bohong atau nggak?
yg penting motivasinya baik.
ngomong jujur kalo motivasinya untuk menyakiti hati orang lain ya gak baik.
bohong atau nggak?
yg penting motivasinya baik.
ngomong jujur kalo motivasinya untuk menyakiti hati orang lain ya gak baik.
Last edited by AsLan; 09-11-2013 at 09:45 PM.
saya juga ngga pernah update status dari kapan. cuma karena ada kawan yg suka curhat di FB maka itu akun masi tak pertahankan. Kalo ada yang mau add biasanya kubilang nggak punya. emang nggak niat nambah friend list
soal jujur dan tulus, masing2 balik ke orangnya. ada juga yang jaim, ada yang sadis. saya sih nggak pernah komen ato nge like.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
Hehehehehehhh... terima kasih semua...
Jadi saya kir-terpikir ... secara fenomena soc-med ini memang perkembangan sosial yang "wajar" sebagai dampak dari perkembangan teknologi komunikasi. Saya tidak ingin tejebak dalam generation gap, yaitu generasi yang lebih tua merasa jaman mereka yang paling baik dan sukanya mengkritik ciri-ciri jaman di bawahnya...
Generasi saya yang sudah kenal TV, telpon rumah, dan game-watch memiliki pola kehidupan yang berbeda dengan generasi orang tua saya yang masih mengandalkan radio-tube (itupun isinya cuma RRI), surat, pos-wesel, dan telepati. Generasi di bawah saya yang sudah kenal internet dan e-mail memiliki ciri-ciri kehidupan sosial yang berbeda dengan generasi saya, dan sekarang generasi paling muda memiliki segala informasi di sekeping telpon genggam yang dibawa ke mana-mana, mereka tentunya akan mengembangkan pola sosial yang berbeda pula.
Bahwa suatu pergaulan kadang tulus kadang tidak, ya tentunya suatu keniscayaan. Sungguh politically incorrect ketika istri ketiga boss melahirkan bayi perempuan yang gendut, item, tembem, dan giginya taring semua... lalu saya mengatakan "you need to re-arrange her DNA sequence" (walaupun dalam hati itu yang saya katakan).
Tapi hal yang salah pula kalau para cewek tidak berhentinya "uuuuhhh", "aaaaahhh", "aaawww", "wwwooowww"...
get yourself some acting classes.
*sambil mengurai kaki dan tangan yang kusut gara-gara dilipet sama Chan*
Memang saya baca bahwa internet, apalagi setelah bisa dibawa ke mana-mana, menyebabkan gejala ADD dan information addiction. Itulah kenapa saya batasi screen time anak-anak hanya dua jam di hari Sabtu dan Minggu. Tapi apakah berarti saya perlu mengisolasi diri dari kemajuan jaman (atau fenomena sosial yang diakibatkan oleh kemajuan itu)...
![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
What's wrong with dark skin?? Seriously you guys..
Why can't you see beyond the colour of someone's skin?
Waktu terakhir di rumkit, suster dari Jamaica ditugaskan ngambil tensi simbok. Matanya masih berkaca-kaca karena habis ditonjok orang mabok yang mengeluarkan kata-kata rasis. "Sabar ya mbak," mbok bilang sambil mengusap tangannya. Honestly to God, she has the most delicate skin, as smooth as silk. Her skin was glowing, she was gorgeous.
Simbok kuning langsat tapi kalau ada yang nyebut-nyebut item gitu koq rasanya pengen
Sorry. Just my OOT.
Ups... sorry mbok, no racial comment intended![]()
I have the darkest skin on the block myself, and it took a while until I got comfortable with it (everybody in my family have the stereotyped Palembang yellowish white skin)...
Tapi when it comes to baby... for me there are still ugly and cute looking kind of babies... bahkan anak-anak saya masuk dalam kategori pertama... (sampai ada yang bilang bahwa mereka mewarisi muka saya, then I changed my mind) ..... jadi kalau buat ibu-ibu semua bayi itu lucu dan nggemesin, I beg to differ and will ask for professional help
![]()
>ikoet djedjaring(an) sosial, bisa dibilang hanja oentoek kesenangan dan djoega oentoek berkoemoenikasi,
hanja beberapa teman jang mendjadi pertemanan......
diloear dari itoe djika hanja oentoek sekedar pertemanan sahadja, dihapoes dari pertemanan.....
oentooek setiap statoes jang ada, bila memang pantas oentoek dikomentari dan meng"like" akan diberikan...
oentoek beberapa groep ataoe komoenitas, tjoema sebagai diskoesi dan penjampaian pandangan....
yang ngomong bayi itu lucu dan menggemaskan ga cuman ibu2 doang, bapak2 juga [MENTION=301]porcupine[/MENTION]
maaf oot.
benar kata om alip, bahwa jaman berubah itu keniscayaan. ga bijak aja menjelekkan jaman sekarang hanya karena berbeda dengan jaman kita dulu.
pasti ada yang bisa diambil hikmahnya, kebaikannya.
seperti fenomena facebook dan social media lain, ada yang baik ada yang buruk. trus kenapa harus resisten? ambil dong baik2nya, dan kita bisa ajarkan hal itu ke anak2 kita supaya mereka ga malah ambil yang jelek2nya.
Misal, dengan fb kita jadi kontakan lagi ama teman2 lama, jalin silaturahim (bagi yang mau ya, kalau ga suka kontakan ya udah ambilah sisi positif yang lain) dengan socmed, saya juga banyak update berita terbaru. Diskusi soal kesehatan ibu dan anak juga seru, bahas soal masak2, tips n trik bikin masakan, kue dll, dimana beli bahan kue murah, dimana beli ini itu murah, kan bermanfaat tuh.
aku kira sih ga usah dibenturkan.
soal orang suka narsis, trus kenapa? biarin aja napah, suka2 dia lah.
satu hal yang patut diingat adalah soal keamanan informasi. Harus ada awareness soal information security, harus siap belajar IT risk management, apa yang boleh, apa yang ga boleh di share di fb.
Dosen IT risk management-ku ada 2, satu ga punya facebook (dia penerima beasiswa dr amerika sejak smp sampai s2 karena menang lomba hacker di sana) dan satu lagi punya fb, sering share berita, minta unlock game candy crush mulu xixixixi... (beasiswa dia sampai PHD dr australia) yang ini juga pakar e-government.
intinya, yang satu emang sengaja menutup diri, wajar soalnya komunitas dia kan rada "kelam" xixixi
yang satu lagi sebaliknya, emang sewajarnya harus "tampil" karena sebagai bagian dari pemerintah untuk layanan publik, mustinya begitu, tampil, menyampaikan informasi dan memanfaatkan socmed secara maksimal.
mana yang lebih baik? ya pilihan sih. tergantung kita aja, ga ada yang lebih baik menurutku. tapi juga ga perlu lah mendeskreditkan satu diantaranya
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
account facebook cuma buat stalking
#jujur
I know you didn't mean that, Om.
Om menyangsikan apakah pujian itu tulus atau tidak karena Om sendiri yang ndak mempercayai pujian-pujian itu. You had a problem with it. There you said, it took you a while to be comfortable with your own (skin). While you looked at yourself on the mirror, you didn't see the beauty, now you don't see the beauty in that child either. Jadi sebenernya, kalau kata anak sekarang, DL.
Si Idris Elba ini, ngganteng banget.
![]()
^ oh yeah...ganteng dan manly banget, mbok...
saya suka gayanya...![]()
Popo Nest
Pantesannn
Ikut OOT bentar... Gw termasup orang yang gak peduli warna kulit sih mbok, terbukti ketika nonton pilem "Pacific Rim" yang dibintangin sama dia. Akting dia top bangetSama kagumnya gw sama aktor trio kulit item asal amrik yakni : Denzel Washington, Samuel L. Jackson sama Morgan Freeman
Heck with skin color![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Anu kalo yang gelap saya sukanya Will Smith. Terserah orientasi seksnya dia apa.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
iya will smith ganteng. dan aku malah suka yang berkulit cenderung gelap. buat cowo, itu maco banget
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Perasaan masuk thread apa aja kok isinya cowok ganteng semua ya? ... Xixixixixi
hai hai hai.....
.
tulus lah.. kenapa harus bohong?
foto baby kok dibilang menyebalkan *lipet2 om alip*
baby itu lucuuuuuuuu...
Om Alip, kan ada istilah ga kenal maka ga sayang. coba aja bikin akun FB dulu. klo setelah digunakan ga terlalu merasa butuh atau penting tinggal hapus akun. Dulu aku bikin FB juga wara-wiri doang ga jelas, sekarang dipake buat jualan sampingan kan ada fungsinya juga toh *selain main game FB juga![]()
A kid at heart
![]()
kok malah ngomongin cowok item???
Mirror mirror on the wall, who is the fairiest dark man of all? *sambil elus-elus martil*
Tuh... katanya saya kok!!!
***
So the way I see it...
Menurut teori ngaco-nya saya, setiap manusia memiliki lapisan-lapisan dalam pergaulan, seperti paspampres dibagi atas ring 1,2 dan 3.
- Ring 1 adalah lapisan paling dalam, berisi orang-orang paling intim yang bisa kita percaya dan mempercayai kita. Orang-orang ini biasanya dekat (baik secara jarak maupun emosi) dan kita bisa saling mengandalkan satu sama lain.
- Lalu Ring 2 berisi orang-orang yang rajin berinteraksi dengan kita, tapi tidak segitu dekat secara emosional.
- ... dan Ring 3 sebatas kenalan.
atau kira-kira gitulah... kita bisa bikin kriteria masing-masing. Prinsipnya semakin keluar ring, ikatan kebersamaannya makin berkurang tapi jumlah manusianya makin banyak.
Kalau pengamatan saya, jejaring sosial yang jumlah 'friends'-nya banyak itu didominasi oleh manusia dari ring luar... apakah itu orang dari masa lalu, kenalan di klub, pehobi yang sama, keluarga jauh, dan sebagainya. Perasaan saya kok tidak 'at home' menangani sekian banyak orang dan menghabiskan sekian banyak waktu, padahal mereka bukan stakeholder penting dalam kehidupan kita. Ibarat keluhan Aslan di sebelah, ibunya asyik bbm-an sehingga anaknya terbengkalai. Dan CMIIW, program jejaring sosial itu sepertinya memang menyita banyak waktu, dan membuat kecanduan.
Being 97% introvert according to Briggs Meyer test, mungkin jalan tengahnya adalah saya buka akun baru lagi, tapi hanya berisi sedikit orang yang dekat ya? Dengan begitu waktu tidak terbuang banyak, dan saya juga bisa jadi diri sendiri. Misalnya, kalau seorang bayi lahir, regardless of appearance, saya bisa tulus memberi selamat pada orang tua-nya, because I do feel happy for them. Bukan basa basi yang basi dan nyebelin...
---------- Post Merged at 04:55 AM ----------
Saya punya akun FB kok... yang umurnya sudah lumayan lama dan lumayan berisi... tapi sudah lupa password-nya![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
Sepokat banget sama yang iniOriginally Posted by alip
Nikmati aja, selagi adaOriginally Posted by eve
![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
kalu g komen sih, biasany jujur & tulus. kalu emang potonya jelek, dan komen bakal cenderung bikin sakit hati, mendingan diem aje g nya
ah, tapi jarang2 maen socmed juga. dl aja bikin FB demi petsoc. sekarang petsoc sudah tamat, FB mendekati ajal juga keknya. wkwkwk