor. kurasa program sosial begini seenggaknya bisa membantu orang2 yang terpinggirkan itu. hanya eksekusinya aja yang super amburadul. dan puan ini seperti deer caught in the headlights![]()
Last edited by ndugu; 09-11-2014 at 02:32 AM.
Social security emang bikin males, tinggal (r)evolusi mental nanti yang akan membuat orang tidak merasa nyaman idup dengan jaminan pemerintah.
Di eropa amerika pun banyak yg suka idup miskin dgn tunjangan dari pemerintah. Tinggal nanti buat kelinci percobaan area 51 dikawinkan dengan alien, harus mau. Wong idupnya milik negara kok. Negara butuh sampah harus mau.
Gak tahu ada hubungannya dengan jokowi -jk, tapi tahun ini 3× demo buruh untuk umk, sangat rapi, disiplin, ga anarkis en ga ada sweeping ::
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Sebentar lagi bukan cuma satu indonesia ketipu jokowi.. satu dunia bakal ketipu.
Ada yg nontoon ilc di tv oon, gilee soal nama aja diributin![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
nama apaan sih
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Idih numpang.
---------- Post Merged at 06:36 PM ----------
Tapi kebanyakan kartu juga bikin bingung loh. Palagi pake istilah kartu sakti, itu istilah yang menyesatkan
Btw, saya penasaran siapa yang suruh jokowi pake tagline jualan this is your opportunity, apa hermawan kerta...yang ahli pemasaran itu ya
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?