blum oplas juga
blum oplas juga
^ make up nya luntur yah![]()
~Radio Kopimaya~
nyomot dari status FB temang
ada apa dengan evan dimas?andi
PSSI SARAP !!!
VIKING PERSIB wrote:
lupakn dahulu perseteruan. smuanya harus bersatu untuk mlawan Mafia PSSI demi kbaikn timnas GARUDA, katanya korsel, philipina dan laos akan protes soal status EVAN DIMAS yg ilegal, PSSI harus siap2 apabila kemenangn INDONESIA di anulir
http://olahraga.kompasiana.com/bola/...al-601002.html
Emang masih ada 'klub yang tidak diakui PSSI'?Jika merujuk berita diatas maka pemain yang dimaksud pihak Timnas Korsel adalah Evan Dimas.
Sang pencetak hattrick ke gawang Timnas Korsel ini adalah pemain Klub Persebaya 1927.
Kita tahu bahwa klub Persebaya 1927 adalah klub yang tidak diakui PSSI.
---------- Post Merged at 10:51 AM ----------
Berita lama sebenarnya, 24 September
http://www.tribunnews.com/superball/2013/09/24/klub-kapten-timnas-u19-tak-diakui-pssi
Tapi ternyata emang masih diproses berkasnya.Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono mengaku, tidak bisa mengesahkan status pemain profesional kapten Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono dikarenakan dia bermain bukan di klub anggota PSSI.
PSSI menilai bahwa Persebaya yang sebelumnya tampil di Divisi Utama dan promosi ke Liga Super Indonesia (LSI) sebagai klub yang sah. Keputusan itu dibuat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta 17 Maret 2013. Sementara, Persebaya 1927 dianggap bukan anggota PSSI.
“Itu menjadi domain LPIS untuk mengesahkan. Tidak ada pengesahan status pemain kepada klub non-anggota,” ujar Joko Driyono ditemui di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (24/9/2013).
Manajemen Persebaya sudah menanyakan berkas administrasi Evan ke PSSI. Terakhir, Persebaya memasukan berkas administrasi ke PSSI satu minggu lalu.
Namun PSSI belum mengesahkan status profesional Evan Dimas. Hingga kini proses alih status Evan dari pemain amatir ke profesional, belum disahkan oleh PSSI.
Joko Driyono menambahkan, di dalam membuat keputusan terkait klub non anggota PSSI, pihaknya harus berhati-hati supaya tidak disalahtafsirkan.
“Untuk 5 klub non anggota PSSI, kami harus hati-hati. Jangan sampai ditafsirkan menggugurkan status KLB kemarin. Kami tidak ingin terlalu jauh membahas ini menjadi polemik,” katanya.
http://www.metrotvnews.com/bola/read/2013/10/13/14/187977/Indonesia-ke-Piala-Asia-Ini-Harapan-Orang-Tua-Evan-Dimas-
"Secara pribadi kami meminta kepada PSSI agar segera mengurus prosedur berkas Evan Dimas. Kami berharap Evan Dimas dikukuhkan sebagai pemain sepak bola profesional hingga dapat bermain bersama klub sepak bola profesional," ujar Ana yang diamini Condro.
Hingga saat ini, Persebaya 1927 yang telah membesarkan nama Evan Dimas memang tidak diakui oleh PSSI. Organisasi yang dipimpin Djohar Arifin-La Nyalla Mattalitti itu hanya mengakui Persebaya Divisi Utama (kini promosi ke Indonesia Super League).
Hayah..![]()
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
Persebaya 27 maen di Liga Prima yang bukan agendanya PSSI ya? halah, rempong
Ini lagi PSSI juga ga mau mengesahkan evan dimas jadi pemain profesional, alasannya Persebaya 27 ga terdaftar di PSSI
Bagus pak petinggi PSSI, ntar kalau kemenangan U19 beneran dianulir, wasallam aja deh lu ngarep timnas kualitasnya bagus...lah pengurusnya kacrut semua
Itu lagi korsel, gak sportif...kemaren mau tanding kenapa diem aje? giliran kalah nyari2 masalah
kena batunya kalo sampe bener2 dianulir kemenangan timnas
siap2 aja kantor pssi dibakar massa
btw kemenangan atas korsel kemarin sabtu sekali lagi nunjukin kalo stamina itu penting!!
mau strategi sebagus apapun, skill individu setinggi apapun, percuma saja kalo ga punya stamina memadai
dan seperti yg pernah gw bilang, semoga pemain2 u-19 ini dibuang buat main di luar negeri
bakal rusak mereka kalo main di liga indonesia
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
PSSi emang lucu
status ngga diakui, tetapi Persebaya 1927 pernah di jatuhin hukuman
dan pemain nya dipake![]()
~Radio Kopimaya~
Haiah... Evan Dimas aja dipermasalahin, justru liat jasa si kapten fantastik ini so far dong, REAL and NO F*CKIN B*LLSHIT! Masih aja debat gak penting soal dia ikut klub legal ato non-legal. Emang gw pikirin?!
Ini timnas coyy, siapapun anak muda yang mau tulus berusaha dan berjuang keras demi bela negara apalagi udah nyumbang prestasi patut dihargai, gak peduli dia ikutan kompetisi legal maupun non-legal. Pendapat gw sih
================================================== ==================
Apa-apaan ini? ada segala Nikita Willy
Ah what the heck! Semoga aja para fighter Garuda Muda ini gak terpengaruh hal-hal macem begitu, nihhh momen banget buat si Menpora kalo mo carmuk nih...jagain nih timnas muda ini jangan sampe terpengaruh godaan-godaan semacam itu
================================================== ==================
Nyumbang artikel ahhh...
Timnas U-19 Merajut Mimpi ke Piala Dunia
yang di-italic.. VO2 max, gw rasa itu kunci kenapa stamina Indonesia gak ada matinye, gak memungkiri juga bahwa stamina itu perlu didukung oleh semangat juang yang tinggi. Sir Indra Sjafrie emang topOleh: Satria Kartika Yudha
Mereka hanyalah anak-anak kampung. Hampir sebagian besar dari mereka pun hidup dalam keterbatasan. Tapi, di pundak mereka lah masa depan sepak bola Indonesia berada.
Evan Dimas misalnya, gelandang sekaligus kapten timnas U-19 ini hanyalah seorang anak satpam. Winger Ilham Udin Armaiyn merupakan anak yatim. Sedangkan bek Sahrul Kurniawan adalah anak buruh tani.
Pengalaman hidup di dalam keterbatasan itu membuat mereka memiliki mental baja dan semangat pantang padam untuk mengharumkan nama bangsa. Evan Dimas dkk kini bertekad membawa sepak bola Indonesia ke level lebih tinggi, Piala Dunia.
Timnas U-19 memang kembali berhasil menorehkan catatan emas. Setelah menjuarai Piala AFF 2013, pasukan Indra Sjafrie sukses memastikan diri melangkah ke putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, tahun depan, usai menjadi juara Grup G pada fase kualifikasi.
Keberhasilan menembus putaran final Piala Asia membuka peluang Indonesia untuk tampil di Piala Dunia U-20 2015 di Selandia Baru. Skuat Garuda Jaya akan menggenggam tiket Piala Dunia apabila bisa menembus fase semifinal pada Piala Asia nanti.
"Indonesia sekarang adalah Macan Asia. Dan semoga kita bisa menapak lebih tinggi dengan tampil di Piala Dunia U-20," kata Indra Sjafrie berbincang dengan awak media di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (13/10) siang.
Menembus semifinal Piala Asia tentu bukan hal mustahil. Indikatornya, timnas U-19 berhasil mengalahkan Korea Selatan dengan skor 3-2 pada laga pamungkas Grup G kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion GBK, Jakarta, Sabtu (12/10) malam. Korsel merupakan tim tangguh yang sudah 12 kali menjadi juara Piala Asia.
Lawan Eropa
Kendati begitu Indra Sjafrie tak lekas berpuas diri. Ia menilai permainan anak-anak asuhnya masih banyak yang perlu diperbaiki. Pelatih asal Sumatera Barat itu pun langsung menyusun rencana terkait persiapan timnya menuju Piala Asia yang akan dihelat pada Oktober 2014.
Dengan rentang satu tahun, Indra akan memanfaatkan betul waktu tersebut. Pertama, ujar Indra, yang perlu dilakukan adalah terus menaikkan level permainan anak-anak asuhnya. Caranya dengan melakukan uji tanding melawan tim yang levelnya lebih berada di atas.
Indra meminta kepada PSSI dan Badan Tim Nasional untuk dapat mencari lawan uji coba dengan tim-tim Eropa. "Kita harus menambah pengalaman dengan melawan tim-tim Eropa. Jangan lagi Asia. Saya segera berkordinasi dengan BTN terkait hal ini," kata Indra.
Laga uji coba dengan tim Eropa sangat penting untuk membenahi kelemahan timnya. Menurutnya, pasukannya masih lemah dalam mengantisipasi bola-bola atas ketika bertanding melawan tim-tim yang para pemainnya memiliki postur lebih tinggi.
Sebenarnya, lanjut dia, sudah ada promotor yang menawarkan laga ekshebisi kepada timnas U-19. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Indra karena lawan yang dijanjikan adalah lawan dari level Asia.
Blusukan ke Kampung
Selain melakukan persiapan dengan memperbanyak uji coba, Indra akan melanjutkan tradisinya untuk melakukan 'blusukan' ke daerah-daerah di pelosok nusantara.
"Saya yakin, masih banyak pemain bagus di kampung-kampung yang belum terpantau," ungkapnya.
Sama seperti sebelum-sebelumnya, Indra bakal menetapkan standar tinggi dalam pemilihan pemain. Ini penting agar Indonesia memiliki pemain yang memiliki kualitas merata.
Beberapa faktor yang akan menjadi penilaian adalah VO2max yang minimal mencapai angka 55, teknik individu mumpuni dan semangat juang tinggi.
"Kalau standarnya tinggi, kita tidak perlu risau dengan kemampuan pemain. Bila perlu juga dalam satu posisi, ada dua sampai tiga pemain pelapis," kata dia.
Asah Mental
Terakhir dan yang harus dilakukan Indra saat ini adalah menjaga mental serta motivasi pemain agar tidak terlena dengan rentetan keberhasilan yang diraih. Pemain harus bisa meningkatkan performanya bila tak ingin disisihkan dari skuat.
Indra dengan tegas tak pernah menjamin posisi pemain meskipun pemain itu sudah mempersembahkan gelar juara.
"Evan Dimas dan Ravi Murdianto pun bisa saja keluar. Jangan anggap posisi mereka aman, mereka harus bisa bersaing," tegasnya.
Ucapan Indra itu bukan tanpa alasan. Ia mencoret nama gelandang Alqomar dari skuat kualifikasi Piala Asia. Padahal, Alqomar tampil cemerlang pada laga perdana Piala AFF 2013 dengan mencetak satu gol indah lewat tendangan jarak jauh.
Alqomar terpaksa disisihkan karena dinilai tidak bisa menunjukkan perkembangan.
Saat ini para pemain timnas U-19 sudah kembali ke kampung halaman masing-masing. Indra belum mengetahui pasti kapan akan melaksakan program-program persiapan menuju Piala Asia. "Kita nikmati dulu keberhasilan ini," ujar dia.
Redaktur : Didi Purwadi![]()
Last edited by noodles maniac; 14-10-2013 at 11:00 AM.
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
^ masalah nya Del..kalo klub nya dianggal ilegal, masa pemain nya dianggal legal![]()
~Radio Kopimaya~
Persebaya 1927 memang belum diakui. Tau kan sejarah LPI dan ISL.
LPI sempat diakui kepemimpinan awal Djohar, sekarang dia cuma boneka.
LPI sekarang sudah dibekukan, bukan agenda PSSI lagi lho
Benar salah PSSI kok, ga mau mengakui status profesional Evan Dimas
Ini sudah diperdebatkan beberapa waktu lalu. Respon PSSI, Evan fokus saja
untuk timnas. What?? Padahal untuk pemain, klub adalah sumber penghidupan
sedangkan timnas itu wujud tanggung rasa dia sebagai warga negara.
Nih sumbernya http://goo.gl/8EvOMd
Bukan Korsel ga sportif, justru yang menjadi tidak fair adalah Indonesia karena
sudah jelas status profesi Evan Dimas belum dilegalisasi namun tenaganya
sudah digunakan. Ini seperti halnya proses naturalisasi pemain pada masa piala tiger
lalu yang butuh waktu lama dan akhirnya tidak dapat digunakan pada waktu turnamen
Pihak Korsel belum tentu tau kabar ini sebelum pertandingan dimulai.
PSSI sudah tahu ada permasalahan ini namun tetap melanggar.
VO2 max itu konsumsi maksimal oksigen, kuncinya itu di standar yang ditetapkan yaitu
55mL/(kg·min), orang biasa tanpa suka berolahraga paling di kisaran 35-40. Kegiatan
para pemain itu latihan terus sih![]()
[MENTION=152]itsreza[/MENTION]: kayaknya kalau korea baru tau status evan dimas kog agak aneh ya...mengingat sebelum tanding lawan korsel, indonesia udah tanding dulu lawan vietnam dan filipina, mestinya korea memantau evan dimas yang moncer, kecuali kalau emang korea tau dan menyepelekan indonesia sebelum bertanding dan kaget ternyata evan dimas dkk bisa menggilas mereka
Untuk bisa bermain di timnas (apalagi di level U-19) gak perlu musti
berstatus profesional dulu. Banyak kok para pemain2 di negara2 lain
(bahkan di eropa) yang statusnya pemain amatir, terutama di negara2
kecil ato negara2 antah-berantah..
Beda persoalan kalo dia ternyata memalsukan umur, menggunakan
obat2an terlarang atau bukan warga negara yang sah dari timnas
yang dia bela..
Berarti status evan dimas yang belum pro nggak bisa dipermasalahkan korsel dong. kecuali kalo kasusnya dia mau transfer ke luar kayak Andik.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
lalu kenapa ada isu korsel mempermasalahkan status evan dimas yang ilegal alias bukan pemain pro versi PSSI?
sebulan yang lalu, ketemu teman dari badung
dia cerita kalo dari awal kopetisi, yang juara liga itu udah ketahuan
kemungkinan judi kelas berat ada disini
Harusnya sih begitu..
Gw gak tau kasusnya Andik kayak gimana. Karena klub dianggap ilegal alias gak ada,
maka seharusnya status para pemainnya adalah Free Agent alias pemain bebas, gak
ada klub (tapi bukan ilegal). Jadi klub manapun yang mau mengambil dia nggak perlu
membayar uang transfer..
wah gak tau juga, gw juga baru tau dari trit ini..
Last edited by Fere; 14-10-2013 at 07:19 PM.
mungkin karena definisi klub amatir dan klub ilegal berbeda
kenapa baru dipermasalahkan? saya juga ga tau. kelanjutan
gimana, biar mereka yang berwenang yang menangani.
yang jelas isu status profesional dimas sudah diangkat
jauh sebelum ini, dan pihak pssi kurang tanggap dalam
memberikan solusi. buat dimas status profesional ini
penting karena sebagai atlet dia menafkahi hidupnya
dengan sumber utama gaji dari klub. simpelnya: tenaga
dimas udah dipake masa buat lisensi ga dibantu juga sih?
kalau yang begini, udah penyakit lama, ja
dulu sekali ketika tim bulutangkis kita berjaya, di era ivana lie dkk...ivana lie itu ga berktp lho...masih diangkat WNA kalau ga salah, gwe agak lupa, SD saat itu. Ivana Lie kemana2 ngantongin selembar kertas bahwa dia lahir dan besar di Indonesia, bukan kewarganegaraan apa gitu...menjelang pensiun baru deh Ivana diakui sebagai WNI...padahal Ivana udah bawa nama bangsa kemana2![]()