kenapa ya jatuhnya "Pokoknya gwe ngasihnya ikhlas ke pengemis itu, urusan dia nipu atau kagak bukan urusan gwe."
Pernah terpikir gak pada akhirnya, pengemis2 itu pulang kampung, mengiming2i orang di kampungnya bahwa di kota enak, ngemis aja bisa kaya di kampung, lalau makin banyak orang ke kota dengan mengemis sebagai pekerjaan mereka?
Siapa yang menyesatkan dan disesatkan di sini?
Liatnya ke masalah sosial...akhirnya jadi sindikat (eh udah sih), akhirnya jadi pemandangan tak sedap, dirazzia satpol pp ntar dibilang gak berperikemanusiaan? Lalu pengemis jadi cover kejahatan (ntah jadi pencuri, mengemis dengan kekerasan dll).
Dan ya, seperti kata [MENTION=7]cha_n[/MENTION] ini masalah pemerintah, harus bisa meminimalkan jumlah pengemis. Kalau perlu mereka ditampung, dididik mentalnya bahwa mengemis dengan menipu itu melanggar hukum, meresahkan masyarakat sekitar, dan tidak terhormat.
Mereka menekan kehormatan dengan mengemis? Oh tidak, mereka dengan sukarela membuang harga diri mereka karena duit yang lebih banyak dibanding mereka yang mau bekerja keras dengan jadi buruh atau kuli.
Ya gwe sih ga pernah sembarangan ngasih ke pengemis. Ada banyak orang yang lebih layak gwe kasih. Tukang cuci setrika langganan gwe, satpam di sekolah anak gwe, guru2 anak gwe yang cuma dapet gaji tetap 300rebu/bulannya, tukang sapu yang sering nyapu deket tempat gwe bikin kue, anak tetangga gwe yang mau bantu2 gwe ngerapiin barang2 berat. Ngapain nyapek2in ati ngasih mereka yang berpotensi menipu. gwe bukan sekedar lihat pahala dan keihklasan gwe. tapi gwe lebih liat menghargai mereka yang mau berjuang demi hidup mereka tampa mencampakkan harga diri mereka.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote
