Bukan bangga. Itu rasionalisasi dari tuntutan mengisi perut. Kalau ditutup tanpa solusi yang minimal seimbang dalam hal pendapatan ya tidak menyelesaikan masalah.
Bukan bangga. Itu rasionalisasi dari tuntutan mengisi perut. Kalau ditutup tanpa solusi yang minimal seimbang dalam hal pendapatan ya tidak menyelesaikan masalah.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
tidak semua masalah bisa diselesaikan dgn solusi yg memuaskan semua pihak, kalo tidak ditutup kayaknya gi mana gitu (karena itu adalah bisnis yg tidak sehat)
manusia itu dari dulu pasti punya mobilitas sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup, dengan ditutupnya doli artinaya satu permasalahan selesai, sekalipun memang akan timbul masalah baru tapi entar dengan sendirinya orang2 yg selama ini menggantungkan hidupnya dari bisnis itu akan mencari usaha baru untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
pemerintah tidak perlu harus 100% memikirkan bagaimana solusi untuk memenuhi kebutuhan mereka kelak, karena banyak sekali orang2 lain (seperti kita ini) yg berusaha sendiri
Betul om. Solusinya dengan buka praktek di tempat lain![]()
Fungsi pemerintah adalah untuk mensejahterakan rakyatnya melalui solusi yang tidak harus memuaskan semua pihak tetapi terutama yang terkait erat dengan isu tersebut. So bagaimana mengelola resistensi dari penduduk lokal haruslah menjadi prioritas. Mungkin saja program kerja dari pemda Surabaya untuk lokasi Dolly sudah bagus tetapi minim sosialisasi, misalnya.
ozma dan hiram saya tau.
iskra?
DAVID ini maksudnya david setia budi kali ya
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
betul........tapi di mana2 (dikota2 Indonesia atau di kota2 besar di negara2 lain) sekalipun ada lokalisasi resmi, tetap saja yg liar2 dijalan itu banyak
artinya ada lokalisasi resmi atau tidak ada lokalisasi resmi tidak ada pengaruhnya........yg liar dijalan2 itu tetap ada
prostitusi itu profesi tua, setua peradaban manusia jadi sangat sulit dilenyapkan, tapi paling tidak dengan ditutupnya yg resmi mendorong orang lain untuk tidak menganggab kerja begitu adalah kerja legal, sekalipun nanti ada di tempat liar jumlahnya tidak sebanyak kalo ada suatu tempat yg resmi, juga yg liar2 itu ada punya rasa takut ketangkap maka bisa mendorong mereka untuk tidak terjun ke jalan
kalo dibilang penutupan lokalisasi resmi akan menghilangkan prostitusi ........itu kata2 orang yg lagi berkayal
pasti sudah ada solusi pemerintah surabaya dgn warga gang doli, tapi seperti saya bilang blom tentu hal itu memuaskan semua pihak ........apalgi pihak2 yg tidak mau gang doli ditutup, solusi apapun pasti dianggab tidak memuaskanFungsi pemerintah adalah untuk mensejahterakan rakyatnya melalui solusi yang tidak harus memuaskan semua pihak tetapi terutama yang terkait erat dengan isu tersebut. So bagaimana mengelola resistensi dari penduduk lokal haruslah menjadi prioritas. Mungkin saja program kerja dari pemda Surabaya untuk lokasi Dolly sudah bagus tetapi minim sosialisasi, misalnya.
saya tadi bilang pemerintah tidak perlu harus 100% memikirkan bagaimana solusi untuk memenuhi kebutuhan mereka kelak (tidak perlu 100% itu bukan tidak perlu dibantu sama sekali hehehe
mereka dulu suka nongkrong di YHSI & tread sejarah...DAVID itu david setia budi & DAVIDSON, iskra temannya gyanruozma dan hiram saya tau.
iskra?
DAVID ini maksudnya david setia budi kali ya![]()