Results 1 to 20 of 72

Thread: Between Musician and Idols

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    [MENTION=7]cha_n[/MENTION]
    yes, yes abolutely, at first para idols itu memang dijual sebagai a whole package, (cantik, pure, bisa nyanyi, bisa dancing dll)
    now.... as we can see, VOCAL itu tidak bisa diboongin, wajah bisa oplas, pinggang bisa sedot lemak but vocals ?? TEKNIK vocal bisa dipelajarin tapi warna vocal itu yang ga bisa boong, i mean... gw bisa belajar tremolo, bisa belajar vibra, gw bisa latihan paru2, tapi apa bisa gw nyanyi seperti (alm) Chrisye ? NO

    itu yang repot, karena itulah Idols dilatih something else, vocal tetap dipoles, tapi tidak begitu jadi fokus
    klopun ada idol yang bener2 suara diva, ya itu gift dia
    ada idol48 yang bakatnya adalah melipat kertas and she's sells ... a LOT

    jadi jawabnya.... klo musikalitas yang dimaksud adalah kemampuan pribadi bermusik para idol, yes memang bukan itu yang dicari
    tapi klo musik seperti yang dikatakan oleh King, NO
    idol itu industri besar, mereka bisa hire top songwriter, top arranger, dan mereka meriset beat2 apa yang lagi trend, jadi soal musik mereka... tidak bisa dipandang sebelah mata
    [MENTION=152]itsreza[/MENTION]
    why not ? sama2 pelaku musik toh ?

    anggep aja mereka ini produsen
    para musisi, itu masih menggunakan taktik dagang lama, mereka memproduksi sesuatu yang unique sesuai bakat mereka, lalu mereka melemparnya ke pasaran
    bagi konsumen yang cocok, ya diambil, yang tidak ? ya sudah

    idol industry, sudah lebih maju dalam taktik dagang, karena tujuan mereka (manajemen) memang berdagang, mereka membuat produk (idol) sesuai dengan trend pasar, hal ini diungkapkan oleh mantan idol 2nd Gen AKB, Akimoto Sayaka, bahwa generasi 1 dan 2 AKB adalah masa2 pencarian jati diri, menjaring apa yang dimaui oleh pasar, pada saat generasi ke 3, barulah audisi AKB dilakukan dengan spesifik (saat itu yang ngetrend adalah anak2 manis sister-like, itulah kenapa 3rd Gen manis2 )
    klo mau dianggap ilmu manajemen, anggep aja Management 3.0 lah , community based, komunitas berperan aktif terhadap pengembangan produk, jadi interaksi yang terjalin 2 arah, bukan 1 arah seperti industri musik normal

    [MENTION=200]TheCursed[/MENTION], klo saya boleh mengutip pepatah (iklan) amrik lawas "God created Men, but Colt made them equal"
    Guns make weaker peoples stand on equal footing with kungfu masters, knights, master swordman dll

    untuk berdiri di panggung besar sekarang tidak lagi hanya didominasi para gifted dengan bakat luar biasa seperti para rockstar dan divas, tapi bisa juga diisi para idol yang (walopun) tanpa kualitas vokal yang mantap, tapi mereka dengan kerja keras bisa tampil setingkat dengan para gifted musician
    meski memang siklus hidupnya short-lived and painfull....

    alright, this is a nice vibe, lets keep it this way ok

  2. #2
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    ...
    [MENTION=200]TheCursed[/MENTION]... klo saya boleh mengutip pepatah (iklan) amrik lawas "God created Men, but Colt made them equal"
    Guns make weaker peoples stand on equal footing with kungfu masters, knights, master swordman dll
    ...
    Still not Swordsman/woman(or knife-nuts, for that matter. ). Fighters, yes. Tapi sebutannya jadi Gunslingers.
    Kayak gue bilang juga. Art ? Yes(probably). Celebrities ? Heck, yea. Musician ? No.

    Kalo emang musician, mustinya bisa 'tumbuh' hanya dari sound semata. And nothing else.

    And, ahm' only here for the 'blade-play', chere.
    And, sadly, I find their kung-fu is lacking.
    Last edited by TheCursed; 08-10-2013 at 08:50 PM.
    A proud SpaceBattler now.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •