Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 41 to 58 of 58

Thread: The Act of Killing (Film G30SPKI)

  1. #41
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Hahaha cepat ato lambat kebenaran emang akan terungkap yah, tapi gw masih gak habis pikir, ada gitu ya Anwar Congo yang bangga bisa ngebantai orang
    eh. yang lebih parah dari si anmwar juga banyak.
    paling ngga, si anwar pada akhirnya bisa berempati sama korban2nya.

    banyak yang lain yang bahkan udah di depan regu tembak dan tiang gantungan yang masih malah merasa di curangi dan di langgar hak2 keadilannya.
    A proud SpaceBattler now.

  2. #42
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    Quote Originally Posted by king lampas View Post
    itu yg "Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto" ada ebooknya gak [MENTION=141]thamacaat[/MENTION] ?
    [MENTION=240]king lampas[/MENTION] gw punya e-book G30S/PKI versi Soebandrio, kurang lebih kesaksiannya dari dia sama, mau?
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  3. #43
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    [MENTION=240]king lampas[/MENTION] dan [MENTION=196]noodles maniac[/MENTION]


    Ngomong2, kalian sudah pernah baca kesaksian Sudisman?
    http://marxists.anu.edu.au/indonesia...s/sudisman.htm
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  4. #44
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    [MENTION=41]kandalf[/MENTION] gw belom pernah baca

    Udah gw save, kapan-kapan gw baca
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  5. #45
    pelanggan tetap king lampas's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    my kingdom
    Posts
    1,328
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    [MENTION=240]king lampas[/MENTION] gw punya e-book G30S/PKI versi Soebandrio, kurang lebih kesaksiannya dari dia sama, mau?
    mau dong bro, buat nambah2 wawasan

    [MENTION=41]kandalf[/MENTION] thx bro ebooknya

  6. #46
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    Barusan nonton,

    malah capek..

  7. #47
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Sejarah ditulis oleh yg menang. Jangan terlalu menganggap apa yg kita lihat di film tsb sebagai kebenaran. Tapi sebagai informasi tambahan dari yg sudah ada ttg G30S PKI.


  8. #48
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Hahaha cepat ato lambat kebenaran emang akan terungkap yah, tapi gw masih gak habis pikir, ada gitu ya Anwar Congo yang bangga bisa ngebantai orang
    Saya percaya, bahwa kebenaran tidak pernah tertimbun atau tertutup sehingga perlu "diungkap". Yang menjadi isu adalah kesiapan dan keterbukaan untuk menerima kebenaran. Bukan dusta yang menjadi lawan dari kebenaran, tetapi penyangkalan dan ketidakpedulian.

    As you see, Ignorance is the most common reaction of Indonesian people to this gigantic national wound. Many people are too afraid to start to open their minds, their history, and their identity. Seperti tanggapan naif dari Istana Kepresidenan, dengan komentar dingin dan singkatnya bahwa film TAoK hanya akan memecah belah bangsa. Media cetak nasional terbesar dengan jargon "rayakan perbedaan" secara ironis pun bersikap acuh terhadap isu ini--berita mengenai film ini hanya ditempatkan di pojokan "entertainment" itupun hanya terkait dengan nominasi Oscar-nya saja, dengan porsi pemberitaan kalah jauh dengan berita film The Raid 2--ya, topik ini memang terlalu risky bagi beberapa pihak, dan jelas bukan jualan yang sedap untuk pemilu.

    Ya, banyak elemen dari film ini yang layak diperdebatkan, sehingga akan naif jika menjadikan film ini sebagai referensi "kebenaran" mutlak, tetapi seperti pembelaan dari Joshua, film ini bukanlah tentang sejarah, hanya menceritakan fragmen pelaku sejarah. Seperti yang saya tulis di atas, film ini mengingatkan kita tentang pentingnya bertanya dan mempertanyakan segala sesuatu sebelum percaya. Dan bagi saya sendiri, baik film ini maupun film lain (pun buku lain), hanya menjadi pembuka untuk: Beri tahu saya lebih banyak!
    you can also find me here

  9. #49
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    OOT dikit,
    tapi masih relevan.

    saus kacang: http://chirpstory.com/li/185732

    Sebentar lagi kami akan kultwit ttg PKI. Colek @ImamWM @e_r_ayu @tbayupatti
    PartaiSocmed 18 hours ago

    DENDAM INI HARUS BERAKHIR! (KULTWIT KEKEJAMAN ANAK BANGSA SEPUTAR PKI) http://t.co/X1Dihw4uOk

    PartaiSocmed 17 hours ago

    1. Bangsa ini tak akan pernah Move On jika kita tidak berani jujur berbicara tentang sejarahnya sendiri.
    PartaiSocmed 17 hours ago

    2. Kali ini kami akan mencoba mengulas kembali tentang berbagai peristiwa tidak mengenakkan yg pernah terjadi pada bangsa ini
    PartaiSocmed 17 hours ago

    3. Banyak tulisan bermunculan akhir2 ini yg mengulas tentang kekejaman seputar PKI. Baik yg dilakukan oleh PKI maupun lawan2nya
    PartaiSocmed 17 hours ago

    4. Namun sangat sedikit yg mencoba menulis secara jujur dan berimbang tentang apa yg sudah terjadi. Masing2 punya versinya sendiri
    PartaiSocmed 17 hours ago

    5. Akibatnya bukannya rekonsiliasi yg kita dapatkan, justru sebaliknya saling menyalahkan bahkan cenderung menjadi pengaburan sejarah
    PartaiSocmed 17 hours ago

    6. Menurut kami baik PKI maupun lawan2nya memiliki kesalahannya sendiri. Ini bukanlah pertarungan antara si hitam vs si putih
    PartaiSocmed 17 hours ago

    7. Ini adalah kultwit panjang tentang kekejaman anak bangsa terhadap sesama anak bangsa. Mari kita putar kembali waktu ke masa lalu
    PartaiSocmed 17 hours ago

    8. Kita akan mulai dari kekejaman PKI terlebih dahulu lalu disambung dg kekejaman lawan2 politiknya. Selamat mengikuti!
    PartaiSocmed 17 hours ago

    9. “Dan tidak jadi soal bila ¾ penduduk dunia habis, asal yang tinggal ¼ itu Komunis” – Lenin
    PartaiSocmed 17 hours ago

    10. Jika kita sering membaca tulisan yg mengatakan PKI adalah korban. Marilah kita lihat beberapa peristiwa berikut ini:
    PartaiSocmed 17 hours ago

    11. Peristiwa Madiun September 1948. Para pengikut PKI melakukan penangkapan terhadap Bupati Magetan Sakidi dan dibawa ke Soco
    PartaiSocmed 17 hours ago

    12. Para pengikut PKI itu meletakkan sebuah tangga melintang diatas sebuah sumur lantas membaringkan dan mengikat Sakidi diatas tangga tsb
    PartaiSocmed 17 hours ago

    13. Tanpa belas kasihan lalu tubuhnya digergaji secara per-lahan2. Lolongan kesakitan sang Bupati justru makin memacu semangat mereka
    PartaiSocmed 17 hours ago

    14. Tubuhnya hanya mampu berkelejotan menahan sakit tak terperi lalu pingsan. Aksi menggergaji dilanjutkan hingga tubuh itu terputus
    PartaiSocmed 17 hours ago

    15. Mayat Sakidi yg telah terbelah menjadi dua itu langsung dijatuhkan ke dalam sumur yg menganga di bawahnya
    PartaiSocmed 16 hours ago

    16. Istri Sakidi yg mengetahui suaminya dieksekusi di Soco datang dg menggendong dua anaknya yg masih berumur 1 dan 3 tahun
    PartaiSocmed 16 hours ago

    17. Istri Sakidi berkeras ingin membawa mayat suaminya. Merasa terganggu akhirnya merekapun membunuh istri Sakidi didepan kedua anaknya
    PartaiSocmed 16 hours ago

    18. Sementara itu di Pati, seorang wanita dibunuh oleh pengikut PKI dg cara ditusuk duburnya dg sebuah bambu runcing.
    PartaiSocmed 16 hours ago

    19. Dalam kondisi tsb lalu ditancapkan di tengah sawah layaknya orang2an pengusir burung. Suasana teror pun tercipta di tengah2 warga
    PartaiSocmed 16 hours ago

    20. Di Wirosari kejadian serupa terjadi pada seorang wanita, kali ini vaginanya yg ditusuk bambu runcing lalu ditancapkan di tengah sawah
    PartaiSocmed 16 hours ago

    21. Di Gorang-gareng PKI mengadakan acara pesta gambyong yg meriah utk mengumpulkan masyarakat.
    PartaiSocmed 16 hours ago

    22. Namun di tengah acara tiba2 mereka menciduk warga yg tidak seideologi. Caranya yaitu dg menanyakan sandi tertentu
    PartaiSocmed 16 hours ago

    23. Jika tidak bisa menjawab dg benar maka warga tsb akan langsung ditahan. Mereka dikumpulkan mjd satu di gudang pabrik gula Redjosari
    PartaiSocmed 16 hours ago
    Content from Twitter

    24. Salah satu diantara mereka itu adalah Kiai Soehoed, pengasuh Pondok Pesantren Sabilil Muttaqin, Takeran, Magetan.
    PartaiSocmed 16 hours ago

    25. Warga yg ketakutan itu lantas diberondong melalui jendela gudang. Maka takbir dan jeritan pun berkumandang di tengah malam itu
    PartaiSocmed 16 hours ago

    26. Para korban baik yg sudah mati maupun yg masih hidup kemudian dibawa ke sebuah sumur tua di Soco
    PartaiSocmed 16 hours ago

    27. Tanpa memilah antara yg hidup dan mati mereka semua dicemplungkan ke dalam sumur. Yg masih bernafas pun dikubur hidup2
    PartaiSocmed 16 hours ago

    28. Masih di peristiwa Madiun, KH Soelaiman Zuhdi Affandi juga digelandang PKI dan dikubur hidup2 saat mengambil air wudhu
    PartaiSocmed 16 hours ago

    29. Di Wonogiri PKI menculik dan menyekap sedikitnya 212 lawan2 politiknya. Mereka terdiri dr polisi, TNI, pejabat pemerintah, wedana, dll
    PartaiSocmed 16 hours ago

    30. Mereka disekap di sebuah bekas gudang dinamit. Seluruh tawanan itu akhirnya dieksekusi pada tgl 4 Oktober 1948
    PartaiSocmed 16 hours ago

    31. Setelah Madiun dikuasai kembali oleh TNI, PKI melarikan diri ke Desa Kresek, kabupaten Dungus
    PartaiSocmed 16 hours ago

    32. Dalam keadaan terdesak mereka membantai semua tawanan yg ada. Para korban ditemukan dengan kepala terpenggal dan luka tembak
    PartaiSocmed 16 hours ago

    33. Setelah pemberontakan Madiun berhasil dikalahkan tampaknya Soekarno memaafkan begitu saja peristiwa tersebut
    PartaiSocmed 16 hours ago

    34. Memang benar tokoh2nya spt Amir Syarifudin dan Muso dieksekusi langsung dlm operasi penumpasan pemberontakan tsb
    PartaiSocmed 16 hours ago

    35. Namun tidak ada pengadilan terhadap para tokoh lain dan mereka yg melakukan pembunuhan secara keji
    PartaiSocmed 16 hours ago

    36. Sehingga dg berbagai pemutar balikan fakta akhirnya PKI bisa bangkit kembali. Kali ini mereka mempersiapkan diri utk pemilu 1955
    PartaiSocmed 16 hours ago

    37. PKI melakukan agitasi dan propaganda dlm berpolitik sehingga suasana politik tidak hanya panas tapi juga penuh ketegangan dan konflik
    PartaiSocmed 16 hours ago

    38. PKI sangat ofensif membuat jargon2 dan melakukan stempelisasi ‘mematikan’ terhadap lawan2 politiknya
    PartaiSocmed 16 hours ago

    39. Salah satunya dg istilah "Tujuh Setan Desa". Dan para kyai dianggap sebagai salah satu dari setan desa yang harus dibabat
    PartaiSocmed 16 hours ago

    40. Kondisi ini tentu mengakibatkan perasaan terancam bagi para kyai dan santrinya sehingga mereka selalu berjaga dari serangan PKI
    PartaiSocmed 16 hours ago

    41. Meski dg cara2 yg demikian ofensif dan menimbulkan permusuhan, nyatanya PKI sangat berhasil pd pemilu 1955.
    PartaiSocmed 16 hours ago

    42. PKI meraih posisi 4 besar di bawah PNI, Masyumi dan NU. Sekaligus menjadikan PKI sebagai Partai Komunis terbesar ketiga didunia
    PartaiSocmed 16 hours ago

    43. Pasca Dekrit Presiden 5 Juli 59 PKI sadar untuk mencapai tujuannya mereka harus memanfaatkan figur Soekarno
    PartaiSocmed 16 hours ago

    44. Itu sebabnya PKI tampil sebagai pendukung utama Soekarno, meskipun mereka sudah berhasil menjadi Partai Komunis terbesar ketiga didunia
    PartaiSocmed 16 hours ago

    45. Namun di pihak lain mereka menelikung ajaran2 Soekarno untuk menghantam lawan2 politiknya. Khususnya dari kalangan Islam
    PartaiSocmed 16 hours ago

    46. Makin lama sikap mereka semakin ofensif. Fitnah, penghinaan hingga pembunuhan dilakukan PKI di berbagai tempat
    PartaiSocmed 16 hours ago

    47. Usaha memobilisasi massa dilakukan untuk tindakan kekerasan yg dikenal dg ‘aksi sepihak’
    PartaiSocmed 16 hours ago

    48. Alasan aksi sepihak ini adalah utk ‘land refom’, memberikan hak tanah kepada kaum miskin. Tentu saja didukung oleh para petani miskin
    PartaiSocmed 16 hours ago

    49. Masalahnya proses membagi2 tanah ini dilakukan secara sepihak oleh PKI. Main kapling begitu saja
    PartaiSocmed 16 hours ago

    50. Lebih parah lagi tanah yg di-kapling2 itu ada tanah wakaf dan tanah pribadi orang diambil alih dan ditanami begitu saja
    PartaiSocmed 16 hours ago

    51. Sebagian tanah tersebut milik orang2 PNI dan para kyai NU. Tentu saja hal ini mengakibatkan terjadinya konflik horizontal
    PartaiSocmed 16 hours ago

    52. Merasa diatas angin, PKI semakin agresif. Tanah bengkok milik desa pun dirampas, bahkan ada sekolah negeri yg diklaim milik PKI
    PartaiSocmed 16 hours ago

    53. Tidak cukup sampai disitu, PKI pun mulai melakukan pnyerangan dan pengrusakan terhadap tempat2 ibadah dan pesantren
    PartaiSocmed 16 hours ago

    54. Beberapa aksi sepihak PKI dan underbouwnya BTI antara lain: peristiwa Kendeng Lembu, Genteng, Banyuwangi (13 Juli 1961),
    PartaiSocmed 16 hours ago

    55. peristiwa Dampar, Mojang, Jember (15 Juli 1961), peristiwa Rajap, Kalibaru, dan Dampit (15 Juli 1961),
    PartaiSocmed 16 hours ago

    56. peristiwa Jengkol, Kediri (3 November 1961), peristiwa GAS di kampung Peneleh, Surabaya (8 November 1962)
    PartaiSocmed 16 hours ago

    57. Kondisi inilah yg memicu para kyai membidani lahirnya Banser. Banser memang dibentuk dlm rangka menghadapi aksi sepihak PKI
    PartaiSocmed 16 hours ago

    58. Kelak Banser menjadi aktor utama dalam ‘aksi balas dendam’ yang sangat berdarah dalam perjalanan sejarah republik ini
    PartaiSocmed 16 hours ago

    ---------- Post Merged at 05:54 PM ----------

    Masih dari sumber yang sama.
    (tadi terlalu panjang, jadi dipotong menjadi dua)

    59. Hasil kongkret dari pembentukan Banser adalah perlawanan terhdp aksi sepihak PKI makin kuat. Bentrok fisik Banser vs PKI pun terjadi
    PartaiSocmed 16 hours ago

    60. 13 Januari 65 terjadi Peristiwa Kanigoro. Ribuan Pemuda Rakyat (PR) dan BTI melakukan penyerbuan ke ponpes di kanigoro, Kediri
    PartaiSocmed 16 hours ago

    61. Saat itu di Kanigoro memang sedang diselenggarakan Mental Training Pemuda Pelajar Indonesia (PII)
    PartaiSocmed 16 hours ago

    62. Oleh PKI kegiatan tersebut dianggap sebagai kegiatan Masyumi yg saat itu memang sudah dinyatakan sbg partai terlarang oleh Soekarno
    PartaiSocmed 16 hours ago

    63. Mereka menyerbu masuk ke dalam pesantren dg bersenjatakan kelewang, golok, pedang dan arit
    PartaiSocmed 16 hours ago

    64. Sambil berteriak-teriak kasar “ganyang serban!”, “ganyang santri!”, “ganyang kapitalis!”, “ganyang Masyumi!”
    PartaiSocmed 16 hours ago

    65. Mrk juga menyerang rumah Kiai Jauhari, pengasuh Pondok Pesantren Al-Jauhar dan adik ipar pengasuh..
    PartaiSocmed 16 hours ago

    66. Pondok Pesantren Lirboyo, Kiai Makhrus Aly. Ayah Gus Maksum itu diseret dan ditendang ke luar rumah
    PartaiSocmed 16 hours ago

    67. Aksi sepihak lain juga dilakukan oleh BTI, PR dan Gerwani pd tgl 14 Mei 1965 yang dikenal dg Tragedi Bandar Betsy, Pematang Siantar
    PartaiSocmed 16 hours ago

    68. Mereka secara tidak sah menguasai tanah milik negara dg melakukan penanaman secara liar di areal lahan milik PPN Karet IX Bandar Betsi
    PartaiSocmed 16 hours ago

    69. Pelda Sudjono yang sedang ditugaskan di perkebunan tsb mencoba memberi peringatan agar aksi dihentikan.
    PartaiSocmed 16 hours ago

    70. Bukannya pergi, mereka justru berbalik menyerang dan menyiksa Sudjono. Akibatnya Sudjono tewas dengan kondisi yang amat menyedihkan
    PartaiSocmed 16 hours ago

    71. Anak salah seorang pembunuh Sudjono itu bernama Muchtar Pakpahan. Kelak dia menjadi aktifis di organisasi buruh SBSI
    PartaiSocmed 16 hours ago

    72. Sekarang kita bisa memahami mengapa aksi-aksi buruh saat ini banyak kemiripan dengan aksi2 sepihak PKI di masa lalu
    PartaiSocmed 16 hours ago

    73. Demikian sedikit gambaran mengenai kekejaman PKI beserta ormas2 underbouwnya. Ribuan korban nyawa melayang akibat ulah mereka
    PartaiSocmed 16 hours ago

    74. Dari poin2 diatas kita bisa mengetahui bahwa terjadi penumpukan dendam sosial dan politik terhadap PKI
    PartaiSocmed 16 hours ago

    75. PKI telah menunjukkan diri kepada rakyat Indonesia sebagai satu partai yang menggunakan kekerasan dan fitnah dalam mencapai tujuannya
    PartaiSocmed 16 hours ago

    76. Serangan2 politik, agitasi dan fitnahnya berhasil mencipta ketakutan mental yang meluas dan dalam
    PartaiSocmed 16 hours ago

    77. Dan... Peristiwa G30S menjadi titik balik bagi PKI. Dia yg tadinya ofensif hantam kiri kanan kini menjadi pihak yg diburu
    PartaiSocmed 16 hours ago

    78. Kami tdk ingin masuk pada polemik siapa yg bertanggung jawab terhadap G30S. Butuh kultwit tersendiri tentang itu
    PartaiSocmed 16 hours ago

    79. Kita langsung saja bahas akibat dari G30S terhadap para anggota dan simpatisan PKI serta orang2 yg dituduh PKI
    PartaiSocmed 16 hours ago

    80. Berbeda dg aksi2 sepihak PKI yg dilakukan secara sporadis, penumpasan PKI terjadi dlm tempo yg relatif singkat
    PartaiSocmed 16 hours ago

    81. Namun dilakukan secara serempak, terkoordinir dg rapi dan sangat efisien. Tidak heran korbannya pun jauh lebih besar
    PartaiSocmed 16 hours ago

    82. Laporan komisi pencari fakta yg dipimpin Oei Tjoe Tat merilis jumlah korban 78.000 jiwa saja
    PartaiSocmed 16 hours ago

    83. Namun bila mengikuti angka yang pernah disebut Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, mungkin saja peristiwa itu menelan korban 3 juta orang
    PartaiSocmed 16 hours ago

    84. Angka tersebut masuk akal mengingat PKI pernah mengklaim memiliki anggota aktif sebanyak 3,5 juta orang. Belum termasuk underbouwnya
    PartaiSocmed 15 hours ago

    85. Jika sebelumnya kita bahas aksi2 PKI yg kejam, maka yang dilakukan oleh lawan2nya tidak kalah kejam dan mengerikannya
    PartaiSocmed 15 hours ago

    86. Sungguh menyedihkan, dalam konflik politik yg berdarah-darah ini banyak orang2 tak berdosa yg menjadi korbannya
    PartaiSocmed 15 hours ago

    87. Mereka inilah korban sesungguhnya! Mereka tiba2 harus mengalami neraka dunia hanya karena terfitnah atau pernah berteman dg orang PKI
    PartaiSocmed 15 hours ago

    88. Strategi yg digunakan dalam pemusnahan anggota PKI ini adalah ‘Nabok Nyilih Tangan’. Militer gunakan warga sipil utk membantai
    PartaiSocmed 15 hours ago

    89. Dalam hal ini Banser mendapat dukungan penuh dari militer dalam menjalankan misi ‘sucinya’
    PartaiSocmed 15 hours ago

    90. Kelak strategi serupa digunakan oleh Wiranto utk menghadapi mahasiswa tahun 1998-1999 dg Pam Swakarsanya
    PartaiSocmed 15 hours ago

    91. Berikut adalah sedikit dari berbagai aksi2 kekejaman yg dilakukan untuk menghancurkan PKI hingga ke akar2nya
    PartaiSocmed 15 hours ago

    92. Di Lawang, Kab Malang. Para anggota dan simpatisan PKI yg ditangkap diikat tanggannya oleh sekelompok pemuda Ansor
    PartaiSocmed 15 hours ago

    93. dg disertai & dilindungi satu unit tentara membawa mrk ke tempat pembantaian, yaitu di desa Sentong dan Kebun Raya di Purwodadi
    PartaiSocmed 15 hours ago

    94. Disana mrk dipukuli dg pentungan dan besi dan benda-benda keras lainnya. Setelah para korban tewas, kepala mereka dipenggal.”
    PartaiSocmed 15 hours ago

    95. Seorang remaja lelaki anggota IPI anak Tjokrodiharjo, yg merupakan anggota komite PKI di Kecamatan Singosari, ditangkap oleh Ansor
    PartaiSocmed 15 hours ago

    96. Kemudian tubuhnya diikat ke sebuah jip dan diseret di belakanggnya. Awalnya si anak berlari, namun jip makin lama makin kencang
    PartaiSocmed 15 hours ago

    97. Si anak remaja ini akhirnya tersungkur dan terseret di jalanan yg penuh kerikil tajam hingga tewas. Wajahnya hancur tak bisa dikenali
    PartaiSocmed 15 hours ago
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  10. #50
    Masih dari sumber yang sama dengan postingan kandalf di atas.

    98. Oerip Kalsum, lurah wanita desa Dongkol di Singosari, seorang anggota PKI. Sebelum dibunuh, dia disuruh membuka semua pakaiannya
    PartaiSocmed 15 hours ago

    99. Tubuh dan kemaluannyadibakar. Lalu dia diikat, dibawa ke desa Sentong di Lawang, di mana lehernya diikat dan dia disiksa sampai tewas
    PartaiSocmed 15 hours ago

    100. Di Ngeglok. Japik, seorang tokoh terkemuka di Gerwani cabang setempat dibunuh bersama suaminya.
    PartaiSocmed 15 hours ago

    101. Sebelum dibunuh dia diperkosa ber-kali2 dan kemudian tubuhnya dibelah mulai dari payudara hingga kemaluannya
    PartaiSocmed 15 hours ago

    102. Nursam, seorang anggota PGRI Non Vaksentral di-potong2 tubuhnya dan potongan2 tubuhnya itu digantung di rumah-rumah kawan2nya
    PartaiSocmed 15 hours ago

    103. Sutjipto, bekas lurah Nglegok seorang anggota PKI berhasil ditangkap. Sebelum dibunuh dia dikebiri terlebih dahulu kemudian dibunuh
    PartaiSocmed 15 hours ago

    104. Ny. Djajus, seorang perempuan yg menjadi lurah desa Tawangsari di Garum sedang hamil pada saat ditangkap
    PartaiSocmed 15 hours ago

    105. Tubuhnya dibelah sebelum dibunuh. Pak Djajus, suaminya, dicacah wajahnya dengan belati hingga tewas
    PartaiSocmed 15 hours ago

    106. Di Pare. Di tengah perjalan pulang, Suranto dan istrinya yg sedang hamil dicegat dan ditangkap. Kepala Suranto dipenggal
    PartaiSocmed 15 hours ago

    107. Sungguh malang istrinya yg hamil pun ikut dibunuh. Perut istrinya dibelah, janinnya dikeluarkan dan dicincang
    PartaiSocmed 15 hours ago

    108. Di Gurah. Kasman, seorang guru di desa Ngasem ditangkap oleh sekelompok pemuda dan disiksa
    PartaiSocmed 15 hours ago

    109. Ketika akhirnya dia ambruk, mereka memenggal kepalanya, menusuknya pada sebilah bambu runcing dan meletakkannya di sebuah pos jaga
    PartaiSocmed 15 hours ago

    110. Selain mereka langsung dieksekusi setelah ditangkap. Ada juga yg ditahan tanpa mengalami proses pengadilan
    PartaiSocmed 14 hours ago

    111. Banyak diantara mereka berakhir hidupnya di ujung laras eksekutor. Ada yg cepat ada pula yg lama baru dieksekusi
    PartaiSocmed 14 hours ago

    112. Salah satu peristiwa menarik terjadi di LP Wonosobo 26 Februari 1966. 21 orang napi dibawa ke hutan Situkup pd hari itu
    PartaiSocmed 14 hours ago

    113. Di hutan itu ke 21 orang itu disuruh duduk berhadap2an dan diwajibkan menyanyi lagu Genjer-Genjer.
    PartaiSocmed 14 hours ago

    114. Kemudian mrk dinasehati agar insyaf. Setelah diminta berjanji utk tidak kembali PKI, selanjutnya senapan ditembakkan ke mereka
    PartaiSocmed 14 hours ago

    115. Ada peristiwa aneh saat itu. Seorang wanita tdk mempan ditembus berondongan peluru, maka klewang disabetkan ke tubuhnya
    PartaiSocmed 14 hours ago

    116. tapi sabetan klewangpun tak mampu melukai tubuhnya bahkan hingga empat klewang patah dibuatnya
    PartaiSocmed 14 hours ago

    117. Akhirnya perempuan itu diikat tambang dan dijebloskan ke lubang dan dikubur hidup2
    PartaiSocmed 14 hours ago

    118. Sempat dia berucap pada petugas yg disuruh menimbun lubang itu dg tanah “Mas, jangan keras-keras, sakit...”
    PartaiSocmed 14 hours ago

    119. Salah satu dari 21 orang yg dieksekusi pd hari itu adalah Ibnu Santoro, seorang dosen UGM yang baru saja pulang dari Amerika
    PartaiSocmed 14 hours ago

    120. Baru beberapa hari kembali ke Jogja, Ibnu Sintoro ditawari menjadi anggota barisan cendikia PKI, selembar formulir diberikan padanya
    PartaiSocmed 14 hours ago

    121. Dan formulir itu masih dlm keadaan kosong saat malam serombongan tentara dalam truk menyantroni rumahnya dan menciduk dia
    PartaiSocmed 14 hours ago

    122. Saat itu Ibnu Sintoro meninggalkan seorang sitri dan puteri lucu yg masih berusia 3 tahun bernama Gadis
    PartaiSocmed 14 hours ago

    123. Kelak Gadis menjelma menjadi wanita yg cerdas. Dan dia mendapatkan beasiswa belajar di Amerika satu almamater dg ayahnya
    PartaiSocmed 14 hours ago

    124. Entah suatu kebetulan atau mukjizat. Gadis pernah terpilih menjadi anggota Paskribraka di Istana pada era Pak Harto
    PartaiSocmed 14 hours ago

    125. Begitu banyak kekejaman diluar batas kemanusian yang dilakukan baik oleh PKI maupun lawan2nya
    PartaiSocmed 14 hours ago

    126. Tak ada gunanya pula saling mengklaim paling menjadi korban atau merasa paling benar. Ini bukan tentang salah PKI atau Ansor/Banser!
    PartaiSocmed 14 hours ago

    127. Yang paling perlu dilakukan adalah keikhlasan utk mengakui sama2 bersalah. Kita semua seperti lupa sbg manusia saat itu
    PartaiSocmed 14 hours ago

    128. Hal yg cukup mencengangkan adalah kemampuan kita menjadi demikian biadab! Seolah2 membunuh dan menyiksa adalah kebanggan
    PartaiSocmed 14 hours ago

    129. Potensi kekejaman masyarakat kita terbukti kembali terulang pada chaos era 1998-an. Mendadak kita berubah menjadi spt binatang
    PartaiSocmed 14 hours ago

    130. Begitu mudahnya masyarakat kita termotivasi untuk melakukan hal2 yg bertentangan akal sehat dan nurani tersebut
    PartaiSocmed 14 hours ago

    131. Peristiwa chaos dan pembantaian serupa tidak tertutup kemungkinan akan terulang lagi pada bangsa ini
    PartaiSocmed 14 hours ago

    132. Maka yg perlu dilakukan adalah mensosialisasikan politik yg beradab. Bukan politik yg menghalalkan segala cara
    PartaiSocmed 14 hours ago

    133. Kiranya generasi muda bisa belajar dari pengalaman pahit bangsa ini. Tragedi pernah terulang dan terulang lagi
    PartaiSocmed 14 hours ago

    134. Tugas kitalah untuk menghentikannya cukup sampai disini! Mari bersatu demi Indonesia tercinta
    Reply RT Favorite PartaiSocmed 14 hours ago

  11. #51
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Lembah_Hinnom View Post
    ...
    128. Hal yg cukup mencengangkan adalah kemampuan kita menjadi demikian biadab! Seolah2 membunuh dan menyiksa adalah kebanggan
    PartaiSocmed 14 hours ago
    ...
    Dari semua yang ngilu2 di atas, yang ini sebenernya yang bikin gue paling ngilu dan nggak habis pikir.
    Kita sering mengklaim bangsa ini sebagai bangsa yang 'paling sopan dan beradab' dengan segala 'budaya ketimuran'-nya. Tapi kenyataan di lapangan, kita jauh lebih mudah mengekspresikan kesadisan secara terbuka ketimbang kasih sayang.
    Suami-istri sah ciuman bibir di tempat umum, bakaln banyak yang mencibir. Di bilang nggak sopan, nggak tau malu, dst...
    Tapi, yang paling gampang aja, nyiksa maling sampe setengah idup, nggak ada yang komplen.

    Kenapa gue jadi nyambung ke sini, karena seinget gue, ada yang bilang S3x & Violence itu make ruang yang sama di otak kita.
    So, mungkin bangsa ini jadi segitu sadisnya karena kelewat jaim dalam mengekspresikan seksualitasnya ? just wondering...

    All and all, make love not war, brah/'stah. make love not war...
    A proud SpaceBattler now.

  12. #52
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,933
    [MENTION=200]TheCursed[/MENTION] oke oke bro... sekarang gw ngerti dari maksud jargon "Make Love not War"

    Share the same brains yah... mungkin itu juga kenapa BDSM tercipta
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  13. #53
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    [MENTION=200]TheCursed[/MENTION]... mungkin itu juga kenapa BDSM tercipta
    More or less. Tapi lagi, buat komunitas BDSM yang benar, ada peraturan dasar SSC. Peraturan yang membedakan antara kinky hot & spicy s3x, dan just plain evil and insanity, which any BDSM community would heavily frowned over.
    A proud SpaceBattler now.

  14. #54
    Quote Originally Posted by Lembah_Hinnom View Post
    125. Begitu banyak kekejaman diluar batas kemanusian yang dilakukan baik oleh PKI maupun lawan2nya
    PartaiSocmed 14 hours ago

    126. Tak ada gunanya pula saling mengklaim paling menjadi korban atau merasa paling benar. Ini bukan tentang salah PKI atau Ansor/Banser!
    PartaiSocmed 14 hours ago

    127. Yang paling perlu dilakukan adalah keikhlasan utk mengakui sama2 bersalah. Kita semua seperti lupa sbg manusia saat itu
    PartaiSocmed 14 hours ago
    Komentar-komentar seperti (dan komentar kultwit lainnya) menunjukkan betapa banyak orang yang buta terhadap sejarah. Seolah mencari aman, si pemosting menunjukkan dua sisi "kejam" dari pro-PKI dan kontra-PKI. Padahal kenyataan sejarahnya sama sekali tak bisa disandingkan.

    Saya tidak dalam peran membela PKI (atau pun korban yang dituduh PKI), tetapi ada beberapa poin penting mengapa membandingkan kekejaman oleh dan terhadap (orang yang dituduh) PKI sama sekali tidak berimbang,

    Pertama, semua sumber sejarah PKI yang resmi beredar telah mengalami distorsi sedemikian rupa oleh Orde Baru agar terlihat PKI benar-benar sebagai wujud setan di bumi. Kisah pemberontakan PKI di Madiun telah mengalami distorsi yang cukup melenceng dari fakta sesungguhnya. tentu saja ini merupakan bagian dari Propaganda Orde Baru yang menjadikan PKI sebagai kata haram seharam-haramnya.

    Kedua, kalaupun "kebiadaban" PKI memang terjadi, skala kekacauannya sama sekali tak ada apa-apanya dibandingkan dengan pembantaian para korban yang dituduh PKI. Korban pembantaian korban terduga PKI, begitu massif sehingga menimbulkan jejak berdarah dimana-mana. bahkan hingga tempat paling terpencil sekalipun. Ceritanya terlalu panjang untuk diceritakan dan terlalu mengerikan untuk diungkapkan. Saya tidak akan merinci bagaimana tindakan-tindakan brutal terhadap terduga PKI ini dilakukan. Saya akan merekomendasikan beberapa buku (yang telah/sudah ada edisi terjemahannya untuk topik horor ini) un tuk dibaca, beberapa di antaranya:
    - The Indonesian Killings: Pembantaian PKI di jawa dan Bali 1965-1966 oleh Robert Gribb
    - Di-PKI-kan: Tragedi 1965 dan Kaum Nasrani di Indonesia Timur oleh Steven Farram
    - Zaman Edan: Indonesia di Ambang Kekacauan oleh R.L. Parry
    - Sejarah Indonesia Modern oleh MC Riclkefs

    dan lain-lain (daftarnya, terutama untuk yang berbahasa Inggris masih sangat panjang).

    Jika pemberontakan PKI (dan pemberontakan oleh gerakan separatis lainnya) terjadi secara sporadis, maka pembantaian terhadap mereka terduga PKI begitu terencana, sistematis, meluas secara nasional, dan terutama DIRESTUI oleh negara.

    Di film The Act of Killing, kita akan menduga bahwa tindakan Anwar Congo sebagai tindakan spontan--sebagai pelampiasannya karena profesinya sebagai preman bioskop tergusur oleh kehadiran PKI. Tindakan Congo yang terlihat sebagai tindakan personal dan spontan ini, sesungguhnya tidak seperti itu.

    Ketiga, kalaupun tindakan separatis PKI menyebabkan kekejaman sebagaimana yang ditampilkan di teks-teks sejarah resmi, maka tindakan pembantaian terhadap para terduga eksPKI jauh lebih mengerikan. Selain para terduga langsung dibantai tanpa peradilan (banyak korban langsung dibantai hanya karena laporan tetangga yang tidak suka), juga efek pembantaian berefek jauh ke depan. Para keluarga eksPKI mengalami pengucilan secara sosial dan yuridis, hak-hak sipilnya dirampas, dan nilai-nilai HAM-nya direnggut. Padahal mereka sama sekali tidak terlibat atau tidak tahu sama sekali.

    masih banyak aspek lain, namun intinya, sama sekali tak berimbang antara kekejaman PKI dan kekejaman terhadap para terduga PKI dan keluarganya.


    Beberapa bulan lalu (sekitaran November/Desember), salah seorang rekan saya di jejaring sosial Facebook, yang juga merupakan seorang sejarawan senior, melakukan napak tilas ke sebuah desa terpencil di pulau Jawa. Penemuannya sangat mencengangkan dan menakutkan: dia menjumpai sebuah pemakaman massal orang-orang yang dituduh PKI dan dibantai. Jumlah paling pesimis menyebut bahwa ada 3000 tengkorak yang dikubur dalam satu lubang. Angka pastinya, bisa saja jauh di atas angka tersebut.

    Maaf, mungkin merupakan kata yang indah dan tampak sebagai solusi terbaik untuk mengakhiri mimpi buruk sejarah bangsa ini. Tetapi saya bukan korban kekejaman ini, sehingga saya tidak bisa memberikan jawaban tepat. Saya tidak pernah merasakan sulitnya mendapatkan kartu identitas kependudukan dan pekerjaan karena orang tua saya dituduh eksPKI. Untuk bisa memahami "sebenarnya, apa yang diinginkan para korban", jelas harus menanyakan sendiri kepada para korban. Dewasa ini, banyak buku-buku yang ditulis para keluarga korban, bagaimana mereka mengalami diskriminasi dan pelecehan. Jumlahnya terlalu banyak untuk disebut. Saya hanya akan merekomendasikan satu tulisan dari sastrawan terbesar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Saya Bukan Nelson Mandela. Artikelnya mudah dicari di internet.

    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Dari semua yang ngilu2 di atas, yang ini sebenernya yang bikin gue paling ngilu dan nggak habis pikir.
    Kita sering mengklaim bangsa ini sebagai bangsa yang 'paling sopan dan beradab' dengan segala 'budaya ketimuran'-nya. Tapi kenyataan di lapangan, kita jauh lebih mudah mengekspresikan kesadisan secara terbuka ketimbang kasih sayang.
    Ada buku yang amat menarik mengenai tema ini, judulnya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evilkarya Hannah Arendt. Meski Arendt berfokus pada holocaust, tetapi sebenarnya bisa diterapkan pada bagian dunia mana saja: kekejaman dan pembantaian bukan dilakukan oleh para psikopat, justru oleh orang-orang biasa, dan mereka sangat bangga terhadapnya.

    dan Anwar Congo adalah orang-orang biasa itu. Artinya, ada banyak orang biasa lainnya. Anda banyak Anwar-anwar lainnya. Itu mengapa, kekejaman seperti ini tidak hanya menimpa eks-PKI saja. Tragedi Balibo, Timor Leste, Aceh, dll menunjukan banality of evil ini masih saja terjadi di negara ini. Banyak orang Indonesia yang bersikap acuh terhadap isu horor ini, padahal kenyataannya sudah sangat-sangat serius. hal ini dibuktikan munculnya pemenang Nobel Perdamaian dari tragedi Timor Leste, dan nominasi (hampir menang) dari tragedi Aceh.
    you can also find me here

  15. #55
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by thamacaat View Post
    ...
    Ada buku yang amat menarik mengenai tema ini, judulnya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil karya Hannah Arendt. Meski Arendt berfokus pada holocaust, tetapi sebenarnya bisa diterapkan pada bagian dunia mana saja: kekejaman dan pembantaian bukan dilakukan oleh para psikopat, justru oleh orang-orang biasa, dan mereka sangat bangga terhadapnya.
    ...
    terlepas dari sebenernya, ternyata pendapat Hannah Arendt tentang 'banality' itu ternyata masih diperdebatkan(i.e. ternyata nara sumbernya cuma di wawancarai 4 hari sebelum vonis),... yang sebenernya gue soroti adalah 'hypocrisy' bangsa ini. Yang selalu mengklaim berbudi (paling)luhur(di banding bangsa lain). Padahal sebenernya masih 'sakit'.

    Dan menariknya bahwa kita lebih gampang risih(dan dalam beberapa kasus, sampe sewot) ngeliat pasangan ciuman di tengah jalan, ketimbang liat maling di gebukin(sering di siksa juga) sampe setengah idup. Ini, dari pengamatan gue tinggal di gang sempit di tengah kota yang katanya metropolitan, yah. It's interesting, buat di riset.
    Last edited by TheCursed; 29-01-2014 at 01:45 AM.
    A proud SpaceBattler now.

  16. #56
    daripada mencermati soal jumlah korban pihak mana yang paling banyak, gw lebih ga habis pikir ama kebiadaban manusia.
    manusia ini kan makhluk yang punya akal, kok bisa2nya berbuat biadab kayak gitu

    dan ini terus berulang, seolah manusia ga pernah belajar dari sejarah
    atau karena sejarah selalu diputarbalikkan, makanya manusia ga bisa belajar dari masa lalu?


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  17. #57
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Kingform View Post
    ...
    dan ini terus berulang, seolah manusia ga pernah belajar dari sejarah
    atau karena sejarah selalu diputarbalikkan, makanya manusia ga bisa belajar dari masa lalu?
    Karena nggak ada yang mau berlapang dada ngaku 'emang ada masalah', jadinya juga nggak ada yang di perbaiki... IMHO.
    A proud SpaceBattler now.

  18. #58
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    In terms of movie, filmnya sendiri punya sudut pandang yang sangat tajam. Mestinya menang Oscar, lalu sedikit demi sedikit generasi yang telah dicuci otaknya oleh buku teks sejarah di sekolah - termasuk saya - menumbuhkan kesadaran untuk mencari tahu yang sebenarnya.

    Salah seorang guru saya waktu SMA ternyata pas mudanya entah anggota ato simpatisan PKI. Ibu saya dulu tetanggaan dengan beliau, cerita kalo beliau ini lama melarikan diri ke kampung yang sangat terpencil dan jadi petani penggarap. Entah gimana akhirnya berhasil kembali ke kota dan jadi PNS. Masih cerita ibu, ada keluarga yang terkena fitnah PKI ini. Semua anak gadisnya cantik-cantik tapi susah dapet jodoh dan nggak bisa jadi PNS. Yah...semua ini kisah dari mulut ke mulut dan mendengarnya serasa sedang ada di dunia lain, kayak kalo di Harry Potter orang-orang nyebut Voldemort dengan rasa enggan.

    Kalo nggak salah di zaman Gus Dur yang melepas stempel PKI sehingga mereka tidak perlu laporan tiap tahun? Salut saya. Gila tuh, kejahatan kemanusiaan banget.

    Spoiler for abis baca ini:

    ISLAM, MAAF DAN PKI
    Akhmad Sahal
    (Kolom TEMPO, 9 April 2000)

    MENGAPA kalangan Islam menolak usul Gus Dur untuk mencabut Ketetapan MPRS XXV/66? Mengapa mereka menyesalkan usulan Gus Dur untuk minta maaf kepada PKI? Ketika komunisme sudah bangkrut di tingkat dunia, dan di dalam negeri PKI dan yang terkait dengannya betul-betul menjadi political outcast, mengapa kelompok Islam, baik modernis maupun tradisionalis, masih khawatir dan antikomunisme? Apakah ini mencerminkan sukses rezim Orde Baru menanamkan dan menyebarkan komunisto-fobia?

    Kekhawatiran dan sikap anti yang cenderung eksesif terhadap komunisme pada umat Islam ini tidak hanya digerakkan oleh pengaruh luar semacam kampanye stigmatisasi komunisme oleh rezim Soeharto. Tentu saja itu juga ada pengaruhnya. Tapi sesungguhnya ada faktor lain yang secara genuine melekat dalam ingatan kolektif umat yang justru lebih berperan mengawetkan kekhawatiran dan antipati itu. Dua hal setidaknya bisa disebut di sini: kenangan terhadap situasi Demokrasi Terpimpin dan pandangan stereotip terhadap komunisme itu sendiri.

    Kita tahu bahwa ketika PKI berkibar di era Demokrasi Terpimpin, kalangan Islam (juga Kristen, Katolik, dan nasionalis) gentar. Ini bukan saja karena PKI dibayangkan sebagai kekuatan politik yang solid dengan puluhan juta pendukung, melainkan juga karena politik saat itu memang mengarah pada pertarungan zero-sum game: "kita atau mereka". Maklum, suasana revolusioner yang ditiup kencang membikin politik benar-benar mengamalkan apa yang oleh Sukarno disebut machtsvorming dan machtsaanwending, penggalangan dan penggunaan kekuasaan, suatu politik massa.

    Selain itu, kompetisi dan konfrontasi partai-partai tidak disalurkan lewat pemilu karena hampir semuanya bergantung dan memusat pada Sukarno. Akibatnya, ketidakpastian tentang bagaimana nanti kalau tidak ada Sukarno merayap ke seluruh negeri. Sementara itu, di desa-desa, adanya landreform sepihak dari PKI memicu konflik tajam, bukan dalam skema vertikal antara petani dan tuan tanah, melainkan horizontal antara petani santri yang NU dan petani abangan yang PKI. Dalam situasi semacam itulah kegentaran umat Islam melihat kejayaan PKI saat itu bisa dimaklumi.

    Apalagi, di kalangan Islam, PKI mendapatkan stereotip sebagai kelompok yang berpolitik tanpa moralitas karena dasarnya adalah ateisme. Politik PKI dianggap identik dengan "tujuan menghalalkan cara": mereka bisa menyusup ke mana-mana dan memanfaatkan kemiskinan buruh dan tani untuk tujuan kekuasaan. Selagi belum berkuasa, mereka bisa saja menerima demokrasi. Tapi, begitu berkuasa, pasti akan totaliter.

    Kini sejarah telah berubah. Tapi kegentaran dan stereotip tetap, malah dibekukan. Argumen kalangan Islam bahwa sikap mereka melawan PKI adalah membela diri karena situasinya ketika itu adalah "kita atau mereka" mungkin berlaku di zaman Demokrasi Terpimpin. Tapi, dalam prakteknya, pasca-G30S, intensi membela diri ini berlangsung kebablasen karena ternyata situasi" kita atau mereka" sebenarnya tidak ada lagi. Fakta bahwa PKI mudah sekali rontok menunjukkan bahwa kesolidan dan kebesaran PKI yang menggentarkan itu hanya mitos. Mereka hanya bergantung pada Sukarno dan, tidak seperti tentara, mereka tak bersenjata. Di samping itu, G30S itu sendiri masih diselimuti misteri. Kalaupun pelakunya memang PKI, apakah itu berarti semua anggota PKI boleh dihabisi?

    Di sinilah letak kesalahan argumen "membela diri" dan "menghabisi sampai ke akar-akarnya" yang mendasari pembunuhan besar-besaran terhadap PKI. Kegentaran telah tergelincir menjadi kesewenang-wenangan. Keadilan ditutupi oleh kebencian. Apalagi kalau diingat bahwa saat itu Soeharto dan tentara ikut mendukung dan mengambil keuntungan dari pembunuhan tersebut.

    Selain itu, melestarikan stereotip bahwa komunisme ateis dan niscaya berpolitik dengan "tujuan menghalalkan cara" adalah tindakan menyederhanakan. Dalam sejarah, kita mengenal Haji Misbach dari Surakarta dan Datuk Batuah dari Padang yang Islam sekaligus komunis. Pelajarilah marxisme, maka akan ketahuan bahwa concern utamanya bukanlah soal agama, melainkan soal pembelaan terhadap yang tertindas dalam kapitalisme. Soal "tujuan menghalalkan cara" adalah machiavelisme belaka yang tidak khas tabiat komunis, tapi juga bisa dilakukan oleh siapa pun.

    Pada titik ini, permohonan maaf Gus Dur kepada PKI haruslah dilihat sebagai ikhtiar untuk keluar dari perangkap kekhawatiran yang dasarnya hanyalah masa lalu yang mandek dan stereotip yang menyederhanakan. Kesalahan masa lalu, yakni niat membela diri yang ternyata berbuah kesewenangan, harus tetap diingat dan dinyatakan agar tidak terulang lagi. Jangan dikira pengakuan salah semacam ini tanpa dibarengi rasa sakit.

    Yang perlu ditegaskan di sini, permohonan maaf Gus Dur tidak dengan sendirinya menaruh PKI dalam posisi tidak salah. Menjadi korban tidak lantas menjadikannya suci. PKI juga mesti mengakui kesalahannya dalam memberi andil menciptakan situasi totalitarian era Demokrasi Terpimpin, situasi yang dalam istilah Lenin berarti "siapa yang tidak bersama kita berarti melawan kita." Dengan dalih revolusi, PKI mendukung saja ketika rezim Sukarno melarang sejumlah partai dan memenjarakan sejumlah nama. Andil semacam inilah yang menjadi bahan bakar antikomunisme.

    Kalau setiap pihak mengakui kesalahan, bukan hanya rekonsiliasi yang tercapai, melainkan juga penyembuhan luka sejarah yang tertanam di bawah sadar bangsa ini. Dan setelah itu, bab baru kehidupan bangsa ini bisa dimulai dengan sikap adil, tanpa beban trauma sejarah yang ditekan atau dimanipulasi. Dalam kerangka sikap adil inilah hendaknya kita menempatkan usul penghapusan Tap MPRS XXV/66. Ada baiknya kita menyimak anjuran Surah Al-Ma'idah ayat 8: "Janganlah kebencianmu pada satu kaum menjadikan kamu bersikap tidak adil (terhadap mereka)."
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •