Pasar smartphone belakangan ini
mulai kehilangan gairah. Pada 2012, sebagaimana
dilansir The Wall Street Journal, tercatat penurunan
angka upgrade smartphone sebesar 9 persen. Tahun
ini, diprediksi akan kembali terjadi penurunan year-
over-year sebesar 2 persen.
Wall Street Journal menyebut salah satu alasan
mengapa konsumen semakin jarang mengganti
smartphone adalah karena mereka tak melihat inovasi
yang menarik di model-mode smartphone terbaru.
Konsumen yang telah memiliki smartphone tidak
melihat kebutuhan untuk meng- upgrade perangkat
mereka ke model yang lebih baru, lebih cepat, dan
lebih bertenaga karena yang mereka miliki sudah
cukup untuk memenuhi keperluan.
Banyak analis juga memperkirakan bahwa pasar
smartphone high-end saat ini sudah terlalu jenuh
untuk bisa menciptakan antusiasme seperti yang dulu
biasa ditimbulkan oleh produk iPhone dari Apple.
Terlebih lagi, semakin lama harga smartphone
premium memperlihatkan kencenderungan kenaikan
harga.
Lalu, ada pula perubahan arah tren di dunia gadget
mobile.
CEO T-Mobile John Legere mengatakan bahwa era
besar wearable computing akan segera dimulai
dengan perangkat-perangkat seperti jam tangan
pintar dan lainnya.
"Dulu, sebelum Apple meluncurkan iPhone, para
produsen juga mengatakan telah mengeksporasi
segala macam jenis produk," ujar Legere. "Kini,
perangkat-perangkat wearable device akan memberi
pengaruh terhadap industri."