Results 1 to 20 of 34

Thread: Efek Psikologis karena Suara/Bunyi/Visual

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Jadi cara mengatasi rasa takut dan panik itu pertama-tama ngatur nafas ya om [MENTION=249]Alip[/MENTION] ?
    Pada prinsipnya kondisi kejiwaan kita sangat dipengaruhi oleh denyut jantung. Seseorang yang denyut jantungnya melebihi batas normal biasanya mengalami kesulitan mengatur perasaan dan fisiknya. Coba Nudel olahraga sampai jantung berdenyut di 140 bpm, lalu cobalah menulis halus tegak bersambung di buku garis tiga yang buat anak-anak belajar nulis... susah banget deh...

    Mengatur nafas berguna untuk mengontrol denyut jantung, karena kalau jantung berdenyut melebihi batas normal bisa memicu efek panik yang lebih serius. Dalam kasus Popo, musik digunakan untuk menutup diri dari stimulus tapi sekaligus menurunkan denyut jantung.

    Teknik bernapas yang saya sebut di atas, hitungan empat-empat, adalah standar di angkatan bersenjata. Dipakai sebagai teknik gawat darurat ketika prajurit baru mulai terjun di lapangan, baik perang beneran maupun simulasi...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #2
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Teknik bernapas yang saya sebut di atas, hitungan empat-empat, adalah standar di angkatan bersenjata.
    kalau pake bantuan alat biasanya proses ini dibantu oleh mesin biofeedback ya om?

    pola nafas benar berpengaruh besar ya, terlebih saat stress seringkali sulit mengatur pernafasan
    resting heart rate saya biasa dibawah 60, tapi saat merasa mengalami tekanan, resting heart rate
    saya dikisaran 67-75, segitu aja sering terasa ga tenang, apalagi waktu serangan panik datang
    Last edited by itsreza; 23-01-2014 at 11:56 AM.

  3. #3
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    ada hubungannya ga sih dengan daya imajinasi dan penghayatan berlebihan saat menonton atau membaca sesuatu?
    fyi, saya kalo baca/nonton itu biasanya bener2 masuk ke dalam dunia yg ditonton/dibaca gitu
    apa ya istilahnya...empati??
    Identifikasi...
    menghayati suatu peran atau karakteristik tertentu sampai betul-betul bisa merasa bahwa dia adalah si karakter itu. Makanya sebelumnya saya tanya apa Popo banyak menimbun diri sendiri dengan khayalan-khayalan horror... bisa jadi memang tanpa disadari melakukan identifikasi.

    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    mulai takut gitu, karena pernah lagi tidur siang sendirian di kamar
    terus ga tau kenapa, kaya ngerasa ada yg ngawasin di samping tempat tidur...sampe ngerasa gelisah sendiri dan kebangun
    ini pertama kalinya ngerasa takut sampe ga bisa tidur
    malemnya habis itu, nyoba tidur sendirian pertama kali, udah ga bisa lagi
    kebayang terus pengalaman tidur siang itu
    Perasaan diawasi merupakan salah satu bentuk ketakutan yang umum dan sebenarnya wajar. Spesies manusia pada dasarnya bukan predator alami, terbukti dari badan kita yang tidak bertaring, kita adalah mangsa.

    Seperti juga jenis mangsa yang lain, kita punya kecenderungan untuk selalu awas terhadap lingkungan sekitar, selalu merasa ada predator yang mengintai dari balik semak-semak atau dari gelapnya malam. Popo tidak perlu merasa kuatir jika perasaan ini muncul, pahami saja sebagai bagian dari mekanisme pertahanan diri alami kita. Setiap dia muncul, segera lihat-lihat ke sekitar dan sesudah semua dirasa aman (yang biasanya sih iya), bisa bilang ke diri sendiri "beres, parameter secured" atau sejenisnya. Intinya memberi tahu bahwa alarm sudah ditindaklanjuti dan semua beres, alarm sudah bisa dimatikan.

    Jangan dibawa kejauhan bahwa kita sedang diamati oleh sosok makhluk gak jelas dan gak nampak mata... di lingkungan tradisional kita memang banyak yang mengajari bahwa perasaan ini berarti kita sedang diintai oleh makhluk halus. Jangan dipercaya. Ini betul-betul alarm alami kita yang sedang bekerja secara teratur. Para pemburu jaman dulu paham sekali bahwa rasa takut ini sangat penting bagi keselamatan mereka di dalam hutan, dan di hutan yang mereka takuti adalah pemangsa, bukan makhluk halus. Saya sendiri oleh Bapak dilatih untuk menyalakan alarm ini secara rutin, dan kalau di tempat ramai sampai delapan detik sekali. Jadi tiap delapan detik saya melakukan scan ke sekitar, jangan sampai bisa disergap dari belakang. Tentu saja sudah banyak tidak relevannya di jaman sekarang.

    Jadi saran saya sih, Popo,
    • Takut bukan musuh kita atau sesuatu yang berbahaya. Takut adalah tanda bahaya, bukan bahaya itu sendiri.
    • pahami bahwa rasa takut itu wajar dan alami, dia adalah mekanisme pembelaan diri kita... dan
    • kalau tidak ada bahaya, bisa segera dimatikan. Caranya bisa dengan nafas, atau mendengarkan musik (atau kalau yang normal sih, cukup dengan sedikit niat saja).
    • kurangi hal-hal yang belakangan ini jadi penyebab rasa takut, atau setiap kalau muncul, jangan dihindari, hadapi sambil diamati baik-baik. Biasanya nanti kelihatan bahwa penyebabnya sendiri tidak berbahaya, tapi rasa takut Popo yang membuatnya terlihat berbahaya...
    • Sebagai tambahan, ada baiknya ditambah dengan kegiatan, misalnya olahraga fisik. Ini membiasakan badan Popo untuk menghadapi strss sehingga tidak mudah ditekan oleh rasa takut.

    ***

    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    kalau pake bantuan alat biasanya proses ini dibantu oleh mesin biofeedback ya om?
    Iya, tapi gak banyak yang bisa akses ke situ... kecuali kalau sudah sampai kasus parah, sebaiknya jangan menggantungkan diri pada alat.

    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    resting heart rate saya biasa dibawah 60, tapi saat merasa mengalami tekanan, resting heart rate
    saya dikisaran 67-75, segitu aja sering terasa ga tenang, apalagi waktu serangan panik datang
    Segitu sih masih normal lagi, Za...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  4. #4
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    @Porcelain Doll

    Popo takut dengan suara-suara atau dengan kesendirian? Kalau mendengar suara-suara itu tapi ndak lagi sendirian, masih takut kah?

    Dulu mbok takut dengan suara-suara yang ndak jelas padahal banyak orang di rumah. Nasib kemudian membuat mbok kerja di tempat terpencil dan tinggal sendirian di rumah yang di halaman belakangnya ada kuburan. Terus-terang tiap mau gelap mbok deg-degan, ndak berani melihat ke luar jendela, apalagi kalau ada suara-suara, langsung ngumpet di bawah celimut.

    But one night, tiba-tiba ada suara dari luar jendela, manggil-manggil. Mbok terbangun, kaget banget, deg-degan. Mbok dengerin sampai akhirnya mbok sadar bahwa itu suara laki-laki iseng yang tahu mbok tinggal sendirian di rumah itu. Mbok tahu posisinya persis di luar jendela kamar. Pelan-pelan mbok ambil pentungan kayu (iya, mbok punya) lalu mbok pukul teralis jendela kuat-kuat. Lalu mbok hidupkan semua lampu luar, ndak lama kedengeran ada yang kabur.

    Sejak itu mbok tidur dalam rumah yang gelap gulita tapi lampu luar nyala. Kalau ada suara-suara mbok segera lihat-lihat (seperti kata om Alip) karena imajinasi kita sering lebih menyeramkan daripada situasi yang sebenernya. Jadi jangan takut to overcome your fear. Kalau ada suara-suara, dengarkan sampai Popo mengenali suara-suara itu.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •