Beberapa hari yang lalu Kompas menurunkan tulisan mengenai seorang tukang ojek yg berani melawan sebuah perusahaan pembiayaan/kredit di pengadilan.
Awal masalahnya karena si tukang ojek menunggak tagihan cicilan motor sehingga motornya disita.
Pengadilan memenangkan si tukang ojek namun perusahaan kredit tidak mau menyerah dan terus banding namun tetap dikalahkan oleh pengadilan.
Meskipun sudah kalah dipengadilan, perusahaan ini tetap tidak mau melaksanakan mengembalikan motor si pengojek.
Kenapa pengadilan memenangkan seorang tukang ojek yang mengemplang hutang ?
Rupanya karena perusahaan kredit menyita motor tersebut begitu saja tanpa memperhitungkan uang cicilan dan dp yang sudah dibayar selama ini. Berarti ini sama seperti sebuah perampokan motor oleh begal !
Jadi sekarang terkuak mengapa kredit motor begitu mudah di indonesia.
Rupanya masyarakat di imingi2i kredit murah lalu perusahaan kredit "berharap" ada tunggakan sehingga ia bisa menyita motor tersebut dan mendapat untung besar.
Masyarakat kelas bawah dikerjai habis2an, bila ditengah masa kredit mereka mengalami masalah keuangan dan tak bisa membayar cicilan, mereka bisa kehilangan motor yg sudah dicicil selama bertahun2 begitu saja.
Kejadian ini pernah menimpa tetangga saya, ia menunggak cicilan mobil karena sedang libur lebaran ke luar negri.
Sepulangnya ke indonesia, perusahaan kredit sudah tidak mau menerima pembayaran cicilan... mereka maunya mobil itu disita !
Lalu datanglah beberapa debt collector mengambil mobil, untungnya tetangga saya itu badannya gede dan berani melawan.
Karena para debt collector itu tak berhasil menyita mobil maka perusahaan kredit mengalah dan kembali menerima cicilan, tidak jadi menyita.
Kelihatannya ini sebuah teknik perampokan.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

Reply With Quote








