Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 21 to 35 of 35

Thread: Karir atau Pendidikan?

  1. #21
    pelanggan tetap Shaka_RDR's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    1,330
    ga ada opsi tengah?
    i mean... gw sendiri juga nyaris sama dengan u.
    balik dari spore pengen kuliah S2, tapi ga mungkin juga klo ga kerja.
    jadi gw kuliah sambil kerja, ditempat yg sama

    ada kemungkinan u bisa kerja di kampus u ? klo iya, why not?
    biasanya klo kerja dikampus jam kerja jauh lebih fleksibel, apalagi klo u sedang kuliah di kampus tersebut juga. dan u juga bisa langsung "disalurkan" untuk jadi dosen sekalian.

    gaji dari kampus emang ga gede, but hey.... i rejected that 100% salary increase to gain more in the future, rite?
    Space available for Ads.
    PM for nego

  2. #22
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Ini menyangkut profesi psikolog kan? Puas2in dulu, tentu saja dlm batas2 tertentu, untuk merasakan "stress" di tempat kerja. Itu akan menjadi bekal yg sangat berharga nantinya, dimana akan semakin banyak "orang2 yg stress krn pekerjaan dibandingkan stress krn faktor lain".

    Gimana seorang psikolog mau ngobatin orang stress kalo dia sendiri ndak tahan stress?

    *kecuali praktek psikolognya pengin nyaingin RSJ KM yg pasiennya golongan primata*

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  3. #23
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Si mbok harus kerja beberapa tahun dulu baru bisa S2.

    Sekarang sudah ndak begitu lagi ya?

  4. #24
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Saran praktis dari saya:

    Ambil kerjaan baru dengan gaji 150%. Nabung sambil cari beasiswa, pas tahun depan daftar udah nggak bingung soal duitnya plus ada tambahan pengalaman kerja di CV. Kecuali jika ada pertimbangan krusial hingga harus tahun ini juga daftarnya.

    Sekarang ini fresh graduate dimanjakan dengan banyak beasiswa, [MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION]. skemanya macam2: sandwich, double degree, fast track...cuma mereka ndak punya pengalaman kerja samsek jadi rada gagap pas lulusnya. It's the mater of choice sih.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  5. #25
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kalau saya perhatikan, ini masalah ingin jadi dosen, tidak ingin terjun ke dunia industri... diiringi dengan ketertarikan yang cenderung pada aspek klinis, bukan perihal lain dari psikologi.

    Yang saya pahami dalam kasus Indonesia, psikolog klinis kalau tidak jadi akademisi di kampus ya jadi dokter di rumah sakit. Pasar untuk psikolog klinis di Indonesia masih sangat sedikit. Kalaupun coba membuka biro partikelir, klien yang datang pada umumnya minta pengembangan karir, psikotes, dan konsultasi kejiwaan ringan. Kejiwaan berat seringkali harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan terapi obat-obatan. Klinis-nya malah nggak kepake. Jadi ya memang jadi dosen.

    Jadi saya sih kembali ke pertanyaan saya yang pertama, yakinkah bahwa kehidupan akademis betul-betul sesuatu yang diinginkan? Ingin jadi dosen di mana? Bagaimana aspirasi kehidupan sebagai dosen nanti?

    Saya banyak bertemu lulusan psikologi yang dari dulu cita-citanya memang ingin jadi dosen, tapi semata-mata karena hanya itulah profesi yang mereka ketahui. Peran psikolog di Indonesia belum sedemikian besar sehingga pilihan-pilihan lain di luar akademis sepertinya tidak mencuat ke permukaan. Prakteknya banyak diantara mereka yang berhasil membangun karir di dunia industri, dengan semangat yang sebelumnya mereka tidak ketahui. Sebagian yang merasa dorongan mengajarnya tetap besar akhirnya mengambil profesi trainer industrial, baik secara paruh waktu maupun sebagai profesi utama.

    ... posisi HR di perusahaan memang tidak selalu asyik, apalagi di perusahaan yang belum menganggap HR sebagai posisi strategis, biasanya masih menggabungkan antara HR dan GA (general affair). Dalam hal ini, posisi HR tidak lebih dari pembantu umum, job desc.-nya gak jelas. Makanya penting mencari perusahaan yang HR-nya serius dan strategis.

    Untuk seseorang seperti moodpecker yang bisa lulus dengan beasiswa 100%, tentunya tidak sulit untuk bergabung dengan perusahaan papan atas.

    Biasanya hal ini juga yang menyebabkan dunia akademis kelihatan lebih menarik ketimbang dunia kerja, tidak hanya di disiplin psikologi, tapi juga di keilmuan lain. Di dunia akademis, kita bisa berekspresi dan mengkhayal menerapkan keilmuan kita secara bebas. Coba tengok studi kasus yang ada di buku kuliahan, semua menantang pola berpikir dan rasanya menyenangkan. Tapi di dunia kerja, hal ini hanya bisa dilakukan pada posisi yang sudah tinggi dan punya wewenang mengambil keputusan strategis. Ketika baru mulai, tentunya kita merangkak dari bawah mengerjakan hal-hal yang taktis atau malah administratif. Jadinya membosankan dan nggak asyik. Tapi itulah hal yang harus dilalui untuk mengembangkan diri kita agar sampai ke posisi strategis yang pekerjaan jadi sama asyiknya dengan diskusi perkuliahan.

    Jadi saya tidak menganjurkan satu diantara dua... saya menganjurkan untuk menelusuri aspek-aspek yang belum terungkap dari profesi yang ada.
    Misalnya,
    1. Memangnya di S2 belajar apa saja?
    2. Kalau S2, selain dosen bisa ke mana?
    3. Berapa besar kemungkinan diterima jadi dosen? Di mana saja pilihannya? Ada pilihan tertentu?
    4. Apa yang dijanjikan S2 yang tidak bisa dipenuhi oleh S1 (selain akademis)?
    5. Gaya hidup apa yang diimpikan sebagai dosen yang tidak ada di dunia industri?
    6. Apa di dunia industri yang bisa disetarakan dengan kegiatan mengajar?
    7. dan lain-lain...


    Jangan memilih dengan informasi yang terlalu sedikit, apalagi kalau sesungguhnya dibalik itu semua cuma kekecewaan terhadap pekerjaan yang sekarang...

    Selamat berpikir dan memilih...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  6. #26
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Si mbok harus kerja beberapa tahun dulu baru bisa S2.

    Sekarang sudah ndak begitu lagi ya?
    sepertinya enggak, mbok
    soalnya temen kuliah S2 saya dulu ada yg belum lama lulus S1

    tapi ya itu tadi, pas bikin tugas jadi bingung
    karena banyak hal yg menyangkut pekerjaan dan pengalaman kerja di dunia nyata
    Popo Nest

  7. #27
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    saya setuju dengan alip dan tusc
    kurasa pertanyaan2 alip lebih ke mempertanyakan passion dan niat dan tujuan profesi yang kamu harapkan beserta realitanya.

    tapi kalo seandainya jawaban2 itu sudah terjawab dan masih mantep mau maju ke arah situ despite all that, maka saya akan pilih jalan praktis seperti yang tusc bilang. ngambil dulu yang 150% itu sambil membangun portfolio sekaligus menabung.

    saya sendiri ngga akan mempertaruhkan 100% or 90% keberlangsungan kuliahku pada "kemungkinan" beasiswa. karena ini faktor yang masih blom diketahui pasti kan? masih berstatus "mungkin". kecuali kamu udah dapet konfirmasi beasiswa dari sebelum kuliah ya. i am not a big gambler sih kalo mo kalkulasi2 dulu sebelum cemplung, saya akan coba sediain 50%-60% yang pasti (misalnya biaya sendiri ato kepastian bisa sambil kerjaan freelance dan part time work laennya), persentase sisanya baru saya gamble ke beasiswa. kalo ternyata beasiswa bisa cover 100%, then fund ekstra yang udah saya sediain akan menjadi ekstra dan bisa kukesampingkan for rainy days.

    but that's me sih. conservative gambler
    Last edited by ndugu; 06-11-2013 at 10:25 PM.

  8. #28
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    setuju ama ndugu. tergantung kondisimu gimana. pertanyan om alip bisa tuh dijawab dulu.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #29
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    iya kalau betting, cari beasiswa jangan tunggu sampai kuliah mulai.
    mulai sebelum daftar kuliah dan pastikan dapat konfirmasi beasiswa
    setelah dapat admission letter. application fee bolehlah bayar sendiri
    dulu tapi lainnya ditanggung beasiswa.

    bagus usul-usul disini, banyak munculkan pertanyaan dan alternatif
    terus buat future scenario map dari sana. semakin rinci, proyeksi karir
    dan kehidupan akan terlihat lebih jelas... atau sebaliknya

  10. #30
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Masih tetap prefer opsi pertama (ambil kerjaan yg baru), dgn tetap memupuk opsi kedua (ambil S2) sampe tahun berikutnya.

    Singkat cerita gw kurang betah kerja di sini, selain job desc gak jelas, gajinya juga kurang memuaskan.

    Kemarin ada yg nelpon, HRD dari perusahaan lain, mau nawarin gw jadi HRD di sana dengan gaji 150% dari gaji gw saat ini.

    Di sisi lain, pendaftaran S2 psikologi juga baru dibuka.
    Jgn mengambil sebuah keputusan drastis ketika sedang dlm kondisi "galau". Jgn sampe terjadi opsi kedua pada akhirnya hanyalah sebuah bentuk "pelarian" dr kondisi (kerja) sekarang yg tidak menyenangkan.

    Takut keputusan gw yg terlalu gegabah...
    Kata mbah buyut: "Jika kamu hendak marah, maka hitunglah napasmu sebanyak 10 kali sebelum bertindak."

    Selama jangka waktu satu tahun kedepan itulah saat yg tepat untuk dimanfaatkan "menghitung sebanyak 10 kali".

    Mantapkan itu sebagai sebuah goal kedepan. Dgn adanya sebuah goal yg jelas, orang biasanya akan lebih mudah dan nyaman melewati rintangan seberat apapun, tentu saja tetap masih dlm batas2 tertentu, kalo pun seandainya kondisi kerja di tempat baru tsb, ini bicara apesnya, lebih "buruk" dr kondisi tempat kerja sekarang. Pikirkan aja sisi positifnya, gaji 150% akan sangat membantu untuk tercapainya goal ambil S2 di tahun depan.

    Anyway...

    Apapun opsi yg akan dipilih untuk saat ini, baik itu opsi pertama maupun opsi kedua, yg terpenting jgn pernah ragu2 lagi ketika sudah memilih, apalagi sampe berpaling kebelakang. Fokus dgn goal didepan.

    Good luck.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  11. #31
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Biasanya hal ini juga yang menyebabkan dunia akademis kelihatan lebih menarik ketimbang dunia kerja, tidak hanya di disiplin psikologi, tapi juga di keilmuan lain. Di dunia akademis, kita bisa berekspresi dan mengkhayal menerapkan keilmuan kita secara bebas. Coba tengok studi kasus yang ada di buku kuliahan, semua menantang pola berpikir dan rasanya menyenangkan. Tapi di dunia kerja, hal ini hanya bisa dilakukan pada posisi yang sudah tinggi dan punya wewenang mengambil keputusan strategis. Ketika baru mulai, tentunya kita merangkak dari bawah mengerjakan hal-hal yang taktis atau malah administratif. Jadinya membosankan dan nggak asyik. Tapi itulah hal yang harus dilalui untuk mengembangkan diri kita agar sampai ke posisi strategis yang pekerjaan jadi sama asyiknya dengan diskusi perkuliahan.
    Kalo masih di bawah memang sulit mau mengembangkan kapasitas intelektual. Saya juga merangkak dari bawah, dan sekarang menyadari bahwa di masa itu saya sedang dikasi kesempatan untuk mengembangkan diri di bidang lain seperti teamwork, networking, customer service, program planning dll.

    Jadi saya cenderung setuju dengan pendapat om alip, kerjaan bawahan itu nggak selalu asyik dan sesuai passion. Tapi memang perlu melalui tangga nggak asyik itu untuk sampai ke posisi di mana kita bisa lebih bebas eksplore ide dan intelektualitas. Been there, proved that

    Tapi saya juga setuju kamu lanjut S2 regardless the reason. Asalkan niatnya baik, pendidikan yang lebih tinggi saya yakin akan membawamu ke tempat yang lebih baik.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  12. #32
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by 234 View Post
    Masih tetap prefer opsi pertama (ambil kerjaan yg baru), dgn tetap memupuk opsi kedua (ambil S2) sampe tahun berikutnya.

    Singkat cerita gw kurang betah kerja di sini, selain job desc gak jelas, gajinya juga kurang memuaskan.

    Kemarin ada yg nelpon, HRD dari perusahaan lain, mau nawarin gw jadi HRD di sana dengan gaji 150% dari gaji gw saat ini.

    Di sisi lain, pendaftaran S2 psikologi juga baru dibuka.
    Jgn mengambil sebuah keputusan drastis ketika sedang dlm kondisi "galau". Jgn sampe terjadi opsi kedua pada akhirnya hanyalah sebuah bentuk "pelarian" dr kondisi (kerja) sekarang yg tidak menyenangkan.

    Kata mbah buyut: "Jika kamu hendak marah, maka hitunglah napasmu sebanyak 10 kali sebelum bertindak."
    saya sih merasa kalo seandainya seseorang merasa tidak betah dengan kerjaannya, itu indikasi dia perlu mengambil tindakan dan mencari yang laen ya, ntah mencari tempat kerja laen, ato pekerjaan yang laen yang lebih sesuai dengan panggilannya. tentu saja dalam kasus ekstrim misalnya baru kerja seminggu trus udah ngeluh galau dan ga betah, ya itu terlalu drastis. cuman saya merasa dalam kasus moodpecker ini kayanya ngga demikian deh. kedengarannya moodpecker udah ada sedikit bayangan akan arah yang ingin dituju. CMIIW ya moodpecker

    Apapun opsi yg akan dipilih untuk saat ini, baik itu opsi pertama maupun opsi kedua, yg terpenting jgn pernah ragu2 lagi ketika sudah memilih, apalagi sampe berpaling kebelakang. Fokus dgn goal didepan.
    ini saya setuju

  13. #33
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    ^
    Yup, tentu saja butuh sikap dan tindakan dgn segera. Cabut dr pekerjaan yg sekarang! Rasanya ini semua sepakat dan TS pun sudah bulat untuk hal tsb.

    Lalu muncul 2 opsi, pindah ke tempat baru atau ambil S2. Panggilan kerja baru sudah didepan mata, entah kapan itu akan muncul lagi. Pendaftaran S2 pun sedang berlangsung, setahun berikutnya baru akan muncul lagi.

    Harus segera diambil keputusan cepat. Jgn sampe dua2nya malah lepas dan tetap pada kondisi yg sekarang.

    Nah dlm hal ini, menurutku, opsi kedua (ambil S2) itu sebuah keputusan drastis, relatif lebih drastis dibandingkan opsi pertama (pindah kerja).

    Tapi bagaimanapun, semuanya tetap kembali pada TS yg harusnya lebih tahu kondisinya, baik scr internal (potensi diri, SW alias Strengths n Weaknesses) maupun eksternal (peluang diluar, OT alias Opportunities n Threats).

    Kita disini, sbg pihak luar, tentu hanya sebatas bisa kasih tambahan masukan dan gambaran seputar OT nya aja.

    So, ndak ada salahnya TS coba kalkulasi lagi dgn tambahan masukan semua temen2 disini sbg bahan pertimbangan.

    Tapi,...cepetan! Waktunya dah mepet tuh.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  14. #34
    pelanggan
    Join Date
    May 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    346
    Hello semua, maaf baru balik dari Puncak. Gw selama 3 hari jadi pembicara retreat sekolah *which is my passion*.

    Oke setelah bbrp hari berpikir, saya memutuskan:

    1. Resign is a must! Gw pasti resign dari kantor pertama, job desc yg gak jelas uda buat gw gak engaged lagi di kantor tsb.
    2. Gw juga daftar S2, biaya pendaftaran 400rb
    3. Masuk S2 di Februari, nah di Januari gw akan lihat (sambil kerja). Jika ternyata ada peluang untuk kuliah S2 dan lulus ada peluang kerja, berarti masuk S2 aja. Jika ternyata enakan kerja di kantor baru, ya lanjut kerja aja

  15. #35
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    ini udah ikut ujian apa baru daftar aja?
    belum tau kan bisa pasti masuk S2nya?
    Popo Nest

Page 2 of 2 FirstFirst 12

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •