hehehe...
mungkin ada cara2 lain buat "balas budi"
hehehe...
mungkin ada cara2 lain buat "balas budi"
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Entah kenapa, pas buka trit ini tiba2 di benakku langsung terlintas lagu jadulnya Harry Chapin (thn '70an?) yg di thn '90an sempat dipopulerkan lagi oleh Ugly Kid Joe... (Krn momentnya pas banget kali yak soale baru skitar 3 minggu ini saya baru saja melepas anakku sekolah di Jogja tinggal bareng orang tua saya, apalagi suasananya pas malem2 lagi bengong sendirian gini trus iseng2 buka KM nemu trit ini jadinya langsung keingetan mereka)
Cat's in the Cradle
My child arrived just the other day,
He came to the world in the usual way,
But there were planes to catch and bills to pay,
He learned to walk while I was away,
And he was talking 'fore I knew it, and as he grew,
He'd say, "I'm gonna be like you, dad.
You know I'm gonna be like you"
And the cat's in the cradle and the silver spoon,
Little boy blue and the man in the moon
"When you coming home, dad?" "I don't know when,
But we'll get together then.
You know we'll have a good time then."
My son turned ten just the other day
He said, "Thanks for the ball, dad, come on let's play.
Can you teach me to throw?" I said, "Not today,
I got a lot to do." He said, "That's ok."
And he walked away, but his smile never dimmmed,
I said, "I'm gonna be like him, yeah.
You know I'm gonna be like him."
And the cat's in the cradle and the silver spoon,
Little boy blue and the man in the moon.
"When you coming home, dad?" "I don't know when,
But we'll get together then.
You know we'll have a good time then."
Well, he came from college just the other day,
So much like a man I just had to say,
"Son, I'm proud of you. Can you sit for a while?"
He shook his head, and he said with a smile,
"What I'd really like, dad, is to borrow the car keys.
See you later. Can I have them please?"
And the cat's in the cradle and the silver spoon,
Little boy blue and the man in the moon.
"When you coming home, son?" "I don't know when,
But we'll get together then, dad.
You know we'll have a good time then."
I've long since retired and my son's moved away,
I called him up just the other day.
I said, "I'd like to see you if you don't mind."
He said, "I'd love to, dad, if I could find the time.
You see, my new job's a hassle, and the kid's got the flu,
But it's sure nice talking to you, dad.
It's been sure nice talking to you."
And as I hung up the phone, it occurred to me,
He'd grown up just like me.
My boy was just like me.
And the cat's in the cradle and the silver spoon,
Little boy blue and the man in the moon.
"When you coming home, son?" "I don't know when,
But we'll get together then, dad.
You know we'll have a good time then."
![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.
Huaaaa..hikssssss..jleb!jleb!jlebbbbb!!!
Ma'jleb bangeet postingan Om 234![]()
![]()
Alhamdulillah gw sering duduk2 berdua ama bokap gw buat cerita2.
Miss that moment soooooooooooo bad!!!
Kepada siapa lagi gw akan mengadu??????![]()
![]()
![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
@ Spears
Saya pas bikin postingan itu juga entah kenapa sambil berasa merinding kok, apalagi itu lagu memang dulu termasuk salah satu favoritku.
![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.
g malah udah punya angan2, mertua dan ortu tinggal di 1 rumah bareng g dan hubby
ga persis mesti 1 rumah sih, jadi 1 halaman tapi punya ruang masing2
khawatir, udah pada tua soalnya
yg pasti mertua sih ga mau anaknya jauh2, karena hubby anak bungsu
lagian anaknya cuma dua dan kakak ipar rumahnya beda meski masih 1 kota
---------- Post Merged at 05:49 AM ----------
ini maksud lagunya nyeritain kalo anaknya tumbuh jadi kaya ayahnya gitu ya?
kurang meluangkan waktu untuk masing2?
jadinya lagu ini sindiran apa bukan sih?![]()
Popo Nest
Harapan ? Gw selalu berharap anak gw jadi manusia paripurna, dan gw diberi kesempatan untuk mengantarkannya sampai jadi manusia paripurna. Gw berharap beri yang terbaik ke anak gw, gw berharap gw gak ngerepotin anak gw kelak.
Harapan gw ke ortu, memberikan yang mereka inginkan kali ya... Biar mereka bahagia...
Ya biar anak gw ridho gw jadi bundanya dan orangtua gw ridho gw jadi anaknya....
Percayai apa yang ingin kau percayai
Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….
Iya, [MENTION=130]Porcelain Doll[/MENTION] lagu itu sindiran.
The song is told in first-person by a father who is too busy to spend time with his son. Though the son asks him to join in childhood activities, the father always responds with little more than vague promises of spending time together in the 'future'. While wishing to spend time with his father, the son starts to model himself on his father's behaviour, hence the verse wishing to be "just like him." The final two verses are a reverse of the roles, where the father asks his grown-up son to visit, but the son responds that he is now too busy to find the time for his father. The father then reflects that they are both alike, saying "my boy was just like me." The song's chorus uses imagery related to childhood Cat's in the Cradle, Silver Spoon, Little Boy Blue, Man on the Moon.
---------- Post Merged at 02:52 PM ----------
I'm the guardian of my family. How do I know that? Because the moon told me so.![]()
mungkin memang di kebudayaan tertentu diajarkan begitu secara ga langsung kali ya...
orangtua gw kadang suka ajak gw bicara masalah pernikahan (takut gw ga tertarik), dengan alasan perlu nyari pasangan supaya setidaknya saat tua ada yang menemani dan menjaga saat hari tua, sakit, dsbnya. tentu saja hal yang sama berlaku jika punya anak.
banyak juga kulihat orangtua yang habis2an mengajar dan mendidik anak sampai ada yang sekolah di tempat elite dan les bejibun supaya anaknya sukses, sebagian kacamata gw melihat ya...merek punya harapan besar untuk anak, entah itu agar nantinya sang anak mandiri atau mampu menjaga mereka saat tua
orangtuaku saat ini juga kadang bertanya apa aku mau ganti pekerjaan saja karena menilai gajiku seharusnya bisa lebih tinggi lagi di bidang lain. tetap saja gw merasa ini adalah bentuk perhatian mereka.
andaikan gw di posisi ortu gw juga bakal bertanya hal yang sama ke anak gw kelak (dan seperti orangtuaku, aku juga ga akan maksa)
yang jelas gw bersyukur kebudayaan gw diajarkan untuk menjaga orangtua, menurut gw wajib banget karena mereka udah jagain kita dari kecil, dan paling penting karena aku sayang sama mereka. meskipun sekarang aku belum bisa beri banyak dalam materi, tapi setidaknya dengan pekerjaan sekarang bisa meluangkan waktu pulang dan berkumpul.
kelak jika punya anak, yang jelas pikiranku akan sepenuhnya fokus dulu supaya anakku sehat dan cerdas dalam artian bukan hanya textbook, tapi punya wawasan dan pola pikirnya sendiri. masalah 'membalas budi' itu tergantung si anak
tapi aku ga akan bohong, jika anakku sendiri kelak ingin menjagaku saat tua, itulah hadiah terbesar yang bisa dia berikan padaku
setiap kali berbicara isu masalah ayah ibu pasti ga tahan sedih![]()
A kid at heart
Beberapa posting di atas menyatakan mereka akan menjaga ortunya. Maksudnya apa? Memberikan uang pada ortu? Tinggal bersama dengan ortu? Menjadi "baby sitter" ortu? Atau apa?
Buat ane, pernyataan "menjaga ortu" terkesan klise. Ketika ente berkeluarga, sudah pasti ente sibuk dengan keluarga ente sendiri. Ortu pasti dinomorsekiankan. Boro-boro menjaga ortu, menjaga keluarga sendiri saja, repotnya bukan main. Jika ente masih bujangan, sudah pasti ente sibuk dengan diri ente sendiri. Ortu pun dinomorsekiankan. Apalagi jika ente masih bujangan dan belum punya kerjaan, malah ortu yg masih menjaga ente.
Ente baru punya kesempatan menjaga ortu, ketika ortu sudah tidak perlu dijaga lagi.
Jujur dah...![]()
Terus, kira2 um purba punya solusinya gak?
Percayai apa yang ingin kau percayai
Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….
Ah kagak, gw sekarang dalam posisi menjaga ortu gw dalam hal finansial dan kesehatan beliau tuh. Itu tinggal hati dan nurani yg bicara. Cuma jadi kalimat klise atau harus aksi? Gw melakukan krn kepepet ato kepaksa? Gw bisa milih ninggalin bokap dan tinggal di kota yg lbh dekat dgn tempat gawe hubby. Tapi gw dan hubby milih opsi pertama, gw ngurus ortu langsung. Ga pake kalimat klise
[MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION]+Porcelain Doll
Menurutku lagu tsb bisa multi tafsir, termasuk diantaranya sbg "sindiran" (dan kritikan) bagi orang2 sibuk yg sampe lalai (thd anak maupun orang tua) seperti dlm "tafsir" yg disampaikan mbak Mbok.
Dalam "tafsir" itu juga ditekankan ttg bagaimana si anak menjadikan ayahnya sbg role model (melalui uangkapan "I'm gonna be like you, dad. You know I'm gonna be like you") shg anak itu pun tumbuh spt ayahnya.
Tapi kalo menurutku ada poin yg terlewatkan disitu, yaitu ttg sebenarnya si ayah pun juga 'mengidolakan' si anak melihat sikapnya yg tetap enjoy aja meskipun ayahnya menolak mengajarinya melempar bola (He said, "That's ok." And he walked away, but his smile never dimmmed), sehingga si ayah langsung bilang "I'm gonna be like him, yeah. You know I'm gonna be like him"
Disitu saya melihat sikap "iri" si ayah melihat kepolosan dan kecerian si anak, dibandingkan dirinya yg selalu terjebak kesibukan n terbebani pekerjaan yg mungkin untuk sekedar tersenyum pun sudah jarang dilakukan.
Di akhir bait lagu, ketika ayahnya dah pensiun dan minta anaknya datang pun menurutku caranya sangat 'santun dan terukur' ("I'd like to see you if you don't mind.")
Sehingga dlm bait "He'd grown up just like me. My boy was just like me." alih2 melihat itu sbg bentuk penyesalan, tapi saya malah melihat itu sebuah ungkapan kebanggaan dr seorang ayah thd anaknya.
Jadi dlm hal ini saya ndak terlalu mempersoalkan ungkapan si anak "...You see, my new job's a hassle,..." tapi lebih menyorot ungakapan sebelumnya "I'd love to, dad, if I could find the time..." dan sesudahnya yaitu "...and the kid's got the flu, But it's sure nice talking to you, dad.It's been sure nice talking to you."
Tapi mungkin itu krn ada faktor latar belakang budaya kali yak. Saya lahir dan dibesarkan dlm budaya dimana tutur kata itu mesti benar2 dijaga yg tujuannya penekanannya lebih untuk menjaga perasaan lawan bicara, rasa ndak enak hati, takut menyinggung perasaan, dll... Tapi hal itu kadang di(salah)pahami sbg budaya "terlalu basa-basi".
Nah ungkapan2 "basa-basi" yg ada dlm lagu tsb, baik ungkapan si anak maupun ayah,...semua itu sangat saya banget dan bapakku banget,...dan udah mulai agak2 nular ke anakku.
---------- Post Merged at 04:49 PM ----------
Oops..., karakter '@' itu otomatis summon ybs toh. Sori... (Maklum baru aja melewati postingan 200 bisa ketik @ jadinya ndak gitu ngeh...)![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.
Kalo untuk versi lagu Indonesia ada juga yg cukup mengena dgn trit ini. Kalo lagu milik Chapin diatas melihatnya dari sisi ayah, sebaliknya kalo lagu lokal ini melihatnya dari sisi seorang anak yg sangat mengagumi dan merindukan ayahnya tapi terpaksa harus memendam rasa rindunya itu krn beban kesibukannya.
Saya selalu pilih lagu ini sbg salah satu lagu favorit kalo pas lagi kerokan eh karaokean. Kebetulan sosok pemeran dlm klip nya, meskipun bentuk face nya beda dgn ayah saya tapi, guratan2 wajahnya sangat bapakku banget.
Oh ya, lagunya berjudul "Ayah" dan dibawakan oleh Ebiet G. Ade. Berikut liriknya: (Mudah2an ndak bikin mak jleb Spears lagi...)
AYAH
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah, hmmm…
Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk, hmmm…
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia
Ayah....dalam hening sepi kurindu
Untuk...menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
om purba: gw termasuk yang salah satu, sekali-kali gw butuh siraman rohani atau diingatkan akan ortu di kampung, karena bekerja di kota yang berbeda kadang mereka bisa terlupakan. tapi ga berarti gw melupakan mereka karena mereka sangat penting![]()
A kid at heart
Baru nyadar kalo postingan2ku disini belum sepenuhnya menyentuh persoalan yg jadi topik utama di trit ini...
Oke BTT soal "harapan ortu dan anak"...
Sebagai ortu, saya ndak "terlalu" (baca: iya syukur tapi kalo ndak juga ndak apa2) berharap pd saat tua nanti (ceritanya lagi sok merasa muda nih) diurusi oleh anak apalagi sampe merepotkan mereka. Saya sudah cukup senang kalo mereka bisa bahagia mengurus hidup mereka sendiri, tentu saja dalam artian positif ("di jalan yg benar"). Dus artinya bukan berarti mereka terus bebas seenaknya me-nyia2kan saya sbg orang tuanya,...bisa2 saya kutuk mereka nanti hahaha... JK.
Intinya, yg biasa2 ajalah...
Saya bahkan pernah terbersit pikiran (ini masih ide mentah bisa ditinjau lagi gimana nanti) kalo udah "jompo" nanti menghabiskan waktu di panti janjian bareng2 "reuni" di satu tempat (panti) dgn orang2 tertentu yg cocok dan sealiran (misalnya eks teman2 sekolah dan bermain, saudara2 dekat, dll) shg bisa menghabiskan waktu di panti buat kongkow2 para kakek/nenek sambil bernostalgia, main catur, main kartu, gowes kalo masih kuat, bahkan kalo perlu bikin band kakek2 di panti bawain lagu2nya Deep Purple.
Sedangkan sebagai anak, saya sangat berterima kasih memiliki orang tua yg "luar biasa" yg memiliki prinsip sama ndak ingin merepotkan anak2nya bahkan terakhir masih dgn tangan terbuka beliau mau saya "repotkan" ketika saya menitipkan anak sulung saya tinggal bersama beliau untuk meneruskan sekolah.
Soal "kiriman", saya ndak pernah kirim berupa uang kepada beliau bukan krn saya ndak mau ato ndak punya uang tapi se-mata2 menjaga perasaan beliau (saya sangat hapal karakter beliau). Akhirnya saya hanya kadang kirim berupa bingkisan barang ato makanan, itupun biasanya kalo nilainya relatif tinggi beliau selalu nyindir: "Ngapain beliin barang mahal2, mendingan uangnya kamu tabung untuk biaya sekolah anak2."Dulu, waktu baru punya anak satu apalagi sebelum masuk sekolah (kalo sekarang mesti atur jadwal liburan sekolah anak2), kalo saya keseringan pulkam akan ditegor hal yg sama.
Pernah satu kejadian (udah lama) bapakku telpon perlu uang tunai krn ada kebutuhan mendadak. Duh rasanya kayak dapat durian runtuh. Dalam hati, berapapun bapak butuh pasti akan aku penuhi ibaratnya mesti jual barangpun akan saya lakukan. Beliau akhirnya menyebut angka 10jt (saat itu sih nilainya lumayan) dan alhamdulillah saya langsung transfer ndak perlu jual celana dulu hehe... Celakanyabaru genap seminggu beliau telpon lagi nanya nomor rekening saya krn mau kembaliin uangnya. Setelah berdiplomasi sedikit akhirnya beliau mau mengurungkan niatnya tsb. Itulah sekali2nya saya memberi uang ke orang tua.
So, mau bagaimanapun, ndak bakalan saya sanggup membalas segala kebaikan yg telah beliau berikan kepada saya.
Paling yg bisa saya lakukan hanya berucap: "Duh Gusti, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu aku kecil. Aamiin."
![]()
Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.
Aminnn.....
Orangtua itu... Ah, orangtua dan anak itu adalah harta yang tidak ternilai harganya... Suami bisa ganti, bisa berubah nama.... Tapi ortu dan anak? Kagak....
Dan BTT, anak adalah produk orangtua... Apel gak bakal jatuh jauh dari pu'unnya...
Apapun bentuk sayangnya anak ke orangtua IMO, itu merupakan cerminan bentuk sayangnya orangtua ke anaknya...
Percayai apa yang ingin kau percayai
Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….
saya malah cukup yakin akan tinggal di panti jompo (kalo blom mati duluan) dan kadang suka baca2 brosur tentang panti jompo beserta fasilitas2nya, ato baca2 tentang daerah komunitas senior-friendly
cuman info2 ini mungkin akan berubah lagi saat saya tua nanti ya. tapi ga papa research2 dulu
panti jompo sering diidentikkan sebagai tempat yang dingin ato tempat buangan. padahal not necessarily so.
Solusi apa? Menjaga ortu? Ane justru tanya, apa maksudnya menjaga ortu?
Misalkan seorang baby sitter menjaga anak atau ortu menjaga anak. Nah ane paham kalimat-kalimat tsb. Menjaga di situ berarti mengawasi, mendidik, membesarkan, mengurusi, dst. Menjaga di situ berarti dilakukan oleh yg kuat pada yg lemah, yg tua pada yg muda, dewasa pada anak-anak. Ada hirarki seperti itu, satu arah, tidak dapat balik. Karena itu ane bertanya apa maksudnya anak menjaga ortu?
Bukankah ada pepatah: Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Sebuah pepatah bukanlah kalimat yg muncul begitu saja, tetapi disarikan dari pengalaman hidup yg lama dan berulang.
Mudah2an ente paham mengapa ane bertanya seperti itu.
---------- Post Merged on 23-07-2013 at 12:14 AM ----------
Ya seperti itulah. Dan, itu bukanlah sebuah kelalaian. Itu natural. Menjaga ortu bukan berarti harus satu rumah dgn ortu atau menjadi baby sitter-nya ortu. Tetapi sekedar mengingat mereka saja, sudah sangat berarti buat mereka.![]()