Page 4 of 4 FirstFirst ... 234
Results 61 to 74 of 74

Thread: Atheis butuh nikah ?

  1. #61
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ya udah, kalo besok ada 48 pria atheis butuh pengakuan legal bagi hubungan seks grup mereka, negara harus melegalkannya.

    Siapa tau konsep "menikah" bagi atheis adalah harus sejenis dan tak boleh kurang dari 48 orang dalam satu ikatan perkawinan
    Buset.. lu pikir ateis hombreng semua?

    Tapi gue takjub ada orang kayak lu, Lan. Gue gak habis pikir, kok ada orang kayak lu ya? Gue saranin lu berenti tinju dah. Jangan-jangan itu penyebabnya.

  2. #62
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    masih belom klop ya... lanjut mang

  3. #63
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Orang berdosa bukan otomatis atheis.

    Kan sudah gw jelasin diatas, gay yg mengaku bahwa homoseksual adalah dosa bisa jadi adalah seorang kristen yg baik.

    Tapi gay yg menganggap homoseksual adalah benar dan menganggap kitab suci tidak benar, tentu bukan seorang kristen.
    Kalo gitu sih ga harus gay, non-gay jg bisa gitu.
    Jadi elu termasuk yg mana? yg mengaku dosa?

  4. #64
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kalo ada dosa yg gw lakukan dan gw tau itu salah ya musti ngaku.

    Tapi kalo gw malah minta kitab suci yg diubah supaya sesuai dengan apa yg gw lakukan, nah itu yg keterlaluan.

    ---------- Post Merged at 11:10 PM ----------

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Buset.. lu pikir ateis hombreng semua?

    Tapi gue takjub ada orang kayak lu, Lan. Gue gak habis pikir, kok ada orang kayak lu ya? Gue saranin lu berenti tinju dah. Jangan-jangan itu penyebabnya.
    Diluar masalah homoseks, gw pikir bahwa Pernikahan adalah perintah Tuhan untuk manusia.

    Kalo orang gak percaya adanya Tuhan, dan percaya evolusi, maka gak perlu ada pernikahan... lah monyet gak nikah aja bisa beranak pinak, kenapa manusia repot2 nikah ?

    Negara2 di dunia pun mengadopsi konsep pernikahan dari agama.

    Pada dasarnya atheisme gak punya konsep pernikahan, maka ikut mengadopsi konsepnya agama.

    Atheis di barat mengadopsi konsep pernikahan kristen yaitu satu pria dengan satu wanita, hidup bersama tak boleh berhubungan seks dengan orang lain selama pernikahan.

    Atheis di china mengadopsi konsep pernikahan konghucu, satu pria boleh menikahi beberapa wanita, tapi kemudian direvisi jadi mirip versi kristen.

    Tapi semua negara itu tetap punya rules, konsep pernikahan yg mengadopsi konsep agama, jadi gak ada negara yg misalnya melegalisasi poliandri (mungkin yg ini saya salah, mungkin india melegalisasi poliandri akibat pengaruh hindu ?)

    Jadi akui saja bahwa atheis gak punya konsep nikah, seperti tokoh atheis yg disebut oleh mbok jamu.

  5. #65
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Negara2 di dunia pun mengadopsi konsep pernikahan dari agama.
    Nah otak lu mulai kebuka nih. Qala, bahwa pada awalnya negara memang dikuasai oleh kaum agamawan. Otomatis aturan negara diambil dari ajaran agama. Dengan berjalannya waktu, muncullah ateisme di negara tsb. Logikanya, kaum ateis akan menjadi kaum terbuang di negara tersebut. Tapi, kaum ateis punya pendirian bahwa setiap manusia sama. Karena itu kaum ateis memperjuangkan eksistensi mereka. Salah satu caranya beradaptasi dengan aturan negara yg sudah terlanjur diambil dari ajaran agama tsb. Tapi bersamaan dgn itu mengembangkan sekulerisme di masyarakat agar negara tidak lagi dimonopoli oleh kaum agamawan. Selanjutnya aturan-aturan religius tadi perlahan-lahan akan digantikan dengan aturan-aturan yg mengedepankan kemanusiaan. Manusia bukan lagi obyek tuhan, tapi subyek peradaban (tuhan dilipet-lipet aja, kemudian diselipin di dompet, toh memang tempatnya di situ).

    Qala, di masa depan nanti, ketika kaum agamawan sudah punah, pernikahan mungkin tetap diperlukan, tapi bukan dlm pengertian menjalankan ajaran tuhan, melainkan utk mengatur masyarakat agar tidak chaos. Di sini, pernikahan dilihat sebagai kontrak antara dua manusia (kombinasi 1+4 juga boleh) yg mau hidup bersama. Kontrak tsb bisa dilihat sebagai AD/ART-nya keluarga tsb. Sekarang saja sudah ada pasangan istri-suami yg punya kontrak seperti itu, di samping buku nikah. Ini konsekuensi zaman.


  6. #66
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Qala apaan sih?
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  7. #67
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    monyet bisa beranak pinak, bisa cari makan sendiri2, gak perlu akte nikah, gak perlu ngurusin hipotek, gak perlu ngurusin warisan dan silsilah keluarga [MENTION=25]AsLan[/MENTION]...masak atheis sama homo lu samain dengan monyet

  8. #68
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Nah otak lu mulai kebuka nih. Qala, bahwa pada awalnya negara memang dikuasai oleh kaum agamawan. Otomatis aturan negara diambil dari ajaran agama. Dengan berjalannya waktu, muncullah ateisme di negara tsb. Logikanya, kaum ateis akan menjadi kaum terbuang di negara tersebut. Tapi, kaum ateis punya pendirian bahwa setiap manusia sama. Karena itu kaum ateis memperjuangkan eksistensi mereka. Salah satu caranya beradaptasi dengan aturan negara yg sudah terlanjur diambil dari ajaran agama tsb. Tapi bersamaan dgn itu mengembangkan sekulerisme di masyarakat agar negara tidak lagi dimonopoli oleh kaum agamawan. Selanjutnya aturan-aturan religius tadi perlahan-lahan akan digantikan dengan aturan-aturan yg mengedepankan kemanusiaan. Manusia bukan lagi obyek tuhan, tapi subyek peradaban (tuhan dilipet-lipet aja, kemudian diselipin di dompet, toh memang tempatnya di situ).

    Qala, di masa depan nanti, ketika kaum agamawan sudah punah, pernikahan mungkin tetap diperlukan, tapi bukan dlm pengertian menjalankan ajaran tuhan, melainkan utk mengatur masyarakat agar tidak chaos. Di sini, pernikahan dilihat sebagai kontrak antara dua manusia (kombinasi 1+4 juga boleh) yg mau hidup bersama. Kontrak tsb bisa dilihat sebagai AD/ART-nya keluarga tsb. Sekarang saja sudah ada pasangan istri-suami yg punya kontrak seperti itu, di samping buku nikah. Ini konsekuensi zaman.

    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Qala apaan sih?
    Qala = katanya.
    Si Purba sengaja tuh pakai kosakata Arab.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  9. #69
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Nah otak lu mulai kebuka nih. Qala, bahwa pada awalnya negara memang dikuasai oleh kaum agamawan. Otomatis aturan negara diambil dari ajaran agama. Dengan berjalannya waktu, muncullah ateisme di negara tsb. Logikanya, kaum ateis akan menjadi kaum terbuang di negara tersebut. Tapi, kaum ateis punya pendirian bahwa setiap manusia sama. Karena itu kaum ateis memperjuangkan eksistensi mereka. Salah satu caranya beradaptasi dengan aturan negara yg sudah terlanjur diambil dari ajaran agama tsb. Tapi bersamaan dgn itu mengembangkan sekulerisme di masyarakat agar negara tidak lagi dimonopoli oleh kaum agamawan. Selanjutnya aturan-aturan religius tadi perlahan-lahan akan digantikan dengan aturan-aturan yg mengedepankan kemanusiaan. Manusia bukan lagi obyek tuhan, tapi subyek peradaban (tuhan dilipet-lipet aja, kemudian diselipin di dompet, toh memang tempatnya di situ).

    Qala, di masa depan nanti, ketika kaum agamawan sudah punah, pernikahan mungkin tetap diperlukan, tapi bukan dlm pengertian menjalankan ajaran tuhan, melainkan utk mengatur masyarakat agar tidak chaos. Di sini, pernikahan dilihat sebagai kontrak antara dua manusia (kombinasi 1+4 juga boleh) yg mau hidup bersama. Kontrak tsb bisa dilihat sebagai AD/ART-nya keluarga tsb. Sekarang saja sudah ada pasangan istri-suami yg punya kontrak seperti itu, di samping buku nikah. Ini konsekuensi zaman.

    Ok, jawaban yg bagus.

    Jadi atheis tetap membutuhkan pernikahan sebagai kontrak antar manusia.
    Dan konsep pernikahan memang diadopsi dari agama2.

  10. #70
    Quote Originally Posted by purba
    Qala, di masa depan nanti, ketika kaum agamawan sudah punah, pernikahan mungkin tetap diperlukan, tapi bukan dlm pengertian menjalankan ajaran tuhan, melainkan utk mengatur masyarakat agar tidak chaos. Di sini, pernikahan dilihat sebagai kontrak antara dua manusia (kombinasi 1+4 juga boleh) yg mau hidup bersama. Kontrak tsb bisa dilihat sebagai AD/ART-nya keluarga tsb. Sekarang saja sudah ada pasangan istri-suami yg punya kontrak seperti itu, di samping buku nikah. Ini konsekuensi zaman.
    oow ... yng butuh aturan pernikahan itu manusia yak pur?
    kirain klo agama dah punah, manusia dah gak butuh lagi aturan pernikahan
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  11. #71
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan
    Jadi atheis tetap membutuhkan pernikahan sebagai kontrak antar manusia.
    Betul, ateis perlu aturan. Ateis jelas kagak butuh tuhan. Namanya saja ateis. Bahkan ateis sejati, kalo denger nama tuhan, mencret-mencet...

    Quote Originally Posted by AsLan
    Dan konsep pernikahan memang diadopsi dari agama2.
    Gak harus dari agama, dari AD/ART suatu organisasi juga bisa. Namanya saja kontrak.

    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    oow ... yng butuh aturan pernikahan itu manusia yak pur?
    kirain klo agama dah punah, manusia dah gak butuh lagi aturan pernikahan
    Jangankan manusia, kecoa saja butuh peraturan, Sing.

  12. #72
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    AD/ART itu apa sih?

  13. #73
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    AD/ART itu apa sih?
    Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga. Utk suatu organisasi, itu berisi aturan-aturan/panduan dlm mengelola organisasi tsb.

  14. #74
    soal blasphemy

    Quote Originally Posted by Alip
    Bila ada atheis yang hobinya menghujat, bisa dikatakan dia adalah seorang "angry atheis", yaitu orang yang kecewa dengan agamanya sebelumnya dan menjadikan atheisme sebagai pelarian. Itulah dia selalu butuh untuk menyalahkan agama guna mencari pembenaran atas keyakinan "baru"-nya itu (hal yang sama berlaku bagi penganut agama yang hobi menyalahkan agama lain, atau aliran lain dalam agamanya sendiri).
    I like this
    Last edited by pasingsingan; 02-01-2014 at 02:14 PM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

Page 4 of 4 FirstFirst ... 234

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •